TAFSIR QS AL AN’AM#1: AYAT 1-12
- TAFSIR QS AL AN’AM#2: AYAT 13-26
- TAFSIR QS AL AN’AM#3: AYAT 27-35
- TAFSIR QS AL AN’AM#4: AYAT 36-47
- TAFSIR QS AL AN’AM#5: AYAT 48-55
- TAFSIR QS AL AN’AM #6: AYAT 56-69
- TAFSIR QS AL AN’AM#1: AYAT 1-12
- TAFSIR QS AL AN’AM#7 : AYAT 70-83
- TAFSIR QS AL AN’AM#8 : AYAT 84-93
- TAFSIR QS AL AN’AM#9 : AYAT 94-101
- TAFSIR QS AL AN’AM#10 : AYAT 102-110
Diterbitkan pertama kali pada: 13-Des-2020 @ 20:45
4 menit membaca📖 TAFSIR QS AL AN’AM#1: AYAT 1-12
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 29 Rabi’ul Akhir 1442H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (zoom)
Surat ini adalah surat Makkiyah, Yang diturunkan sebelum Nabi ﷺ hijrah ke Madinah. Ini surat pertama yang panjang, dan diturunkan sekaligus pada malam hari (Riwayat Ibnu Abbas), dibawa oleh 72 malaikat.
Dinamakan surat Al An’am (ternak), karena Lafazh ini disebut berulang-ulang.
Surat ini berkaitan dengan tauhid, sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh As Sa’di rahimahullah.
Surat ini terkait kaum musyrikin yang sembah berhala, syubhat mereka dan bantahannya.
Allah berfirman,
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَجَعَلَ ٱلظُّلُمَٰتِ وَٱلنُّورَ ثُمَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan gelap dan terang, namun demikian orang-orang kafir masih mempersekutukan Tuhan mereka dengan sesuatu. QS. Al-An’am : 1
Ada 5 surat yang diawali dengan Alhamdulilah, yaitu :Al Fatihah, Al Anam, Al Kahfi, Saba, Fathir….
➡️ Alhamdu, memuji dengan sifat-sifat yang sempurna disertai kecintaan dan pengagungan. Memuji karena sifat-sifat Allah. Asy Syukru, terkait nikmat yang kita rasakan m
➡️ Al wadah, memuji tanpa disertai sifat-sifat sempurna disertai kecintaan dan pengagungan.
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ
Yang berhak dipuji dengan segala kesempurnaan sisi,yaitu Allah..
Bumi dan langit ada tujuh lapis..
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
مَنْ أَخَذَ مِنَ اْلأَرْضِ شَيْئًا بِغَيْرِ حَقِّهِ خُسِفَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَى سَبْعِ أَرَاضِيْنَ
“Barangsiapa mengambil sejengkal tanah (orang lain) secara zhalim, maka kelak Allah himpitkan kepadanya pada hari kiamat (dengan) tujuh lapis bumi”
وَجَعَلَ
➡️Maksudnya ada 3:
Menciptakan
Menjadikan (merubah kondisi).
Memsyariatkan..
ٱلظُّلُمَٰتِ
Ini bentuk jamak, karena kegelapan itu banyak.
وَٱلنُّورَ
Bentuk tunggal, karna kebenaran itu hanya satu.
Dalam ayat ini, ada 4 kegelapan :
Langit, bumi, kegelapan, cahaya, karena suatu ini bicara tauhid… Seperti yang dikenal orang-orang musyrikin saat ini. Segala kesyirikan akan kembali pada hal ini.
ثُمَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ
Menyamakan Allah dengan saingannya..(selain Allah)
Dalam hal peribadatan dan pengagungan.
