KITAB TAUHID#33 MERASA AMAN DARI SIKSA ALLAH DAN PUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH
- KITAB TAUHID #25 – DUKUN, TUKANG RAMAL DAN SEJENISNYA
- KITAB TAUHID #26- NUSYRAH
- KITAB TAUHID#27 – HUKUM TATHOYYUR
- KITAB TAUHID#28 – ILMU PERBINTANGAN
- KITAB TAUHID # 29- MENISBATKAN TURUNNYA HUJAN KEPADA BINTANG
- KITAB TAUHID#33 MERASA AMAN DARI SIKSA ALLAH DAN PUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH
- KITAB TAUHID #35 – RIYA lanjutan(2)
- KITAB TAUHID#32-TAWAKKAL (2)
- KITAB TAUHID#31-TAKUT KEPADA ALLAH
- KITAB TAUHID#32 TAWAKKAL (1)
Diterbitkan pertama kali pada: 11-Jul-2020 @ 17:23
3 menit membacaSyarah Kitab Tauhid BAB 34
MERASA AMAN DARI SIKSA/makar ALLAH DAN BERPUTUS ASA DARI RAHMATNYA
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
12 Dzulqaidah 1440 H
Firman Allah Subhanahu wata’ala :
أفأمنوا مكر الله، فلا يأمن مكر الله إلا القوم الخاسرون
“Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tiada terduga duga) ?, tiada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi” (QS. Al A’raf, 99).
ومن يقنط من رحمة ربه إلا الضالون
“Dan tiada yang berputus asa dari rahmat Rabbnya kecuali orang-orang yang sesat” (QS. Al Hijr, 56).
1. Dua penyakit berbahaya, aman dari siksa Allah dan berputus asa dari Rahmat Allah
2. Rukun Ibadah hati
A. Takut (takut berlebihan tanpa disertai harapan maka jatuh pada putus asa dari rahmat Allah)
B. Roja/ Rogbah, Berharap (berharap yang berlebihan tanpa disertai takut kepada Allah menyebabkan Terjerumus ke pada merasa aman dari makar Allah)
C. Cinta
Dalam hal ibadah yang benar harus menggabungkan takut dan rodja,harus seimbang.
3. Surat Al Isra 97. Mengharap kedekatan pada Allah, gabungan harap dan takut.
4. Ayat lain, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang namun Adzab Allah sangat pedih.
5. Sifat-sifat para nabi, mereka bersegera lakukan kebajikan, berharap dan takut.
6. Dalam surat Ghafir, orang yang membaca ayat tersebut supaya menggabungkan berharap dan takut.
7. Juga dalam surat Az Zumar ayat 9.
8. Qs Asyuara, rasa takut dan harapan dari Nabi Ibrahim. Takut dosa dan harapan diampuni di hari akhirat kelak.
9. Kapan kita dahulukan khauf atau roja?
Tergantung kondisi. Seperti penjelasan Syaikh Alu Syaikh.
A. Keadaan normal, sehat dan rajin ibadah maka roja=khauf.
B. Dalam kondisi maksiat maka khauf > roja.
C. Sakit parah yang dikhawatirkan meninggal maka roja > khauf.
Hadits, jangan sekali-sekali seorang dari kalian meninggal dalam kondisi berbaik sangka kepada Allah (berharap).
10. Merasa aman dari makar Allah yaitu orang yang rugi.
Makar = rencana menimpakan keburukan kepada lawan secara diam-diam.
Makar ada 2
A. Makar kepada orang yang tidak bersalah, ini buruk.
B. Makar kepada pembuat makar yaitu musuh2 Allah dan ini baik.
Surat Al-Anfal (8) Ayat 30
وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ ۚ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ ٱللَّهُ ۖ وَٱللَّهُ خَيْرُ ٱلْمَـٰكِرِينَ
Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.
Dan ayat-ayat yang lain.
Dan sifat membalas kepada pembuat keburukan adalah sifat baik, menunjukkan sifat Kuasa Allah dan sifat Adil Allah.
11. Ayat ancaman siksaan Allah saat malam, pagi, siang atas penduduk negri yang bermaksiat.
Contoh makar Allah adalah istidraj.
12. Merasa aman dari makar Allah adalah dosa besar. Sebabnya karena roja yang berlebihan.
13. Roja adalah mengharap rahmat dan ampunan Allah diperoleh dari husnudzon kepada Allah dan mengenali nama-nama dan sifat Allah.
Syarat roja syari..
A. Harus disertai khauf
B. Harus Disertai amal
Roja, diampuni dosa dan diterima amal shaleh.
14. Putus asa dari rahmat Allah.
Orang putus asa dihukumi sesat dan kafir.
1. Sesat karena ragu dengan kuasa Allah
2. Kafir, dia merasa rahmat Allah tidak mencakupinya.
15. Syirik kepada Allah, putus asa pada rahmat Allah, merasa aman dari adzab Allah (Hadits atau perkataan Ibnu Abbas). Dikuatkan oleh banyak ayat dan hadits.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam ketika ditanya tentang dosa-dosa besar, beliau menjawab :
“الشرك بالله، واليأس من روح الله، والأمن من مكر الله “.
“Yaitu : syirik kepada Allah, berputus asa dari rahmat Allah, dan merasa aman dari makar Allah”.
16. Kenapa putus asa dari rahmat Allah
A. Karena maksiat yang terluka banyak dan terus-menerus
B. Suudzon kepada Allah.
17. Putus asa ada 2
A. Perkara akhirat, putus asa diampuni
B. Perkara dunia, harus banyak berdoa dan harus yakin pilihan Allah lebih baik (tidak bisa muncul kecuali prosedur – istikharah, coba gagal atau berhasil). Tidak ada penyesalan bila sudah istikharah.
18. Dalil terakhir.
Abdurrazzaq meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, ia berkata :
“أكبر الكبائر : الإشراك بالله، والأمن من مكر الله، والقنوط من رحمة الله، واليأس من روح الله “.
“Dosa besar yang paling besar adalah : menyekutukan Allah, merasa aman dari siksa Allah, berputus harapan dari rahmat Allah, dan berputus asa dari pertolongan Allah” (HR. Abdur Razzaq).
Al Qunut = harapan sesuatu yang gak datang2.
Al Ya’su = harapan masalah kok gak hilang2.
Kasih sayang Allah lebih besar dari pada kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.. (hadits).
$$##-aa-##$$

