FiqihUstadz Musa Mulyadi, Lc

KEUTAMAAN DAN AMALAN DI BULAN RAJAB

Diterbitkan pertama kali pada: 29-Jan-2023 @ 08:10

3 menit membaca

*KEUTAMAAN DAN AMALAN DI BULAN RAJAB*
Ustadz Musa Mulyadi, Lc
7 Rajab 1444H/29.01.2023 (Ba’da Subuh)
MASJID AL IKHLAS DUKUH BIMA

🖍️ *KEUTAMAAN*
adalah bulan yang dihormati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, maksudnya Allah menjadikan bulan yang harus diisi dengan ketaatan pada Allah dan jauhi kemaksiatan daripada bulan yang lain.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ مِنْهَاۤ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ ۗ وَقَا تِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَآ فَّةً كَمَا يُقَا تِلُوْنَكُمْ كَآ فَّةً ۗ وَا عْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan Bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 36)

Empat bulan yang Allah haramkan (muliakan) itu dijelaskan dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukharidan Muslim).

🖍️Jadi, empat bulan suci tersebut adalah
(1) Dzulqo’dah;
(2) Dzulhijjah;
(3) Muharram; dan
(4) Rajab.

Rajab disebut Nabi shallallahu alaihi wasallam dengan Mudhor – salah satu kabilah yang melestarikan makna yang sebenarnya dari Rajab.

Kabilah lain sering merubah posisi bulan untuk kepentingan dan hawa nafsu mereka misalnya untuk perang dst.

⛔ Hal ini diikuti oleh orang-orang Islam Liberal yang ingin bulan haji dirubah dan lokasi juga dipindahkan. ❗

Semua ketentuan ini datang dari Allah ﷻ, tidak boleh bertanya kenapa diharamkan karena itu termasuk benih-benih kesesatan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّمَا النَّسِيْٓءُ زِيَا دَةٌ فِى الْكُفْرِ يُضَلُّ بِهِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا يُحِلُّوْنَهٗ عَا مًا وَّيُحَرِّمُوْنَهٗ عَا مًا لِّيُوَا طِـئُــوْا عِدَّةَ مَا حَرَّمَ اللّٰهُ فَيُحِلُّوْا مَا حَرَّمَ اللّٰهُ ۗ زُيِّنَ لَهُمْ سُوْٓءُ اَعْمَا لِهِمْ ۗ وَا للّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْـكٰفِرِيْنَ

“Sesungguhnya pengunduran (bulan haram) itu hanya menambah kekafiran. Orang-orang kafir disesatkan dengan (pengunduran) itu, mereka menghalalkannya suatu tahun dan mengharamkannya pada suatu tahun yang lain, agar mereka dapat menyesuaikan dengan bilangan yang diharamkan Allah, sekaligus mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Oleh setan) dijadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan buruk mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 37)

ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ

Inilah agama yang lurus – benar.

Ibnu Katsir menjelaskan maknanya adalah urutan bulan ini adalah urutan yang tenar.
Maksudnya, itulah syariat yang lurus yang harus diikuti demi menger­jakan perintah Allah sehubungan dengan bulan bulan yang Haram yang  dijadikan-Nya sesuai dengan apa yang telah ditetapkan-Nya di dalam ketetapan Allah yang dahulu.

🖍️ *AMALAN-AMALAN DI BULAN RAJAB*

Di zaman Jahiliyah dahulu, orang-orang biasa melakukan penyembelihan kurban pada tanggal 10 Rajab, dan dinamakan ‘atiiroh atau Rojabiyyah (karena dilakukan pada bulan Rajab). Para ulama berselisih pendapat apakah hukum ‘atiiroh sudah dibatalkan oleh Islam ataukah tidak. Kebanyakan ulama berpendapat bahwa ‘atiiroh sudah dibatalkan hukumnya dalam Islam. Hal ini berdasarkan hadits Bukhari-Muslim, dari Abu Hurairah,

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ فَرَعَ وَلاَ عَتِيرَةَ

“Tidak ada lagi faro’ dan  ‘atiiroh.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Faro’ adalah anak pertama dari unta atau kambing, lalu dipelihara dan nanti akan disembahkan untuk berhala-berhala mereka.

Dalam hadits lain ada riwayat yang menjelaskan ada amalan khusus menyembelih sembelihan di bulan Rajab.

Syaikh Masyhur – mengatakan menyembelih di bulan Rajab adalah sunnah yang ditinggalkan.

Alasan dijadikan sandaran oleh para ulama bahwa Atirah masih disyariatkan adalah riwayat sebagai berikut ;

يا رسول الله إنا كنا نذبح في الجاهلية ذبائح في رجب فنأكل منها ونطعم, فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا بأس بذلك

“Wahai Rasulullah sesungguhnya kami dahulu menyembelih di masa jahiliyah sembelihan di bulan Rajab. Kami memakannya dan mensedekahkannya.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : Tidak mengapa yang demikian itu.” (HR An-Nasa’i)

🖍️ Hadits sebelumnya tidak ada ‘atiirah maksud nya adalah hilangkan kewajiban tapi hanya sunnah bagi yang mampu.

Amalan di bulan haram lebih Allah cintai, dan maksiat lebih Allah murkai (karena pembangkangan yang luar biasa)

🔸Amalan lain yang wajib ditingkatkan adalah sholat Jamaah
🔸Berusaha mengganti hutang puasa (bila ada) di bulan Rajab.

Jika amalan wajib sudah ditunaikan dengan keutamaannya akan ada bonus untuk melakukan amalan sunnah.

Isra Miraj adalah saat turun perintah wajib sholat. Para ulama berselisih pendapat waktu Isra Miraj – apakah bulan Rajab atau Ramadhan.

🔸Amalan lain adalah umrah bagi yang mampu.

Semoga bermanfaat,

##$$-aa-$$##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?