This entry is part 9 of 9 in the series Ayat_pilihan
9 menit membaca

*TAFSIR AYAT-AYAT PILIHAN-09*
Karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
13 Muharam 1448H / 28 Juni 2026
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi

🔹 Tafsir surat Al Baqarah

Lanjutan.. Faidah QS AL BAQARAH ayat 101-103.

🔹 ❋ **Kedua puluh delapan**: Sihir itu ada dua jenis.

Yaitu :

1. Diajarkan oleh syetan-syetan yang mereka tulis dan diletakkan di kursi Nabi Sulaiman.
2. Sihir yang diajarkan oleh Harut dan Marut, namun mereka memperingatkan untuk tidak belajar sihir, ini adalah ujian. Sedangkan syetan tidak tetapi malah memperdaya. Misal ini sihir putih dst.

Ada pembagian sihir yang lain.
1. Sihir takhyil – sihir khayalan, hakikatnya tidak merubah sesuatu tapi hanya khayalan, seperti yang dialami oleh Nabi Musa.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قَا لَ بَلْ اَلْقُوْا ۚ فَاِ ذَا حِبَا لُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ اِلَيْهِ مِنْ سِحْرِهِمْ اَنَّهَا تَسْعٰى
“Dia (Musa) berkata, “Silakan kamu melemparkan!” Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka dikhayakkan kepada (Musa) seakan-akan ia (ular) merayap cepat, karena sihir mereka.”
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 66)

Dan Nabi Musa pun takut.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَاَ وْجَسَ فِيْ نَفْسِهٖ خِيْفَةً مُّوْسٰى
“Maka Musa merasa takut dalam hatinya.”
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 67)

2. Sihir yang beli pengaruh. Dengan sihir itu suami istri terpisah. Seperti dalam ayat ini.

Sihir yang saling memalingkan disebut sihir shorf (الصرف)

Dan sihir yang menyatukan adalah Al ‘Athfu (ال عطف). Menggandengkan Dua orang yang tidak saling cintai tapi benci.

Imam Syafi’i membagi sihir menjadi dua,
1. Sihir dengan obat-obatan, tidak kerja sama dengan syetan. Tidak syirik dan kufur. Ini sihir secara bahasa.
2. Sihir yang kerjasama dengan syetan, ini hukumnya syirik dan kufur.

Pembagian menurut Imam Syafi’i ini kurang tepat.

🔹 ❋ **Kedua puluh sembilan**: Sihir itu memiliki pengaruh secara nyata, berdasarkan firman Allah ﷻ,

﴿مَا يُفَرِّقُونَ بِهِۦ بَيْنَ ٱلْمَرْءِ وَزَوْجِهِۦ﴾

🔹 *”Apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dengan istrinya.”*

Ini isyarat diantara propaganda para penyihir adalah memisahkan suami istri, ini merusak generasi.

Dari Jabir bin Abdullah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ، ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ، فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً، يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ: فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا، فَيَقُولُ: مَا صَنَعْتَ شَيْئًا، ثُمَّ يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ: مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ، فَيُدْنِيهِ مِنْهُ وَيَقُولُ: نِعْمَ أَنْتَ

“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air, kemudian ia mengirim pasukan-pasukannya. Yang paling dekat kedudukannya dengannya adalah yang paling besar fitnah yang ditimbulkannya. Salah seorang datang lalu berkata, ‘Aku telah melakukan ini dan itu.’ Iblis berkata, ‘Engkau belum melakukan apa-apa.’ Kemudian datang yang lain dan berkata, ‘Aku tidak meninggalkannya hingga aku berhasil memisahkan dia dengan istrinya.’ Maka Iblis mendekatkannya dan berkata, ‘Engkau telah berbuat baik.'” HR. Muslim.

Sakinah, mawadah dan rahmat tanda-tanda kekuasaan Allah dan semua yang mendukung ketiganya adalah diisyaratkan.

Allah berfirman dalam QS. Ar-Rum ayat 21:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri agar kamu memperoleh ketenangan (sakinah) padanya. Dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih (mawaddah) dan sayang (rahmah). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”

Ibadah yang dilakukan Bersama suami istri pahala nya sangat besar. Kerja sama suami istri.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri dan Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا أَيْقَظَ الرَّجُلُ أَهْلَهُ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّيَا أَوْ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ جَمِيعًا كُتِبَا مِنَ الذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ

“Apabila seorang laki-laki membangunkan istrinya pada malam hari, lalu keduanya mengerjakan shalat, atau shalat dua rakaat bersama, niscaya keduanya dicatat sebagai orang-orang yang banyak mengingat Allah (adz-dzakirīnallāha katsīran) dan perempuan-perempuan yang banyak mengingat Allah.”
HR. Abu Dawud nmdan Ibnu Majah

Padahal hanya sholat dua rakaat saja.

