This entry is part 20 of 25 in the series Tafsir Al A'raf

Diterbitkan pertama kali pada: 05-Sep-2021 @ 21:05

3 menit membaca

📖 TAFSIR QS AL A’RAF#20: AYAT 157-159
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 28 Muharam 1443H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (zoom)

KISAH NABI MUSA #7

Di ayat sebelumnya Nabi Musa berdoa untuk meminta udzur untuk kaumnya yang berbuat kesyirikan…

Yang berdosa adalah kaumnya yang berbuat dosa, bandel..
Namun Nabi Musa tetap sabar..
Maka nya Rasulullah ﷺ mengambil pelajaran dari kesabaran Nabi Musa.

{إِنَّا هُدْنَا إِلَيْكَ}

sesungguhnya kami kembali (bertobat) kepada Engkau. (Al-A’raf: 156)

Sebagian salaf menguat asal kata Yahudi dari ayat ini, namun sebagian salaf lain mengatakan Yahudi dari Bahasa Ibrani.

Allah menjawab doa Nabi Musa..

قَا لَ عَذَا بِيْۤ اُصِيْبُ بِهٖ مَنْ اَشَآءُ ۚ وَرَحْمَتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ 
“(Allah) berfirman, “Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.

Saat mengatakan adzab dengan fiil mudhoriq : sebagai konsekuensi atas maksiat yang dilakukan

Saat bicara rahmat dengan fiil madhi.. Maknanya seakan-akan ini konsekuensi Dzat Allah yang Maha Rahmat..

Rahmat Allah meliputi segala sesuatu.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَ لَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الرَّسُوْلَ النَّبِيَّ الْاُ مِّيَّ الَّذِيْ يَجِدُوْنَهٗ مَكْتُوْبًا عِنْدَهُمْ فِى التَّوْرٰٮةِ وَا لْاِ نْجِيْلِ يَأْمُرُهُمْ بِا لْمَعْرُوْفِ وَيَنْهٰٮهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبٰٓئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ اِصْرَهُمْ وَا لْاَ غْلٰلَ الَّتِيْ كَا نَتْ عَلَيْهِمْ ۗ فَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِهٖ وَعَزَّرُوْهُ وَنَصَرُوْهُ وَ اتَّبَـعُوا النُّوْرَ الَّذِيْۤ اُنْزِلَ مَعَهٗۤ ۙ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

“(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang beruntung.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 157)

Ternyata syarat bagi Bani Israil (Yahudi dan Nasrani) untuk mendapat rahmat Allah adalah harus beriman kepada Rasulullah ﷺ.

Ayat ini adalah bantahan kepada orang-orang liberal yang mengatakan syarat mendapatkan rahmat tidak harus beriman kepada Rasulullah ﷺ.

Beda Nabi dan Rasul

Nabi, adalah orang yang diutus kepada kaum yang tidak menentang (setuju dan perlu dididik.

Rasul, adalah orang yang diutus kepada orang yang menentang

⏩”Syaikh Sa’di :
NABI, ditinjau hubungan dengan Allah adalah orang yang diberi wahyu

Rasul, ditinjau dari hubungannya dengan manusia, yaitu diutus kepada mereka.

▶️Sifat yang ada pada rasul:

1️⃣ Al Ummi = tidak bisa baca dan tulis. Ada 3 pendapat.
A. Nisbah kepada orang Arab yang rata-rata tidak bisa baca dan tulis. Lebih tertumpu pada hafalan. (jaman

B. UMMUL Qura

C. UMI / Nabi lebih terpuji sebagai Ummi.

Mukjizat Nabi ﷺ, mereka tahu Nabi tapi tidak Menghafal.

2️⃣ Menyuruh amar ma’ruf nahi munkar

3️⃣ Menghafal kan yang baik dan mengharamkan yang buruk.

Taurat dan Injil, di dalamnya ada Taurat dan Injil, bukan sekedar nama namun juga sifat-sifat Rasulullah ﷺ.

Yahudi itu syariatnya berat, dan Islam meringankan yang berat-berat tersebut.
Yahudi tidak ridha dengan syariat Islam.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قُلْ يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ اِنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ جَمِيْعًا ٱلَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ ۚ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ يُحْيٖ وَيُمِيْتُ ۖ فَاٰ مِنُوْا بِا للّٰهِ وَرَسُوْلِهِ النَّبِيِّ الْاُ مِّيِّ الَّذِيْ يُؤْمِنُ بِا للّٰهِ وَكَلِمٰتِهٖ وَا تَّبِعُوْهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ

“Katakanlah (Muhammad), “Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 158)

Diantara konsekuensi Nabi terakhir adalah diutus untuk seluruh manusia.
Penjelasan Nabi Muhammad ﷺ adalah utusan terakhir sangat banyak.

Keistimewaan Nabi ﷺ :
Salah satunya adalah Diutus kepada seluruh manusia.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَ مِنْ قَوْمِ مُوْسٰۤى اُمَّةٌ يَّهْدُوْنَ بِا لْحَـقِّ وَبِهٖ يَعْدِلُوْنَ

“Dan di antara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan (dasar) kebenaran dan dengan itu (pula) mereka berlaku adil menjalankan keadilan.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 159)

Diantara kaum ada sedikit kaum yang mendapat pertunjuk (sadar akan kesalahan).

Semoga bermanfaat

##$$-aa-$$##

Tafsir Al A'raf

TAFSIR QS AL A’RAF#19: AYAT 152-156 TAFSIR QS AL A’RAF#21: AYAT 160-166
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?