This entry is part 10 of 16 in the series Tafsir AlAnam

Diterbitkan pertama kali pada: 17-Feb-2021 @ 21:02

4 menit membaca

📖 TAFSIR QS AL AN’AM#10 : AYAT 102-
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 6 Rajab 1442H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (zoom)

Pada ayat 101 dijelaskan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Yang Menciptakan langit dan bumi dan punya sifat-sifat yang mulia.

✳️ Allah ﷻ melanjutkan :

ذٰ لِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمْ ۚ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ خَا لِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَا عْبُدُوْهُ ۚ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ وَّكِيْلٌ
“Itulah Allah, Rabb Kalian ; tidak ada tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Allah semata; Dialah pemelihara segala sesuatu.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 102)

Allah punya Rububiyah maka Dia berhak untuk disembah. Dan Allah esa dalam hal ini sehingga Hanya Allah sendiri yang berhak disembah.

✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لَا تُدْرِكُهُ الْاَ بْصَا رُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْاَ بْصَا رَ ۚ وَهُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ

“Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia meliputi segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus, Maha Mengetahui.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 103)

Alidzrak,

Kaum Mu’tazilah berdalil dengan ayat ini bahwa Allah tidak bisa dilihat baik di dunia maupun di akhirat.

Menurut mereka : Alidzrak = ru’yah =melihat..

Secara bahasa yang benar Al Idzrak =meliputi.

Surat Asy-Syu’ara (26) Ayat 61

فَلَمَّا تَرَٰٓءَا ٱلْجَمْعَانِ قَالَ أَصْحَـٰبُ مُوسَىٰٓ إِنَّا لَمُدْرَكُونَ
Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: “Sesungguhnya kita benar-benar akan terliputi/ tersusul”.

Ini dalil bahwa Al Idzrak tidak sama dengan melihat.

Dan lanjutkan ayat.
وَهُوَ يُدْرِكُ الْاَ بْصَا رَ

Dan Allah meliputi seluruh penglihatan.

Ayat ini Al Idzrak = meliputi.

Ayat ini dalam rangka memuji Allah. Tidak terlihat nya sesuatu adalah bukan pujian, dan maksudnya Allah terlihat dan tidak terliputi oleh penglihatan.

Sebagaimana Allah diketahui tetapi tidak bisa terliputi segala tentang Allah.

Contoh Allah dipuji tetapi tidak ada yang mampu memuji Nya secara sempurna.

Seperti dalam hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

➡️Al Latief, ada dua makna :

1. Mengetahui segala sesuatu yang halus
2. Allah antarkan kebaikan kepada hamba-hamba-Nya secara halus yang tidak disadari oleh hamba-Nya.

Kisah Nabi Yusuf menjelaskan hal ini, yang sebelumnya banyak terjadi kondisi yang tidak enak (dibuang, dipenjara)

➡️Al Khabir.

1. Maha Mengetahui yang detail.

✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قَدْ جَآءَكُمْ بَصَآئِرُ مِنْ رَّبِّكُمْ ۚ فَمَنْ اَبْصَرَ فَلِنَفْسِهٖ ۚ وَمَنْ عَمِيَ فَعَلَيْهَا ۗ وَمَاۤ اَنَاۡ عَلَيْكُمْ بِحَفِيْظٍ

“Sungguh, bukti-bukti yang nyata telah datang dari Rabb kalian. Barang siapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barang siapa buta (tidak mau melihat kebenaran itu karena sombong), maka dialah yang rugi. Dan aku (Muhammad) bukanlah penjaga(mu).” (QS. Al-An’am 6: Ayat 104)

وَمَنْ عَمِيَ
Barang siapa yang buta (sombong) – tidak mau melihat kebenaran.

وَمَاۤ اَنَاۡ عَلَيْكُمْ بِحَفِيْظٍ
1. Sudah disampaikan, tidak akan mampu menanggung akibat (adzab Allah)
2. Bukan tugas sebagai pencatat

✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَكَذٰلِكَ نُصَرِّفُ الْاٰ يٰتِ وَلِيَقُوْلُوْا دَرَسْتَ وَلِنُبَيِّنَهٗ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ

“Dan demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang/variasi ayat-ayat Kami agar orang-orang musyrik mengatakan, Engkau telah mempelajari ayat-ayat itu (dari Ahli Kitab), dan agar Kami menjelaskan Al-Qur’an itu kepada orang-orang yang berilmu.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 105)

Ayat-ayat / bukti dijelaskan dengan berbagai variasi.

Dibalik tuduhan buruk kepada Nabi Muhammad ﷺ, ada mukjizat dari Allah (Al Qur’an).

Tuduhan mereka itu adalah menuduh Nabi ﷺ sudah punya team yang menyusun Al Qur’an.

Dan kita tahu bahwa Rasulullah ﷺ adalah Nabi yang ummi (tidak bisa baca dan tulis).

