TAFSIR QS AL AN’AM #6: AYAT 56-69
- TAFSIR QS AL AN’AM#1: AYAT 1-12
- TAFSIR QS AL AN’AM#2: AYAT 13-26
- TAFSIR QS AL AN’AM#3: AYAT 27-35
- TAFSIR QS AL AN’AM#4: AYAT 36-47
- TAFSIR QS AL AN’AM#5: AYAT 48-55
- TAFSIR QS AL AN’AM #6: AYAT 56-69
- TAFSIR QS AL AN’AM#7 : AYAT 70-83
- TAFSIR QS AL AN’AM#8 : AYAT 84-93
- TAFSIR QS AL AN’AM#9 : AYAT 94-101
- TAFSIR QS AL AN’AM#10 : AYAT 102-110
Diterbitkan pertama kali pada: 17-Jan-2021 @ 23:25
8 menit membaca📖 TAFSIR QS AL AN’AM#6: AYAT 56-69
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 5 Jumadil Akhir 1442H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (zoom)
Kita lanjutkan..
Pada pertemuan sebelumnya orang-orang musyrikin merayu Rasulullah ﷺ untuk mengusir orang-orang miskin dari kajian Nabi ﷺ namun tidak dituruti oleh Rasulullah ﷺ.
✳️Allah berfirman,
قُلْ إِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَعْبُدَ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۚ قُلْ لَا أَتَّبِعُ أَهْوَاءَكُمْ ۙ قَدْ ضَلَلْتُ إِذًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُهْتَدِينَ
Katakanlah: “Sesungguhnya aku dilarang menyembah yang kalian sembah selain Allah”. Katakanlah: “Aku tidak akan mengikuti hawa nafsumu, sungguh tersesatlah aku jika berbuat demikian dan tidaklah (pula) aku termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk”.
QS Al-An’am Ayat 56
الَّذِينَ تَدْعُونَ
Allah menggunakan kata ini untuk menjelaskan orang-orang yang kalian sembah selain Allah.
Yang mereka sembah adalah perwakilan orang-orang sholeh untuk dijadikan perantara oleh mereka untuk menyembah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
الَّذِينَ
Adalah ism mausul untuk yang berakal.
Seperti Latta : saat hidup suka membagi makanan bagi jamaah haji, dan saat meninggal dikultuskan kemudian dibangunkan patung di atas kuburannya untuk disembah.
Sebagaimana kaum Nabi Nuh,
وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا
Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa’, yaghuts, ya’uq dan nasr”.
Qs Nuh : 23.
Sehingga meskipun mereka sembah patung namun dianggap perwakilan orang-orang sholeh.
Katakanlah: “Aku tidak akan mengikuti hawa nafsumu, sungguh tersesatlah aku jika berbuat demikian dan tidaklah (pula) aku termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk
Ini adalah sikap tegas Rasulullah ﷺ dalam menolak ide mereka untuk ajak Nabi ﷺ sembah berhala.
Ide mereka hanyalah hawa nafsu, yang sesuai mereka suka. Itulah cara beragama mereka.
وَمَا أَنَا مِنَ الْمُهْتَدِينَ
dan tidaklah (pula) aku termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk, ini benar-benar penafian terhadap ajakan kaum musyrikin tersebut.
✳️Allah berfirman,
قُلْ إِنِّي عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّي وَكَذَّبْتُمْ بِهِ ۚ
Katakanlah: “Sesungguhnya aku berada di atas petunjuk dari Rabbku, sedang kamu mendustakannya. QS Al-An’am Ayat 57
بَيِّنَةٍ
Hujjah yang jelas, yaitu Al Qur’an.
✅Ada permintaan mereka yang tersirat:
1. Meminta Nabi Muhammad ﷺ untuk menyembah berhala
2. Mengusir orang-orang miskin
3. Tantangan kalau mereka salah minta diturunkan adzab sebelum kiamat.
{أَوْ تُسْقِطَ السَّمَاءَ كَمَا زَعَمْتَ}
atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana kamu katakan. (Al-Isra: 92)
Yakni engkau telah mengancam kami bahwa kelak di hari kiamat langit akan berbelah, lemah, dan bergayutan pinggir-pinggirnya. Maka segerakanlah terjadinya peristiwa itu di dunia ini, dan runtuhkanlah langit berkeping-keping atas kami. Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya, (doa kaum musyrikin)
{اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ هَذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِنَ السَّمَاءِ أَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ}
Ya Allah jika betul (Al-Qur’an) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit. (Al-Anfal: 32),
Dan Allah meminta Nabi ﷺ menolak dengan mengatakan bahwa itu bukan kuasa Nabi ﷺ.
