TAFSIR QS AL AN’AM#4: AYAT 36-47
- TAFSIR QS AL AN’AM#1: AYAT 1-12
- TAFSIR QS AL AN’AM#2: AYAT 13-26
- TAFSIR QS AL AN’AM#3: AYAT 27-35
- TAFSIR QS AL AN’AM#5: AYAT 48-55
- TAFSIR QS AL AN’AM #6: AYAT 56-69
- TAFSIR QS AL AN’AM#4: AYAT 36-47
- TAFSIR QS AL AN’AM#7 : AYAT 70-83
- TAFSIR QS AL AN’AM#8 : AYAT 84-93
- TAFSIR QS AL AN’AM#9 : AYAT 94-101
- TAFSIR QS AL AN’AM#10 : AYAT 102-110
Diterbitkan pertama kali pada: 03-Jan-2021 @ 21:10
6 menit membaca📖 TAFSIR QS AL AN’AM#4: AYAT 36-47
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 13 Jumadil Awal 1442H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (zoom)
Sebab mereka tidak mendengar dakwah Nabi ﷺ adalah hati yang sudah mati.
Hanya orang-orang yang mau mendengar (dan ambil makna) saja yang menerima dakwah Rasulullah ﷺ.
➡️Allah ﷻ berfirman,
إِنَّمَا يَسْتَجِيبُ الَّذِينَ يَسْمَعُونَ وَالْمَوْتَى يَبْعَثُهُمُ اللَّهُ ثُمَّ إِلَيْهِ يُرْجَعُونَ (٣٦)
Hanya orang-orang yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah), dan orang-orang yang mati, kelak akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepada- Nya-lah mereka dikembalikan. QS Al-An’am : 36
Mendengar dengan hati dan mengikuti dakwah Rasulullah ﷺ.
Allah menyamakan mereka yang menolak dengan orang yang mati.
Mereka tidak mau mendengar dan baru sadar setelah mereka mati.
Ini adalah ayat hiburan bagi Rasulullah ﷺ.
➡️ Allah ﷻ berfirman,
وَقَالُوا لَوْلا نُزِّلَ عَلَيْهِ آيَةٌ مِنْ رَبِّهِ قُلْ إِنَّ اللَّهَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنَزِّلَ آيَةً وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لا يَعْلَمُونَ (٣٧)
Dan mereka (orang- orang musyrik) berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepada-Nya (Muhammad) suatu mukjizat dari Rabbnya?” Katakanlah, “Sesungguhnya Allah mampu menurunkan suatu mukjizat, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” QS Al-An’am : 37
Ini adalah sifat-sifat orang pembangkang., ada sejak dulu. Seperti kisah kaum Tsamud yang minta unta dewasa yang hamil keluar dari batu dan Allah wujudkan namun mereka tidak beriman juga.
Dan Al Qur’an sudah cukup sebagai mukjizat bagi Rasulullah ﷺ untuk ditunjukkan kepada orang-orang musyrikin Quraisy.
Banyak mukjizat yang Allah berikan kepada Rasulullah ﷺ tanpa mereka (Quraisy minta)
{وَقَالُوا لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّى تَفْجُرَ لَنَا مِنَ الأرْضِ يَنْبُوعًا (90) أَوْ تَكُونَ لَكَ جَنَّةٌ مِنْ نَخِيلٍ وَعِنَبٍ فَتُفَجِّرَ الأنْهَارَ خِلالَهَا تَفْجِيرًا (91) أَوْ تُسْقِطَ السَّمَاءَ كَمَا زَعَمْتَ عَلَيْنَا كِسَفًا أَوْ تَأْتِيَ بِاللَّهِ وَالْمَلائِكَةِ قَبِيلا (92) أَوْ يَكُونَ لَكَ بَيْتٌ مِنْ زُخْرُفٍ أَوْ تَرْقَى فِي السَّمَاءِ وَلَنْ نُؤْمِنَ لِرُقِيِّكَ حَتَّى تُنزلَ عَلَيْنَا كِتَابًا نَقْرَؤُهُ قُلْ سُبْحَانَ رَبِّي هَلْ كُنْتُ إِلا بَشَرًا رَسُولا (93) }
Dan mereka berkata, “Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kami, atau kamu mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah kebun itu yang deras alirannya, atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana kamu katakan atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami, atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas, atau kamu naik ke langit. Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah kitab yang kami baca.” Katakanlah, “Mahasuci Rabbku, bukanlah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?”
Qs Al Isra 90-93.
