TAFSIR QS AL AN’AM#5: AYAT 48-55
- TAFSIR QS AL AN’AM#1: AYAT 1-12
- TAFSIR QS AL AN’AM#2: AYAT 13-26
- TAFSIR QS AL AN’AM#3: AYAT 27-35
- TAFSIR QS AL AN’AM#4: AYAT 36-47
- TAFSIR QS AL AN’AM #6: AYAT 56-69
- TAFSIR QS AL AN’AM#5: AYAT 48-55
- TAFSIR QS AL AN’AM#7 : AYAT 70-83
- TAFSIR QS AL AN’AM#8 : AYAT 84-93
- TAFSIR QS AL AN’AM#9 : AYAT 94-101
- TAFSIR QS AL AN’AM#10 : AYAT 102-110
Diterbitkan pertama kali pada: 11-Jan-2021 @ 07:21
7 menit membaca📖 TAFSIR QS AL AN’AM#5: AYAT 48-55
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 27 Jumadil Awal 1442H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (zoom)
Kita lanjutkan..
➡️ Allah berfirman,
وَمَا نُرۡسِلُ الۡمُرۡسَلِيۡنَ اِلَّا مُبَشِّرِيۡنَ وَمُنۡذِرِيۡنَۚ فَمَنۡ اٰمَنَ وَاَصۡلَحَ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُوۡنَ
Para rasul yang Kami utus itu adalah untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan.
Barangsiapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. QS Al-An’am : 48
Ini Allah sebutkan setelah orang-orang musyrikin minta diturunkan ide-ide/mukjizat sebagai bukit bahwa Nabi ﷺ adalah utusan Allah.
Nabi hanyalah utusan tidak punya kemampuan Rububiyah.
Nabi ﷺ tidak perlu memenuhi permintaan kaum musyrikin, karena Nabi ﷺ tugasnya hanya memberi peringatan.
➡️ Sebaliknya, Allah berfirman,
وَالَّذِيۡنَ كَذَّبُوۡا بِاٰيٰتِنَا يَمَسُّهُمُ الۡعَذَابُ بِمَا كَانُوۡا يَفۡسُقُوۡنَ
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami akan disentuh azab karena mereka selalu berbuat fasik (berbuat dosa). QS Al-An’am : 49
يَمَسُّهُمُ
Disentuh (adzab)
مس
Sentuh.
Dalam ayat lain, Allah mengatakan
فَبَشِّرْهُمْ بِعَذابٍ أَلِيمٍ
maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih.
✔️
فَبَشِّرْهُمْ
Ada dua tafsiran
1.
فَبَشِّرْ
Kembali ke kulit yaitu adzab akan mengenai kulit mereka yang nampak pada wajah mereka yaitu ketakutan. Karena yang namanya kabar gembira atau menakutkan itu akan nampak di wajah.
2.
فَبَشِّرْ
Bila dimaknai kabar gembira sebagian ejekan.
Dalam ayat ini Allah menggunakan kata mudhoriq,
يَمَسُّهُمُ
Karena kefasikan yang mereka lakukan berulang-ulang.
➡️Allah melanjutkan,
قُلْ لَّاۤ اَقُوۡلُ لَـكُمۡ عِنۡدِىۡ خَزَآٮِٕنُ اللّٰهِ وَلَاۤ اَعۡلَمُ الۡغَيۡبَ وَلَاۤ اَقُوۡلُ لَـكُمۡ اِنِّىۡ مَلَكٌ ۚ اِنۡ اَتَّبِعُ اِلَّا مَا يُوۡحٰٓى اِلَىَّ ؕ قُلۡ هَلۡ يَسۡتَوِى الۡاَعۡمٰى وَالۡبَصِيۡرُ ؕ اَفَلَا تَتَفَكَّرُوۡنَ
Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku.” Katakanlah, “Apakah sama antara orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kamu tidak memikirkan(nya)?” QS Al-An’am : 50
Ini adalah bantahan kedua dari permintaan kaum musyrikin akan ayat-ayat yang menakjubkan.
❗❗Rasulullah ﷺ hanyalah utusan,
1️⃣ Tidak memiliki perbendaraan alam semesta (hanya milik Allah)
2️⃣ Tidak tahu hal yang ghaib (tidak tahu bersendirian, berkesinambungan kecuali atas izin Allah)
{عَالِمُ الْغَيْبِ فَلا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا إِلا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ}
(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang gaib itu, kecuali kepada rasul yang diridai-Nya. (Al-Jin: 26-27)
Jadi terkadang Allah berikan ilmu ghaib kepada Nabi dan malaikat.
