KITAB TAUHID#27 – HUKUM TATHOYYUR
- KITAB TAUHID #25 – DUKUN, TUKANG RAMAL DAN SEJENISNYA
- KITAB TAUHID #26- NUSYRAH
- KITAB TAUHID#28 – ILMU PERBINTANGAN
- KITAB TAUHID # 29- MENISBATKAN TURUNNYA HUJAN KEPADA BINTANG
- KITAB TAUHID #35 – RIYA lanjutan(2)
- KITAB TAUHID#27 – HUKUM TATHOYYUR
- KITAB TAUHID#32-TAWAKKAL (2)
- KITAB TAUHID#31-TAKUT KEPADA ALLAH
- KITAB TAUHID#32 TAWAKKAL (1)
- KITAB TAUHID#33 MERASA AMAN DARI SIKSA ALLAH DAN PUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH
Diterbitkan pertama kali pada: 11-Jul-2020 @ 19:03
3 menit membacaKitab tauhid bab 27 Hukum Tathayyur
Ustadz Dr Firanda Andirja
26 Syaban 1440H
Tathayyur, mengkait-kaitkan kesialan dengan apa yang dilihat, dialami dll.
Contoh kesyirikan dalam Tathayyur di Indonesia, hasil penelitian Ustadz Abdullah Zaen,
1. Anggap sial angka 13 (dan 4)
2. Anggap sial bila suami ikat handuk di leher saat istri hamil (ari-ari ikat leher bayi)
3. Gadis duduk di depan pintu susah jodoh.
4. Ada burung gagak hinggap.
5. Gerimis disertai panas, ada syetan lahirkan anak, atau ada yang akan meninggal dunia
6. Ada anak lahir pas adzan maghrib akan meninggal diterkam singa. (ruwatan dan ari-ari dicuci dengan asam jawa, pensil dan ditanam di tanah dijaga 40 hari)
7. Tidak boleh cium tangan anak kecil nanti jadi peminat-minta
8. Cirebon, meninggal hari sabtu akan meninggal saudara lain
9. Angka lahir pada tanggal lahir sama dengan orang tua, akan timbulkan pertengkaran besar orang tuanya. (begitu lahir anak diambil orang lain dulu, sementara)
10. Ada gadis makan sayap ayam, suami akan bawa pergi ke tempat yang jauh
Firman Allah menjawab tuduhan kesialan mereka karena dakwah Nabi Musa,
ألا إنما طائرهم عند الله ولكن أكثرهم لا يعلمون
“Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi mereka tidak mengetahui” (QS. Al A’raf, 131 )
قالوا طائرهم معكم أئن ذكرتم بل أنتم قوم مسرفون
“Mereka (para Rasul) berkata : “kesialan kalian itu adalah karena kalian sendiri, apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib sial)? sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.” ( QS. Yasin, 19 ).
Dalam Islam tidak ada kesialan kecuali karena dosa.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
” لا عدو ولا طيرة ولا هامة ولا صفر ” أخرجاه, وزاد مسلم ” ولا نوء ولا غول “.
“Tidak ada ‘Adwa, Thiyarah, Hamah, Shofar” ( HR. Bukhori dan Muslim ), dan dalam riwayat Imam Muslim terdapat tambahan : “ dan tidak ada Nau’, serta ghaul.”
Adwa = penyakit menular (maksudnya jangan yakini penyakit menular dengan sendirinya tetapi ambil sebab)
Thiyarah = Tathayyur
Haamah = burung hantu (akan ada nasib sial)
Shofar = safar (penyakit hewan) atau tidak ada kesialan di bulan safar (Rabu Wekasan), diadakan sholat untuk tolak bala, padahal sholat tersebut bidah dibangun diatas kesyirikan.
Padahal tidak boleh mencela zaman.
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يُؤْذِينِى ابْنُ آدَمَ يَسُبُّ الدَّهْرَ وَأَنَا الدَّهْرُ أُقَلِّبُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ
”Allah ’Azza wa Jalla berfirman,’Aku disakiti oleh anak Adam. Dia mencela waktu, padahal Aku adalah (pengatur) waktu, Akulah yang membolak-balikkan malam dan siang.” (HR. Muslim no. 6000)
Nau = bintang
Ghaul = syetan yang buat orang tersesat
Solusi, Bila ada syetan kita berdzikir.
