This entry is part 7 of 16 in the series Tafsir AlAnam

Diterbitkan pertama kali pada: 24-Jan-2021 @ 21:04

6 menit membaca

📖 TAFSIR QS AL AN’AM#7 : AYAT 70-83
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 13 Jumadil Akhir 1442H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (zoom)

Kita lanjutkan..

✳️Allah berfirman,

وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۚ وَذَكِّرْ بِهِ أَنْ تُبْسَلَ نَفْسٌ بِمَا كَسَبَتْ لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ وَإِنْ تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لَا يُؤْخَذْ مِنْهَا ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أُبْسِلُوا بِمَا كَسَبُوا ۖ لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ

Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa’at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air panas yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.
Qs Al-An’am : 70

Mainan dan senda gurau, tafsirnya.

1. Mainan, ejekan
2. Permainan, beri sajen pada patung2, ibadah dengan tepuk tangan
3. Tidak ada hari akhir
4. Pada hari Ied diisi dengan permainan

Orientasi mereka adalah kehidupan dunia, ciri orang kafir.

Ingatkan mereka (yang menjadikan agama sebagai senda gurau) dengan Al Qur’an.

1. Mereka akan tertahan di neraka
2. Tidak ada yang menolong
3. Tidak ada syafaat
4. Tidak ada tebusan

وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا

Faktor utama mereka diadzab adalah terpedaya kehidupan dunia. banyak larangan sehingga tidak bisa senang-senang.

✳️ Allah berfirman,

قُلْ أَنَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُنَا وَلَا يَضُرُّنَا وَنُرَدُّ عَلَىٰ أَعْقَابِنَا بَعْدَ إِذْ هَدَانَا اللَّهُ كَالَّذِي اسْتَهْوَتْهُ الشَّيَاطِينُ فِي الْأَرْضِ حَيْرَانَ لَهُ أَصْحَابٌ يَدْعُونَهُ إِلَى الْهُدَى ائْتِنَا ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۖ وَأُمِرْنَا لِنُسْلِمَ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ

Katakanlah: “Apakah kita akan menyeru/ibadah selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudharatan kepada kita dan (apakah) kita akan kembali ke belakang, sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh syaitan di perjalanan padang pasir yang menakutkan; dalam keadaan bingung, dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan): “Marilah ikuti kami”.

Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam, Qs Al-An’am : 71

Ketika Nabi ﷺ berdakwah, ada godaan kaum musyrikin untuk murtad. Seperti kisah Saad bin Abi Waqqash yang diminta murtad oleh ibunya.

Gerakan-gerakan untuk memurtadkan Islam itu benar-benar ada.

✳️ Allah berfirman,

وَأَنْ أَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَاتَّقُوهُ ۚ وَهُوَ الَّذِي إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

dan agar mendirikan sholat serta bertakwa kepada-Nya”. Dan Dialah Tuhan yang kepada-Nya-lah kamu akan dihimpunkan. Qs Al-An’am : 72

✳️ Allah berfirman,

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ ۖ وَيَوْمَ يَقُولُ كُنْ فَيَكُونُ ۚ قَوْلُهُ الْحَقُّ ۚ وَلَهُ الْمُلْكُ يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ ۚ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۚ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ

Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: “Jadilah, lalu terjadilah”, dan di tangan-Nya-lah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui segala sesuatu dengan detail.
Qs Al-An’am : 73

Inilah Rabb yang berhak untuk disembah.
Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan kebenaran, ada tujuannya.
Dan akan ada hari kebangkitan.

الصُّورِ
Sangkakala

Jadi bantahan nya adalah jelas Yang berhak disembah adalah Allah bukan makhluk.

✳️ Allah ﷻ berfirman,

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ آزَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا آلِهَةً ۖ إِنِّي أَرَاكَ وَقَوْمَكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar, “Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata”. Qs Al-An’am : 74

Ini mungkin sudah tahapan berikutnya, karena di surat Maryam Nabi Ibrahim dakwah dengan lembut kepada ayahnya.

➡️Syiah mengatakan bahwa Nabi itu usulnya (ayah, kakek) harus suci dan keturunannya harus suci.

Bantahan. ❗❗
1. Ayah Ibrahim kafir dalam Al Qur’an dan hadits
2. Nabi Nuh anaknya kafir, turunan Nabi Yakub banyak kafir (Yahudi), turunan Ismail ada Quraisy yang banyak musyrikin (Abu Jahl cs)

Orang Syiah banyak takwil.
Bapaknya ditakwil sebagai paman

Patung, kalau bisa memberi manfaat dan mudhorot kenapa harus banyak?
Di Kabah ada 360 patung.

Saat itu dakwah Rasulullah ﷺ ditolak karena menghalangi ekonomi mereka terkait berhala yang jadi pusat kebudayaan mereka.

✳️ Allah berfirman,

وَكَذَٰلِكَ نُرِي إِبْرَاهِيمَ مَلَكُوتَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ الْمُوقِنِينَ

Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yakin. Qs Al-An’am : 75

IBRAHIM adalah sosok yang menakjubkan, sendirian melawan musuh Allah.

