TAFSIR QS AL AN’AM#2: AYAT 13-26
- TAFSIR QS AL AN’AM#1: AYAT 1-12
- TAFSIR QS AL AN’AM#3: AYAT 27-35
- TAFSIR QS AL AN’AM#4: AYAT 36-47
- TAFSIR QS AL AN’AM#5: AYAT 48-55
- TAFSIR QS AL AN’AM #6: AYAT 56-69
- TAFSIR QS AL AN’AM#2: AYAT 13-26
- TAFSIR QS AL AN’AM#7 : AYAT 70-83
- TAFSIR QS AL AN’AM#8 : AYAT 84-93
- TAFSIR QS AL AN’AM#9 : AYAT 94-101
- TAFSIR QS AL AN’AM#10 : AYAT 102-110
Diterbitkan pertama kali pada: 21-Des-2020 @ 21:02
6 menit membaca📖 TAFSIR QS AL AN’AM#2: AYAT 13-26
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 7 Jumadil Awal 1442H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (zoom)
Surat ini membahas tentang tauhid.
Allah berfirman,
وَلَهُۥ مَا سَكَنَ فِى ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ
Dan milik Allah apa yang ada pada malam dan siang hari. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
QS. Al-An’am : 13
سَكَنَ
➡️ Ada 3 pendapat.. (ini rububiah Allah).
1. Yang tenang, tidak bergerak, penjelasan :
A. karena yang tidak bergerak lebih banyak.
B. Jika yang tenang saja Allah tahu dan milik Allah apalagi yang bergerak.
2. Yang tinggal, menetap
Semua di alam semesta.
3. Yang tersembunyi
Artinya Yang tersembunyi pun milik Allah dan Allah tahu.
Ini adalah dalil bahwa yang berhak disembah hanyalah Allah.
Allah berfirman,
قُلْ أَغَيْرَ ٱللَّهِ أَتَّخِذُ وَلِيًّا فَاطِرِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَهُوَ يُطْعِمُ وَلَا يُطْعَمُ
Katakanlah (Muhammad), “Apakah masuk akal selain Allah aku akan menjadikan wali ku, (diantara sifatnya) yang menjadikan langit dan bumi (tanpa ada contoh sebelumnya) , dan Allah memberi makan/rizki dan tidak diberi makan/rizki ?”
Allah mensifati Isa dan Maryam : keduanya makan, sehingga tidak pantas disembah.
Kaidah : semua yang makan dan minum tidak pantas disembah. Bukan berarti yang tidak makan patut disembah seperti batu, air dll.
Adapun malaikat, batu, air tidak makan tapi tidak beri rezeki sehingga tidak pantas disembah.
Ini adalah dalil sifat Rububiyah Allah, seperti As Somad, tidak butuh kepada siapa pun dan selainnya butuh kepada nya.
Diantara syarat sebagai tuhan adalah As Somad.
Rububiyah dan Muslim asma wa sifat melazimkan Tauhid Uluhiyah.
قُلْ إِنِّىٓ أُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَسْلَمَ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ
Katakanlah, “Sesungguhnya aku diperintahkan agar aku menjadi orang yang pertama berserah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu menjadi bagian orang-orang musyrik.” QS. Al-An’am : 14
قُلْ إِنِّىٓ أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّى عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ
Katakanlah (Muhammad), “Aku benar-benar takut akan azab yang dahsyat hari yang besar (hari Kiamat), jika aku mendurhakai Rabbku.” QS. Al-An’am : 15
Allah memerintahkan Nabi Muhammad ﷺ untuk memberi peringatan kepada kaum musyrikin.
Takut pada bermaksiat kepada Allah adalah ibadah yang agung.
Ibnu Mas’ud, beda mukmin dan munafik.
Orang mukmin melihat dosa seperti gunung yang akan menimpanya.
Orang munafik melihat dosa seperti lalat yang lewat.
Orang mukmin, dosa kecil pun takut karena dia melihat siapa yang dia maksiati.
Sehingga mahfumnya, orang yang tidak maksiat akan dapat rahmat Allah,selamat dari adzab dan masuk surga.
مَّن يُصْرَفْ عَنْهُ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمَهُۥ وَذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْمُبِينُ
Barangsiapa diselamatkan dari azab atas dirinya pada hari itu, maka sungguh, Allah telah mengasihinya. Dan itulah kemenangan yang nyata. QS. Al-An’am : 16
وَإِن يَمْسَسْكَ ٱللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَ وَإِن يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
Dan jika Allah menimpakan suatu mudhorot kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
QS. Al-An’am : 17
Ini adalah Rububiyah Allah.
بِضُرٍّ
Ini nakirah, bermakna umum.
