KITAB TAUHID # 29- MENISBATKAN TURUNNYA HUJAN KEPADA BINTANG
- KITAB TAUHID #25 – DUKUN, TUKANG RAMAL DAN SEJENISNYA
- KITAB TAUHID #26- NUSYRAH
- KITAB TAUHID#27 – HUKUM TATHOYYUR
- KITAB TAUHID#28 – ILMU PERBINTANGAN
- KITAB TAUHID #35 – RIYA lanjutan(2)
- KITAB TAUHID # 29- MENISBATKAN TURUNNYA HUJAN KEPADA BINTANG
- KITAB TAUHID#32-TAWAKKAL (2)
- KITAB TAUHID#31-TAKUT KEPADA ALLAH
- KITAB TAUHID#32 TAWAKKAL (1)
- KITAB TAUHID#33 MERASA AMAN DARI SIKSA ALLAH DAN PUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH
Diterbitkan pertama kali pada: 11-Jul-2020 @ 18:55
4 menit membacaSyarah Kitab Tauhid | Bab 29 *MENISBATKAN TURUNNYA HUJAN KEPADA BINTANG*
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
30 Syaban 1440H
نولبي
Bintang (jamak).
Menyandarkan hujan pada bintang-bintang.
مترنابنوء كذا
Kami disiram hujan itu dengan bintang itu.
1. *Bintang tersebut sebab turunnya hujan.*
Kufur asghar (kecil), dg alasan..
1.1 merupakan sesuatu yang bukan sebab sebagai sebab.
1.2 seandainya bintang benar-benar merupakan sebab maka akan tetap kenikmatan harus disandarkan kepada Allah bukan sebab.
2. *Bintang yang turunkan hujan*, kufur akbar.
3. *Bintang tersebut ikut mempengaruhi turun hujan*, kufur akbar.
Firman Allah Subhanahu wata’ala :
وتجعلون رزقكم أنكم تكذبون
“Dan kalian membalas rizki (yang telah dikaruniakan Allah) kepadamu, namun kalian mendustakan ” (QS. Al Waqi’ah, 82).
Kalian menjadikan syukur kalian atas rizki yang diberikan kepada kalian (diantaranya hujan)
Kalian mendustakan syukur tersebut dengan menyatakan “kami dituruni hujan karena bintang” (harusnya karena Allah).
Diriwayatkan dari Abu Malik Al Asy’ari Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
“أربع في أمتي من أمر الجاهلية لا يتركهن : الفخر بالأحساب، والطعن في الأنساب، والاستسقاء بالنجوم، والنياحة على الميت، وقال : النائحة إذا لم تتب قبل موتها تقام يوم القيامة وعليها سربال من قطران، ودرع من جرب” رواه مسلم.
“Empat hal yang terdapat pada umatku yang termasuk perbuatan jahiliyah yang susah untuk ditinggalkan :
1. membangga-banggakan kebesaran leluhurnya, –
2. mencela keturunan,
3. mengaitkan turunnya hujan kepada bintang tertentu,
4. dan meratapi orang mati”, lalu beliau bersabda : “wanita yang meratapi orang mati bila mati sebelum ia bertubat maka ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dan ia dikenakan pakaian yang berlumuran dengan cairan tembaga, serta mantel yang bercampur dengan penyakit gatal” (HR. Muslim)
4 perkara jahiliyah (dilakukan oleh orang-orang musyrik di jaman jahiliyah)
1. Sombong dengan nasab, suku, nenek moyang.
2. Mencela nasab orang lain
3. Menyandarkan nikmat hujan pada bintang
4. Meratapi mayat dengan suara keras, dg merobek2 baju, menampar2 pipi dan lainnya yang menunjukkan ketidaksabaran.
1. *SOMBONG DENGAN NASAB*
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَذْهَبَ عَنْكُمْ عُبِّيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ وَفَخْرَهَا بِالآبَاءِ مُؤْمِنٌ تَقِىٌّ وَفَاجِرٌ شَقِىٌّ وَالنَّاسُ بَنُو آدَمَ وَآدَمُ مِنْ تُرَابٍ
Sesungguhnya Allah telah menghilangkan dari hati kalian sifat kesombongan jahiliyah dan kebanggaan terhadap nenek moyang. Manusia hanya ada dua, mukmin bertaqwa atau orang bejat yang celaka. Semua manusia adalah anak Adam dan Adam diciptakan dari tanah. (Ahmad 8970, Abu Daud 5118 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)
Juga kisah Abu Dzar yang mencela Bilal dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menegur Abu Dzar.
Yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa.
Allah ta’ala berfirman:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللهِ أَتْقَاكُمْ
“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu”. (QS. Al-Hujurat: 13)
Kesombongan akan menjadikan manusia terhina di sisi Allah.
2. *MENCELA NASAB*
2.1 meragukan nasab orang lain (beda halnya bila ada pembagian harta dan perlu bukti nasab)
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Seungguhnya sebesar-besar kedustaan adalah penisbatan diri seseorang kepada selain ayahnya atau mengaku bermimpi sesuatu yang tidak dia lihat, atau dia berkata atas nama Rasulullah apa yang tidak beliau katakan”. HR Bukhari
2.2 menghina nasabnya.
Misalnya suku ini memang bla bla….
3. *MENYANDARKAN NIKMAT HUJAN KEPADA BINTANG*
4. *MERATAPI MAYAT*
Keadaan yang menunjukan ketidaksabaran saat menjumpai musibah.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam..
وَقَالَ النَّائِحَةُ إِذَا لَمْ تَتُبْ قَبْلَ مَوْتِهَا تُقَامُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَيْهَا سِرْبَالٌ مِنْ قَطِرَانٍ وَدِرْعٌ مِنْ جَرَبٍ
Lalu beliau bersabda, “Orang yang melakukan niyahah bila mati sebelum ia bertaubat, maka ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dan ia dikenakan pakaian yang berlumuran dengan cairan tembaga, serta mantel yang bercampur dengan penyakit gatal” (HR. Muslim no. 934).
Bila melakukan niyahah harus segera bertaubat yang serius.
Imam Bukhari dan Muslim ( ولهم) meriwayatkan dari Zaid bin Kholid Radhiallahu’anhu ia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mengimami kami pada sholat subuh di Hudaibiyah setelah semalaman turun hujan, ketika usai melaksanakan sholat, beliau menghadap kepada jamaah dan bersabda :
“هل تدرون ماذا قال ربكم ؟ قالوا : الله ورسوله أعلم، قال : أصبح عبادي مؤمن بي وكافر، فأما من قال : مطرنا بفضل الله ورحمته، فذلك مؤمن بي كافر بالكوكب، وأما من قال : مطرنا بنوءكذا وكذا، فذلك كافر بي مؤمن بالكوكب”.
“Tahukah kalian apakah yang difirmankan oleh Rabb pada kalian ?”,
mereka menjawab : “Allah dan RasulNya yang lebih tahu”,
terus beliau bersabda : “Dia berfirman : “pagi ini ada diantara hamba-hambaku yang beriman dan ada pula yang kafir, adapun orang yang mengatakan : hujan turun berkat karunia dan rahmat Allah, maka ia telah beriman kepadaKu dan kafir kepada bintang, sedangkan orang yang mengatakan : hujan turun karena bintang ini dan bintang itu, maka ia telah kafir kepadaKu dan beriman kepada bintang”.
مترنابنوء كذا
Kami disiram hujan itu dengan bintang itu.
KAFIR BESAR = meyakini bintang yang turunkan hujan
KAFIR KECIL = meyakini bintang adalah sebab.
(orang-orang Quraisy jahiliyah meyakini hal ini karena Mereka juga yakin Allah yang menurunkan hujan qs Ak Ankabut)
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits dari Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu yang maknanya yang antara lain disebutkan demikian :
قال بعضهم : لقد صدق نوء كذاوكذا، فأنزل الله هذه الآية : فلا أقسم بمواقع النجوم[ إلى قوله تكذبون.
“… ada di antara mereka berkata : ‘sungguh, telah benar bintang ini, atau bintang itu’, sehingga Allah menurunkan firmanNya :
فلا أقسم بمواقع النجوم[ إلى قوله ]تكذبون.
“Maka aku bersumpah dengan tempat-tempat peredaran bintang” sampai kepada firmanNya :” Dan kamu membalas rizki (yang telah dikaruniakan Allah) kepadamu dengan perkataan yang tidak benar”
Puasa, keutamaan adalah meraih ketakwaan.
Puasa adalah ibadah khusus untuk melatih keikhlasan, menyembunyikan amalan kita.
Dengan berpuasa melatih kita untuk meninggalkan kemaksiatan, karena merasa selalu diawasi Allah.
##$$-aa-$$##

