TematikUstadz Muhammad Anwar, Lc MPd

HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu (bagian-21)

This entry is part 21 of 21 in the series Hilyah_thalibil_ilmi

Diterbitkan pertama kali pada: 31-Jul-2022 @ 07:42

4 menit membaca

*HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu* (bagian-21)
Karya Syaikh Bakar Abu Zaid
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
2 Muharam 1444H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Seri terakhir.

⛔ Peringatan-peringatan pada thalibul ilmi.

Poin sebelummya..

🔸Jangan jadi abu syibrin.

Ilmu itu ada 3 jengkal. Jika baru masuk jengkalan pertama, biasanya sombong.
Jengkal kedua mulai tawadhu
Jengkal ketiga maka dia merasa bahwa dirinya banyak tidak mengetahui perkara agama ini.

🔸Jangan tampil sebelum waktunya

🔸Jangan pamer ilmu padahal baru sedikit yang diketahui

🔸Jangan terburu-buru menulis buku dan dicetak sebelum waktunya..

➡️ *60. HINDARI SYUBHAT*

Jangan sekali-kali syubhat itu permasalahan kecil.
Jangan mudah beranggapan ambil baiknya tinggalkan yang buruk..

Ambillah ilmu ulama / ustadz yang aqidah dan manhaj nya benar..

Jangan tertipu dengan penjelasan yang indah, penjelasan dalil yang bagus..

Harus dicheck apakah sesuai dengan penjelasan para ulama yang manhajnya benar.

Contoh nyata adalah pada diri Abdullah Al Qasimy.

Dia menulis sebuah buku yang berjudul As-Shiraa’ bainal Islam wal Watsaniyyah (Perseteruan antara Islam & Paganisme). Bantahan pada buku-buku Syiah yang mendeskritkan dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab sebagai dakwah yang keras, suka menumpahkan darah.

Buku ini mendapat respon yang sangat bagus di kalangan ahlul ilmi sampai-sampai ketika itu ada salah seorang Imam Masjidil Haram yang memujinya dengan sebuah qasidah (syair).

Bahkan syaikh Shaleh Al-Munajjid hafidzahullaahu menyebutkan bahwa ada di antara ulama yang berkata: “Al-Qasimi telah membayar mahar Surga dengan buku ini”.

Namun, akhirnya Abdullah Al Qasimy menjadi ateis karena bergaul dengan para tokoh-tokoh yang menyimpang (yang dia bantah).

Penulis berkata, “Jangan jadikan hatimu seperti spon yang mampu menyerap semuanya. Jangan datangkan syubhat karena syubhat itu ganas dan hati itu lemah. Dan di luar sana, banyak orang menyebarkan syubhat.”

➡️ *61. Hindari kesalahan dalam penulisan – Lahn*

Ini terkait pada kaidah bahasa arab… Misalkan manshub, marfu’, majrur dst..dommah, fathah, kasrah… Karena akan merubah makna.

Umar bin Khaththab berkata,” Belajarlah bahasa Arab, karena ia memperbaiki citra diri seseorang”.

Dengan bahasa arab yang benar, kita akan mampu memahami keindahan makna, kejernihan rasa serta ketepatan ungkapan.

Belajar bahasa arab itu wajib, wajib antar fardhu ain dan fardhu kifayah.

Wajib ‘ain adalah yang terkait dengan ibadah yang dia lakukan secara keseharian. Misal terkait sholat..

Diluar itu hukumnya wajib kifayah.

*Belajar bahasa arab itu ibadah.*

Umar bin Khaththab berkata, “Bahasa Arab itu tidak bisa dilepaskan dari agama Islam”.

➡️ *62. Pemikiran Prematur*

Hindari ambil pendapat yang belum matang, atau masih prematur atau dibolehkan oleh ulama yang saat itu ulama tersebut mungkin belum menerima dalil yang lebih kuat.

Hindari ide atau pendapat yang menyelisihi ijmak para ulama.
Menyelisihi sebagian besar ulama
Menyelisihi dalil-dalil yang shahih..

⛔ *Saat ini banyak orang yang berlindung dari khilaf*. (beda dengan khilaf yang mu’tabar-yang sudah diakui oleh para ulama).

Contoh khilaf yang menyelisihi dalil .. Ada ulama yang membolehkan nikah tanpa wali, ada yang membolehkan nikah kontrak (mut’ah). Hukum musik…

➡️ *63. Israiliyat baru*

Hindari israiliyat baru dari Yahudi dan Nasrani.

♦️Terkait kisah Israiliyat terdahulu.

Yang pertama adalah berita yang sesuai dengan syariat kita, yaitu berita yang kita ketahui kesahihannya melalui keterangan yang ada pada kita, maka berita Israiliyat itu sahih.

Yang kedua, yang kita ketahui kedustaannya, dengan apa yang ada pada kita, yang menyelisihinya.

Yang ketiga, berita yang tidak ada penegasan tentang kebenaran atau kedustaan nya. Tidak dibenarkan dan tidak didustakan.

Israiliyat baru ini dari kaum orientalis.

➡️ *64. Waspadalah pada debat ala Bizanti – debat kusir*

Debat ini tidak berguna dan tidak manfaat.
Orang Bizantium pernah debat terkait jenis kelamin malaikat.. Perdebatan yang tidak menambah keimanan.

Debat seperti ini akan hambat jalan kebenaran.

Para salaf sangat menghindari banyak perdebatan.

Bahkan perlu juga hindari perdebatan masalah agama.

Misalnya.. Ada yang mempermasalahkan hadits turunnya Allah di 1/3 malam terakhir. (mereka bahkan berkata Allah kerjaan nya naik turun)
Juga ada yang mempermasalahkan Hadits Allah punya jari, Allah punya kaki.

Cukup kita imani.

➡️ *65. Hindari terikat pada satu kelompok*

Penuntut ilmu Hanya tunduk pada jama’ah seluruh kaum muslimin.

Tidak boleh fanatik pada salah satu golongan.

Bagaimana dengan organisasi? Kalau sekedar wasilah untuk menaungi kegiatan maka itu boleh.

Jangan fanatik pada organisasi itu.

Jadilah penuntut ilmu yang berada di atas jalan yang benar, mengikuti atsar, menjalankan sunnah.

➡️ *66. PEMBATAL Perhiasan Penuntut ilmu*

Syaikh sebutkan.. Pembatal itu adalah

1. Menyebarkan rahasia
2. Memindahkan ucapan satu orang ke orang lain, adu domba.
3. Senang bicara perkara yang batil, dan sembunyikan yang haq
4. Terlalu banyak bercanda
5. Menyela pembicaraan antara dua orang
6. Benci / dengki kepada teman-teman
7. Hasad (beda dengan ghibtoh)
8. Prasangka buruk
9. Duduk di majelis ilmu yang diajari hal-hal baru dalam agama.
10. Datangi tempat-tempat yang haram.

Semoga bermanfaat..

##$$-aa-$$##

Hilyah_thalibil_ilmi

HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu (bagian-20)
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?