Kalau tiga hal berikut bukan tathayyur.. Karena ada sebab.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اَلشُّؤْمُ فِي ثَلاَثٍ: اَلدَّارِ، وَ الْمَرْأَةِ، وَ الْفَرَسِ
“Kesialan itu berada dalam tiga hal: rumah, wanita (istri), dan kuda (kendaraan).”
Mobil mogok buat masalah
Rumah rusak buat masalah dll
Rata-rata pamali itu tathayyur…
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan pula dari Anas bin Malik, ia berkata : Rasulullah shallallahu alaihi telah bersabda :
” لا عدو ولا طيرة ويعجبني الفأل”، قالوا : وما الفأل ؟ قال : ” الكلمة الطيبة “.
“Tidak ada ‘Adwa dan tidak ada Thiyarah, tetapi Fa’l menyenangkan diriku”, para sahabat bertanya : “apakah Fa’l itu ?” beliau menjawab : “yaitu kalimah thoyyibah ( kata kata yang baik )”.
Al fa’lu = optimis
Abu Daud meriwayatkan dengan sanad yang shoheh, dari Uqbah bin Amir, ia berkata : “Thiyarah disebut sebut dihadapan Rasulullah, maka beliaupun bersabda :
” أحسنها الفأل، ولا ترد مسلما، فإذا رأى أحدكم ما يكره فليقل : اللهم لا يأتي بالحسنات إلا أنت، ولا يدفع السيئات إلا أنت، ولا حول ولا قوة إلى بك “.
“Yang paling baik adalah Fa’l, dan Thiyarah tersebut tidak boleh menggagalkan seorang muslim dari niatnya, apabila salah seorang di antara kamu melihat sesuatu yang tidak diinginkannya, maka hendaknya ia berdo’a : “Ya Allah, tiada yang dapat mendatangkan kebaikan kecuali Engkau, dan tiada yang dapat menolak kejahatan kecuali Engkau, dan tidak ada daya serta kekuatan kecuali atas pertolonganMu”.
Abu Daud meriwayatkan hadits yang marfu’ dari Ibnu Mas’ud, bahwa Rasulullah bersabda :
” الطيرة شرك، الطيرة شرك، وما منا إلا …، ولكن الله يذهبه بالتوكل ” رواه أبو داود والترمذي وصححه وجعل آخره من قول ابن مسعود.
“Thiyarah itu perbuatan syirik, thiyarah itu perbuatan syirik, tidak ada seorangpun dari antara kita kecuali (telah terjadi dalam hatinya sesuatu dari hal ini ), hanya saja Allah bisa menghilangkannya dengan tawakkal kepadaNya”.(HR. Abu Daud)
Hadits ini diriwayatkan juga oleh At Tirmidzi dan dinyatakan shoheh, dan kalimat terakhir ia jadikan sebagai ucapannya Ibnu Mas’ud )
Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah bersabda :
” من ردته الطيرة عن حاجته فقد أشرك “، قالوا : فما كفارة ذلك ؟ قال : أن تقول : اللهم لا خير إلا خيرك، ولا طير إلا طيرك، ولا إله إلا غيرك”.
“Barang siapa yang mengurungkan hajatnya karena thiyarah ini, maka ia telah berbuat kemusyrikan”, para sahabat bertanya : “lalu apa yang bisa menebusnya ?”, Rasulullah menjawab :” hendaknya ia berdoa : “ya Allah, tiada kebaikan kecuali kebaikan dariMu, dan tiada kesialan kecuali kesialan dariMu, dan tiada sesembahan kecuali Engkau”.
Dan dalam riwayat yang lain dari Fadl bin Abbas, Rasulullah bersabda :
” إنما الطيرة ما أمضاك أو ردك ”
“Sesungguhnya Thiyarah itu adalah yang bisa menjadikan kamu terus melangkah, atau yang bisa mengurungkan niat ( dari tujuan kamu )”.
##$$-aa-$$##