❗❗Sebab mukjizat yang kaum musyrikin tidak dipenuhi Allah:
1. Mukjizat yang Allah berikan sudah cukup
2. Tidak ada kewajiban beriman kepada yang ghaib.
3. Terkadang permintaan mereka bukan dalil bahwa Rasulullah ﷺ adalah utusan Allah.
4. Bila dikabulkan, mereka tidak beriman dan menjadi syubhat, dianggap sihir seperti bulan terbelah yang mereka anggap sihir.
Mereka saat meminta pun dengan kesombongan, seakan-akan Rabb Nabi ﷺ bukan Tuhan mereka padahal mereka akui Allah sebagai Tuhan mereka.
➡️Allah berfirman,
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأرْضِ وَلا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ (٣٨)
Dan tidak ada seorang hewan pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan dalam Kitab kemudian kepada Rabb mereka dikumpulkan. QS Al-An’am : 38
Hewan-hewan adalah juga umat, yang samakan adalah alam nya.
Dikumpulkan semua manusia dan hewan dari awal sampai akhir.
Sama dalam hal (ada beberapa tafsir) :
1. Mereka juga diberi rezeki, petunjuk oleh Allah ﷻ
2. Mereka juga bertabiat macam-macam.
3. Bahwasanya kelak mereka akan dibangkitkan di padang Mahsyar dan ada qisas.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Pada Hari Kiamat semua hak akan diberikan kepada ahlinya sehingga kambing yang bertanduk pun akan dituntun untuk menuju kambing yang kurus (untuk membalaskan perbuatan kambing bertanduk yang menanduk kambing kurus ketika di dunia).” (HR. Muslim,)
Allah tunjukkan hewan saja disidang, apalagi manusia.
Setelah qisas hewan dijadikan tanah, namun manusia tidak, masih ada kelanjutan di neraka atau surga.
Dalam QS Al A’raf 7 : 179, Allah menjelaskan :
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”.
➡️ Al kitab dalam ayat ini ada dua tafsir,
1. Lauhil Mafudz.
2. Alqur’an lengkap, semua sudah diajarin. (kaidah dan tafsir sudah cukup)
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin mengatakan, bahkan hewan-hewan tersebut punya bahasa sendiri.
➡️Allah melanjutkan,
وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا صُمٌّ وَبُكْمٌ فِي الظُّلُمَاتِ مَنْ يَشَأِ اللَّهُ يُضْلِلْهُ وَمَنْ يَشَأْ يَجْعَلْهُ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (٣٩)
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah tuli, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barang siapa yang dikehendaki Allah (dalam kesesatan), niscaya disesatkan-Nya. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus.
QS Al-An’am : 39
صُمٌّ
Tuli = pekak, seakan-akan telinganya tersumbat.
وَبُكْمٌ
Tidak mau ungkapkan kebenaran, syetan bisu.
Walid bin Mughirah pun tahu kebenaran perkataan Rasulullah ﷺ, namun kena syubhat dari Abu Jahl dan akhirnya membantah dengan mengatakan sebagai sihir.
Dan Allah masukkan Walid bin Mughirah ke neraka Saqar.
➡️Makna kegelapan
الظُّلُمَاتِ
1. Maknawi, kejahilan, kesesatan dari segala arah
2. Hakiki, di hari kiamat gelap dan sudah berjalan
Hukuman dari berpaling yang pertama adalah berpaling pada selanjutnya (selanjutnya). Allah lakukan ini semua dengan hikmah.
Asyairah (terpengaruh filsafat Yunani) berpendapat tanpa ada tujuan, dan ini bertentangan dengan dalil pada ayat ini, semua yang Allah lakukan adalah ada hikmahnya.
Orang Yunani, hidup dengan mitos Dewa-dewa yang bejat, yang menggulingkan bapak nya, yang zina dengan kakak/adiknya dan juga selingkuh dengan wanita dunia dan lahir hercules.
Dan munculkah para pemikir untuk memperbaiki, namun tanpa wahyu dan berbicara ketuhanan.
Mereka mengatakan untuk kesempurnaan Tuhan maka causa prima harus berkehendak. Makhluk dan Tuhan sama-sama azali. Demi kesempurnaan Tuhan.
Mereka terjebak dengan akal mereka, dan mengharuskan ayat-ayat ditakwil.
➡️Allah ﷻ berfirman,
قُلْ أَرَأَيْتَكُمْ إِنْ أَتَاكُمْ عَذَابُ اللَّهِ أَوْ أَتَتْكُمُ السَّاعَةُ أَغَيْرَ اللَّهِ تَدْعُونَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (٤٠)
Katakanlah (Muhammad), “Terangkanlah kepadaku, jika siksaan Allah sampai kepadamu, atau hari kiamat sampai kepadamu, apakah kamu akan menyeru (tuhan) selain Allah, jika kamu orang yang jujur !” QS Al-An’am : 40
Dalam kondisi terdesak mereka pasti ingat Allah. Mereka pasti akan meninggalkan berhala sesembahan mereka.