Jin juga tidak tahu ilmu ghaib. Mereka tidak tahu Nabi Sulaiman wafat karena saat itu Nabi Sulaiman memerintahkan jin untuk bekerja dan dalam pengawasan Nabi Sulaiman yang bersandar pada tongkat. Tongkat Nabi Sulaiman tersebut dimakan rayab dan akhirnya sampai beliau alaihissalam jatuh. Saat inilah jin baru tahu kalau Nabi Sulaiman sudah wafat.
فَلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ الْمَوْتَ مَا دَلَّهُمْ عَلَىٰ مَوْتِهِ إِلَّا دَابَّةُ الْأَرْضِ تَأْكُلُ مِنْسَأَتَهُ ۖ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ الْجِنُّ أَنْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ الْغَيْبَ مَا لَبِثُوا فِي الْعَذَابِ الْمُهِينِ
Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan. Qs Saba’ : 14.
Jin dan Rasulullah ﷺ tidak tahu masa depan/ghaib. Seperti kisah fitnah pada Aisyah radhiyallahu anha,kisah kalung hilang dst.
Malaikat juga juga tidak tahu masa depan /ghaib. (saat penciptaan manusia sebagai Khalifah di bumi).
Seseorang mungkin Allah beritahukan sesuatu lewat mimpi yang benar, Nabi ﷺ bersabda,
الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ جُزْءٌ مِنْ سِتَّةٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنَ النُّبُوَّةِ
“Mimpi yang benar adalah 1 dari 46 bagian kenabian.” (HR. Bukhari & Muslim)
Seorang yang sholeh kadang Allah kasih tahu apa yang akan terjadi lewat mimpi.
Artinya tetap tidak tahu ilmu ghaib kecuali diberi tahu oleh Allah. Ini adalah anugerah kepada Nabi ﷺ yang berlanjut kepada umatnya.
Orang yang meyakini dukun tahu hal ghaib maka ini adalah kesyirikan.
3️⃣ Nabi ﷺ Bukan malaikat, yang hanya ikut apa yang diwahyukan.
Malaikat tidak makan dan tidak minum.
Kaum musyrikin Quraisy mengejek Nabi ﷺ yang makan dan jalan di pasar.
وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِي الْأَسْوَاقِ
“Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar.” (QS. al-Furqan: 20)
❗Allah meminta Nabi ﷺ mengatakan tiga hal tersebut untuk menekankan bahwa Rasulullah ﷺ tidak punya kemampuan Rububiyah sama sekali, hanyalah seorang Nabi,
اِلَّا مَا يُوۡحٰٓى اِلَىَّ
Yang hanya ikuti apa yang diwahyukan kepadaku.
➡️Selanjutnya Allah berfirman,
وَاَنۡذِرۡ بِهِ الَّذِيۡنَ يَخَافُوۡنَ اَنۡ يُّحۡشَرُوۡۤا اِلٰى رَبِّهِمۡ لَـيۡسَ لَهُمۡ مِّنۡ دُوۡنِهٖ وَلِىٌّ وَّلَا شَفِيۡعٌ لَّعَلَّهُمۡ يَتَّقُوۡنَ
Peringatkanlah dengannya (Al-Qur’an) itu kepada orang yang takut akan dikumpulkan menghadap Rabb mereka (pada hari Kiamat), tidak ada bagi mereka pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah, agar mereka bertakwa. QS Al-An’am : 51
Pemberi peringatan terbaik adalah Al Qur’an.
Hati sekeras apapun bisa luluh dengan Al Qur’an.
Yang bisa ambil pelajaran dari Al Qur’an adalah orang yang bertakwa, yang sifatnya adalah takut akan hari akhirat.
Karena itu nanti di akhirat mereka Allah hilangkan rasa takut mereka (Allah amankan).
❗al jaza’ min jinsil ‘amal, yaitu balasan sesuai dengan amal perbuatan.
Maka diantara ciri orang yang masuk surga adalah..
قَالُوٓا۟ إِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِىٓ أَهْلِنَا مُشْفِقِينَ
Mereka berkata: “Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab)”.
QS Att-Thur (52) Ayat 26
{فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقَانَا عَذَابَ السَّمُومِ}
Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka. (Ath-Thur: 27)
❗Sebaliknya orang yang tidak takut akan adzab, saat mereka terima catatan amal dari tangan kiri, saat di dunia hanya senang-senang saja, tidak takut balasan akhirat.
Syafaat hanya dari Allah dan atas izin Allah.
➡️Allah berfirman,.
وَلَا تَطْرُدِ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ مَا عَلَيْكَ مِنْ حِسَابِهِمْ مِنْ شَيْءٍ وَمَا مِنْ حِسَابِكَ عَلَيْهِمْ مِنْ شَيْءٍ فَتَطْرُدَهُمْ فَتَكُونَ مِنَ الظَّالِمِينَ
Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang beribadah kepada Tuhannya di pagi dan petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaan-Nya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatan mereka dan merekapun tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, (sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim)
Qs Al An’am:52
✔️Ada 2 makna dari doa.
