TematikUstadz Muhammad Anwar, Lc MPd

HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu (bagian-20)

This entry is part 20 of 21 in the series Hilyah_thalibil_ilmi

Diterbitkan pertama kali pada: 03-Jul-2022 @ 07:12

2 menit membaca

*HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu* (bagian-20)
Karya Syaikh Bakar Abu Zaid
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
3 Dzulhijjah 1443H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Peringatan-peringatan bagi thalibul ilmu.

➡️ *54. Mimpi di siang bolong / melamun*

Hindari melamun, seakan-akan dia klaim dia tahu (padahal dia tidak tahu). Ini akan jadi penghalang dari ilmu.

➡️ *55. JANGAN SAMPAI JADI ABU SYIBR-jengkal*

Ilmu itu ada 3 jengkal. Jika baru masuk jengkalan pertama, biasanya sombong.
Jengkal kedua mulai tawadhu
Jengkal ketiga maka dia merasa bahwa dirinya banyak tidak mengetahui perkara agama ini.

Jangan mudah memberikan fatwa atau jawaban atas pertanyaan bila belum memastikan jawaban yang benar.

Jawaban kayaknya, kemungkinan…
Ini berarti belum memastikan kebenaran jawaban yang di berikan.

Bila sudah sampai tahap 3, maka akan mudah untuk mengatakan – Saya tidak tahu-.

➡️ *56. TAMPIL sebelum waktunya*

Hindari menampilkan diri sebelum memiliki keahlian. Ini adalah penyakit ilmu dan amal.

Barangsiapa yang memaksakan diri tampil sebelum waktunya, berarti telah menjerumuskan diri kepada kehinaan.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin berkata bila seseorang tampil sebelum jadi ahli.

1. Ada ujub dalam dirinya
2. Tampil sebelum jadi ahli
3. Berkata tentang Allah tanpa ilmu
4. Biasanya orang ini tidak mau menerima kebenaran walaupun disampaikan

➡️ *57. MERASA AHLI ILMU – pamer*

Hanya menguasai satu dua masalah tetapi merasa ahli semua masalah. Bahkan berani merendahkan ulama yang menjawab dengan tidak tahu saat ditanya suatu pertanyaan (karena dia sebenarnya tahu jawaban dari pertanyaan itu).

Mungkin saat itu ulama itu sedang lupa.

Perilaku seperti ini akan menampakkan aibnya sendiri.

➡️ *58 Jangan Membuat Buku tapi belum kuasai ilmu alat*

Membuat buku dilakukan oleh orang yang sudah menguasai ilmu.

Menulis buku dengan modal belajar sendiri tanpa pernah Mulazamah dengan guru yang ahli maka ini berbahaya.

➡️ *59 Sikap kita dari kesalahan orang-orang yang mendahului kita*

Kesalahan itu bisa dilakukan oleh para ulama. Bahkan para sahabat secara individu pernah salah (kalau secara keseluruhan sahabat adalah maksum). Hanya Nabi ﷺ yang maksum..

Jangan merasa senang ketika tahu seorang ulama salah untuk merendahkannya. Tetapi boleh gembira bila kita berusaha mengoreksi persoalan ini saja.

Kesalahan seorang ulama yang memiliki banyak ilmu dan keutamaan itu tetap harus dicatat dan diingatkan, tapi jangan sampai seorang penuntut ilmu membesar-besarkan untuk mencela atau merendahkan ulama tersebut sehingga orang seperti itu akan tertipu.

➡️ *60 HINDARI SYUBHAT*

Syubhat itu kerancuan pemahaman dalam agama.

Seorang penuntut ilmu harus memiliki bekal untuk hindari syubhat.

Kisah fenomenal adalah Abdullah Al Qasimy yang awalnya ulama yang membuat buku bagus bantahan orang-orang Syiah (‘As-Shira Baini al-Islam wa al-Watsaniyyah’) namun akhirnya terkena syubhat karena menikah seorang perempuan yang berhasil memasukkan syubhat. Yang akhirnya meninggal dalam keadaan ateis.

Semoga bermanfaat.

##$$-aa-$$##

Hilyah_thalibil_ilmi

HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu (bagian-19) HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu (bagian-21)
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?