Ada pendapat bahwa Ibrahim mencari tuhan (Matahari, bulan) namun ini pendapat yang salah.

▶️▶️ Nabi Ibrahim dari Babil/Iraq mendakwahi 2 model kaum:

1️⃣ Penyembah berhala di Babil (Raja Namrud)
2️⃣ Penyembah benda langit (bintang, bulan, matahari) di Syam

Ibrahim tidak pernah syirik sama sekali.

وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ
Ldan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik”

وَلَمْ يَكُ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ
Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan),

Yang dilakukan Ibrahim saat itu sedang berdialog dengan para penyembah benda langit.

✳️ Allah berfirman,

فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَىٰ كَوْكَبًا ۖ قَالَ هَٰذَا رَبِّي ۖ فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَا أُحِبُّ الْآفِلِينَ

Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: “Inilah Tuhanku”, tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam”. Qs Al-An’am : 76

✳️ Allah berfirman,

فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَٰذَا رَبِّي ۖ فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِنْ لَمْ يَهْدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّينَ

Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: “Inilah Tuhanku”. Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat”. Qs Al-An’am : 77

✳️ Allah berfirman,

فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَٰذَا رَبِّي هَٰذَا أَكْبَرُ ۖ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ

Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: “Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar”. Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. Qs Al-An’am : 78

Tampak sekali dalam ayat ini sedang ada dialog.

✳️ Allah berfirman,

إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا ۖ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.
Qs Al-An’am : 79

✳️ Allah berfirman,

وَحَاجَّهُ قَوْمُهُ ۚ قَالَ أَتُحَاجُّونِّي فِي اللَّهِ وَقَدْ هَدَانِ ۚ وَلَا أَخَافُ مَا تُشْرِكُونَ بِهِ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ رَبِّي شَيْئًا ۗ وَسِعَ رَبِّي كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا ۗ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ

Dan dia dibantah oleh kaumnya. Dia berkata: “Apakah kamu hendak membantah tentang Allah, padahal sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku”. Dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya)?” Qs Al-An’am : 80

✳️ Allah berfirman,

وَكَيْفَ أَخَافُ مَا أَشْرَكْتُمْ وَلَا تَخَافُونَ أَنَّكُمْ أَشْرَكْتُمْ بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا ۚ فَأَيُّ الْفَرِيقَيْنِ أَحَقُّ بِالْأَمْنِ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Bagaimana aku takut kepada sembahan-sembahan yang kamu persekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang Allah sendiri tidak menurunkan hujjah kepadamu untuk mempersekutukan-Nya. Maka manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak memperoleh keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui? Qs Al-An’am : 81

Inilah yang dialami para nabi. Kaum nya selalu menentang dan menakut-nakuti para Nabi.

Seperti kisah Nabi Hud..

{قَالُوا يَا هُودُ مَا جِئْتَنَا بِبَيِّنَةٍ وَمَا نَحْنُ بِتَارِكِي آلِهَتِنَا عَنْ قَوْلِكَ وَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِينَ (53) إِنْ نَقُولُ إِلا اعْتَرَاكَ بَعْضُ آلِهَتِنَا بِسُوءٍ قَالَ إِنِّي أُشْهِدُ اللَّهَ وَاشْهَدُوا أَنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ (54) مِنْ دُونِهِ فَكِيدُونِي جَمِيعًا ثُمَّ لَا تُنْظِرُونِ (55) إِنِّي تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ رَبِّي وَرَبِّكُمْ مَا مِنْ دَابَّةٍ إِلا هُوَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا إِنَّ رَبِّي عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (56) }

Kaum Ad berkata, “Hai Hud kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu. Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu.” Hud menjawab, “Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah olehmu sekalian, bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian persekutukan dari selain-Nya. Sebab itu, jalankanlah tipu daya kalian semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku. Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.”
Hud, ayat 53-56

Maka manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak memperoleh keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui?

Ini bentuk uslub dakwah Ibrahim yang lembut, Ibrahim tidak mau mentaskiyah diri sendiri.

✳️ Allah berfirman,

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Qs Al-An’am : 82.

Semakin orang bersih dari kesyirikan maka semakin aman, bahagia.

✳️Allah berfirman,

وَتِلْكَ حُجَّتُنَا آتَيْنَاهَا إِبْرَاهِيمَ عَلَىٰ قَوْمِهِ ۚ نَرْفَعُ دَرَجَاتٍ مَنْ نَشَاءُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ

Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Qs Al-An’am : 83

Dalil bahwa orang-orang yang bisa angkat hujjah orang orang yang menentang dakwah tauhid akan Allah angkat derajatnya.

Semoga bermanfaat

##$$-aa-$$##

Tafsir AlAnam

TAFSIR QS AL AN’AM #6: AYAT 56-69 TAFSIR QS AL AN’AM#8 : AYAT 84-93
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?