TematikUstadz Muhammad Anwar, Lc MPd

HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – perhiasan bagi penuntut ilmu. (bagian-2)

This entry is part 2 of 21 in the series Hilyah_thalibil_ilmi

Diterbitkan pertama kali pada: 03-Okt-2021 @ 06:38

3 menit membaca

*HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – perhiasan bagi penuntut ilmu* (bagian-2)
Karya Syaikh Bakar Abu Zaid
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
26 Safar 1443H

Sebagai penuntut ilmu hendaknya dihiasi dengan adab yang Syaikh utarakan dalam kutaib ini.
Perhiasan ini harusnya membuat terlihat indah bagi orang lain.

➡️1. Hendaknya seorang penuntut ilmu mengetahui bahwa ilmu yang kita pelajari adalah seafdhol-afdholnya ibadah.

▶️ Syarat ibadah adalah

♦️ikhlas dan

♦️ Menggabungkan sifat yang gabungkan dunia dan akhirat yaitu cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.

Allah ﷻ berfirman.

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS Ali-Imran (3) Ayat 31

Ayat ini adalah bukti nyata kepada Rasulullah ﷺ,terutama dalam masalah agama.

Dalam urusan dunia kita dibebaskan asalkan tidak bertentangan dengan syariat yang telah dijelaskan oleh Rasulullah ﷺ.

Orang yang sedang jatuh cinta akan berusaha untuk mendapatkan keridhaan atau sesuatu yang dicintai kekasihnya..

Demikian juga dalam hal ibadah, pembuktian cinta kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Bila Nabi ﷺ melarang maka kita harus tinggalkan. Bila Nabi ﷺ memerintahkan maka kerjakan.

📌Hendaknya kecintaan seseorang mencintai Rasulullah ﷺ hendaknya membawa kita kepada mengikuti Rasulullah ﷺ bahkan dalam urusan dunia (perkara mubah).

Matan lanjutan
▶️ Dua syarat diatas adalah dua dasar yang harusnya menghiasi ibadah seseorang. Dua perkara ini jadi mahkota seseorang
Seseorang penuntut ilmu (sudah ikuti majelis ilmu), *hendaknya untuk bertakwa* kepada Allah baik dalam kesendirian maupun dalam kondisi di muka umum.

Dengan takwa akan mempermudah menyerap ilmu.

Allah berfirman,

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن تَتَّقُوا۟ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَانًۭا وَيُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ

Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Surat Al-Anfal (8) Ayat 29

Furqan bisa diperoleh dengan ilmu dan ilmu diperoleh dengan belajar.
Furqan juga bisa didapat dari firasat seorang mukmin.

Contoh firasat adalah apa yang Umar bin Khaththab dapat ilham tentang pengharaman khamr dan wajibnya menutup aurat dengan hijab.

Furqan juga didapat dengan banyak istighfar

إِنَّا أَنْزَلْنا إِلَيْكَ الْكِتابَ بِالْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ بِما أَراكَ اللَّهُ وَلا تَكُنْ لِلْخائِنِينَ خَصِيماً (105) وَاسْتَغْفِرِ اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ كانَ غَفُوراً رَحِيماً (106)

Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepada kamu dengan membawa  kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat, dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Qs An Nisa 105-106.

Perhiasan selanjutnya

➡️ 2. *Jadilah kalian yang berpegang teguh di atas orang-orang sholeh terdahulu (salafus sholeh)*, yaitu jalan para sahabat, tabi’in dan Tabiut Tabiin serta ikuti mereka dalam semua bab agama.

Salaf artinya terdahulu.

📌 Orang-orang yang ikuti salafus sholeh harus dalam semua hal agama (adab, akhlak, muamalah, ibadah, aqidah dst).

Orang-orang yang berusaha mengikuti salafus sholeh sering dinisbatkan pada mereka, salafi.. (namun seringkali dijumpai orang yang berusaha menjauhkan dari kebaikan ini dengan memberi label tambahan wahabi).

Dan banyak orang yang mengaku salafi (pengikut salafus shaleh) namun tidak mengikuti semua bab atau hal yang dilakukan oleh para salafus shaleh.

📌 Sebagai penuntut ilmu, Jadi lah orang yang unggul dalam ikuti jejak Rasulullah ﷺ.
Dalam perkara apapun dan *tinggalkan debat.*

Penyakit penuntut ilmu adalah suka debat.

Selanjutnya Syaikh menasihati untuk menjauhi berdalam-dalam ilmu kalam (mantiq).

Ilmu filsafat sudah ada 700 tahun sebelum Masehi.

Imam Syafi’i berkata “hukumanku pada orang-orang yang perdalam ilmu kalam adalah dipukul dengan pelepah kurma dan dikatakan inilah orang yang mendalami ilmu kalam.”

✳️Syarat pelajari ilmu kalam

1. Bekal ilmu syari (Al Qur’an dan Sunnah) sudah hebat, untuk benteng syubhat
2. Tujuannya untuk membantah kesesatan dalam ilmu kalam.

Imam Ad Daaruqudny – tidak ada yang aku benci melebihi ilmu kalam.

Adz-Dzahabi (Syafi’iyah) mengatakan orang-orang yang meninggalkan ilmu kalam dan meninggalkan debat, inilah para pengikut salafus shaleh sejati.

⛔ Syaikh melanjutkan : Kaidah ilmu kalam dalam memahami sifat Allah.

1. Apabila ada nash yang jelaskan sifat Allah dan sesuai akal maka dibenarkan.
2. Sifat Allah dalam Al Qur’an dan Sunnah yang tidak sesuai dengan akal, maka ditolak. Dengan cara yang halus (takwil) atau kasar.
3. Apabila ada nash yang menceritakan sifat Allah namun akal tidak sampai maka mereka berdiam diri.

Bagi mereka akal lebih tinggi dari naql (Al Qur’an dan Sunnah).

Ibnu Taimiyyah mengatakan Ahlussunnah Wal jamaah adalah kaum muslimin yang murni, adalah orang-orang yang ikuti para salafus shaleh dalam seluruh aspek agama.

Semoga bermanfaat..

##$$-aa-$$##

Hilyah_thalibil_ilmi

HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – perhiasan bagi penuntut ilmu (bagian-1) HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu* (bagian-3)
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?