This entry is part 13 of 13 in the series Ayat_pilihan
6 menit membaca

*TAFSIR AYAT-AYAT PILIHAN-13*
Karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
11 Shafar 1448H / 26 Juli 2026
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi

🔹 Tafsir Qs Al Baqarah 126

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

﴿وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِـۧمُ رَبِّ ٱجْعَلْ هَـٰذَا بَلَدًا ءَامِنًا وَٱرْزُقْ أَهْلَهُۥ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ مَنْ ءَامَنَ مِنْهُم بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ قَالَ وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُۥ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُۥٓ إِلَىٰ عَذَابِ ٱلنَّارِ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ﴾

*”Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, ‘Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Mekkah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu siapa di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian,’ Dia (Allah) berfirman, ‘Dan kepada orang yang kafir akan Aku beri kesenangan sementara, kemudian akan Aku paksa dia ke dalam azab neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.’* (QS. Al-Baqarah: 126)

Terdapat beberapa pelajaran dalam ayat ini:

❄️ **Pertama:** Doa Ibrahim agar menjadikan Kota Mekkah sebagai negeri yang aman. Hal ini tidak bertentangan dengan pengharaman Kota Mekkah sejak Allah menciptakan langit dan bumi.

Yaitu menjadi tanah haram.

Datang dalam hadits, Nabi ﷺ mengharamkan tanah Mekkah. Ini maksudnya bukan Nabi Ibrahim yang menjadikan haram. Tapi Allah sudah menetapkan, dan Ibrahim hanya menunjukkan saja.

Tanah haram hanya dua, yaitu Makkah dan Madinah.

Tanah haram tersebut ditetapkan oleh Allah sejak penciptaan langit dan bumi.

Masjidil Aqsha juga bukan wilayah haram.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ:
“إِنَّ مَكَّةَ حَرَّمَهَا اللهُ وَلَمْ يُحَرِّمْهَا النَّاسُ…”

“Sesungguhnya Makkah telah Allah haramkan (sucikan), bukan manusia yang mengharamkannya…”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ada juga hadits tentang doa Nabi Ibrahim ﷺ:

اللَّهُمَّ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ حَرَّمَ مَكَّةَ وَإِنِّي حَرَّمْتُ الْمَدِينَةَ…

“Ya Allah, sesungguhnya Ibrahim telah menjadikan Makkah sebagai tanah haram, dan aku menjadikan Madinah sebagai tanah haram…”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ مَكَّةَ، وَلَمْ يُحَرِّمْهَا النَّاسُ، فَلَا يَحِلُّ لِامْرِئٍ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ يَسْفِكَ بِهَا دَمًا، وَلَا يَعْضِدَ بِهَا شَجَرَةً…

“Sesungguhnya Allah telah menjadikan Makkah sebagai tanah haram, bukan manusia yang mengharamkannya. Maka tidak halal bagi seseorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk menumpahkan darah di dalamnya dan tidak boleh menebang pohonnya…”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain Nabi ﷺ bersabda:

لَا يُعْضَدُ شَوْكُهَا، وَلَا يُنَفَّرُ صَيْدُهَا، وَلَا تُلْتَقَطُ لُقَطَتُهَا إِلَّا لِمَنْ عَرَّفَهَا

“Tidak boleh dipotong durinya, tidak boleh diganggu hewan buruannya, dan barang temuan di sana tidak boleh diambil kecuali oleh orang yang akan mengumumkannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Allah munculkan keharaman Makkah melalui lisan Nabi Ibrahim dan kota Madinah melalui lisan Nabi Muhammad ﷺ.

❄️ **Kedua:** Doa Ibrahim untuk Kota Mekkah dan penduduknya agar diberikan keamanan dan rezeki.