Hanya Allah yang bisa hilangkan.
Ini adalah dalil bahwa Allah Maha Esa. Semua yang terjadi di alam semesta, tidak ada yang keluar dari kuasa Allah.
Oleh karena itu bila ada kegelisahan harus kembali kepada Allah.
وَهُوَ ٱلْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِۦ وَهُوَ ٱلْحَكِيمُ ٱلْخَبِيرُ
Dan Dialah yang Maha Kuasa atas hamba-hamba-Nya. Dan Dia Mahabijaksana, Maha Mengetahui. QS. Al-An’am : 18
Tidak ada yang keluar dari aturan Allah.
Dan banyak orang bertindak diluar kehendak mereka.
ٱلْحَكِيمُ
Maha Bijaksana dalam segala hal.
Dunia adalah medan ujian bagi hamba-hamba-Nya.
ٱلْخَبِيرُ
Maha Mengetahui dengan detail.
قُلْ أَىُّ شَىْءٍ أَكْبَرُ شَهَٰدَةً قُلِ ٱللَّهُ شَهِيدٌۢ بَيْنِى وَبَيْنَكُمْ وَأُوحِىَ إِلَىَّ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانُ لِأُنذِرَكُم بِهِۦ وَمَنۢ بَلَغَ أَئِنَّكُمْ لَتَشْهَدُونَ أَنَّ مَعَ ٱللَّهِ ءَالِهَةً أُخْرَىٰ قُل لَّآ أَشْهَدُ قُلْ إِنَّمَا هُوَ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ وَإِنَّنِى بَرِىٓءٌ مِّمَّا تُشْرِكُونَ
Katakanlah (Muhammad), “Siapakah yang paling besar kesaksiannya?” Katakanlah, “Allah, Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Al-Qur’an ini diwahyukan kepadaku agar dengan itu aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang yang sampai (Al-Qur’an kepadanya). Dapatkah kamu benar-benar bersaksi bahwa ada tuhan-tuhan lain bersama Allah?” Katakanlah, “Aku tidak dapat bersaksi.” Katakanlah, “Sesungguhnya hanya Dialah Allah, Tuhan Yang Maha Esa dan aku berlepas diri kesyirikan yang kalian lakukan” QS. Al-An’am : 19
Nabi ﷺ mengajak orang-orang musyrikin menggunakan akal sehatnya,dan Nabi Muhammad ﷺ adalah utusan Allah untuk seluruh manusia. Dengan menyebutkan sifat-sifat Allah.
ٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَٰهُمُ ٱلْكِتَٰبَ يَعْرِفُونَهُۥ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَآءَهُمُ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
Orang-orang yang telah Kami berikan Kitab kepadanya, mereka mengenalinya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman (kepada Allah). QS. Al-An’am : 20
➡️mereka mengenalinya, nya ada 3 pendapat :
1. Al Qur’an
2. Tauhid
3. Rasulullah ﷺ
Ahli Kitab yang jujur akan beriman Allah.
Semua tafsir terbit berhubungan.
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِـَٔايَٰتِهِۦٓ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلظَّٰلِمُونَ
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang berdusta atas nama Allah, atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang zalim (berbuat kesirykan) itu tidak beruntung.
QS. Al-An’am : 21
أَظْلَمُ
Paling dzalim, dalam ayat ini yaitu orang yang dusta atas nama Allah.
Atau orang yang dustakan ayat-ayat Allah.
وَيَوْمَ نَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا ثُمَّ نَقُولُ لِلَّذِينَ أَشْرَكُوٓا۟ أَيْنَ شُرَكَآؤُكُمُ ٱلَّذِينَ كُنتُمْ تَزْعُمُونَ
Dan (ingatlah), pada hari ketika Kami mengumpulkan mereka semua (mereka dan yang mereka sembah kemudian Kami berfirman kepada) orang-orang yang menyekutukan Allah, “Di manakah sembahan-sembahanmu yang kalian dahulu sangka (sekutu-sekutu Kami)?”
QS. Al-An’am : 22
ثُمَّ لَمْ تَكُن فِتْنَتُهُمْ إِلَّآ أَن قَالُوا۟ وَٱللَّهِ رَبِّنَا مَا كُنَّا مُشْرِكِينَ
Kemudian tidaklah ada jawaban bohong mereka, kecuali mengatakan, “Demi Allah, ya Tuhan kami, tidaklah kami pernah berbuat syirik.” QS. Al-An’am : 23
Orang-orang musyrikin pun nekat berdusta kepada Allah. Karena di dunia mereka bisa berbuat bohong,dan orang dimatikan Allah sesuai dengan kekuasaannya.
