ALKABAIR – HATI DAN LISAN#51
- ALKABAIR-#01 – MUQADIMAH
- ALKABAIR-#02 – Dosa terbesar
- ALKABAIR-3
- Alkabair-4
- Alkabair-5 (Riya’ dan Sum’ah)
- ALKABAIR – HATI DAN LISAN#51
- Alkabair-6 – GEMBIRA YANG TERLAKNAT
- Alkabair-7 : PUTUS ASA DARI RAHMAT Allah Dan Merasa Aman dari Adzab Allah
- Alkabair-8 :BAB PENYEBUTAN Buruk Sangka terhadap Allah
- Alkabair-9 :BAB PENYEBUTAN keinginan bertindak sewenang-wenang dan berbuat kerusakan
🗞️ *ALKABAIR – HATI DAN LISAN#51*
✒️ Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
🎤 Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
🗓️ 10 Dzulqaidah 1447H/ 26 April 2026
Ba’da Maghrib
➡️ PERSAUDARAAN ISLAM DAN HAK MUSLIM ATAS MUSLIM*
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَ صْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ
وَا تَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih)
dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” QS. Al-Hujurat ayat 10
Demikian juga,
غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَىٰ سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ
mereka menjadi saudara-saudara, duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.”
Tapi persaudaraan karena Allah akan kekal selama nya.
الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ
“Teman-teman akrab pada hari itu (kiamat) saling bermusuhan, kecuali orang-orang yang bertakwa.” Qs Az Zuhruf 67.
.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَنْ يَّرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِيْـنِهٖ فَسَوْفَ يَأْتِى اللّٰهُ بِقَوْمٍ يُّحِبُّهُمْ وَيُحِبُّوْنَهٗۤ ۙ اَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اَعِزَّةٍ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ ۖ يُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا يَخَا فُوْنَ لَوْمَةَ لَآئِمٍ ۗ ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَآءُ
“Wahai orang-orang yang beriman! Barang siapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 54)
Diantara sifat orang yang beriman adalah dia merendah/tawadhu kepada orang yang beriman.
وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman.”
QS. Al-Hijr ayat 88
Dalam Hadits Riwayat Ahmad, Rasulullah ﷺ bersabda,
لَا فَضْلَ لِعَرَبِيٍّ عَلَىٰ أَعْجَمِيٍّ، وَلَا لِأَعْجَمِيٍّ عَلَىٰ عَرَبِيٍّ، وَلَا لِأَحْمَرَ عَلَىٰ أَسْوَدَ، وَلَا أَسْوَدَ عَلَىٰ أَحْمَرَ إِلَّا بِالتَّقْوَى
“Tidak ada kelebihan orang Arab atas non-Arab, tidak pula non-Arab atas Arab, tidak pula yang berkulit merah atas yang hitam, dan tidak pula yang hitam atas yang merah, kecuali karena takwa.”
Dalam Ash-Shahih.
لَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا خَلِيلًا غَيْرَ رَبِّي، لَاتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ خَلِيلًا، وَلَكِنْ أُخُوَّةُ الْإِسْلَامِ أَفْضَلْ
Seandainya aku boleh mengambil seorang khalil (kekasih khusus) selain Rabbku, niscaya aku akan mengambil Abu Bakar sebagai khalil. Akan tetapi persaudaraan Islam lebih utama. HR Bukhari.
Nabi ﷺ dan nabi Ibrahim adalah kekasih Allah.
Dari Abu Musa radhiyallahu anhu secara marfu,
الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ، يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
“Seorang mukmin dengan mukmin lainnya seperti bangunan, saling menguatkan satu dengan yang lain.” HR Bukhari dan Muslim.
Dan dalam riwayat keduanya dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu anhu,
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ
إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ، تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, saling menyayangi, dan saling mengasihi adalah seperti satu tubuh.
Jika salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan dengan tidak bisa tidur sehingga begadang karena demam.” HR Bukhari dan Muslim
Tanda iman yang benar.. Satu sakit, semua (saudara).
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu anhu secara marfu,
لَا تَحَاسَدُوا، وَلَا تَنَاجَشُوا، وَلَا تَبَاغَضُوا، وَلَا تَدَابَرُوا، وَلَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لَا يَظْلِمُهُ، وَلَا يَخْذُلُهُ، وَلَا يَحْقِرُهُ
التَّقْوَى هَاهُنَا (وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ)
بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ
كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ: دَمُهُ، وَمَالُهُ، وَعِرْضُهُ
“Janganlah kalian saling hasad, jangan saling menaikkan harga (najasy), jangan saling membenci, jangan saling membelakangi, dan jangan sebagian kalian menjual di atas jualan sebagian yang lain. Jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzhaliminya, tidak membiarkannya, dan tidak merendahkannya. Takwa itu di sini,” (beliau menunjuk dadanya tiga kali)
“Cukuplah seseorang dianggap buruk jika ia merendahkan saudaranya sesama muslim. Setiap muslim atas muslim lainnya haram: darahnya, hartanya, dan kehormatannya.” HR Muslim.
Larangan najaz – provokasi yang tidak benar. Misal pada saat jualan produk.
Diantara kunci tinggalkan dosa adalah ingat bahwa kita ini bersaudara.
Merendahkan orang itu di hati, akhirnya sombong.
Dalam sebuah hadits,
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ:
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ
وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ، كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ
وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً، فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ بِهَا كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ
وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا، سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzhaliminya dan tidak membiarkannya (diserahkan kepada musuh atau tanpa pertolongan).
Barangsiapa memenuhi kebutuhan saudaranya, Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barangsiapa menghilangkan satu kesusahan seorang muslim, Allah akan menghilangkan satu kesusahannya pada hari kiamat.
Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat.” (HR Muslim)
Konsekuensi dari persaudaraan adalah menolong.
Allah akan balas di akhirat, karena penderitaan di dunia masih mampu kita jalani.
Ingin jihad seperti jihad? Bantu janda. Nabi ﷺ bilang فَرَّجَ meringankan, gak harus menghilangkan (penderitaan).
Dan dalam riwayat keduanya dari Anas Radhiyallahu anhu secara marfu,
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
“Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian sampai ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri (dari kebaikan).”
Ini salah satu cabang keimanan yang indah.
Dan dalam riwayat Al Bukhari, Dari Anas secara marfu,
انصر أخاك ظالماً أو مظلوماً، فقال رجل: يا رسول الله أنصره إذ كان مظلوماً، أفرأيت إذا كان ظالماً كيف أنصره؟! قال: تحجزه أو تمنعه من الظلم، فإن ذلك نصره
“Tolonglah saudaramu yang berbuat dzalim dan yang didzalimi.” Kemudian ada seseorang bertanya: “Wahai Rasulullah, aku biasa menolong orang lain jika ia terdzalimi, bagaimana aku menolong orang yang dzalim?” Beliau menjawab, “Cegahlah dia dari berbuat dzalim, maka sesungguhnya engkau telah menolongnya.” (HR Al-Bukhari)
Cegah dari depan, pegang dari belakang.
Tolong menolong dalam kebajikan (amal sholeh) dan ketakwaan (tinggalkan kemaksiatan). Albirry wa taqwa, Dalam satu kalimat beda makna.
Sungguh banyak macam dosa besar dan kita berusaha untuk mengetahui dosa besar sehingga kita mampu hindari dosa besar tersebut.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا
“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar yang dilarang bagimu, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosa kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).” QS. An-Nisa ayat 31
Semoga bermanfaat.
#alkabaair #sunnah #salaf #dosabesar
#takwa #adil #dzalim #tanpa #ilmu
##$$-aa-$$##


