AMANAH YANG DIABAIKAN
Diterbitkan pertama kali pada: 15-Jun-2020 @ 17:10
6 menit membaca*AMANAH YANG DIABAIKAN*
Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah
11 Shafar 1441 H
Ustadz memotivasi jamaah untuk banyak shalawat kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا.
“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali.”
*Banyak baca shalawat akan memperoleh apa yang kita inginkan dan dosa terampuni.*
Imam at-Tirmidzi meriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab, dari ayahnya Radhiyallahu anhuma, beliau berkata:
قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِنِّي أُكْثِرُ الصَّلاَةَ عَلَيْكَ فَكَمْ أَجْعَلُ لَكَ مِنْ صَلاَتِيْ؟ فَقَالَ: مَا شِئْتَ، قُلْتُ: الرُّبُعَ، قَالَ: مَا شِئْتَ، فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ، قُلْتُ: النِّصْفَ؟ قَالَ: مَا شِئْتَ، فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ، قُلْتُ: فَالثُّلُثَيْنِ، قَالَ: مَا شِئْتَ، فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ، قُلْتُ: أَجْعَلْ لَكَ صَلاَتِيْ كُلَّهَا. قَالَ: إِذًا تُكْفَى هَمَّكَ وَيُغْفَرُ لَكَ ذَنْبُكَ.
“Aku bertanya: ‘Wahai Rasulullah, aku hendak memperbanyak shalawat kepadamu, berapa banyakkah aku harus bershalawat kepadamu?’
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ‘Berapa saja sekehendakmu.’
Aku katakan: ‘Seperempat?’ Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ‘Terserah engkau, dan jika engkau menambahnya, maka itu adalah suatu kebaikan bagimu.’
Aku katakan: ‘Setengah?’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ‘Terserah engkau, dan jika engkau menambahnya, maka itu adalah sebuah kebaikan bagimu.’
Aku katakan: ‘Dua pertiga?’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ‘Terserah engkau, dan jika engkau menambahnya, maka itu adalah sebuah kebaikan bagimu.’
Aku kata-kan: ‘Aku akan menjadikan seluruhnya.’
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Jika demikian, maka semua keinginanmu terpenuhi, dan dosamu akan diampuni.’”
*Amanah yang diabaikan…*
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَماناتِ إِلى أَهْلِها وَإِذا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كانَ سَمِيعاً بَصِيراً (58)
Sesungguhnya Allah menyuruh kalian menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya (pemiliknya) , dan (menyuruh kalian) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kalian menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepada kalian. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Qs An Nisa 58.
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَماناتِ إِلى أَهْلِها
Sesungguhnya Allah menyuruh kalian menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya (pemiliknya)
Umar bin Khaththab, sangat takut dengan amanah, sampai takut ada keledai (bukan manusia) yang terpeleset di Iraq.
Amanah itu berat dan tidak untuk diperebutkan.
إِنَّا عَرَضْنَا الأمَانَةَ عَلَى السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الإنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولا
Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia, Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.
Dan padahal penciptaan langit lebih berat..
أَنْتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ بَنَاهَا
Apakah kalian yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit?
Dan manusia yang mau ambil amanah tersebut padahal manusia itu sangat bodoh.
وَحَمَلَهَا الإنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولا
dan dipikullah amanat itu oleh manusia, Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.
Dan munafik itu tidak bisa mengemban amanah..
Dan salah satu amanah adalah anak.
Dan anak juga perhiasan dunia.
الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
Harta dan anak adalah perhiasan kehidupan dunia..
Azza wa Jalla befirman, anak adalah fitnah bagi orang tua nya.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَتَخُونُوا اللهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ , وَاعْلَمُوا أَنَّمَآ أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةُُ وَأَنَّ اللهَ عِندَهُ أَجْرُُ عَظِيمُُ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan RasulNya, dan juga janganlah kalian mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu padahal kamu mengetahui. Dan Ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan, dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. [Al Anfal:27, 28].
Kenapa Nabi Khidir membunuh anak-anak kecil?
وَأَمَّا الْغُلامُ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِينَا أَنْ يُرْهِقَهُمَا طُغْيَانًا وَكُفْرًا (80)
Dan adapun anak itu, maka kedua orang tuanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran.
Karena sejak kecil anak tersebut menjadi jalan kekafiran.
Anak bisa membuat anak bertindak bodoh, kikir.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
إن الولد مبخلة مجبنة مجهلة محزنة
“Sesungguhnya anak menjadi penyebab sifat pelit, pengecut, bodoh dan sedih.” (HR. Hakim dan Thabrani, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Al Jami’ hadits no. 1990)
*Bagaimana menghadapi perhiasan, fitnah dan amanah?* Ya harus ngaji – belajar.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالأَمِيْرُ رَاعٍ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَّةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ، فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّت) متفق عليه
“Kalian semua adalah pemimpin dan seluruh kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpin.
Penguasa adalah pemimpin dan seorang laki-laki adalah pemimpin,
wanita juga adalah pemimpin atas rumah dan anak suaminya.