Hadits ini berkaitan dengan firman Allah:

وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

“Laki-laki dan perempuan yang banyak mengingat Allah, Allah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.”
(QS. Al-Ahzab: 35)

Contoh lain..

Hadits yang diriwayatkan dari Aus bin Aus Ats-Tsaqafi:

مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاغْتَسَلَ، ثُمَّ بَكَّرَ وَابْتَكَرَ، وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ، وَدَنَا مِنَ الإِمَامِ، وَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ، كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ، أَجْرُ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا

“Barang siapa pada hari Jumat menggauli istrinya sehingga ia memandikannya (atau menyebabkan mandi junub), lalu ia mandi, kemudian berangkat lebih awal, berjalan kaki, mendekat kepada imam, mendengarkan khutbah dan tidak melakukan perbuatan sia-sia, maka setiap langkahnya bernilai pahala seperti amalan satu tahun: puasa dan qiyamnya.”
HR Abu Dawud, Tirmidzi

Contoh lain, baca Qur’an bersama.

Hadits, Rasulullah ﷺ tetap ngobrol dengan istri walaupun istri sedang berhalangan. Dapat pahala sebagaimana taklim.

Contoh lain, istri kalau puasa sunnah harus izin pada suami. Melayani suami lebih diutamakan daripada puasa.

Oleh karena itu wanita lebih mudah masuk surga hanya dengan taat pada suami.

Dari Abdurrahman bin ‘Auf, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا، قِيلَ لَهَا: ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

“Apabila seorang wanita telah mengerjakan shalat lima waktunya, berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya, dan menaati suaminya (dalam perkara yang ma’ruf), maka akan dikatakan kepadanya, ‘Masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau kehendaki.'” HR. Ahmad

Rumah tangga harus ada kendali, dan kendali harus pada suami, istri harus taat.
Istri harus lebih taat pada suami daripada orang tua untuk hal-hal yang baik.

Nabi ﷺ pernah murojaah Al Qur’an sambil duduk di pangkuan Aisyah radhiyallahu anhaa.

Menumbuhkan cinta kasih suami istri itu berpahala sangat besar.

🔹 ❋ **Ketiga puluh**: Nasehat agar bertawakal karena sihir tidak dapat membahayakan siapa pun kecuali dengan izin Allah.

Allah mengarahkan untuk bertawakkal.
Tukang sihir tidak akan bisa menyihir kalau tanda izin Allah.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, memberi contoh tawakal yang kuat..

إِنِّي تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ رَبِّي وَرَبِّكُمْ ۚ مَا مِنْ دَابَّةٍ إِلَّا هُوَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا ۚ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah, Rabbku dan Rabb kalian. Tidak ada satu makhluk melata pun melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya. Sungguh, Rabbku berada di atas jalan yang lurus.” (QS. Hud: 56)

🔹 ❋ **Ketiga puluh satu**: Tentang orang yang mengaku berilmu, yang lebih memilih kitab-kitab sihir daripada Kitab Allah.

Ini terlihat ayat 101 dan selanjutnya.
Yahudi punya ilmu tapi dahulukan kitab sihir daripada Taurat.

As Sa’di : siapa yang tidak ikuti petunjuk maka akan Allah palingkan kepada kesesatan. Orang yang suka tinggalkan sunnah akan suka melakukan bid’ah.

🔹 ❋ **Ketiga puluh dua**: Mereka menentang Kitab Allah ﷻ dengan mengikuti kitab-kitab sihir.

Mereka jadikan kesesatan untuk menentang Allah.

🔹 ❋ **Ketiga puluh tiga**: Mengikuti selain Kitab Allah adalah kesesatan.

