TAFSIR AYAT-AYAT PILIHAN-12
*TAFSIR AYAT-AYAT PILIHAN-12*
Karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
4 Shafar 1448H / 19 Juli 2026
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi
🔹 Tafsir Qs Al Baqarah 124
Syekh Muhammad bin Abdul Wahab berkata: Pada firman Allah,
﴿وَإِذِ ٱبۡتَلَىٰٓ إِبۡرَٰهِـۧمَ رَبُّهُۥ بِكَلِمَٰتٖ فَأَتَمَّهُنَّۖ قَالَ إِنِّى جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامٗاۖ قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِىۖ قَالَ لَا يَنَالُ عَهۡدِى ٱلظَّٰلِمِينَ﴾
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman, ‘Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.’ Dia (Ibrahim) berkata, ‘Dan (juga) dari anak cucuku?’ Allah berfirman, ‘(Benar, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zalim’.” (QS. Al-Baqarah: 124)
Beberapa kalimat maksudnya perintah dan larangan.
Karena Ibrahim menjalankan semua perintah, maka Allah jadikan Ibrahim pemimpin, maksud contoh yang baik.
QS. An-Nahl (16): 120
“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan, patuh kepada Allah dan hanif…”
🔸 Terdapat beberapa pelajaran dalam ayat ini:
▸ **Pertama:** Mengetahui bahwa Allah adalah Al-Hakim, Maha bijaksana, tidak meletakkan sesuatu kecuali pada tempatnya. Allah tidak menjadikan Nabi Ibrahim sebagai seorang imam kecuali setelah ia menyempurnakan apa yang diujikan kepadanya.
Diantara Nama Allah adalah Al Hakim, Maha Bijaksana, Menempatkan sesuatu pada tempatnya. Hikmahnya diuji dulu baru dapat kedudukan.
Sebagian ulama ditanya, “Mana yang lebih utama bagi seorang hamba, diuji atau diberikan kedudukan di sisi Allah?” Maka dijawab, “Ujian lebih utama dari kedudukan.”
Seperti firman Allah dalam QS. An-Nur (24): 55.
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ…
“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa…”
(QS. An-Nur: 55)
Hikmah Allah – Ujian dulu baru dapat hadiah/kedudukan.
▸ **Kedua:** Jika para nabi diuji, apakah mereka akan melakukan ujian itu atau tidak? Maka bagaimana lagi dengan manusia biasa?
Kalau para nabi yang kedudukan sangat tinggi masih diuji, apalagi kita yang banyak dosa.
Ujian pada Nabi Musa, Nabi Khadir sampai kampung, mereka menolak Nabi Musa dan Nabi Khadir. Nabi Musa tidak baper… Tidak marah apalagi dai, apalagi kita.
Dalam firman Allah berikut ini,
وَانْطَلَقَا حَتَّىٰٓ إِذَآ أَتَيَآ أَهْلَ قَرْيَةٍ اسْتَطْعَمَآ أَهْلَهَا فَأَبَوْا أَنْ يُضَيِّفُوهُمَا فَوَجَدَا فِيهَا جِدَارًا يُرِيدُ أَنْ يَنْقَضَّ فَأَقَامَهُ ۥ…
“Maka keduanya berjalan; hingga ketika keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka meminta dijamu oleh penduduknya, tetapi mereka tidak mau menjamu keduanya. Kemudian keduanya mendapatkan dinding rumah yang hampir roboh di negeri itu, lalu dia (Khadir) menegakkannya…”
(QS. Al-Kahfi: 77)
▸ **Ketiga:** Pujian Allah kepada Ibrahim karena ia menyempurnakan kalimat-kalimat yang diujikan kepadanya. Ada juga yang mengatakan bahwa Allah tidak menguji seorang pun dengan agama ini lalu berhasil menyempurnakan ujian itu kecuali Ibrahim. Sehingga Allah berfirman tentang Ibrahim,
﴿وَإِبۡرَٰهِيمَ ٱلَّذِى وَفَّىٰٓ﴾
“Dan Ibrahim yang selalu menyempurnakan seluruh perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala .” (QS. Ibrâhîm: 37)
Diantar ujian Nabi Ibrahim :
1. Dimusuhi Ayah dan seluruh kampung
2. Dihadapkan pada Raja.
3. Nabi Ibrahim rela dibakar Karena tauhid. Ibrahim sempat buka baju, maka dari itu beliau Yang pertama diberi pakaian di hari kiamat.