Sehingga seluruh kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpin.” (Muttafaqun alaihi)
*Apakah hak anak kepada orang tua?*
1. *Membesarkan anak diatas tauhid, iman, cinta kepada Allah dan Rasul-Nya*
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya:
“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”
Qs Luqman 13-14.
Sampai saat ini banyak orang yang menghinakan sendiri, dengan menyembah berhala, pohon, binatang dll.
Gunakan akal secara berlebihan akhirnya akan seperti firaun.
Anak itu fitrahnya tauhid, orang tua yang merubah jadi yahudi dan nasrani.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلاَّ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
Tiada seorangpun yang dilahirkan kecuali dilahirkan pada fithrah (Islam)nya. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi. [HR. al-Bukhâri dan Muslim]
Dan Nabi Ibrahim kuatir keturunannya melakukan kesyirikan.
Boleh menikah dengan muallaf asal benar niat jadi muslim bukan asal bisa nikah.
Dan berdoa untuk itu.
وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ
dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala (shonam). (QS. Ibrahim: 35).
Dan saat ini tontonan anak2 banyak terdapat kesyirikan. Seperti Avatar, Bima.
2. *Tangguh Jawab ajarkan ibadah yang sesuai syariat*
يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ
Hai anakku, dirikanlah shalat, qs Luqman 17.
Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam memerintahkan Muadz bin Jabal mendakwahi tauhid penduduk Madinah dan bila menerima dakwah diajarkan shalat.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مُـرُوْا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّـلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ، وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا، وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ، وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ.
“Suruhlah anak kalian shalat ketika berumur 7 tahun, dan kalau sudah berusia 10 tahun meninggal-kan shalat, maka pukullah ia. Dan pisahkanlah tempat tidurnya (antara anak laki-laki dan anak wanita).” HR Ahmad, Abu Dawud, hasan.
Ajarkan anak dan hindari memukul.
Dan doakan anak supaya sholat,
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat.
Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. [QS. Ibrahim : 40-41]
Usahakan shalat sunnah di rumah.. Untuk ajarin anak dan lebih ikhlas.
فَإنَّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ صَلاَةُ المَرْءِ في بَيْتِهِ إِلاَّ المَكْتُوبَةَ
sebaik-baiknya shalat adalah shalat seseorang di rumahnya, kecuali shalat wajib.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 731 dan Muslim, no. 781]
Bila waktu iqamah sangat pendek, berangkat ke masjid saat adzan. Dan shalat ba’diyah di rumah.
3. *Didik anak dengan amal perbuatan bukan dengan lisan*
Anak butuh contoh, mereka lebih mudah melihat contoh…
Contohin makan minum dengan tangan kanan, makan dengan adab yang baik (misalnya ambil tidak banyak dan meninggalkan sisa) , shalat (sunnah) di rumah, tidak merokok, dan jangan ribut dengan pasangan di depan anak (karena anak punya hak kedamaian di rumah).
Tidak ada pemberian orang tua yang lebih afdhal dari pada adab yang baik. Ini hadits dhaif secara sanad.
4. *Ajari anak ilmu yang bermanfaat*
Puncak ilmu yang bermanfaat adalah agama.
Maka ayat pertama yang turun kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam adalah perintah untuk membaca.
Kewajiban menuntut ilmu itu kewajiban bagi setiap muslim.
Jangan sampai hanya memperhatikan pendidikan duniawi anak-anak.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224)
5. *Memberikan nafkah kepada anak, tanpa pelit dan berlebihan*
وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا
“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf”. [Al-Baqarah/2:233]
Imam Ibnu Katsîr rahimahullah berkata, “Artinya menjadi kewajiban bagi bapak si anak untuk menafkahi dan memberi pakaian kepada ibu-ibu yang menyusui dengan cara yang baik-baik.
Jangan berlebihan memberi kepada anak-anak ketika diperlukan.
6. *Mengajari anak pengalaman hidup*
Ajari anak ketrampilan.. Berenang, naik sepeda, diajak bekerja dan seterusnya..
Petani, pedagang, bisa ajarkan anaknya berdiskusi tentang bidang profesi nya..
7. *Ajari anak kita supaya ajak orang lain berbuat baik*
Kemudian Luqman mengatakan lagi dalam nasihat berikutnya:
{يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلاةَ}
Hai Anakku, dirikanlah salat. (Luqman: 17)
sesuai dengan batasan-batasannya, fardu-fardunya, dan waktu-waktunya.
{وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ}
dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar. (Luqman: 17)
sesuai dengan kemampuanmu dan menurut kesanggupan kekuatanmu.
{وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ}
dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. (Luqman: 17)
8. *Jaga dari api neraka*
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, *peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras*, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. Qs At Tahrim 6.
Seorang tabi’in berkata : *Kita bisa didik anak saat sebelum anak itu yaitu dengan memilihkan ibu yang baik.*
##$$-aa-$$##.