بَلْ إِيَّاهُ تَدْعُونَ فَيَكْشِفُ مَا تَدْعُونَ إِلَيْهِ إِنْ شَاءَ وَتَنْسَوْنَ مَا تُشْرِكُونَ (٤١)
(Tidak), hanya kepada-Nya kamu meminta tolong. Jika Dia berkehendak, Dia hilangkan apa (bahaya) yang kamu mohonkan kepada-Nya, dan kamu tinggalkan apa yang kamu persekutukan (dengan Allah). QS Al-An’am : 41
➡️❗
وَتَنْسَوْنَ
Artinya Lupa atau krn meninggalkan, dalam ayat ini maknanya meninggalkan.
Kaum musyrikin Quraisy lebih baik dari kaum musyrikin sekarang :
Dalam kondisi terdesak mereka ingat Allah, dalam perang Badr Abu Jahl ingat Allah.
Kaum musyrikin sekarang dalam kondisi terdesak malah berbuat syirik juga.
Kaum Syiah mereka teriak Yaa Ali, Yaa Husein dll.
Makanya Rasulullah ﷺ membantah mereka dengan pertanyaan yang tidak bisa mereka bantah.
Kondisi terdesak kembali kepada Allah dan Allah kabulkan, ini adalah konsekuensi dari rahmat Allah.
➡️Allah berfirman,
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَى أُمَمٍ مِنْ قَبْلِكَ فَأَخَذْنَاهُمْ بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ (٤٢)
Dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum engkau, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesempitan dan kemudhorotan, agar mereka memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati. QS Al-An’am : 42
Makna,
بِالْبَأْسَاء
Pada harta
وَالضَّرَّا
Pada fisik dan psikis. Ini lebih parah daripada بِالْبَأْسَاء
➡️Allah berfirman,
فَلَوْلا إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا وَلَكِنْ قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٤٣)
Tetapi mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati ketika siksaan Kami datang menimpa mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menjadikan terasa indah bagi mereka apa yang selalu mereka kerjakan. QS Al-An’am : 43
Pandemi ini musibah, bukan hanya natural tapi atas dosa-dosa nya kita lakukan, seharusnya kita kembali kepada Allah, namun sebagian orang malah berbuat maksiat, karena hatinya keras.
➡️❗Hati bisa keras karena musibah kenapa?
Syetan hiasi musibah sebagai suatu natural bukan hukuman dari Allah.
➡️Allah berfirman,
فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ (٤٤)
Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa. QS Al-An’am : 44
➡️Allah berfirman,
قُطِعَ دَابِرُ الۡقَوۡمِ الَّذِيۡنَ ظَلَمُوۡا ؕ وَالۡحَمۡدُ لِلّٰهِ رَبِّ الۡعٰلَمِيۡنَ
Maka orang-orang yang zhalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. QS Al-An’am : 44
قُطِعَ
Musnahkan
دَابِرُ
Yang terakhir.
Allah pun memuji diri-Nya.
Allah berfirman,
قُلۡ اَرَءَيۡتُمۡ اِنۡ اَخَذَ اللّٰهُ سَمۡعَكُمۡ وَ اَبۡصَارَكُمۡ وَخَتَمَ عَلٰى قُلُوۡبِكُمۡ مَّنۡ اِلٰـهٌ غَيۡرُ اللّٰهِ يَاۡتِيۡكُمۡ بِهٖ ؕ اُنْظُرۡ كَيۡفَ نُصَرِّفُ الۡاٰيٰتِ ثُمَّ هُمۡ يَصۡدِفُوۡنَ
Katakanlah (Muhammad), “Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?” Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang (kepada mereka) tanda-tanda kekuasaan (Kami), tetapi mereka tetap berpaling. QS Al-An’am : 46
Orang musyrikin tahu Rububiyah Allah.
نُصَرِّفُ
Allah tunjukkan tanda-tanda kebesaran Nya.
Dengan berbagai model supaya mereka beriman, namun mereka tetap berpaling karena memang tidak mau beriman.
➡️Allah berfirman,
قُلۡ اَرَءَيۡتَكُمۡ اِنۡ اَتٰٮكُمۡ عَذَابُ اللّٰهِ بَغۡتَةً اَوۡ جَهۡرَةً هَلۡ يُهۡلَكُ اِلَّا الۡقَوۡمُ الظّٰلِمُوۡنَ
Katakanlah (Muhammad), “Terangkanlah kepadaku jika siksaan Allah sampai kepadamu secara tiba-tiba atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan (Allah) selain orang-orang yang zhalim?” QS Al-An’am : 47
جَهۡرَةً
Terlihat, terang-terangan.
Semoga bermanfaat.
$$##-aa-##$$