4. Berpisah dengan anak istri
5. Menyembelih anaknya
▸ **Keempat:** Allah mengganjar Ibrahim dengan beberapa hal; di antaranya menjadikan Ibrahim sebagai imam bagi manusia. Ketika beliau mengetahui besarnya pemberian ini, ia meminta kepada Allah untuk diberikan juga kepada keturunannya, dan ini adalah faedah yang kelima.
Yang terbaik adalah ganjaran ukhrawi (akhirat).
Ini dalil bagaimana Nabi Ibrahim perhatian pada anak-anaknya.
Contohnya,
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا…
“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdoa: ‘Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman…’”
(QS. Al-Baqarah: 126)
Contoh doa Ibrahim untuk anak keturunan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
رَبَّنَاۤ اِنِّيْۤ اَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِيْ بِوَا دٍ غَيْرِ ذِيْ زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ ۙ رَبَّنَا لِيُقِيْمُوْا الصَّلٰوةَ فَا جْعَلْ اَ فْـئِدَةً مِّنَ النَّا سِ تَهْوِيْۤ اِلَيْهِمْ وَا رْزُقْهُمْ مِّنَ الثَّمَرٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ
“Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan sholat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.”
(QS. Ibrahim 14: Ayat 37)
Doa Ibrahim untuk keturunan,
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْ ۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan sholat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”
(QS. Ibrahim 14: Ayat 40)
▸ **Keenam:** Allah menjawab Ibrahim bahwa kedudukan ini tidak akan diperoleh oleh orang zalim, walaupun dari keturunan para nabi.
Keturunan Nabi ﷺ ada yang baik dan ada yang dzalim.
Keturunan Ishak, Bani Israil banyak yang jahat.
Diantara keturunan Ismail ada Quraisy.
Ada yang baik yaitu Muhammad ﷺ
Dan ada yang buruk seperti Abu Jahal, Ubay bin Khalaf.
Yang mengatakan orang yang baik, bapaknya pasti baik, anaknya pasti adalah orang Syiah. ❗✅
Baik buruknya keturunan nabi diukur dengan Al Qur’an dan Sunnah.
▸ **Ketujuh:** Hal ini menunjukkan bahwa imamah dalam agama dapat diperoleh selama bukan orang zalim. Sehingga imamah ini bukanlah suatu kekhususan yang tidak bisa digapai orang biasa.
Contoh, imam Bukhari, Imam Muslim bukan orang Arab.
QS. As-Sajdah (32): 24
وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا ۖ وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ
“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka bersabar. Dan mereka meyakini ayat-ayat Kami.”
(QS. As-Sajdah: 24)
Orang yang amal lambat, nasabnya tidak bisa mempercepat amal nya.
Hadits yang dimaksud adalah sabda Nabi ﷺ:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
«مَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ»
“Barang siapa yang amalnya memperlambat dirinya, maka nasabnya tidak akan bisa mempercepatnya.”
(HR. Muslim, no. 2699)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَ تْقٰٮكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
“Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.”
(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 13)
✅ ▸ **Kedelapan:** Mengetahui kedudukan agung yang menjadi sebab Ibrahim dimuliakan, yaitu imamah dalam agama.
> ﴿وَإِذۡ جَعَلۡنَا ٱلۡبَيۡتَ مَثَابَةٗ لِّلنَّاسِ وَأَمۡنٗا وَٱتَّخِذُوْا۟ مِن مَّقَامِ إِبۡرَٰهِـۧمَ مُصَلّٗىۖ وَعَهِدۡنَآ إِلَىٰٓ إِبۡرَٰهِـۧمَ وَإِسۡمَٰعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيۡتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلۡعَٰكِفِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ﴾
“Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Kakbah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, ‘Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang itikaf, orang yang rukuk dan orang yang sujud!’.” (QS. Al-Baqarah: 125)
Artinya maqam Ibrahim juga pernah tawaf.
Terdapat beberapa pelajaran dalam ayat ini:
▸ **Pertama:** Allah menjadikan Kakbah yang dibangun oleh Ibrahim sebagai tempat kembali, meskipun dengan kesulitan yang luar biasa. Dan hal ini termasuk tanda-tanda kekuasaan Allah.
Benar orang kembali ke Kabah butuh perjuangan besar.
