This entry is part 7 of 7 in the series Ayat_pilihan
4 menit membaca

*TAFSIR AYAT-AYAT PILIHAN-07*
Karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
29 Dzulqaidah 1447H / 14 Juni 2026
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi

🔹 Tafsir surat Al Baqarah

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَمَّا جَآءَهُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ نَبَذَ فَرِيْقٌ مِّنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ ۙ کِتٰبَ اللّٰهِ وَرَآءَ ظُهُوْرِهِمْ كَاَ نَّهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ

“Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul (Muhammad) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, sebagian dari ahlul kitab (yahudi), seakan-akan mereka tidak mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 101)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا تَّبَعُوْا مَا تَتْلُوا الشَّيٰطِيْنُ عَلٰى مُلْكِ سُلَيْمٰنَ ۚ وَمَا کَفَرَ سُلَيْمٰنُ وَلٰـكِنَّ الشَّيٰـطِيْنَ كَفَرُوْا يُعَلِّمُوْنَ النَّا سَ السِّحْرَ وَمَاۤ اُنْزِلَ عَلَى الْمَلَـکَيْنِ بِبَا بِلَ هَا رُوْتَ وَمَا رُوْتَ ۗ وَمَا يُعَلِّمٰنِ مِنْ اَحَدٍ حَتّٰى يَقُوْلَاۤ اِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ۗ فَيَتَعَلَّمُوْنَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُوْنَ بِهٖ بَيْنَ الْمَرْءِ وَ زَوْجِهٖ ۗ وَمَا هُمْ بِضَآ رِّيْنَ بِهٖ مِنْ اَحَدٍ اِلَّا بِاِ ذْنِ اللّٰهِ ۗ وَيَتَعَلَّمُوْنَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ ۗ وَلَقَدْ عَلِمُوْا لَمَنِ اشْتَرٰٮهُ مَا لَهٗ فِى الْاٰ خِرَةِ مِنْ خَلَا قٍ ۗ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهٖۤ اَنْفُسَهُمْ ۗ لَوْ کَانُوْا يَعْلَمُوْنَ

“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa Kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kafir tetapi setan-setan itulah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia, yaitu Harut dan Marut.

Padahal, keduanya (Harut dan Marut) tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, “Sesungguhnya kami hanyalah ujian (bagimu), sebab itu janganlah kafir.”

Maka mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dengan istrinya.

Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan sihirnya kecuali dengan izin Allah. (sihir tidak akan berlaku tanpa izin Allah)

Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Dan sungguh, mereka sudah tahu, barang siapa membeli (menggunakan sihir) itu, niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat.

Dan sungguh, sangatlah buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir, sekiranya mereka tahu.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 102)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَوْ اَنَّهُمْ اٰمَنُوْا وَا تَّقَوْا لَمَثُوْبَةٌ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ خَيْرٌ ۗ لَوْ كَا نُوْا يَعْلَمُوْنَ

“Dan jika mereka beriman dan bertakwa, pahala dari Allah pasti lebih baik, sekiranya mereka tahu.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 103)

Mereka menyangka Sulaiman menulis tapi sebenarnya yang nulis adalah syetan.

Ayat ini menjelaskan kafir nya para penyihir. Dari banyak sisi.
Sulaiman bukan kafir, dan tidak melakukan sihir.

Doa Nabi Sulaiman,

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

“Ya Rabbku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang pun setelahku. Sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi.”
QS shad ayat 35

Nabi Sulaiman menguasai jin tanpa mahar.
Sekretaris nabi Sulaiman adalah ‘Asim.
Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah diganggu jin ifrit.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ عِفْرِيتًا مِنَ الْجِنِّ تَفَلَّتَ عَلَيَّ الْبَارِحَةَ لِيَقْطَعَ عَلَيَّ الصَّلَاةَ، فَأَمْكَنَنِي اللَّهُ مِنْهُ، فَأَخَذْتُهُ، فَأَرَدْتُ أَنْ أَرْبِطَهُ إِلَى سَارِيَةٍ مِنْ سَوَارِي الْمَسْجِدِ حَتَّى تُصْبِحُوا فَتَنْظُرُوا إِلَيْهِ كُلُّكُمْ، فَذَكَرْتُ دَعْوَةَ أَخِي سُلَيْمَانَ: رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي، فَرَدَدْتُهُ خَاسِئًا

“Tadi malam seekor ifrit dari kalangan jin datang menggangguku untuk memutus shalatku. Maka Allah memberiku kemampuan untuk menguasainya. Aku sempat ingin mengikatnya pada salah satu tiang masjid agar pada pagi hari kalian dapat melihatnya. Namun aku teringat doa saudaraku Sulaiman:
‘Ya Rabbku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang pun setelahku.’
HR Bukhari dan Muslim.

Hukum menjadi penyihir adalah kafir, ajarin sihir adalah kafir.

Dalilnya adalah potongan ayat

Padahal, keduanya (Harut dan Marut) tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, “Sesungguhnya kami hanyalah ujian (bagimu), sebab itu janganlah kafir.”