Ini jelas.
Al Qur’an dan penjelasan hadits-hadits adalah sempurna.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَاِ نْ لَّمْ يَسْتَجِيْبُوْا لَكَ فَا عْلَمْ اَنَّمَا يَـتَّبِعُوْنَ اَهْوَآءَهُمْ ۗ وَمَنْ اَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوٰٮهُ بِغَيْرِ هُدًى مِّنَ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ

“Maka jika mereka tidak menjawab (panggilan mu), maka ketahuilah bahwa mereka hanyalah mengikuti keinginan mereka. Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti keinginannya tanpa mendapat petunjuk dari Allah sedikit pun? Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”
(QS. Al-Qasas 28: Ayat 50)

🔹 ❋ **Ketiga puluh empat**: Jangan merasa aman terhadap kitab-kitab selain al-Qur’an dan terhadap orang yang menisbahkan diri kepada ilmu dalam urusan agamamu.

Kitab belum semuanya benar.
Jangan merasa aman dengan orang yang merasa berilmu.

Jangan terpedaya.

🔹 ❋ **Ketiga puluh lima**: Bahwa rusaknya para ulama menyebabkan rusaknya rakyat.

Karena masyarakat hanya ikuti ulama.
Kesesatan ulama tidak sama dengan kesesatan orang awam.

Ustadz itu teladan banyak yang akan meniru.

Apalagi ustadz yang menyeru pada kesesatan.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا، وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ، كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

“Barang siapa mengajak kepada petunjuk, maka ia memperoleh pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barang siapa mengajak kepada kesesatan, maka ia menanggung dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” HR Muslim.

🔹 ❋ **Ketiga puluh enam**: Bahwa sihir terjadi pada masa khilafah kenabian, sampai Umar dan yang lainnya memerintahkan untuk membunuh tukang sihir dan tidak meminta mereka bertobat sebagaimana dimintanya tobat dari orang yang murtad.

Zaman Khilafatun Nubuwah – Khulafaur Rasysidin. Yaitu selama 30 tahun.

Penyihir dibunuh tanpa dimintai taubat.
Kalau murtad disuruh taubat dulu dan kalau taubat tidak dibunuh.

🔹 ❋ **Ketiga puluh tujuh**: Hasad adalah sebab penolakan terhadap Kitab Allah.

Ath Thobari – Yahudi sebenarnya mengenal Rasulullah tapi hasad dsn mereka kufur.

Tokoh Huyayy bin Akhtab adalah salah satu pemimpin Yahudi yang paling keras memusuhi Rasulullah ﷺ.

Ada riwayat dari Shafiyyah binti Huyayy radhiyallahu ‘anha. Beliau menceritakan bahwa ketika ayahnya, Huyayy bin Akhtab, dan pamannya, Abu Yasir bin Akhtab, bertemu Rasulullah ﷺ setelah hijrah ke Madinah, keduanya pulang dalam keadaan sedih. Pamannya bertanya:
“Apakah benar dia (Muhammad)?”
Huyayy menjawab:
“Ya, demi Allah.”
Pamannya bertanya lagi:
“Apakah engkau mengenalinya?”
Ia menjawab:
“Ya.”
Lalu pamannya bertanya:
“Lalu apa yang akan engkau lakukan terhadapnya?”

Huyayy menjawab:

عَدَاوَتُهُ وَاللَّهِ مَا بَقِيتُ

“Demi Allah, aku akan terus memusuhinya selama aku masih hidup.”Riwayat ini disebutkan oleh Ibn Ishaq dalam kitab sirahnya.

Hasad itu halangi orang untuk mendapat kebenaran. Ahli kitab merubah kisah nabi, mereka hilangkan kisah nabi Arab (Hud, Muhammad).

🔹 ❋ **Ketiga puluh delapan**: Orang yang hasad dapat membenci orang yang memberi nasihat dan bahkan berusaha untuk membunuhnya.

Ini terjadi pada Nabi ﷺ. Ada tiga kelompok Yahudi Di Madinah. Qainuqa (ingin bunuh Nabi ﷺ , Nadhir (salah satunya adalah ayahnya Syafiyah), Dan Quraidzah.

🔹 ❋ **Ketiga puluh sembilan**: Hasad mendorong seseorang untuk menolak bagiannya dari Allah di dunia dan akhirat.

Yahudi tidak mulia karena hasad pada Nabi ﷺ

🔹 ❋ **Keempat puluh**: Hasad termasuk akhlak orang-orang Yahudi.

Hasad juga akhlak iblis, munafik.

🔹 ❋ **Keempat puluh satu**: Orang yang menjadi sasaran hasad akan diangkat oleh Allah ﷻ di atas orang yang dengki.

Sebagaimana Nabi ﷺ lebih mulia dari pada yahudi.