Allah ﷻ berfirman,
هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن طِينٍ ثُمَّ قَضَىٰٓ أَجَلًا وَأَجَلٌ مُّسَمًّى عِندَهُۥ ثُمَّ أَنتُمْ تَمْتَرُونَ
Dialah yang menciptakan kamu dari tanah yang bercampur air, kemudian Dia menetapkan ajal (kematianmu), dan ajal kedua yang hanya diketahui oleh-Nya. Namun demikian kamu masih meragukannya.QS. Al-An’am : 2
Ini adalah rahasia Allah Subhanahu wa Ta’ala.. Umur dunia / hari akherat, hanya ada Allah yang tahu.
Kenapa disebut dengan :
طِينٍ
Karena setelah jadi tanah , mudah sekali dibentuk manusia lagi.
وَأَجَلٌ مُّسَمًّى عِندَهُۥ
1. Agar ingat hari kebangkitan
Allah berfirman,
وَهُوَ ٱللَّهُ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَفِى ٱلْأَرْضِ يَعْلَمُ سِرَّكُمْ وَجَهْرَكُمْ وَيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُونَ
Dan Dialah Allah (yang disembah), di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu tampakkan dan Allah mengetahui (pula) apa yang kamu kerjakan. QS. Al-An’am : 3
➡️Ada 2 tafsir.
1. Allah adalah ma’luh atau ma’bud Dialah yang disembah.
2. Dialah Allah Yang diatas langit (Arsy).
Meskipun Allah di langit namun tahu kegiatan manusia di bumi.
سِرَّكُمْ
Bisikan ada 2,
1. Ke hati sendiri
2.bisikan cinta sesama.
وَيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُونَ
Allah mengetahui apa kalian kerjakan, sifat umum. Perkara dunia akhirat, kemaksiatan dll.
Allah berfirman, tentang betapa kaum musyrikin adalah pembangkang, padahal bukti sudah didatangkan.
وَمَا تَأْتِيهِم مِّنْ ءَايَةٍ مِّنْ ءَايَٰتِ رَبِّهِمْ إِلَّا كَانُوا۟ عَنْهَا مُعْرِضِينَ
Dan setiap ayat dari ayat-ayat Tuhan yang sampai kepada mereka (orang kafir), semuanya selalu diingkarinya.
QS. Al-An’am : 4
فَقَدْ كَذَّبُوا۟ بِٱلْحَقِّ لَمَّا جَآءَهُمْ فَسَوْفَ يَأْتِيهِمْ أَنۢبَٰٓؤُا۟ مَا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ
Sungguh, mereka telah mendustakan kebenaran (Al-Qur’an) ketika sampai kepada mereka, maka kelak akan sampai kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan.
QS. Al-An’am : 5
Allah sebutkan 3 tingkatan orang kafir.
1. Berpaling
2. Mendustakan kebenaran setelah datang kebenaran
3. Memperlolok… (paling parah)
أَلَمْ يَرَوْا۟ كَمْ أَهْلَكْنَا مِن قَبْلِهِم مِّن قَرْنٍ مَّكَّنَّٰهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مَا لَمْ نُمَكِّن لَّكُمْ وَأَرْسَلْنَا ٱلسَّمَآءَ عَلَيْهِم مِّدْرَارًا وَجَعَلْنَا ٱلْأَنْهَٰرَ تَجْرِى مِن تَحْتِهِمْ فَأَهْلَكْنَٰهُم بِذُنُوبِهِمْ وَأَنشَأْنَا مِنۢ بَعْدِهِمْ قَرْنًا ءَاخَرِينَ
Tidakkah mereka melihat berapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukannya di bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu. Kami curahkan hujan yang lebat untuk mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa-dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan generasi yang lain setelah generasi mereka. QS. Al-An’am : 6
Artinya kaum suku membangkan maka akan dibinasakan,seperti kaum sebelumnya.