🔹 Terdapat beberapa pelajaran dalam ayat ini :

🔸 ❋ Pertama: sekelompok orang dari kalangan Ahlul Kitab, apabila terjadi suatu persoalan dan mereka ingin menegakkan dalil pada persoalan tersebut, mereka meninggalkan Kitab Allah seakan-akan mereka tidak mengetahuinya, dan mereka berhujah dengan apa yang ada dalam kitab-kitab batil sebagai pembenar amalan mereka. Ini dari ayat 101. Ini sifat sebagian orang Yahudi. Mereka buang ayat-ayat dan Sunnah dan pakai dalil lain (akal, perasaan, fakta dll).

Orang-orang liberal berdalil dengan kelompok-kelompok sesat. Dan dijadikan landasan untuk tafsir hermeneutika.
Produk nya salah satunya – halalkan homoseksual.

Contoh lain – tafsir kebatinan – menurut mereka Firaun = Utsman, dan istri Firaun = Rukhoyah.

🔸 ❋ **Kedua:** Termasuk hal yang mengherankan adalah mereka berhujah dengan hal itu terhadap seorang rasul.

Sudhs tahu salah, tapi mau bantah Rasulullah ﷺ.

🔸 ❋ **Ketiga:** Konteks ayat menunjukkan bahwa mereka sebenarnya mengetahui isi Taurat, yahudi merubah hukum rajam – hanya berlaku untuk orang-orang miskin. Hukuman rajam mereka ala mereka.

Diantara sifat Yahudi : sudah tahu hukumnya tapi pura-pura tidak tahu.

berdasarkan firman Allah ﷺ pada ayat sebelumnya,

﴿وَلَمَّا جَآءَهُمْ رَسُولٌ مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ نَبَذَ فَرِيقٌ مِّنَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلْكِتَٰبَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ وَرَآءَ ظُهُورِهِمْ كَأَنَّهُمْ لَا يَعْلَمُونَ﴾

*”Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul (Muhammad) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, sebagian dari orang-orang yang diberi Kitab (Taurat) melemparkan Kitab Allah itu ke belakang (punggung), seakan-akan mereka tidak tahu.”* (QS. Al-Baqarah: 101)

🔸 ❋ **Keempat:** Perkara-perkara batil terkadang dinisbahkan kepada para nabi secara dusta.

🔸 ❋ **Kelima:** Bahwa kitab-kitab batil terkadang dinisbahkan kepada sebagian orang-orang sidik.

Seperti ilmu sihir yang disandarkan pada Nabi Sulaiman.
Terkadang buku-buku batil disandarkan pada orang-orang baik.

🔸 ❋ **Keenam:** Kitab-kitab batil termasuk yang dibacakan oleh setan-setan pada masa nabi-nabi terdahulu, sebagaimana juga terjadi pada beberapa peristiwa di zaman Nabi ﷺ.

Apa yang dilakukan oleh Yahudi jaman dulu, juga dilakukan sekarang.

🔸 ❋ **Ketujuh:** Bahwa setan-setan mencampurkan kebatilan dengan kebenaran pada masa Sulaiman alaihissalam.

Cara syetan adalah kebaikan dicampur dengan kebatilan.

🔸 ❋ **Kedelapan:** Penjelasan tentang kesesatan orang yang tersesat dari kalangan yang mengaku berilmu sebagaimana yang dimiliki Sulaiman alaihissalam , yaitu orang yang menisbahkan hal itu kepadanya (sihir dan pengendalian jin) dan menganggapnya suatu kebaikan. Atau kesesatan orang yang mencela Sulaiman alaihissalam, sebagaimana banyaknya orang yang tersesat dalam perkara Ali ketika Utsman terbunuh.

Ketika Sulaiman wafat ada dua pihak, yang membela Sulaiman dan yang mencela Sulaiman.
Demikian juga Ali bin Abi Thalib vs Muawiyah dll.

🔸 ❋ **Kesembilan:** Bahwa orang yang melakukan sihir adalah kafir, walaupun ia mengetahui bahwa itu batil.

Mereka tahu hukum kafir tetapi terganggu karena syahwat.

🔸 ❋ **Kesepuluh:** Bahwa setan-setanlah yang mengajarkan sihir kepada manusia.

Bisa lewat mimpi, diarahkan pada buku sihir yang terpendam.

🔸 ❋ **Kesebelas:** Bahwa seorang hamba, meskipun telah mencapai tingkat ilmu setinggi apa pun, hendaknya tidak merasa aman dari makar Allah.

Orang-orang yahudi pintar-pintar. Mereka punya ilmu tapi membuang. Allah gunakan kata نَبَذَ

Jangan merasa aman dengan banyaknya fitnah.

🔸 ❋ **Kedua belas:** Tidak pantas bagi seseorang menghadapkan dirinya kepada satu fitnah karena merasa aman dengan bersandar pada dirinya sendiri. Akan tetapi hendaknya ia memohon keselamatan kepada Allah.

Kita ini lemah iman, jangan coba-coba.
Jangan pede dengan iman kita.

Semoga bermanfaat.

#tafsir iman #tauhid #nabi #ilmu #yahudi #albaqarah #fitnah #syubhat

##$$-aa-$$##

Ayat_pilihan

TAFSIR AYAT-AYAT PILIHAN-06
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?