KAIDAH-KAIDAH Kehidupan Dalam Al-Qur’an #9
- KAIDAH-KAIDAH Kehidupan Dalam Al-Qur’an #1
- KAIDAH-KAIDAH Kehidupan Dalam Al-Qur’an #2
- KAIDAH-KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN BAGIAN#3
- KAIDAH-KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN BAGIAN-4
- KAIDAH-KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN BAGIAN-5
- KAIDAH-KAIDAH Kehidupan Dalam Al-Qur’an #9
- KAIDAH-KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN BAGIAN-6
- KAIDAH-KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN BAGIAN-7
- KAIDAH-KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN BAGIAN-8
- KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN #10
Diterbitkan pertama kali pada: 24-Jan-2021 @ 15:02
9 menit membaca📖 KAIDAH-KAIDAH Kehidupan Dalam Al-Qur’an #9
👤Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
🗓️ 8 Jumadil Akhir 1442H
Kita lanjutkan
➡️ Kaidah32: bertakwalah kepada Allah semampu kalian
فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ
Maka bertakwalah kamu kepada Allah semampu kalian.
Ternyata ini berkaitan dengan muamalah dengan keluarga dan harta..
Ayat sebelumnya, Allah Azza wa Jalla berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [At-Taghabun/64:14]
Maksudnya istri/anak terkadang menghalangi amal sholeh. Seperti saat akan sedekah, jihad istri/anak menghalangi.
Kadang timbul pelit dan penakut karena mikir anak-anak…
Rasulullah ﷺ bersabda:
إن الولد مبخلة مجبنة مجهلة محزنة
“Sesungguhnya anak menjadi penyebab sifat pelit, pengecut, bodoh dan sedih.” (HR. Hakim dan Thabrani, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Al Jami’ hadits no. 1990)
Allah ingatkan
فَاحْذَرُوهُمْ
Maka waspadalah..
Jangan sampai saat urus anak istri kita semakin jauh dari Allah.
Kadangkala anak dan istri :
– sebabkan lalai urus orang tua
– sebab pertengkaran keluarga
Dst
Namun jika mereka halangi kita dari ketakwaan kepada Allah (jadi musuh) maka kita maafkan dan lapang dada ..karena mereka (istri dan anak) ada kekurangan..
Allah ingatkan lagi,
إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۚ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. [At-Taghabun/64:15]
فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ
Maka bertakwalah kamu kepada Allah semampu kalian
Inilah ayat yang inti. Artinya kita diperintahkan oleh Allah untuk sikapi anak dan istri dengan ketakwaan kepada Allah.
Ayat ini juga mencakup keumuman meskipun aslinya berkaitan dengan muamalah dengan istri dan anak.
مَا
Di ayat ini maknanya umum.
Bertakwalah kepada Allah dimanapun dan kapanpun kamu berada
Bila tidak mampu maka gugur kewajiban.. Kaidah bertakwa semampu kita bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, contohnya :
🔸Belum tentu mampu mendidik anak istri menjadi sholeh (beda dengan lalai, bila lalai maka kita cela diri sendiri)
🔸Bila mampu maka bersuci dengan air, bila tidak mampu maka dengan debu (tayamum), bila tidak mampu karena sakit bila kena debu maka tanpa wudhu atau tayamum. Begitu juga petugas kesehatan dengan APD, boleh sholat tanpa wudhu bila pasien sangat banyak dan kuatir terkena virus.
🔸Juga saat di pesawat, tidak ada air dan tidak ada debu maka boleh sholat tanpa wudhu / tayamum
🔸Seperti ketika sholat, bila tidak mampu berdiri maka duduk,,bila tidak mampu duduk maka berbaring, dst…
🔸Para nabi juga dakwah semampunya sesuai rambu-rambu. Tidak bisa mencapai apa yang mereka inginkan.
Dengan anak istri, jangan sampai terjebak diluar rambu syariat.
وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ
“Dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri” (QS. Al-Hujuraat [49]: 11).
🔸Saat puasa, menahan diri.. Bila tidak kuat maka boleh tidak puasa dan diganti dengan fidyah.
