TAFSIR QS AL A’RAF#12: AYAT 85-93
- TAFSIR QS AL A’RAF#1 : AYAT 1-11
- TAFSIR QS AL A’RAF#2: AYAT 12-22
- TAFSIR QS AL A’RAF#3: AYAT 22-30
- TAFSIR QS AL A’RAF#4: AYAT 31-37
- TAFSIR QS AL A’RAF#5: AYAT 38-43
- TAFSIR QS AL A’RAF#12: AYAT 85-93
- TAFSIR QS AL A’RAF#6: AYAT 44 -51
- TAFSIR QS AL A’RAF#7: AYAT 52 -56
- TAFSIR QS AL A’RAF#8: AYAT 57-64
- TAFSIR QS AL A’RAF#9: AYAT 65-72
Diterbitkan pertama kali pada: 04-Jul-2021 @ 21:20
5 menit membaca📖 TAFSIR QS AL A’RAF#12: AYAT 85-93
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 25 Dzulqaidah 1442H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (zoom)
KISAH NABI SYU’AIB alaihissalam
Nabi Syu’aib secara urutan zaman adalah setelah Nabi Luth alaihissalam.
Nabi Syu’aib berkata kepada kaumnya kalian tidak jauh dari kaum Luth (sisi zaman dan waktu).
Ada ulama yang mengatakan ibu Nabi Syu’aib adalah putri Nabi Luth. Jadi cucu Nabi Luth, namun Ibnu Katsir rahimahullah mengkritisi hal ini.
✅Lokasi, ada dua pendapat.
1. Yordania, Moan diatas Laut Mati.
2. Daerah Al Bada dekat Tabuk.
Nabi Syu’aib salah satu Nabi yang bangga Arab.
Zaman Nabi Syu’aib dan Nabi Musa berbeda jauh sehingga salah bila Musa menikah dengan putri Nabi Syu’aib. Walaupun sama-sama Madyan.
✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ لٰى مَدْيَنَ اَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۗ قَا لَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَـكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗ ۗ قَدْ جَآءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ فَاَ وْفُوا الْكَيْلَ وَا لْمِيْزَا نَ وَلَا تَبْخَسُوا النَّا سَ اَشْيَآءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَ رْضِ بَعْدَ اِصْلَا حِهَا ۗ ذٰ لِكُمْ خَيْرٌ لَّـكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
“Dan kepada penduduk Madyan, Kami (utus) Syu’aib, saudara mereka sendiri. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah. Tidak ada Tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepada kalian bukti yang nyata dari Tuhan kalian. Sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan jangan kamu merugikan orang sedikit pun. Janganlah kalian berbuat kerusakan di Bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Itulah yang lebih baik bagimu jika kalian orang beriman.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 85)
Nabi Syu’aib adalah penduduk Madyan.
Kadangkala disebut juga ashabul Aikah
كَذَّبَ أَصْحَابُ الأيْكَةِ الْمُرْسَلِينَ
إِذْ قَالَ لَهُمْ شُعَيْبٌ أَلا تَتَّقُونَ
Penduduk Aikah telah mendustakan rasul-rasul; ketika Syu’aib berkata kepada mereka, “Mengapa kalian tidak bertakwa?
▶️Ada 2 pendapat:
1. Nabi Syu’aib diutus kepada 2 kaum yaitu Madyan dan penduduk Aikah
2. Diutus pada kaum yang sama.. Madyan = siku, Al Aikah adalah sesembahan mereka (berhala dalam bentuk pepohonan).
Ustadz cenderung pada pendapat kedua.
Nabi Syu’aib juga menyeru tauhid, tinggalkan Aikah.
Mukjizat Nabi Syu’aib, tidak disebutkan namun seperti kata Rasulullah ﷺ bahwa setiap Nabi punya mukjizat.
الْكَيْلَ وَا لْمِيْزَا
Takaran dan timbangan..
➡️▶️Selain kesyirikan juga melakukan kemaksiatan serta kedzaliman, kurangi hak-hak manusia.
⏩Ini dalil bahwa semua yang ditegur Nabi Syu’aib adalah larangan. ❕
Hukuman orang kafir yang berbuat dosa dengan 1 kemaksiatan beda dengan orang kafir yang berbuat 20 kemaksiatan.
Seperti pertanyaan penduduk surga kepada penduduk neraka..
{مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ}
“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” Mereka menjawab, “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan salat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin.”(Al-Muddatstsir: 42-44)
{وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ}
bahkan kami biasa membicarakan yang batil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya. (Al-Muddatstsir: 45)
{وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ حَتَّى أَتَانَا الْيَقِينُ}
dan kami mendustakan hari pembalasan, sampai datang kepada kami kematian. (Al-Muddatstsir. 46-47)
Semakin banyak kemaksiatan semakin berat penderitaaan neraka.