Inilah bukti bahwa AL-QUR’AN bukan karangan Nabi Muhammad ﷺ.

✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِتَّبِعْ مَاۤ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ ۚ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ وَاَ عْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِيْنَ

“Ikutilah apa yang telah diwahyukan Tuhanmu kepadamu (Muhammad); tidak ada tuhan selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 106)

اِتَّبِعْ
Kontinyu..

وَاَ عْرِضْ
Tinggalkan.. (Jangan berdebat).

✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَوْ شَآءَ اللّٰهُ مَاۤ اَشْرَكُوْا ۗ وَمَا جَعَلْنٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيْظًا ۚ وَمَاۤ اَنْتَ عَلَيْهِمْ بِوَكِيْلٍ

“Dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mempersekutukan(-Nya). Dan Kami tidak menjadikan engkau penjaga mereka; dan engkau bukan pula penjaga mereka.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 107)

Ini adalah hiburan bagi Rasulullah ﷺ.
Ini bantahan kepada Qadariyah bahwa semua keburukan sudah ditakdirkan.
Artinya mereka berbuat syirik atas kehendak Allah, takdir Kauniyah.

Ini penegasan bahwa Nabi ﷺ tugasnya hanya menyampaikan. Bukan mengurusi urusan mereka.

✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَيَسُبُّوا اللّٰهَ عَدْوًا بِۢغَيْرِ عِلْمٍ ۗ كَذٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ اُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّهِمْ مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ

“Dan janganlah kalian mencela sesembahan2 selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa ilmu. Demikianlah, Kami hiasi bagi amal setiap umat . Kemudian kepada Tuhan tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 108)

Jangan mencela sesembahan selain Allah.

➡️ Mencela ada 2 model :

1. Menghina tanpa dalil ➡️ ini tidak boleh secara mutlak.
2. Merendahkan atau jelaskan kekurangan sesembahan 2 tersebut dengan dalil (hukum asalnya dianjurkan, seperti yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim) ➡️ ini boleh. Namun lihat situasi dan kondisi.

Jika akibatkan pencelaan kepada Allah maka tidak boleh karena mencela Allah itu lebih parah daripada kesyirikan.

Konsekuensi dari tauhid adalah jelaskan kekurangan sesembahan selain Allah m

Ini ayat adalah dalil kaidah yang menutup celah ke arah keburukan.

Mencela Allah tanpa ilmu.
➡️ Bukankah orang-orang musyrikin Quraisy yang mengakui Allah sebagai tuhan tetapi tetap mencela Allah.

✳️Beberapa pendapat :

1. Musyrikin dahriyah yang tidak akui tuhan (Ar Rozi)
2. Tidak mencela Rasulullah ﷺ, karena mencela Rasulullah ﷺ juga mencela Allah, ini tidak tepat karna mereka sudah mencela Rasulullah ﷺ dari dulu. (Ar Rozi)
3. Menganggap Allah nya Muhammad adalah syaitan bukan Allah nya mereka. (Ibnu Asyur)
4. Ibnu Taimiyyah, ini mungkin terjadi karena kaum musyrikin mencintai berhala mereka seperti mencintai Allah.

✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاَ قْسَمُوْا بِا للّٰهِ جَهْدَ اَيْمَا نِهِمْ لَئِنْ جَآءَتْهُمْ اٰيَةٌ لَّيُؤْمِنُنَّ بِهَا ۗ قُلْ اِنَّمَا الْاٰ يٰتُ عِنْدَ اللّٰهِ وَمَا يُشْعِرُكُمْ اَنَّهَاۤ اِذَا جَآءَتْ لَا يُؤْمِنُوْنَ

“Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa jika datang suatu mukjizat kepada mereka, pastilah mereka akan beriman kepada-Nya. Katakanlah, Mukjizat-mukjizat itu hanya ada pada sisi Allah. Dan tahukah kamu, bahwa apabila mukjizat (ayat-ayat) datang, mereka tidak juga akan beriman.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 109)

جَهْدَ اَيْمَا
Segala kesungguhan

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَنُقَلِّبُ اَفْــئِدَتَهُمْ وَاَ بْصَا رَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوْا بِهٖۤ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّنَذَرُهُمْ فِيْ طُغْيَا نِهِمْ يَعْمَهُوْنَ

“Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya (Al-Qur’an), dan Kami biarkan mereka bingung dalam kesesatan.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 110)

Allah bolak balik hati mereka seperti sebelum nya. Yang tidak beriman akan menjadi semakin tidak beriman.
Maksiat akan mengundang saudaranya (kemaksiatan yang lain).

Ini menunjukkan bahwa orang yang bergelimang dalam kesesatan maka akan susah mendekat hidayah dari Allah.

Semoga bermanfaat.

$$##—aa-##$$

Tafsir AlAnam

TAFSIR QS AL AN’AM#9 : AYAT 94-101 TAFSIR QS AL AN’AM#11 : AYAT 111-121
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?