KITAB TAUHID # 36 – MELAKUKAN AMAL SHOLEH UNTUK KEPENTINGAN DUNIA ADALAH SYIRIK
- KITAB TAUHID #25 – DUKUN, TUKANG RAMAL DAN SEJENISNYA
- KITAB TAUHID #26- NUSYRAH
- KITAB TAUHID#27 – HUKUM TATHOYYUR
- KITAB TAUHID#28 – ILMU PERBINTANGAN
- KITAB TAUHID # 29- MENISBATKAN TURUNNYA HUJAN KEPADA BINTANG
- KITAB TAUHID # 36 – MELAKUKAN AMAL SHOLEH UNTUK KEPENTINGAN DUNIA ADALAH SYIRIK
- KITAB TAUHID #35 – RIYA lanjutan(2)
- KITAB TAUHID#32-TAWAKKAL (2)
- KITAB TAUHID#31-TAKUT KEPADA ALLAH
- KITAB TAUHID#32 TAWAKKAL (1)
Diterbitkan pertama kali pada: 11-Jul-2020 @ 17:01
3 menit membacaSyarah Kitab Tauhid BAB 37
MELAKUKAN AMAL SHOLEH UNTUK KEPENTINGAN DUNIA ADALAH SYIRIK
Ustadz Dr Firanda Andirja
28 Shafar 1441 H
Termasuk kesyirikan seorang menginginkan dengan amal (sholeh) nya dunia.
Diantara dunia adalah sanjungan manusia.
Bab ini selain sanjungan tetapi harta, kedudukan.
Riya itu timbul tenggelam akan tetapi amalan untuk dunia lebih bahaya, lebih lama..
Boleh menampakkan jago dunia (expert) untuk mencari dunia.
Hukum menggandakan niat.
1. Mencampurkan niat shaleh dengan niat shaleh dengan niat sholeh/akhirat lainnya dalam satu amalan.
Contoh : imam memperpanjang rukuk agar makmum yang masbuq dapat rakaat.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah mempercepat shalat saat ada anak kecil menangis.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah meminta shahabat shalat barang shahabat yang datang terlambat shalat.
2. Mencampurkan niat akhirat dengan niat dunia.
2.1 bercampur dengan riya, sudah dibahas pada bab sebelumnya.
2.2 bercampur dunia selain riya, contoh memperbanyak harta, jabatan, sehat dll.
2.2.1 jika niat dunia murni, tidak dapat pahala terancam neraka.
2.2.2 tercampur dengan niat dunia
2.2.2.1 jika perkara dunia tersebut dimotivasi oleh syariat.
Contoh,
– sedekah untuk sembuh.
– Menyambung silaturahmi untuk memperbanyak rezeki.
– bertakwa (shalat malam) untuk mencari solusi
– berperang (yang syari) untuk ghanimah. (ada hadits nya)
– berhaji sambil dagang.
Hukum : boleh, khilafnya mengurangi pahala atau tidak.
2.2.2.2 jika perkara dunia tersebut tidak dimotivasi oleh syariat.
Contoh
– jadi dai supaya kaya
– ikut kajian sambil dagang
Ada 3 pendapat :
1. Amal gugur (Ibnu Hazm)
2. Tetap berpahala – dalil qiyas dari yang boleh.
3. Dirinci (jumhur ulama)
3.1 mayoritas niat akhirat yang mendominasi maka dapat pahala
3.2. Mayoritas jika niat dunia mendominasi maka tidak dapat.
Ibnu Taimiyyah dalam Majmu Fatawa:
1. Jika dia beramal sholeh untuk mendapat dunia.
Contoh haji badal untuk cari duit
2. Jika dia mencari dunia untuk beramal shaleh. (terpuji)
Contoh
– haji badal supaya bisa ke tanah suci.
– jadi minta gaji untuk nafkah keluarga (bukan untuk memperkaya) supaya fokus untuk jadi imam masjid.
Tercela bila dai meminta gaji untuk memperkaya diri.
Bila dai sudah ikhlas dan menerima pemberian maka ini boleh. Dalil nya saat Nabi Musa membantu 2 wanita mencari air dan diberi upah.
Ibu Nabi Musa menerima upah saat menyusui Nabi Musa.
Firman Allah Subhanahu wata’ala :
من كان يريد الحياة الدنيا وزينتها نوف إليهم أعمالهم فيها، وهم فيها لا يبخسون، أولئك الذين ليس لهم في الآخرة إلا النار وحبط ما صنعوا فيها وباطل ما كانوا يعملون
“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasaanya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia ini tidak akan dirugikan, mereka itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat kecuali neraka, dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia, serta sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan” (QS. Hud, 15 –16).
Ini ayat asal nya untuk orang-orang kafir tapi maknanya umum,sifatnya orang kafir.
Allah berfirman,
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا
Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Qs Al Isra 18.
Contoh adalah 3 orang yang tidak ikhlas dan masuk neraka (qari’, dermawan, syahid).
Dalam shoheh Bukhari dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
“تعس عبد الدينار، تعس عبد الدرهم، تعس عبد الحميصة، تعس عبد الخميلة، إن أعطي رضي، وإن لم يعط سخط، تعس وانتكس، وإذا شيك فلا انتقس، طوبى لعبد أخذ بعنان فرسه في سبيل الله ، أشعث رأسه، مغبرة قدماه، إن كان في الحراسة كان في الحراسة، وإن كان في الساقة كان في الساقة، إن استأذن لم يؤذن له، وإن شفع لم يشفع “.
“Celaka hamba dinar, celaka hamba dirham, celaka hamba khomishoh (kain bagus) , celaka hamba khomilah, jika diberi ia senang, dan jika tidak diberi ia marah, celakalah ia dan tersungkurlah ia, apabila terkena duri semoga tidak bisa mencabutnya, berbahagialah seorang hamba yang memacu kudanya (berjihad dijalan Allah), dengan kusut rambutnya, dan berdebu kedua kakinya, bila ia ditugaskan sebagai penjaga, dia setia berada di pos penjagaan, dan bila ditugaskan digaris belakang, dia akan tetap setia digaris belakang, jika ia minta izin (untuk menemui raja atau penguasa) tidak diperkenankan, dan jika bertindak sebagai pemberi syafa’at (sebagai perantara) maka tidak diterima syafaatnya (perantaraannya)”.
Hadits yang menerangkan 2 sifat yang berkebalikan.
Orang yang hatinya terikat dengan harta baik banyak (dinar) atau sedikit (dirham).
Khamishah (baju bagus)
Terkena duri, makna nya terikat hati pada dunia dengan sangat menderita.
Selanjutnya disebutkan orang yang ikhlas berjuang di jalan Allah.
$$##-aa-##$$