♦️semua yang diwajibkan kepada umat Islam juga diwajibkan kepada seluruh umat manusia, hanya saja sebelum mereka melakukan harus beriman dulu.
Dan Nabi Syu’aib mengatakan kalian akan bermanfaat bila beriman..
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَا تَقْعُدُوْا بِكُلِّ صِرَا طٍ تُوْعِدُوْنَ وَتَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِهٖ وَتَبْغُوْنَهَا عِوَجًا ۚ وَا ذْكُرُوْۤا اِذْ كُنْتُمْ قَلِيْلًا فَكَثَّرَكُمْ ۖ وَا نْظُرُوْا كَيْفَ كَا نَ عَا قِبَةُ الْمُفْسِدِيْنَ
“Dan janganlah kamu duduk di setiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang-orang yang beriman dari jalan Allah dan ingin membelokkannya. Ingatlah ketika kalian dahulunya sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kalian. Dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 86)
Apa saja kemaksiatan yang mereka lakukan?
♦️ Allah mengatakan..
1. Jangan duduk di setiap jalan yang dilewati masyarakat
2. Menakut-nakuti, ada dua pendapat (perampok atau penarik pajak tanpa hak).
3. Menghalangi dari jalan Allah (orang yang ingin ngaji kepada Nabi Syu’aib) – Nabi Syu’aib itu jago ceramah (Hadits Khatib para Nabi tapi riwayat lemah)
4. Kalian ingin jalan Allah bengkok. Menebar syubhat, rusak citra ajaran Nabi Syu’aib.
➡️Kemungkaran-kemungkaran ayat sebelumnya. ✔️
1.syirk dengan menyembah Aikah
2. Kurangi takaran dan timbangan
3. Kurangi hak-hak masyarakat
4. Kemungkaran (kerusakan diatas bumi).
Hal ini sama dengan yang dilakukan orang-orang kafir jaman sekarang.
➡️Ingatlah ketika kalian dahulunya sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kalian.
1. Dulu miskin dan akhirnya kaya
2. Sebelumnya sedikit, setelah banyak malah terjerumus pada kesyirikan.
❕❕❕❕Inilah pentingnya ingat nikmat Allah supaya terhindar dari kemaksiatan.
Juga ingat adzab bagi kaum yang melakukan kerusakan.
✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ نْ كَا نَ طَآئِفَةٌ مِّنْكُمْ اٰمَنُوْا بِا لَّذِيْۤ اُرْسِلْتُ بِهٖ وَطَآئِفَةٌ لَّمْ يُؤْمِنُوْا فَا صْبِرُوْا حَتّٰى يَحْكُمَ اللّٰهُ بَيْنَنَا ۚ وَهُوَ خَيْرُ الْحٰكِمِيْنَ
“Jika ada segolongan di antara kalian yang beriman kepada (ajaran) yang aku diutus menyampaikannya, dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah sampai Allah menetapkan keputusan di antara kita. Dialah Hakim yang terbaik.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 87)
Minoritas yang beriman
Mayoritas kafir
Maka bersabar.. Kita sama-sama tunggu keputusan Allah.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لَ الْمَلَاُ الَّذِيْنَ اسْتَكْبَرُوْا مِنْ قَوْمِهٖ لَـنُخْرِجَنَّكَ يٰشُعَيْبُ وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَكَ مِنْ قَرْيَتِنَاۤ اَوْ لَـتَعُوْدُنَّ فِيْ مِلَّتِنَا ۗ قَا لَ اَوَلَوْ كُنَّا كَا رِهِيْنَ
“Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri dari kaum Syu’aib berkata, “Wahai Syu’aib! Pasti kami usir engkau bersama orang-orang yang beriman dari negeri kami, kecuali engkau kembali kepada agama kami.” Syu’aib berkata, “Apakah (kalian akan mengusir kami), kendatipun kami tidak suka?” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 88)
اسْتَكْبَرُوْا
Kaum yang sombong..
Mereka akan memaksa atau usir Nabi Syu’aib dan pengikutnya.
kecuali engkau kembali kepada agama kami
Maksud nya pengikut Nabi Syu’aib, karena Nabi Syu’aib tidak pernah kafir.
✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَدِ افْتَرَيْنَا عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اِنْ عُدْنَا فِيْ مِلَّتِكُمْ بَعْدَ اِذْ نَجّٰٮنَا اللّٰهُ مِنْهَا ۗ وَمَا يَكُوْنُ لَـنَاۤ اَنْ نَّعُوْدَ فِيْهَاۤ اِلَّاۤ اَنْ يَّشَآءَ اللّٰهُ رَبُّنَا ۗ وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا ۗ عَلَى اللّٰهِ تَوَكَّلْنَا ۗ رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِا لْحَـقِّ وَاَ نْتَ خَيْرُ الْفٰتِحِيْنَ
“Sungguh, kami telah berdusta atas nama Allah, jika kami kembali kepada agama kalian , setelah Allah melepaskan kami darinya. Dan tidaklah pantas kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami, menghendaki. Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Hanya kepada Allah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil). Engkaulah pemberi keputusan terbaik.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 89)
Lebih parah murtad dari pada kafir asli, dan dalam Islam hukuman nya dibunuh.
Ini seperti menjelek-jekekkan agama Islam.
Sungguh, kami telah berdusta atas nama Allah, jika kami kembali kepada agama kalian , setelah Allah melepaskan kami darinya. Dan tidaklah pantas kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami, menghendaki.
Perkataan Nabi Syu’aib dalam ayat ini menunjukkan bahwa Nabi Syu’aib tidak ujub, tidak tahu masa depan..
Seseorang jangan pernah ujub dengan apa yang ada pada dirinya termasuk keimanan. Ucapkan Insya Allah kami tidak akan syirik.
Nabi Syu’aib berdoa kepada Allah karena mereka memaksa.
✅❕Setelah mereka kalah debat dengan Nabi Syu’aib.. Mereka provokasi..⛔
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَقَا لَ الْمَلَاُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَوْمِهٖ لَئِنِ اتَّبَعْتُمْ شُعَيْبًا اِنَّكُمْ اِذًا لَّخٰسِرُوْنَ
“Dan pemuka-pemuka dari kaumnya (Syu’aib) yang kafir berkata (kepada sesamanya), “Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu’aib, tentu kalian menjadi orang-orang yang rugi.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 90)
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَاَ خَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَاَ صْبَحُوْا فِيْ دَا رِهِمْ جٰثِمِيْنَ
“Lalu datanglah gempa menimpa mereka, dan mereka pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka,”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 91)
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا شُعَيْبًا كَاَ نْ لَّمْ يَغْنَوْا فِيْهَا ۚ اَ لَّذِيْنَ كَذَّبُوْا شُعَيْبًا كَا نُوْا هُمُ الْخٰسِرِيْنَ
“orang-orang yang mendustakan Syu’aib seakan-akan mereka belum pernah tinggal di (negeri) itu. Mereka yang mendustakan Syu’aib, itulah orang-orang yang rugi.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 92)
📐📌Disebut ada tiga adzab..
1. Rojfah (gempa)
2. Shoihah, Suara halilintar yang sangat dahsyat
3. Adzab pada hari awan yang gelap, panas yang luar biasa
Awan itu seakan-akan melindungi mereka, setelah mereka terkumpul dibawah awan, Allah adzab mereka dan lenyaplah mereka semua.
Yang mendustakan Syu’aib itulah yang merugi. Ancaman mereka (mengusir dan rugi) ternyata justru mereka yang rugi keduanya. TERUSIR Dan rugi dunia akhirat.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَتَوَلّٰى عَنْهُمْ وَقَا لَ يٰقَوْمِ لَقَدْ اَبْلَغْتُكُمْ رِسٰلٰتِ رَبِّيْ وَنَصَحْتُ لَـكُمْ ۚ فَكَيْفَ اٰسٰی عَلٰى قَوْمٍ كٰفِرِيْنَ
“Maka, Syu’aib meninggalkan mereka seraya berkata, “Wahai kaumku! Sungguh, aku telah menyampaikan amanat Tuhanku kepada kalian tentang dan aku telah menasihati kalian. Maka, bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang kafir?””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 93)
⏩Ini ada dua pendapat.
1. Sudah dinasihati tapi tetap ngeyel.. Ngapain ikut sedih
2. Nabi Syu’aib sedih namun dikuatkan hatinya untuk melawan sedih hatinya.
Semoga bermanfaat..
##$$-aa-$$##


Assalamu’alaikum wr. wb. ustadz saya ijin copy materinya. semoga berkah selalu. jazakumullahi khor barokallahu fiik
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, Tafadholuu… Barakallahu fii kum
Assalamu’alaikum wr. wb. ustadz saya ijin copy materinya. semoga berkah selalu
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, Tafadholuu, Jazaakumullahu khayran, Barakallahu fii kum