يَدْعُونَ
1. Bermakna berdoa – meminta
2. Beribadah
Dalam hadits, Rasulullah ﷺ bersabda,
من مات وهو يدعو من دون الله ندا دخل النار
“Siapa yang mati dalam keadaan menyeru (/menyembah) selain Allah, maka masuklah ia kedalam neraka”. (HR. al-Bukhaariy)”.
يدعو
1. Beribadah kepada selain Allah
2. Meminta-minta kepada selain Allah
Disebut pagi dan sore, artinya berkesinambungan.
Pagi-pagi dan sore biasanya waktu yang bisa fokus untuk beribadah.
Allah sebutkan rekomendasi bahwa para sahabat itu (yang miskin) mencari ridha Allah,ingin melihat wajah Allah.
Kalau kita? Tidak ada yang mental bu kiah hati kita.
Ayat ini turun saat pembesar musyrikin minta Nabi ﷺ mengusir orang-orang miskin.
Dan Nabi ﷺ tidak menuruti permintaan mereka.
Bahkan Nabi ﷺ bersama para shahabat tersebut.
وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًۭا
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.
QS Al-Kahfi (18) Ayat 28
Dan pengikut Nabi ﷺ kebanyakan orang miskin, seperti pengakuan Heraklius bahwa pengikut para Nabi adalah orang-orang miskin. Syetan nya sama, syubhatnya sama.
الظَّالِمِينَ
Salah satu makna dzalim adalah menahan hak orang, tidak mesti memukul, jatuh kan harga diri orang lain dst.
Sahabat yang miskin itu punya hak untuk dekat dengan Nabi ﷺ.
➡️Allah berfirman,
وَكَذَٰلِكَ فَتَنَّا بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لِيَقُولُوا أَهَٰؤُلَاءِ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنْ بَيْنِنَا ۗ أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِالشَّاكِرِينَ
Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin/sahabat yang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata: “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah Allah kepada mereka?” (Allah berfirman): “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?”QS Al-An’am Ayat 53
Mereka tidak mau beriman salah satu alasannya adalah karena tidak mau sederajat dengan orang-orang miskin.
Dalam Islam kaya dan miskin sederajat, yang mulia adalah yang paling bertakwa.
لِيَقُولُوا
Lam disini, maknanya akhirnya jadi begini..
(seperti kelanjutan ayat).
لِيَقُولُوا أَهَٰؤُلَاءِ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنْ بَيْنِنَا ۗ
L(orang-orang yang kaya itu) berkata: “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah Allah kepada mereka?
أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِالشَّاكِرِينَ
Dan Allah bantah: “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?”
➡️Selanjutnya Allah berfirman,
وَإِذَا جَاءَكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِنَا فَقُلْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ ۖ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَىٰ نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ ۖ أَنَّهُ مَنْ عَمِلَ مِنْكُمْ سُوءًا بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: “Salaamun alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya rahmat, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
QS Al-An’am Ayat 54
Nabi ﷺ disuruh memuliakan orang-orang yang miskin.
Allah mewajibkan rahmat atas diri-Nya, semakna dengan Allah haram kan kedzaliman atas diri-Nya.
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
قال الله تبارك وتعالى: يا عبادي، إني حرمت الظلم على نفسي، وجعلته بينكم محرمًا؛ فلا تظالموا
“Allah Tabaaraka wa ta’ala berfirman: ‘wahai hambaku, sesungguhnya aku haramkan kezaliman atas Diriku, dan aku haramkan juga kezaliman bagi kalian, maka janganlah saling berbuat zalim’” (HR. Muslim no. 2577).
Diantara rahmat Allah adalah bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran (pasti) kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
❗❗Orang maksiat pasti jahil karena dia mendahulukan kenikmatan dunia yang sesaat dengan mengorbankan kenikmatan akhirat yang abadi.
Juga mendahulukan kenikmatan dunia yang sesaat dan berujung kesengsaraan dan mengorbankan kenikmatan akhirat yang abadi.
➡️Allah berfirman,
وَكَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ وَلِتَسْتَبِينَ سَبِيلُ الْمُجْرِمِينَ
Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Quran (supaya jelas jalan orang-orang yang saleh, dan supaya jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa
QS Al-An’am Ayat 55
Ayat ini ditujukan kepada kaum musyrikin Quraisy.
Metode Al Qur’an, selain menjelaskan jalan yang lurus juga menjelaskan jalan-jalan keburukan/sesat. Agar jalan yang lurus juga lebih jelas.
Mereka punya ide cemerlang tapi berbahaya.
Semoga bermanfaat,


