This entry is part 11 of 11 in the series Ayat_pilihan
4 menit membaca

*TAFSIR AYAT-AYAT PILIHAN-11*
Karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
27 Muharam 1448H / 12 Juli 2026
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi

🔹 Tafsir surat Al Baqarah. 109-110.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

{وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (109) وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَمَا تُقَدِّمُوا لأنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ (110) }

Sebagian besar Ahli Kitab yang berangan-angan agar mereka dapat mengembalikan kalian kepada kekafiran setelah kalian beriman, karena hasad yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkahlah mereka dan berlapang dada sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Dan dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Dan apa-apa yang kalian usahakan dari kebaikan bagi diri kalian, tentu kalian akan mendapat balasannya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kalian kerjakan.

Ayat Bercerita tentang orang-orang Yahudi yang ingin orang-orang muslim kembali kafir karena hasad yang ada di hati yahudi.

➡️ FAIDAH

▸ **Kesembilan:** Allah ﷻ menangguhkan, tidak melalaikan.

Ini diambil Faidah dari perbuatan kaum yahudi kepada kaum muslimin,yaitu hasad, ingin kaum muslimin kembali kufur.

Padahal para sahabat sangat benci kepada kekufuran.

Allah tidak lalai perbuatan orang yahudi tapi hanya menunda.

Firman Allah,

وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

“Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan qs Al Baqarah ayat 74.

Juga firman Allah, dalam QS. Ibrahim (14): 42

وَلَا تَحْسَبَنَّ ٱللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ ٱلظَّٰلِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ ٱلْأَبْصَٰرُ

“Dan janganlah sekali-kali kamu mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang zalim. Sesungguhnya Allah hanya menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak.”

▸ **Kesepuluh:** Isyarat tentang adanya nasakh sebelum diterapkannya hukum yang mansukh.

Ini dari ayat

وَاصْفَحُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ

dan biarkahlah mereka dan berlapang dada sampai Allah mendatangkan perintah-Nya

Akhirnya datang ayat untuk membalas mereka.

▸ **Kesebelas:** Hiburan bagi orang yang dizalimi dan dihasadi.

Bahwa Nabi ﷺ juga di hasadi. Cara agar tidak sibuk dengan hasad mereka, adalah dengan sibukkan diri dengan beribadah.

Allah memerintahkan untuk sabar dengan lisan tajam mereka.

QS. Al-Hijr (15): 97
وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ
“Dan sungguh, Kami mengetahui bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan.”

Dan Allah perintahkan untuk sholat dan sedekah (ibadah).

وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ

“Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan untuk dirimu, niscaya kamu akan mendapatinya di sisi Allah.”

▸ **Kedua belas:** Peringatan terhadap illat (sebab).

Yaitu hasad nya orang-orang yahudi, yang merasa paling unggul.
Mereka tahu bahwa bangsa Arab yang di dakwahi Nabi ﷺ akan lebih unggul dari pada mereka.

Allah tidak ingin surga bagi orang-orang yang menonjol sendirian.
Orang yang ingin menonjol sendirian berarti ada masalah dalam keimanannya.

▸ **Ketiga belas:** Orang dzalim yang hasad akan dihinakan oleh Allah sampai hari kiamat sebagaimana yang terjadi pada orang-orang Yahudi.

Walaupun saat ini yahudi kelihatan unggul, kelak akan dihinakan. Ini karena hasad sudah jadi darah daging mereka.

Yahudi akan binasa, ada waktunya.

Dan firman-Nya:

﴿إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٖ قَدِيرٞ﴾

“Sungguh, Allah Maha kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah: 109)

Di dalamnya terdapat pelajaran:

▸ **Keempat belas:** Istidlal dengan sifat-sifat Allah atas perbuatan-perbuatan-Nya.

Allah punya sifat Qudrah – Maha Kuasa atas segala sesuatu.

QS. Ad-Dukhān (44): 16

يَوْمَ نَبْطِشُ الْبَطْشَةَ الْكُبْرَىٰ إِنَّا مُنتَقِمُونَ

“(Ingatlah) pada hari ketika Kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya Kami akan memberi pembalasan.”

▸ **Kelima belas:** Istidlal dengan sifat qudrah (kekuasaan) Allah atas perkara yang disangka tidak akan terjadi.

Sifat Allah pasti ada efek bagi makhluk.

Lihatlah kisah saat Nabi Musa dan kaum nya terdesak oleh Firaun dan tentara nya.

Allah Maha Kuasa dan beri solusi yang diluar dugaan. Jadikan laut jalan bagi mereka.

Begitu juga kisah terusirnya Bani Nadhir.

QS. Al-Hasyr (59): 2:

هُوَ الَّذِي أَخْرَجَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِن دِيَارِهِمْ لِأَوَّلِ الْحَشْرِ ۚ مَا ظَنَنتُمْ أَن يَخْرُجُوا ۖ وَظَنُّوا أَنَّهُم مَّانِعَتُهُمْ حُصُونُهُم مِّنَ اللَّهِ فَأَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوا وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ ۚ يُخْرِبُونَ بُيُوتَهُم بِأَيْدِيهِمْ وَأَيْدِي الْمُؤْمِنِينَ فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَارِ

“Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir dari kalangan Ahli Kitab dari kampung halaman mereka pada pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka bahwa mereka akan keluar, dan mereka pun yakin bahwa benteng-benteng mereka dapat melindungi mereka dari (azab) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka, dan Dia menanamkan rasa takut ke dalam hati mereka; mereka menghancurkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah pelajaran, wahai orang-orang yang mempunyai pandangan.”

▸ **Keenam belas:** Istidlal dengan sifat qudrah (kekuasaan) Allah, bahwa sikap memaafkan menjadi sebab kemuliaan bagi yang memaafkan dan kerendahan bagi yang dimaafkan, berbeda dengan apa yang disangka kebanyakan orang.

Lihatlah kemuliaan Nabi ﷺ yang memaafkan karena Allah. Akhirnya dimenangkan oleh Allah.

Ustadz juga membawa kisah Ibnu Taimiyyah saat punya kesempatan untuk membalas (atas dukungan raja) para musuhnya justru memaafkan mereka.
Dan Allah muliakan Ibnu Taimiyyah sampai sekarang.

Syaikh : Adapun istidlal dengan sifat Allah tersebut atas perkara yang didustakan oleh orang-orang jahil karena dianggap mustahil, seperti azab kubur, ash-shirath, mizan dan yang lainnya, atau apa yang terjadi di dunia berupa berbaliknya keadaan dari kaya menjadi fakir dan atau sebaliknya, dari hina menjadi mulia dan sebaliknya, maka hal itu terlalu banyak untuk dihitung.

Akan tetapi termasuk yang pelajaran paling baik dalam ayat ini adalah faedah ketujuh belas, yaitu: Peringatan orang yang paling berilmu terhadap persoalan yang paling rumit dengan firman-Nya,

﴿إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٖ قَدِيرٞ﴾

“Sungguh, Allah Maha kuasa atas segala sesuatu.”

Wallâhu a’lam. Semoga selawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga beliau, dan para sahabatnya, sebanyak-banyaknya; setiap kali orang-orang mengingatnya dan setiap kali orang-orang lalai melalaikan dari mengingatnya.

Apa pun masalah berat bagi Nabi ﷺ, maka selalu berlaku ayat ini.

Semoga bermanfaat,

#tafsir #ayatpilihan #tauhid #albaqarah #hasad #memaafkan #mulia

##$$-aa-$$##

Ayat_pilihan

TAFSIR AYAT-AYAT PILIHAN-10
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?