🔸Bila karena udzur tua, haji tidak bisa maka boleh membayar orang untuk hajikan dirinya.
🔸Saat manasik haji bila saat harus tidur di Mina sudah full maka boleh tidur di sekitar Mina atau boleh di Mekah.
🔸Saat ingkari kemungkaran.
Nahimungkar semampunya, Dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ ، فَإِنَ لَـمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْـمَـانِ
Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya (kekuasaannya-tugas penguasa, bila penguasa tidak lakukan bukan berarti kita ambil alih);
jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya ; dan jika ia tidak mampu juga, maka dengan hatinya (merasa tidak senang dan tidak setuju), dan demikian itu adalah selemah-lemah iman.HR Muslim.
Tapi istri dan anak itu dibawah kekuasaan kita.
🔸Terkait nafkah yang wajib, bila tidak mampu maka kewajibannya bagi anak dan istri. Allah tidak mencelanya.
🔸Dalam kaidah menempuh mudhorot yang lebih ringan, saat pilihan RT atau Rw dan yang lebih luas, kita memilih yang lebih baik (lebih deket kepada Allah), kalau tidak bisa memilih maka jangan paksa diri untuk memilih.
➡️ Kaidah33 : bertakwalah sebagaimana diperintahkan
Allah ﷻ berfirman,
فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ
Tetaplah istiqomah, sebagaimana diperintahkan kepadamu QS Hud ayat 112.
Ini sangat berat, untuk dikerjakan karena kita sering dikalahkan oleh hawa nafsu, oleh dunia.
Maka nya seorang sahabat, Sufyan bin Abdillah mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan berkata: “Wahai Rasulullah, ajarilah aku satu perkataan yang jelas dan cakupannya luas dalam Islam sehingga aku tidak perlu menanyakan lagi kepada selain engkau.” Yaitu kata-kata yang mencakup inti dan pokok dari semua persoalan.
Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyampaikan suatu wasiat kepadanya:
قُلْ آمَنْتُ باللهِ ثُمَّ استَقِمْ
“Katakanlah: ‘aku beriman kepada Allah’,”
HR. Muslim.
Ini yang susah. Kalau hanya mengatakan Aku Beriman semua orang bisa. Untuk bertahan bertakwa itu susah.
Maka nya Ibnu Taimiyyah mengatakan bahwa seagung-agungnya karomah adalah melazimi istiqomah.
▶️Inilah wali Allah yang sesungguhnya, tetap istiqomah dalam Ketaatan kepada Allah ditengah banyak fitnah seperti saat ini.
Dalam hadits Qudsi,
وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيهِ ، وَمَا يَزالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإِذَا أحْبَبْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يَبْطِشُ بِهَا ، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإنْ سَألَنِي أعْطَيْتُهُ ، وَلَئِن اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ
Dan tidaklah seorang hamba mendekat kepada-Ku; yang lebih aku cintai daripada apa-apa yang telah Aku fardhukan kepadanya. Hamba-Ku terus-menerus mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku pun mencintainya. Bila Aku telah mencintainya, maka Aku pun menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia pakai untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan menjadi kakinya yang ia pakai untuk berjalan. Bila ia meminta kepada-Ku, Aku pun pasti memberinya. Dan bila ia meminta perlindungan kepada-Ku, Aku pun pasti akan melindunginya.” HR Bukhari
Ia bisa jaga : pandangan, lisan, hati… Inilah yang berat.
❕Hal2 yang harus diperhatikan untuk istiqomah :❗
1️⃣ Istiqomah itu butuh kesabaran karena jalan yang menyesatkan begitu banyak.
Istiqomah sering membuat orang bosan, sedangkan maksiat itu variatif.
Sehingga kita harus berdoa, meminta pertolongan kepada Allah.
{اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6) }
Tunjukilah kami jalan yang lurus
Salah satu maknanya adalah bila sudah lurus maka minta ditetapkan diatas nya.
Karena kesesatan itu sangat mudah dijumpai di sekitar kita.