Dalam hadits,

:
عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ مِحْصَنٍ الْأَنْصَارِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا بِحَذَافِيرِهَا

Artinya: “Barang siapa di antara kalian yang memasuki pagi dalam keadaan:
aman di tempat tinggalnya,
sehat badannya,
memiliki makanan untuk hari itu,
maka seakan-akan seluruh dunia telah dikumpulkan untuknya.”
(HR. Tirmidzi , Ibnu Majah)

Dalam ayat lain,

Ayat yang dimaksud adalah doa Nabi Ibrahim ﷺ untuk penduduk Makkah agar diberi rezeki dan dijadikan orang yang bersyukur terdapat dalam QS. Ibrahim ayat 37:

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Artinya: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman-tanaman di dekat rumah-Mu (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami, (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.”
(QS. Ibrahim: 37)

❄️ **Ketiga:** Ayat ini merupakan ayat yang agung karena dikabulkannya doa dalam ayat ini.

Doa Makkah aman, tentram, rezeki banyak, banyak buah-buahan.

❄️ **Keempat:** Pengkhususan doa Ibrahim bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir.

Doa Nabi Ibrahim khusus untuk orang-orang yang beriman, karena rezeki untuk ibadah Kepada Allah.

Namun Allah tambah rezeki itu bukan khusus orang beriman. Orang kafir pun dapat.

❄️ **Kelima:** Firman Allah ﷻ,

﴿قَالَ وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُۥ قَلِيلًا﴾

*”Dia (Allah) berfirman, ‘Dan kepada orang yang kafir akan Aku beri kesenangan sementara…'”*

Ketika Ibrahim berdoa yang berkaitan dengan urusan agama, Allah tidak memberikannya kepada orang zalim dari keturunan Ibrahim. Namun ketika Ibrahim mengkhususkan doa yang berkaitan dengan dunia (keamanan dan rezeki) hanya bagi orang yang beriman, Allah berfirman,

﴿قَالَ وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُۥ قَلِيلًا﴾

*”Dia (Allah) berfirman, ‘Dan kepada orang yang kafir akan Aku beri kesenangan sementara…'”*

Hal itu untuk menjelaskan betapa berbedanya nilai antara dua negeri (dunia dan akhirat).

Ketika Ibrahim minta anak-anak nya beriman , Allah jawab hanya yang baik saja yang beriman.

Ketika Ibrahim minta rezeki khusus orang beriman, Allah beri rezeki kepada semua termasuk orang kafir. Tapi rezeki orang kafir hanya sebentar.

Dunia itu asal kata bermakna hanya sebentar atau hina.

Dalam sebuah hadits,

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ:

مَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ، وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ، وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ، وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهُ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا قُدِّرَ لَهُ

Artinya: “Barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya, maka Allah akan menjadikan kekayaannya berada di dalam hatinya, Allah akan menyatukan urusannya, dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan hina. Dan barang siapa yang menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, maka Allah akan menjadikan kefakiran selalu di hadapannya, mencerai-beraikan urusannya, dan dunia tidak akan datang kepadanya kecuali apa yang telah ditetapkan baginya.”
(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah)

❄️ **Keenam:** Ketika Allah mengabarkan bahwa rasa aman dan rezeki berlaku bagi orang yang beriman dan yang tidak, boleh jadi ada yang memahami bahwa pengabulan doa Ibrahim itu sebagai tolok ukur kemuliaan bagi semuanya. Maka Allah ﷻ menepis anggapan itu dan menjelaskan bahwa jika ahli maksiat merasakan keamanan dan rezeki di Kota Mekkah, maka itu adalah nikmat yang justru akan menyeretnya kepada azab neraka.

Rezeki bagi orang kafir itu bukan pemuliaan, tapi penghinaan.
Sehingga kekayaan bukan ukuran kemuliaan.

Uwais Al Qarni, miskin tapi paling mulia diantara para tabiin.

Kenikmatan dunia orang kafir akan dilupakan bila masuk neraka.

Rasulullah ﷺ bersabda,

“Pada hari kiamat akan didatangkan orang yang paling banyak mendapatkan kenikmatan di dunia dari penghuni neraka, lalu ia dicelupkan sekali ke dalam neraka. Kemudian dikatakan kepadanya: ‘Wahai anak Adam, apakah engkau pernah melihat kebaikan (kenikmatan) sedikit saja? Apakah pernah merasakan kenikmatan sedikit saja?’ Ia menjawab: ‘Tidak, demi Allah wahai Rabbku.’”

