KITAB TAUHID#44- LARANGAN MENCELA MASA
Diterbitkan pertama kali pada: 11-Jul-2020 @ 11:01
3 menit membacaKitab Tauhid bab 44 BARANG SIAPA MENCELA MASA MAKA DIA TELAH MENGANGGU ALLAH
Ustadz Dr Firanda Andirja
24 Jumadil Ula 1441 H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Lanjutan syrik lafal..
Mengganggu = Allah tidak suka dengan ucapan tersebut..
Ad Dahr (Masa), ada 3 makna..
1. Al Abad =abadi
2.waktu yang panjang
Contoh :
هَلْ أَتَىٰ عَلَى ٱلْإِنسَـٰنِ حِينٌۭ مِّنَ ٱلدَّهْرِ لَمْ يَكُن شَيْـًۭٔا مَّذْكُورًا
Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?
Qs Al Insan – 1
3. Setahun
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim)
ضر
Memberi ke mudharatan.
Makhluk tidak mungkin memberi kemudhorotan kepada Allah.
أزى
Gangguan..
Contohnya..
إِنَّ ٱلَّذِينَ يُؤْذُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ لَعَنَهُمُ ٱللَّهُ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًۭا مُّهِينًۭا
Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.
Surat Al-Ahzab (33) Ayat 57
Masa tidak punya iradah..
Renungan Imam Asy-Syafi’i rahimahullah, beliau berkata tentang orang yang mencela zaman :
نَعِيبُ زمانَنا والعيبُ فِيْنا * وَما لِزَمانِنا عَيْبٌ سِوانا
“Kita mencela zaman kita, padahal celaan itu ada pada diri kita sendiri…
Dan zaman kita tidaklah memiliki aib/celaan kecuali kita sendiri”
Contoh
Si fulan ditelan waktu..
Zaman edan…
Firman Allah Subhanahu wata’ala :
وقالوا ما هي إلا حياتنا الدنيا نموت ونحيا وما يهلكنا إلا الدهر وما لهم بذلك من علم إن هم إلا يظنون
“Dan berkata mereka : ‘Kehidupan ini tak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita kecuali masa, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.” (QS. Al Jatsiah, 24).
Ayat ini mengisyaratkan tentang kaum Ad-Dahriahb (kaum yang sandarkan semua kejadian kepada zaman).
Kaum musyrikin terbagi :
1. Yang meyakini adanya Allah tapi mengingkari hari kebangkitan (mayoritas)
2. Yang terpengaruh dengan falasifah dahriah yang bermodel-model,
2.1 Tuhan tidak ada, alam azali dan abadi.
2.2. Tuhan ada
2.2.1 Tuhan memberi aturan alam kepada aflaak (benda2 langit)
2.2.2 setelah mencipta, Tuhan selesai tugas
2.2.3 alam berulang setiap 36.000 tahun
Hukum mencela zaman
1. Mencela zaman sebagai pengatur kejadian
1.1 yang dimaksud dengan zaman adalah zaman itu sendiri (Ad Dahriah), hukum =kekufuran..
1.2 yang dimaksud zaman sebagai pengatur adalah Allah (Sang pengatur zaman), hukum kafir
2. Mencela zaman sebagai waktu bergulirnya kejadian
ظرف الزمان
1. Maksud Mencela zaman bukan mencela Allah.. Contoh : zaman Membinasakan, kita di zaman edan, kekejaman zaman menimpa kita
Hukum asal syirik kecil.. Karena (Ibnul Qayyim), mencela zaman melazimkan kelaziman yang buruk
A. Mencela sesuatu yang tidak pantas dicela, karena zaman tidak berbuat apa-apa, dia hanya tempat bergulirnya kejadian dan peristiwa
B. Melazimkan mencela Allah karena yang mengatur zaman adalah Allah
C. Menyerupai perkataan kaum ad Dahriah yang menyandarkan kejadian kepada zaman.
Sama-sama menyandarkan pengaturan peristiwa kepada zaman..
2. Hanya sekedar menjelaskan kondisi zaman bukan mencela, tidak mengapa..
{وَقَالَ هَذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ}
dan Lut berkata, “Ini adalah hari yang amat sulit.” (Hud: 77)
إِنَّآ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًۭا صَرْصَرًۭا فِى يَوْمِ نَحْسٍۢ مُّسْتَمِرٍّۢ
Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus menerus,
Surat Al-Qamar (54) Ayat 19
{فِي أَيَّامٍ نَحِسَاتٍ}
dalam beberapa hari yang sial. (Fushshilat: 16)
Diriwayatkan dalam shoheh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
“قال الله تعالى : يؤذيني ابن آدم، يسب الدهر، وأنا الدهر أقلب الليل والنهار” وفي رواية : “لا تسبوا الدهر فإن الله هو الدهر”.
“Allah Subhanahu wata’ala berfirman : “Anak adam (manusia) menyakiti Aku, mereka mencaci masa, padahal Aku adalah pemilik dan pengatur masa, Akulah yang membolak balikan siang malam”.
Dan dalam riwayat yang lain dikatakan : “janganlah kalian mencaci masa, karena Allah Subhanahu wata’ala adalah Pemilik dan Pengatur masa.”
Diantara nama Allah adalah Ad-Dahr.
Ada khilaf
1. Ad Dahr bukan nama Allah (jumhur)
2. Ad Dahr termasuk asmaul husna, ini pendapat Abu Hazm..
Yang benar Ad Dahr bukan Asmaul Husna,
Dalilnya :
1. Allah mengatakan Akulah yang membolak balikan…
2. Semua nama Allah adalah ism musytaq bukan jamid. (Isim Musytaq ialah isim yang terjadi atau diambil dari kalimat lain (bisa ditasrif) dan mengandung suatu sifat. Contoh: عَالِمٌ menunjukkan suatu zat (orang) yang disifati dengan ilmu (عِلْمٌ), jadi عَالِمٌ artinya orang yang berilmu.)
3. Kalau Ad Dahr adalah nama Allah maka perkataan kaum Dahriyah (Tidak ada yang Membinasakan kecuali Ad Dahr)
Semoga Bermanfaat…. ditutup dengan doa kafaratul Majelis..
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنتَ أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إليكَ