Dalam sebuah hadits riwayat Ahmad disebutkan bahwa di atas pintu kesesatan itu ada kain yang terurai, sangat mudah bila pintu itu dibuka.
Orang yang bisa jaga diri dalam istiqomah maka Allah akan mencintainya.
2️⃣ Bersama orang-orang sholeh.
فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ
Maka tetaplah kamu istiqomah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) kepada orang yang telah tobat beserta kamu
Ini isyarat bahwa istiqomah itu perlu teman.
Allah jelas kan,
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; lQS Al-Kahfi:28.
Butuh kawan sejati supaya ada yang menegur kita bila kita melakukan kesalahan.
Kawan yang kita lihat ingatkan kita akan akhirat.
3️⃣ Perlu untuk istiqomah kan hati dan lisannya
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لَا يَسْتَقِيمُ إِيمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيمَ قَلْبُهُ ، وَلَا يَسْتَقِيمُ قَلْبُهُ حَتَّى يَسْتَقِيمَ لِسَانُهُ
“Tidaklah istiqomah iman seorang hamba sampai istiqomah hatinya, dan tidaklah istiqomah hatinya sampai istiqomah lisannya” (HR. Imam Ahmad dan dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani).
Jaga lisan karena lisan punya pengaruh di hati.
Allah berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا (70) يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ (71)
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Qs Al Ahzab 70-71.
Maka penting untuk jaga lisan, tidak mudah berkomentar, nyinyir❗
perhatikan istiqomah dalamnya, berusaha
Memperbaiki diri luar dan dalam.
4️⃣ Kalau lakukan kesalahan segera balik
Kita berusaha istiqomah – ada istighfar ada taubat.
Perlu perjuangan, perlu kawan..
➡️ Kaidah34 – Apapun yang kita lakukan semua ada perhitungannya
Allah berfirman,
{فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ}
Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (Az-Zalzalah: 7-8)
Dzarrah = ungkapan yang menyatakan sesuatu yang sangat kecil, ringan..yang tidak kebaca oleh manusia namun di sisi Allah terdeteksi.
Jangan remehkan kebaikan sedikitpun
Nabi ﷺ bersabda,
وَلاَ تَحْقِرَنَّ شَيْئًا مِنَ الْمَعْرُوفِ وَأَنْ تُكَلِّمَ أَخَاكَ وَأَنْتَ مُنْبَسِطٌ إِلَيْهِ وَجْهُكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنَ الْمَعْرُوفِ
“Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun walau hanya berbicara kepada saudaramu dengan wajah yang tersenyum kepadanya. Amalan tersebut adalah bagian dari kebajikan.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)❗
Kita tidak tahu amalan kita yang mana yang ikhlas yang membuat kita masuk surga.
Contohnya, seorang wanita pezina yang kasih minum anjing kehausan. Gara-gara amalan ini Allah ampuni dosanya dan masuk surga.
✔️Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dari Rasulullah ﷺ , beliau ﷺ bersabda,
غُفِرَ لِامْرَأَةٍ مُومِسَةٍ مَرَّتْ بِكَلْبٍ عَلَى رَأْسِ رَكِيٍّ يَلْهَثُ قَالَ كَادَ يَقْتُلُهُ الْعَطَشُ فَنَزَعَتْ خُفَّهَا فَأَوْثَقَتْهُ بِخِمَارِهَا فَنَزَعَتْ لَهُ مِنْ الْمَاءِ فَغُفِرَ لَهَا بِذَلِكَ
“Seorang wanita pezina telah mendapatkan ampunan. Dia melewati seekor anjing yang menjulurkan lidahnya dipinggir sumur. Anjing ini hampir saja mati kehausan, (melihat ini) si wanita pelacur itu melepas sepatunya lalu mengikatnya dengan penutup kepalanya lalu dia mengambilkan air untuk anjing tersebut. Dengan sebab perbuatannya itu dia mendapatkan ampunan dari Allâh Azza wa Jalla. HR Bukhari.
Juga seorang yang masuk surga hanya menyingkirkan gangguan di jalan.
