Diterbitkan pertama kali pada: 07-Jan-2024 @ 21:40

5 menit membaca

*TALBIS IBLIS-6*
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
25 Jumadil Akhir 1445H / 7 Jan 2024

Talbis iblis karya Al Imam Ibnul Jauzi.

✅➡️ Talbis Iblis pada ahli zuhud.

Iblis gambarkan zuhud kepada mereka pada makanan, pakaian tetapi hati mereka tidak zuhud pada kekuasaan.

Mereka menunggu dikunjungi oleh para pejabat.

Ahli zuhud pura-pura khusyu bila bertemu masyarakat.

Mereka senang bila orang-orang datang mereka dan cium tangan mereka.

Di antara talbis iblis terhadap ahli ibadah yang zuhud adalah riya’ yang samar. Riya’ ada yang nyata (terang-terangan), mudah untuk diketahui dan disadari oleh orang yang paham agama. Contohnya adalah memperlihatkan badan yang kurus, muka yang pucat, rambut acak-acakan. Sehingga dia ingin menunjukkan kepada orang-orang bahwa dia adalah orang yang zuhud.

Begitu pula dengan melirihkan suara untuk menampakan kekhusukan hati, mengerjakan shalat karena ingin dilihat orang lain, memberikan sedekah dengan motif memperoleh sanjungan seseorang. Ini semua termasuk riya’ yang nyata.

Yang dimaksud Ibnul Jauzi adalah orang-orang yang hanya zuhud pada makanan dan pakaian, tetapi hati nya tidak. Mereka terkena syahwat yang samar, bangga dikunjungi manusia dan bangga dicium tangan.

Ada pula riya’ yang samar. Karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda tentang pentingnya niat:

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى

“Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niat dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan kadar niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Contoh yang tertipu – pendeta sam’an yang setiap hari hanya makan 1 butir kacang, karena selalu dipuji orang dia kuat pura-pura zuhud.

Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan memberi balasan atas amal riya’nya itu. Maka salah satu tipu daya iblis terhadap orang-orang yang zuhud ini adalah niat di dalam ibadah. Iblis menyeret mereka kepada bentuk-bentuk riya’ yang samar.

Saat seseorang mengerjakan suatu amalan yang bukan karena Allah, maka Allah perintahkan dia untuk mencari dan meminta balasan kepada orang yang karenanya dia beramal. Malik bin Dinar berkata: “Katakanlah kepada orang yang belum jujur terhadap niatnya: ‘Jangan pernah patah semangat untuk memperbaiki niat.’”

Yusuf bin asbath pernah berkata – belajarlah ilmu tentang keabsahan amal perbuatan dari penyakit amal perbuatan, karena saya sendiri mempelajari selama 22 tahun.

❗Karena takut riya, orang-orang shalih dahulu menutupi amal baik mereka dengan melakukan kebalikannya. Ibnu sirin sangat periang di siang hari, namun menangis tiada henti di malam hari. Ibnu Adham pernah sakit, dan disamping nya terdapat makanan-makanan orang sehat.

Kita lihat sekarang ada orang yang senang dilayani dan segala kebutuhannya dicukupi oleh orang lain.

Contoh orang zuhud lahir batin.

📍Daud bin Abi Hindi berpuasa selama 20 tahun dan tidak ada satupun orang, termasuk keluarganya yang mengetahuinya. Ia adalah seorang penjual sutera di pasar. Di pagi hari, ia keluar ke pasar sambil membawa sarapan pagi. Dan di tengah jalan menuju pasar, ia pun menyedekahkannya. Kemudian ia pun kembali ke rumahnya pada sore hari, sekaligus berbuka dan makan malam bersama keluarganya. Jadi orang-orang di pasar mengira bahwa ia telah sarapan di rumahnya. Sedangkan orang-orang yang berada di rumah mengira bahwa ia menunaikan sarapan di pasar. Masya Allah, luar biasa trik beliau dalam menyembunyikan amalan.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin tidak suka dipuji, bila ada yang memuji beliau maka beliau menyuruh diam.