✳️ Allah berfirman,
مَا عِنْدِي مَا تَسْتَعْجِلُونَ بِهِ ۚ إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۖ يَقُصُّ الْحَقَّ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الْفَاصِلِينَ
“Tidak ada kuasa padaku tentang apa (azab) yang kamu minta supaya disegerakan kedatangannya. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik”. QS Al-An’am Ayat 57
✳️Allah berfirman,
قُلْ لَوْ أَنَّ عِنْدِي مَا تَسْتَعْجِلُونَ بِهِ لَقُضِيَ الْأَمْرُ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ ۗ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالظَّالِمِينَ
Katakanlah: “Kalau sekiranya ada padaku kuasa tentang adzab yang kamu minta supaya disegerakan, tentu telah diselesaikan Allah urusan yang ada antara aku dan kamu. Dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim. QS Al-An’am Ayat 58
Dalam dakwah di Thaif, mereka menolak dakwah tapi tidak menantang minta adzab.
Salah satu nama Allah adalah Al Halim, Yang Maha Menunda adzab sampai waktu nya nanti.
Allah Maha Sabar dengan menunda adzab karena ada hikmah di dalamnya.
✳️Allah berfirman,
وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci perkara yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah semata, dan Allah mengetahui apa yang di daratan dan apa yang di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur kecuali Allah tahu, dan tidak satu sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, kecuali tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” Qs Al-An’am Ayat 59
Ayat ini diturunkan untuk menguatkan bantahan Rasulullah ﷺ kepada kaum musyrikin.
Ilmu ghaib hanya Allah yang tahu, kapan adzab turun kepada mereka, Yang Tahu hanya Allah.
عِنْدَهُ مَفَاتِحُ
Khobar didahulukan dari pada mubtada menunjukkan Hanya Disisi ada penekanan Lafazh.
لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ
Ada penekanan maknawi
➡️Tidak ada yang tahu ilmu ghaib kecuali Allah,
🔸1. Malaikat tidak tahu (ketika akan diciptakan Adam), ketika menulis takdir janin, malaikat diberi tahu oleh Allah.
🔸2. Jin tidak tahu (Ketika Nabi Sulaiman Wafat, dikira masih ngawasi kerja jin, padahal sudah berbulan-bulan)
🔸3. Manusia tidak tahu. (kecuali rasul (Malaikat dan manusia) Allah ridhai)
مَفَاتِحُ
❗Kunci-kunci, artinya tidak ada jalan atau kunci untuk mengetahui ilmu ghaib.
❗Semua kunci atau metode atau cara adalah batil seluruhnya.
Salah satu bantahan zodiak adalah dari Al Qurthubi ketika ada kapal tenggelam semua mati padahal zodiak mereka berbeda-beda.
✔️Tujuan ayat ini adalah menjelaskan luasnya ilmu Allah.
وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ
Maa disini artinya umum, apa saja, banyak sekali.
Didahulukan kata daratan karena supaya mudah dibayangkan. Dan lautan bisa jadi lebih banyak lagi.. (laut, darat, hewan, tumbuhan, manusia dsb).
Kondisi daun ketika jatuh Allah juga tahu.
Rahasia nya adalah firman Allah,
{أَلا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ}
Bukankah Yang menciptakan Itu tahu tentang ciptaan-Nya. ? (Al-Mulk: 14)
Allah ingatkan bahwa Allah tahu makhluk yang tidak dibebankan syariat, maka Allah juga tahu makhluk yang dibenahi syariat.
❗❗Kalau kita menulis jejak di Internet dan kita hapus jejak nya masih ada di Lauhil Mahfudz.
✳️Allah berfirman,
وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُمْ بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُمْ بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَىٰ أَجَلٌ مُسَمًّى ۖ ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Dan Dialah Allah yang mewafatkan/tidur kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk agar kalian jalankan umur sampai waktu yang ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.
Qs Al-An’am Ayat 60
Allah menjelaskan bahwa semua berjalan sesuai dengan keputusan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Maka doa Rasulullah ﷺ saat tidur adalah,
بِاسْمِكَ رَبِّيْ وَضَعْتُ جَنْبِيْ، وَبِكَ أَرْفَعُهُ، إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِيْ فَارْحَمْهَا، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Bismika robbii wa dho’tu janbii, wa bika arfa’uhu, in amsakta nafsii farhamhaa, wa in arsaltahaa fahfazhhaa bimaa tahfazhu bihi ‘ibaadakash-sholihiin.
Dengan nama Engkau, wahai Tuhanku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan namaMu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hambaMu yang shalih.
HR. Al-Bukhari 11/126, Muslim 4/2084.
Allah gunakan tidur dengan wafat dan dibangunkan dengan يَبْعَثُكُمْ (ba’ath) mengisyaratkan dalil tentang hari kebangkitan.
Setelah itu Allah sebutkan tentang kekuasaan Allah.
✳️Allah berfirman,
وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ ۖ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ
Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya. Qs Al-An’am Ayat 61
Allah kirim untuk catat adalah ada hikmahnya, supaya kita ingat ada yang mengawasi. Malaikat punya kemampuan untuk membaca hati manusia.
قُلْ يَتَوَفَّىٰكُم مَّلَكُ ٱلْمَوْتِ ٱلَّذِى وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ
Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan”.