Namun orang-orang ingin kembali, ini bukti mukjizat Allah.
Dahulu orang Haji an kondisi susah, berat. Namun bahagia.
Sekarang haji fasilitas bagus tapi banyak yang marah.
Artinya bahagia itu di hati. ✅
▸ **Kedua:** Allah menjadikan Kakbah sebagai tempat yang aman bahkan bagi orang-orang kafir. Dan hal ini termasuk tanda-tanda kekuasaan Allah yang menakjubkan.
Dari dahulu di tanah haram aman. Ini jadi kode etik sejak zaman dahulu. Masuk Mekkah tidak boleh tumpah kan darah.
▸ **Ketiga:** Perintah Allah agar menjadikan maqâm Ibrahim sebagai tempat salat. Hal ini termasuk perintah Allah secara khusus, sehingga seorang yang beriman hendaknya waspada terhadap syubhat Ahli bidah. Karena tidak boleh menjadikan maqâm selain Ibrahim sebagai tempat salat.
Tempat yang jadi tempat sholat hanya Maqom Ibrahim. Ini kekhususan Maqom Ibrahim.
QS. Al-Baqarah (2): 125
وَاتَّخِذُوا مِنْ مَّقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى
“Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat salat.”
(QS. Al-Baqarah: 125)
Hijr Ismail – sebenernya hanya Hijr, artinya pembatas.
▸ **Keempat:** Pada ayat ini terdapat bantahan terhadap Ahlul Kitab yang tidak mengagungkan Ibrahim, padahal terdapat ayat-ayat Allah yang menjelaskan dan ilmu yang mereka miliki tentang hal itu.
Ahlu kitab terdahulu punya ilmu tentang Muhammad, Kabah, Madinah dst.
🔹 ▸ **Kelima:** Disebutkan bahwa Allah mewasiatkan kepada Ibrahim dan Ismail agar mereka berdua menyucikan Kakbah dan sekitarnya untuk orang-orang yang tawaf, itikaf dan salat. Oleh karena hal ini Allah menurunkan,
> ﴿يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلۡمُشۡرِكُونَ نَجَسٞ فَلَا يَقۡرَبُوا۟ ٱلۡمَسۡجِدَ ٱلۡحَرَامَ بَعۡدَ عَامِهِمۡ هَٰذَا﴾
“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis (kotor jiwa), karena itu janganlah mereka mendekati Masjidilharam setelah tahun ini.” (QS. At-Taubah: 28)
Kabah dibangun untuk ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Bukan untuk kesyirikan.
▸ **Kedua:** Dalam ayat ini terdapat bantahan terhadap Ahlul Kitab dan orang-orang musyrik.
Karena ternyata Allah memerintahkan Ibrahim untuk tauhid bukan kesyirikan.
▸ **Ketiga:** Sungguh mengherankan bagaimana kafir Quraisy menyelisihi perintah ini. Mereka tidak menghalau orang-orang untuk mendekati Kakbah kecuali golongan yang diperintahkan untuk menyucikan tempat itu untuk orang tawaf, itikaf dan salat.
❄️ **Keempat:** Allah menyifati orang-orang beriman yang beribadah di Kakbah dengan tawaf, rukuk, sujud, dan itikaf. Hal ini menunjukkan bahwa itikaf itu sendiri merupakan ibadah.
Orang musyrikin dulu itikaf nya di kuburan.
Kisah Dzatu Anwath.
Syariat kita I’tikaf itu di masjid.
❄️ **Kelima:** Kedudukan di sisi Allah hanya bisa diperoleh dengan amal saleh, bukan dengan nasab. Allah ﷻ memerintahkan Ibrahim dan Ismail menyucikan Kakbah untuk mereka yang beribadah, meskipun mereka bukan dari keturunan Ibrahim . Bahkan Allah ﷻ memerintahkan untuk mengusir keturunannya dari Kakbah apabila mereka tidak beriman.
Firman Allah – Kaum Musyrikin najis dan tidak boleh masuk Ka’bah. Qs Taubah.
Orang-orang non arab boleh masuk Kabah dan keturunan orang sholeh yang musyrikin tidak boleh masuk Kabah.
Yang paling mulia adalah orang yang paling takwa.
Semoga bermanfaat,
#ayat-ayat #pilihan #tafsir #Firanda #tauhid #musyrik
##$$-aa-$$##