✔️Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَرَّ رَجُلٌ بِغُصْنِ شَجَرَةٍ عَلَى ظَهْرِ طَرِيْقٍ، فَقَالَ: وَاللَّهِ لَأُنَحِّيَنَّ هَذَا عَنْ الْمُسْلِمِيْنَ لَا يُؤْذِيْهِمْ، فَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ.
Dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan: “Ada seseorang melewati sebuah pohon yang ada di tengah jalan, lalu ia berkata: ‘demi Allah, aku benar-benar akan menyingkirkannya dari kaum muslimin agar tidak mengganggu mereka,’ lalu orang itu dimasukkan ke dalam surga.” (HR. Muslim)
Maka bila ada niat amal baik, segera lakukan.
❗❗Sebaliknya jangan juga meremehkan perbuatan dosa yang kecil.
Ada wanita yang masuk neraka gara-gara kucing.
✅Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Seorang perempuan disiksa gara-gara seekor kucing. Dia mengurung kucing itu sampai mati. Karena itulah dia masuk neraka. Perempuan itu tidak memberi makan dan minum kepadanya -tatkala dia kurung-. Dan dia pun tidak melepaskannya supaya bisa memakan serangga atau binatang tanah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Wanita itu mendzalimi kucing (bukan kepada manusia)
Aisyah radhiyallahu anha sering sedekah bahkan hanya dengan sebutir kurma.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
فَاتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ
“Jagalah diri kalian dari neraka meskipun hanya dengan sedekah setengah biji kurma. Barangsiapa yang tak mendapatkannya, maka ucapkanlah perkataan yang baik.” (HR. Bukhari dan Muslim)
*Yang penting ikhlas.
Jangan pernah tunda kebaikan.*
Semua kebaikan dan keburukan kita dicatat oleh malaikat.
يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍۢ مَّا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍۢ مُّحْضَرًۭا وَمَا عَمِلَتْ مِن سُوٓءٍۢ تَوَدُّ لَوْ أَنَّ بَيْنَهَا وَبَيْنَهُۥٓ أَمَدًۢا بَعِيدًۭا ۗ وَيُحَذِّرُكُمُ ٱللَّهُ نَفْسَهُۥ ۗ وَٱللَّهُ رَءُوفٌۢ بِٱلْعِبَادِ
Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh; dan Allah memperingatkan kamu terhadap siksa-Nya. Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.
QS Ali-Imran (3) Ayat 30
Allah lah yang kasih pahala bukan orang lain.
➡️ Kaidah35 : Jika sudah selesai lanjutkan kegiatan
Syariat menginginkan kita memanfaatkan waktu. Jangan bengong.
Allah berfirman,
فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ (7) وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ (8)
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. Al-Insyirah, ayat 7-8
Hasan Al-Bashri rahimahullah mengatakan,
ابن آدم إنما أنت أيام كلما ذهب يوم ذهب بعضك
“Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari/waktu. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.” (Hilyatul Awliya’, 2: 148)
Semakin berkurang maka akan semakin habis.
Banyak tayangan / share yang menghabiskan umur kita,
Banyak yang menjerumuskan pada kemaksiatan gara-gara kepo.
Allah berfirman, Bila sudah selesai urusan maka carilah yang teruskan dengan yang bermanfaat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan dalam suatu haditsnya,
احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَعْجَزْ
“Bersemangatlah engkau terhadap sesuatu yang bermanfaat bagimu, dan mintalah bantuan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, janganlah melemah.” (HR. Muslim)
Kita berusaha semua kegiatan yang bermanfaat, berpahala.
❗Selalu lakukan kegiatan yang bermanfaat, niatkan karena Allah. Jangan bengong, depan medsos
Ibnu Mas’ud berkata, “Aku sangat benci orang yang tidak ada kegiatan, baik perkara dunia maupun akhirat.” (cuma bengong, main hape).
Para Ulama mengatakan, “Melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat bagi dunia dan akhirat adalah kebodohan”.
Intinya, selalu cari kegiatan yang bermanfaat bukan bengong.
Semoga bermanfaat.
##$$–$$##