📍Ibnul Jauzi Rahimahullah berkata bahwa beberapa orang yang mengaku-ngaku zuhud biasa melakukan sesuatu seperti mendekam di masjid atau mengasingkan diri di pegunungan atau berkumpul bersama orang-orang yang sepaham dengannya dan dia merasa sampai pada satu level yang lebih tinggi daripada orang-orang lain yang mereka pandang awam. Dia pun merasa senang ketika orang-orang tahu bahwa dia mengasingkan diri, menjauh dari masyarakat, dan kadang-kadang dia berkata: “Aku khawatir melihat banyak kemungkaran jika keluar dari tempat ini.”

📍Sebagian orang yang mengaku-ngaku zuhud melakukan hal seperti ini. Sebenernya tidak bisa dibenarkan, karena kebiasaan tersebut bertentangan dengan syariat.

Orang-orang seperti ini biasanya ketika merasa lapar dan tidak ada seseorang yang dapat membelikan makanan, justru dia lebih memilih tetap kelaparan agar tidak keluar rumah untuk membeli sesuatu. Karena menurutnya itu akan menurunkan wibawanya karena berjalan pergi ke pasar dan berkumpul bersama orang-orang awan. Sehingga dia lebih memilih lapar daripada pergi keluar mencari makanan untuk mengganjal perutnya.

📍Tentunya ini bertentangan dengan apa yang dilakukan oleh Nabi ﷺ. Seperti yang kita ketahui bahwa Rasulullah ﷺ juga biasa berjalan di pasar membeli barang yang diperlukan, membawa sendiri barang yang beliau beli. Abu Bakar juga biasa memanggul pakaian di atas bahunya, melakukan transaksi jual-beli dengan manusia. Hal itu biasa dilakukan oleh Nabi dan para sahabat, dan itu tidak
menjatuhkan marwah mereka.

📍Di antara ahli ibadah yang zuhud ada yang jika diminta memakai pakaian lembut maka dia tidak mau melakukannya. Anggapannya adalah supaya wibawa zuhudnya tidak berkurang. Ada yang rela tidak makan dan kelaparan, bahkan membahayakan jiwanya asalkan hal itu disaksikan oleh manusia. Ada juga yang tidak mau tersenyum apalagi tertawa hanya demi menjaga reputasi dan wibawa. Dan mereka menganggap baik hal-hal seperti ini.

📍Talbis iblis mengena sehingga bisa mengelabui mereka dengan membuatnya mengira bahwa perbuatan-perbuatan seperti itu bermanfaat dan berguna untuk memperbaiki hubungan antar sesama manusia. Padahal sebenarnya semua itu ditujukan karena riya’, mengingat tindakan tersebut sudah menjadi aturan baku untuk meraih sebuah kehormatan. Dari situlah kita melihat bahwa orang-orang seperti ini kadang-kadang mengangguk-anggukkan kepalanya dan menampakkan tanda-tanda kesedihan. Namun tatkala ia sedang menyendiri kita melihatnya begitu buas dan liar, dia tidak mengindahkan hal-hal tersebut.

❗Dahulu orang salaf berusaha menghindari hal-hal yang bisa membuat nya menjadi perhatian banyak orang.

📍Diantara orang-orang zuhud ada yang memakai pakaian yang robek dan dibiarkan saja tanpa dijahit tidak pernah membetulkan bentuk surban di kepala nya,tidak sisir jenggot agar terlihat bahwa apa yang ada padanya jauh lebih baik daripada harta dunia.

Padahal Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sendiri rambut nya disisir, pakai minyak wangi. Abu Bakar dan Umar bin Khaththab juga selalu cat jenggot dengan pacar, padahal keduanya adalah sahabat yang paling zuhud.

Semoga bermanfaat.

##$$-aa-$$##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?