TAFSIR QS AL AN’AM#8 : AYAT 84-93
- TAFSIR QS AL AN’AM#1: AYAT 1-12
- TAFSIR QS AL AN’AM#2: AYAT 13-26
- TAFSIR QS AL AN’AM#3: AYAT 27-35
- TAFSIR QS AL AN’AM#4: AYAT 36-47
- TAFSIR QS AL AN’AM#5: AYAT 48-55
- TAFSIR QS AL AN’AM#8 : AYAT 84-93
- TAFSIR QS AL AN’AM #6: AYAT 56-69
- TAFSIR QS AL AN’AM#7 : AYAT 70-83
- TAFSIR QS AL AN’AM#9 : AYAT 94-101
- TAFSIR QS AL AN’AM#10 : AYAT 102-110
Diterbitkan pertama kali pada: 03-Feb-2021 @ 20:59
5 menit membaca📖 TAFSIR QS AL AN’AM#8 : AYAT 84-93
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 23 Jumadil Akhir 1442H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (zoom)
Kita lanjutkan…..setelah penjelasan debat antara Rasulullah ﷺ dengan musyrikin Quraisy..
✳️Allah berfirman,
وَوَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ ۚ كُلًّا هَدَيْنَا ۚ وَنُوحًا هَدَيْنَا مِنْ قَبْلُ ۖ وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِ دَاوُودَ وَسُلَيْمَانَ وَأَيُّوبَ وَيُوسُفَ وَمُوسَىٰ وَهَارُونَ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ
Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Ya’qub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
Qs Al-An’am : 84
Ada kaidah bahwa barangsiapa yang meninggalkan sesuatu yang buruk karena Allah maka Allah akan ganti dengan yang lebih baik. Nabi Ibrahim meninggalkan Babil Iraq.
Nabi Ismail tidak disebut dalam ayat ini, karena tidak tinggal bersama Ibrahim.
Disebut Yakub, karena Yakub anak Ishak yang lahir saat Nabi Ibrahim masih hidup.
Anak-anak Ibrahim adalah orang-orang sholeh, suatu anugerah yang paling mulia, semua diberi hidayah.
➡️Allah sebutkan Nuh sebelum Nabi Ibrahim,
▫️1. Nuh adalah Rasul pertama dan dapat hidayah, juga nenek moyang Ibrahim.
▫️2. Karena Nabi Nuh mendakwahi kaumnya yang menyembah berhala. Seperti Ibrahim di Babil.
ذُرِّيَّتِهِ
Keturunannya, nya disini adalah khilaf apakah kembali kepada Nuh atau Ibrahim.
Keturunan nya :
Daud dan Sulaiman disebut, karena raja
Ayyub karena kesabaran
YUSUF disebut karena gabungan raja dan kesabaran
Musa dan Harun, keduanya punya mukjizat yang paling banyak..
✳️ Allah berfirman,
وَزَكَرِيَّا وَيَحْيَىٰ وَعِيسَىٰ وَإِلْيَاسَ ۖ كُلٌّ مِنَ الصَّالِحِينَ
dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang shaleh.
Qs Al-An’am : 85
✳️ Allah berfirman,
وَإِسْمَاعِيلَ وَالْيَسَعَ وَيُونُسَ وَلُوطًا ۚ وَكُلًّا فَضَّلْنَا عَلَى الْعَالَمِينَ
dan Ismail, Alyasa’, Yunus dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya), Qs Al-An’am : 86
Disebut Luth, bukan anak Ibrahim tetapi keponakan Ibrahim,anak Thara (saudara Ibrahim).
➡️Sehingga
ذُرِّيَّتِهِ
Kembali kepada Nuh..
➡️Jika kita pilih pendapat kembali ke Ibrahim,
1. Luth dianggap keluarga Ibrahim
2. Putra dari putri kita disebut dzuriyyah.
Isa adalah anak Maryam turunan Ibrahim.
✳️ Allah berfirman,
وَمِنْ آبَائِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَإِخْوَانِهِمْ ۖ وَاجْتَبَيْنَاهُمْ وَهَدَيْنَاهُمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
Dan Kami lebihkan (pula) derajat sebahagian dari bapak-bapak mereka, keturunan dan saudara-saudara mereka. Dan Kami telah memilih mereka (untuk menjadi nabi-nabi dan rasul-rasul) dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus. Qs Al-An’am : 87
Orang yang paling mulia adalah para Nabi, ini bantahan kepada Sufi ekstrem bahwa wali lebih mulia daripada Nabi, ini bentuk kurang ajar sufi kepada para Nabi. (Ibnu Arobi).