وَلَوْ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ كِتَٰبًا فِى قِرْطَاسٍ فَلَمَسُوهُ بِأَيْدِيهِمْ لَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِنْ هَٰذَآ إِلَّا سِحْرٌ مُّبِينٌ
Dan sekiranya Kami turunkan kepadamu (Muhammad) tulisan di atas kertas, sehingga mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka sendiri, niscaya orang-orang kafir itu akan berkata, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”
QS. Al-An’am : 7
Syubhat mereka adalah Muhammad ﷺ tukang sihir.
وَقَالُوا۟ لَوْلَآ أُنزِلَ عَلَيْهِ مَلَكٌ وَلَوْ أَنزَلْنَا مَلَكًا لَّقُضِىَ ٱلْأَمْرُ ثُمَّ لَا يُنظَرُونَ
Dan mereka berkata, “Mengapa tidak diturunkan malaikat kepadanya (Muhammad)?” Jika Kami turunkan malaikat (kepadanya), tentu selesailah urusan itu, tetapi mereka tidak diberi penangguhan (sedikit pun). QS. Al-An’am : 8
وَلَوْ جَعَلْنَٰهُ مَلَكًا لَّجَعَلْنَٰهُ رَجُلًا وَلَلَبَسْنَا عَلَيْهِم مَّا يَلْبِسُونَ
Dan sekiranya rasul itu Kami jadikan (dari) malaikat, pastilah Kami jadikan dia (berwujud) laki-laki, dan (dengan demikian) pasti Kami akan menjadikan mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu.
QS. Al-An’am : 9
Kalau pun Allah turunkan malaikat ke bumi dalam bentuk nyata, kaum musyrikin tetap mencela.
وَلَقَدِ ٱسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِّن قَبْلِكَ فَحَاقَ بِٱلَّذِينَ سَخِرُوا۟ مِنْهُم مَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ
Dan sungguh, beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad) telah diperolok-olokkan, sehingga turunlah azab kepada orang-orang yang mencemoohkan itu sebagai balasan olok-olokan mereka.
QS. Al-An’am : 10
قُلْ سِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ ثُمَّ ٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِينَ
Katakanlah (Muhammad), “Jelajahilah bumi, kemudian perhatikanlah bagai-mana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.” QS. Al-An’am : 11
Boleh kita jalan di daerah bekas adzab Allah untuk mengambil pelajaran.
Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, menceritkan,
لَمَّا مَرَّ بِالْحِجْرِ قَالَ « لاَ تَدْخُلُوا مَسَاكِنَ الَّذِينَ ظَلَمُوا إِلاَّ أَنْ تَكُونُوا بَاكِينَ ، أَنْ يُصِيبَكُمْ مَا أَصَابَهُمْ » . ثُمَّ قَنَّعَ رَأْسَهُ وَأَسْرَعَ السَّيْرَ حَتَّى أَجَازَ الْوَادِىَ
Ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati daerah Hajar, beliau bersabda,
“Janganlah kalian memasuki tempat tinggal orang-orang yang dzalim, kecuali sambil menangis. Karena apa yang menimpa mereka bisa menimpa kalian.”
Lalu beliau menutup kepala beliau dengan kain selendangnya, dan mempercepat perjalanannya, hingga berhasil melewati daerah itu. (HR. Ahmad 5466 dan Bukhari 4419)
Allah berfirman,
قُل لِّمَن مَّا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ قُل لِّلَّهِ كَتَبَ عَلَىٰ نَفْسِهِ ٱلرَّحْمَةَ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ لَا رَيْبَ فِيهِ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
Katakanlah (Muhammad), “Milik siapakah apa yang di langit dan di bumi?” Katakanlah, “Milik Allah.” Dia telah menetapkan (sifat) kasih sayang pada diri-Nya. Dia sungguh akan mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak diragukan lagi. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman.
QS. Al-An’am : 12
Orang yang merugi di hari akhirat, orang-orang telah menjerumuskan diri sendiri dan keluarga. Yaitu orang-orang yang tidak beriman kepada Allah ﷻ.
Semoga bermanfaat,
$$##-aa-##$$