Orang yang paling sengsara di dunia dari penghuni surga akan dicelupkan sekali ke dalam surga, lalu ditanya apakah pernah merasakan kesengsaraan. Ia menjawab: “Tidak, demi Allah, aku tidak pernah merasakan kesengsaraan sedikit pun.”
(HR. Muslim)

❄️ **Ketujuh:** Bertempat tinggal di Kota Mekkah, sebagaimana ia punya efek memberi manfaat bagi orang yang taat, maka ia juga punya efek membahayakan bagi ahli maksiat,

berdasarkan firman Allah ﷻ,

﴿ثُمَّ أَضْطَرُّهُۥٓ إِلَىٰ عَذَابِ ٱلنَّارِ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ﴾

*”Kemudian akan Aku paksa dia ke dalam azab neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.”*

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur’an:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ الَّذِي جَعَلْنَاهُ لِلنَّاسِ سَوَاءً الْعَاكِفُ فِيهِ وَالْبَادِ ۚ وَمَن يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُّذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka yang menghalangi manusia dari jalan Allah dan dari Masjidil Haram yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di sana maupun di luar, dan siapa saja yang bermaksud melakukan kejahatan secara zalim di dalamnya, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebagian siksa yang pedih.”
(QS. Al-Hajj: 25)

Dosa di tanah haram, tidak dilipatgandakan tapi di besarkan kualitas nya.

Sehingga beberapa sahabat tidak mau tinggal di Makkah karena takut kualitas dosa dibesarkan.

Oleh karena hal ini Ibnu Abbas berpindah dari Mekkah ke Thaif. Juga Umar bin Abdul Aziz, Abdullah bin Amr bin Ash juga tidak mau tinggal di Mekkah.

Sehingga orang jahat di Makkah sangat jahat, karena hati cepat mati.

Maksiat di tanah haram, hati cepat hitam.

❄️ ❄️ ❄️

Firman Allah.

﴿وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَٰهِـۧمُ ٱلْقَوَاعِدَ مِنَ ٱلْبَيْتِ وَإِسْمَـٰعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّآ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ ۝ رَبَّنَا وَٱجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَآ أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَآ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ﴾

*”Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), ‘Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha mendengar, Maha mengetahui’.*

*Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu, dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan (ibadah) haji kami, dan terimalah tobat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha penerima tobat, Maha penyayang.”* (QS. Al-Baqarah: 127-128)

Pekerjaan membangun Kabah itu berat karena hanya dikerjakan berdua Ibrahim dan Ismail. Setiap satu batu mereka berdoa supaya amalan nya diterima.
Mereka takut tidak ikhlas.

Terdapat beberapa pelajaran dalam ayat ini:

▸ **Pertama:** Penegasan bahwa Ibrahim dan Ismail ﷺ membangun Kakbah.

Ayat jelas menyatakan bahwa yang bangun Kabah hanya dua orang.

▸ **Kedua:** Keagungan dan kebesaran Allah dalam hati orang-orang yang mengenal-Nya. Hal ini terlihat dari doa Ibrahim dan Ismail ﷺ agar amalan mereka diterima.

Sebagian salaf ketika membaca ayat ini, mereka menangis dan berkata,

*”Bagaimana mungkin seorang Khalilurrahman yang meninggikan fondasi rumah Allah ﷻ, namun tetap khawatir kalau amalannya tidak diterima?”*

Ibrahim dan Ismail yang pasti Ikhlas saja takut amalannya tidak diterima, maka kita harus rajin berdoa supaya amalan kita diterima.

Kita harus waspada, jangan sok ikhlas, usahakan untuk semampu mungkin menyembunyikan amalan.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam sebuah hadits,

عَنْ الزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ:
“مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَكُونَ لَهُ خَبِيئَةٌ مِنْ عَمَلٍ صَالِحٍ فَلْيَفْعَلْ.”

“Barang siapa di antara kalian mampu memiliki amal kebaikan yang tersembunyi, maka hendaklah ia melakukannya.”
HR Al Bazzar.

Semoga bermanfaat.

#tafsir #pilihan #makkah #tanahharam #hati #mati

##$$-aa-$$##

Ayat_pilihan

TAFSIR AYAT-AYAT PILIHAN-12
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?