Mereka berdalil dengan Khidhir..
Tidak semua keturunan Nabi mendapat hidayah.
✳️ Allah ﷻ berfirman,
ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. Qs Al-An’am : 88
Hidayah di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala,walaupun dia deket dengan para Nabi, seperti istri Nuh dan Luth.
Orang yang dekat dengan kesyirikan pun ada yang diberi hidayah contohnya istri Firaun.
Allah peringatkan kesyirikan, termasuk kepada para nabi.
✳️ Allah berfirman,
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ۚ فَإِنْ يَكْفُرْ بِهَا هَٰؤُلَاءِ فَقَدْ وَكَّلْنَا بِهَا قَوْمًا لَيْسُوا بِهَا بِكَافِرِينَ
Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmat dan kenabian Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya.
Qs Al-An’am : 89
Para nabi itu punya kitab tapi tidak sampai kepada kita. QURAISY mendustakan :
1. Al Kitab
2. Hukum
3. Kenabian
✳️ Allah berfirman,
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۖ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ ۗ قُلْ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْعَالَمِينَ
Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: “Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Quran)”. Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh ummat.
Qs Al-An’am : 90
Rasulullah ﷺ diperintahkan untuk meneladani para Nabi. Ini adalah sindiran kepada Quraisy bahwa Muhammad bukan hal baru.
Yang kedua, Muhammad itu punya kedudukan yang tinggi diatas para nabi terdahulu. ❕❕
Kalau syariat terdahulu selama tidak bertentangan syariat kita maka ini juga dalil bagi kita.
Contoh, mandi telanjang sendirian.
Dakwah para rasul, mereka tidak pernah meminta upah. Pahala mereka ada di sisi Allah.
Dakwah bukan untuk mencari dunia.
✳️ Allah berfirman,
وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ إِذْ قَالُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَىٰ بَشَرٍ مِنْ شَيْءٍ ۗ قُلْ مَنْ أَنْزَلَ الْكِتَابَ الَّذِي جَاءَ بِهِ مُوسَىٰ نُورًا وَهُدًى لِلنَّاسِ ۖ تَجْعَلُونَهُ قَرَاطِيسَ تُبْدُونَهَا وَتُخْفُونَ كَثِيرًا ۖ وَعُلِّمْتُمْ مَا لَمْ تَعْلَمُوا أَنْتُمْ وَلَا آبَاؤُكُمْ ۖ قُلِ اللَّهُ ۖ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِي خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ
Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya, di kala mereka berkata: “Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia”. Katakanlah: “Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebahagiannya) dan kamu sembunyikan sebahagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui(nya)?” Katakanlah: “Allah-lah (yang menurunkannya)”, kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Quran kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya. Qs Al-An’am : 91
❗❗Quraisy menolak kenabian Muhammad ﷺ. :
▫️1. Menurut mereka yang jadi Nabi itu Malaikat.
▫️2. Mereka tidak akui bahwa Allah tidak turunkan wahyu kepada Muhammad.
✳️ Allah berfirman,
وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا ۚ وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۖ وَهُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ
Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang penuh dengan keberkahan; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quran) dan mereka selalu memelihara sholat mereka.
Qs Al-An’am : 92
Ini ayat menjelaskan tentang keberkahan Al Qur’an. Berkah = banyak dan menetap.
Al Qur’an itu banyak keberkahan.
Sebagai muslim kita harus sering membaca Al-Qur’an supaya mendapat keberkahan.
Makna membenarkan Kitab terdahulu :
1. Kitab terdahulu dibenarkan
2. Kitab terdahulu sebutkan akan ada Nabi terakhir, dan ini dibenarkan oleh Al Qur’an.
✳️ Allah berfirman,
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ قَالَ أُوحِيَ إِلَيَّ وَلَمْ يُوحَ إِلَيْهِ شَيْءٌ وَمَنْ قَالَ سَأُنْزِلُ مِثْلَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۗ وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنْفُسَكُمُ ۖ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ آيَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata: “Telah diwahyukan kepada saya”, padahal tidak ada diwahyukan sesuatupun kepadanya, dan orang yang berkata: “Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah”. Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu” Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. Qs Al-An’am : 93
Kaum Quraisy sering tidak konsisten.
Mereka mengatakan mereka terima wahyu padahal itu tidak mungkin.
Bagian akhir ayat ini juga menjadi dalil akan adanya siksa kubur.
##$$-aa-$$##