Ulama tafsir menjelaskan setelah berdusta, Allah tutup mulut mereka dan Allah buat tangan, kaki, dan anggota tubuh lainnya berbicara.
ٱنظُرْ كَيْفَ كَذَبُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَفْتَرُونَ
Lihatlah, bagaimana mereka berbohong terhadap diri mereka sendiri. Dan sesembahan yang mereka ada-adakan dahulu akan hilang dari mereka.
QS. Al-An’am : 24
Para Nabi semua makan sehingga tidak pantas disembah.
وَمِنْهُم مَّن يَسْتَمِعُ إِلَيْكَ وَجَعَلْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَن يَفْقَهُوهُ وَفِىٓ ءَاذَانِهِمْ وَقْرًا وَإِن يَرَوْا۟ كُلَّ ءَايَةٍ لَّا يُؤْمِنُوا۟ بِهَا حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوكَ يُجَٰدِلُونَكَ يَقُولُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِنْ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ
Dan di antara mereka ada yang mendengarkan bacaanmu (Muhammad), dan Kami telah menjadikan hati mereka tertutup (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan telinganya tersumbat. Dan kalaupun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata, “Ini (Al-Qur’an) tidak lain hanyalah dongengan orang-orang terdahulu.”
QS. Al-An’am : 25
Mereka dengar tapi tidak ada niat cari kebenaran.
Mereka dengar atau tidak sama saja, seperti tidak ada yang beri peringatan. Karena hati mereka sudah keras..
➡️Mereka mencela Al Qur’an sebagai dongeng, Ada 2 tafsir :
1. Kebohongan
2. Dongeng kalau benar tidak pantas Al Qur’an untuk dongeng.
وَهُمْ يَنْهَوْنَ عَنْهُ وَيَنْـَٔوْنَ عَنْهُ وَإِن يُهْلِكُونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ
Dan mereka melarang orang-orang untuk mendengarkan (Al-Qur’an) dan mereka sendiri menjauhkan diri dari Al Qur’an, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, dan mereka tidak sadar.
QS. Al-An’am : 26
Mereka sesat dan menyesatkan.
Orang-orang musyrikin sebenernya cerdas tapi tidak jalan untuk tauhid.
Ada 2 tafsir :
1. Orang-orang musyrikin yang tidak mau beriman dan menjauh dari peringatan Nabi ﷺ.
2. Orang bani Hasyim bela Nabi bukan karena agama tetapi kesukuan. Mereka larang untuk ganggu Nabi tapi mereka menjauh dari Nabi (abu Thalib cs)
Ini adalah wasiat dan syair Abu Thalib yang membela Nabi tapi tidak mau beriman..
“Wahai orang-orang Quraisy. Sambutlah dengan baik orang yang mengajak ke jalan yang benar, dan berikanlah pertolongan kepada setiap orang yang membutuhkan… Sebab dua perbuatan terpuji itu merupakan kemuliaan bagi seseorang, selagi ia masih hidup dan sesudah mati…
Hendaknya kalian selalu berkata benar dan setia menunaikan amanat…!
“Kuwasiatkan kepada kalian supaya berlaku baik terhadap Muhammad. Sebab ia orang yang paling terpercaya di kalangan Quraisy dan tidak pernah berdusta…!
Apa yang kuwasiatkan kepada kalian, semuanya telah terhimpun padanya. Kepada kita ia datang membawa misi yang sebenarnya dapat diterima oleh hati-sanubari, tetapi diingkari dengan ujung lidah, hanya karena takut akan tidak disukai orang lain.
Demi Allah, aku seakan-akan dapat melihat bahwa orang-orang Arab lapisan bawah, orang-orang yang hidup terlunta-lunta, dan orang-orang yang lemah tidak berdaya, sudah siap menyambut baik seruannya, membenarkan tutur-katanya, dan menjunjung tinggi misi yang di bawanya. Bersama mereka itulah Muhammad mengarungi ancaman gelombang maut!
Namun aku juga seolah-olah sudah melihat, bahwa orang-orang Arab akan dengan tulus hati mengikhlaskan kecintaan mereka dan mempercayakan kepemimpinan kepadanya.
Demi Allah, barang siapa yang mengikuti jejak langkahnya, ia pasti akan menemukan jalan yang benar. Dan barang siapa yang mengikuti petunjuk serta bimbingannya, ia pasti selamat!
Seandainya aku masih mempunyai sisa umur, semua rongrongan yang mengganggu dia, pasti akan kuhentikan dan kucegah, dan ia pasti akan kuhindarkan dari tiap marabahaya yang akan menirnpanya…”
Semoga bermanfaat.
$$##-aa-##$$