🔹 ❋ **Keempat puluh dua**: Dengan ketaatan, seseorang dapat memperoleh kebaikan dunia dan akhirat, dan dengan maksiat berlaku sebaliknya.

Yahudi hina karena ikut hawa nafsu.

🔹 ❋ **Keempat puluh tiga**: Di antara orang yang mengaku berilmu ada yang memilih kekufuran daripada iman. Padahal ia mengetahui bahwa orang yang memilih kekufuran tidak memiliki bagian di akhirat sama sekali.

Tau kufur tapi nekat karena hawa nafsu.

🔹 ❋ **Keempat puluh empat**: Pada diri manusia dapat terkumpul dua hal yang bertentangan: mengetahui dan tidak mengetahui.

Misal orang berilmu dan tidak berilmu.
Allah sebutkan orang Yahudi.

🔹 ❋ **Keempat puluh lima**: Penjelasan tentang kerugian orang-orang yang menjual akhiratnya dan penegasan melubernya kebodohan mereka dalam transaksi tersebut.

Diri mereka korbankan untuk sihir.

🔹 ❋ **Keempat puluh enam**: Sebab kesyirikan ini adalah membeli sesuatu yang hina dan remeh berupa perbendaharaan dunia.

Orang sihir untuk jadi pejabat, untuk menang judi dst.

🔹 ❋ **Keempat puluh tujuh**: Karena kecintaan terhadap apa yang mereka jalani dari kehidupan jahiliah dan mabuk cintanya mereka terhadap hal itu, mereka melempar Kitab Allah ke belakang punggung mereka, seakan-akan mereka tidak mengetahuinya.

🔹 ❋ **Keempat puluh delapan**: Yang mendorong mereka kepada perkara-perkara besar ini adalah datangnya suatu perintah dari Allah yang sesuai dengan agama mereka, tetapi bertentangan dengan kebiasaan jahiliah mereka.

Rasulullah ﷺ bawa ajaran yang melarang kebiasaan mereka yang sudah mereka sukai.

🔹 ❋ **Keempat puluh sembilan**: Perbedaan antara mukjizat dan karomah, serta antara apa yang dilakukan oleh syetan sebagai bentuk penyerupaan dan penipuan.

Syetan punya cara menipu, naruh tulisan sihir di kursi Sulaiman.

Karomah dan mukjizat Allah beri tanpa dipelajari. Allah kasih ketika dibutuhkan.

Adapun sihir dipelajari.

🔹 ❋ **Kelima puluh**: Peringatan terhadap ucapan sahabat,

يَا رَسُولَ اللهِ، أَيَأْتِي الْخَيْرُ بِالشَّرِّ؟

*”Wahai Rasulullah, apakah kebaikan itu datang melalui keburukan?”*

Dan jawaban Nabi ﷺ,

((إِنَّ الْخَيْرَ لَا يَأْتِي إِلَّا بِالْخَيْرِ، إِنَّ الْخَيْرَ لَا يَأْتِي إِلَّا بِالْخَيْرِ، إِنَّ الْخَيْرَ لَا يَأْتِي إِلَّا بِالْخَيْرِ، وَلَكِنَّ الدُّنْيَا خَضِرَةٌ حُلْوَةٌ))

*”Sesungguhnya kebaikan tidak datang kecuali dengan kebaikan, sesungguhnya kebaikan tidak datang kecuali dengan kebaikan, sesungguhnya kebaikan tidak datang kecuali dengan kebaikan. Namun, dunia itu hijau lagi manis.”*

Hadits ini tentang pernyataan sahabat.
Kebaikan tidak akan tinggalkan keburukan apabila kebaikan diambil.

Hukum asal dunia itu baik asal tidak berlebihan.

🔹 ❋ **Kelima puluh satu**: Tidak pantas bagi seseorang mengingkari sesuatu yang belum ia ketahui secara utuh. Beberapa kelompok manusia tersesat akibat mendustakan kisah ini karena menyangka
bahwa hal itu bertentangan dengan apa yang mereka ketahui. Dan karena sebab itu pula, sebagian orang berbicara buruk tentang Nabi Allah Sulaiman bin Daud ﷺ.

Ada orang mendustakan karena tidak punya ilmu. Harus chek dulu.

Semoga bermanfaat.

#tafsir #pilihan #tauhid nabi #takwa #zakat #albaqarah

##$$-aa-$$##

Ayat_pilihan

TAFSIR AYAT-AYAT PILIHAN-08
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?