QS As-Sajdah (32) Ayat 11
Pada Qs Al-An’am Ayat 61 Allah gunakan kata malaikat (maut) dalam bentuk jamak, sedangkan pada Qs As-Sajdah dalam bentuk tunggal, bagaimana tafsir nya?
▫️1. Sebagian ulama mengatakan malaikat maut satu tapi anak buah banyak. Malaikat bisa gerak dengan sangat cepat. Tapi ada malaikat rahmat dan malaikat adzab yang banyak.
▫️2. Disebut رُسُلُنَا, maksudnya yang Mengiringi banyak.
وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ
dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.
Maksudnya malaikat melaksanakan tugas 100% persis seperti tugas dari Allah.
Dalam qiroah lain laa yufrithun, tidak berlebihan dan tidak kurang (persis).
✳️Allah berfirman,
ثُمَّ رُدُّوا إِلَى اللَّهِ مَوْلَاهُمُ الْحَقِّ ۚ أَلَا لَهُ الْحُكْمُ وَهُوَ أَسْرَعُ الْحَاسِبِينَ
Kemudian mereka (hamba Allah) (ruh yang telah dicabut) dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) kepunyaan-Nya. Dan Dialah Pembuat Perhitungan yang paling cepat.
Qs Al-An’am Ayat 62
Allah hisab sangat cepat karena datanya sudah siap, hanya saja Allah ingin tegakkan hujjah.
✳️Allah berfirman,
قُلْ مَنْ يُنَجِّيكُمْ مِنْ ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ تَدْعُونَهُ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً لَئِنْ أَنْجَانَا مِنْ هَٰذِهِ لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ
Katakanlah: “Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada Allah dengan penuh kerendahan dengan suara yang lembut (dengan mengatakan: “Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur””.
Qs Al-An’am Ayat 63
✳️Dalam kondisi genting mereka berdoa dan janji akan bersyukur.
قُلِ اللَّهُ يُنَجِّيكُمْ مِنْهَا وَمِنْ كُلِّ كَرْبٍ ثُمَّ أَنْتُمْ تُشْرِكُونَ
Katakanlah: “Allah menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu kembali mempersekutukan-Nya”.
Qs Al-An’am Ayat 64
Ini adalah ejekan untuk mereka.
✳️Allah berfirman,
قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَىٰ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ ۗ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ
Katakanlah: “Dialah yang mampu untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bermusuhan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami dalam berbagai modelnya agar mereka memahami(nya)”.Qs Al-An’am Ayat 65
Allah jelaskan bahwa Allah bisa kirimkan adzab kapan saja.
عَذَابًا
Dalam bentuk nakirah /tanwin, dalam konteks kalimat positif, memberikan faidah mutlak (cakup segala namun gantian, maksudnya satu)
Umum = mencakup segalanya
Adzab angin kencang seperti kaum ‘Ad
Adzab dari bawah, longsor..
Atau saling bermusuhan
Adzab yang bermacam-macam sesuai kehendak Allah, agar kita paham,bahwa semuanya ada yang mengatur.
Adapun kita muslim yang masuk golongan ketiga, saling bunuh, bermusuhan sesama muslim.
Dalam sebuah hadits disebutkan,
عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ زَوَى لِي الْأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وَإِنَّ أُمَّتِي سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِيَ لِي مِنْهَا وَأُعْطِيتُ الْكَنْزَيْنِ الْأَحْمَرَ وَالْأَبْيَضَ وَإِنِّي سَأَلْتُ رَبِّي لِأُمَّتِي أَنْ لَا يُهْلِكَهَا بِسَنَةٍ عَامَّةٍ وَأَنْ لَا يُسَلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ سِوَى أَنْفُسِهِمْ فَيَسْتَبِيحَ بَيْضَتَهُمْ
“Dari Tsauban, Rasulullah Saw bersabda : Sesungguhnya Allah melipat bumi untukku hingga saya dapat melihat timur serta baratnya. sebenarnya kekuasaan ummatku bakal meraih apa yang sudah dinampakkan untukku. Saya diberi dua perbendaharaan besar yaitu warna merah dan putih (emas dan perak atau Romawi dan Persia). Saya bermohon kepada Allah untuk ummatku supaya Dia tak membinasakan mereka dengan kekeringan menyeluruh dan supaya Dia tidak memberikan kuasa kepada musuh terkecuali diri mereka sendiri yang menyerang sesama mereka.” (HR. Muslim)
✳️Allah berfirman,
وَكَذَّبَ بِهِ قَوْمُكَ وَهُوَ الْحَقُّ ۚ قُلْ لَسْتُ عَلَيْكُمْ بِوَكِيلٍ
Dan kaummu mendustakannya (azab) padahal azab itu benar adanya. Katakanlah: “Aku ini bukanlah orang yang diserahi menghisab kalian”. Qs Al-An’am Ayat 66
Rasulullah ﷺ hanya bertugas memberi tahu. Dan adzab adalah kekuasaan Allah.
✳️Allah berfirman,
لِكُلِّ نَبَإٍ مُسْتَقَرٌّ ۚ وَسَوْفَ تَعْلَمُونَ
Untuk setiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui. Qs Al-An’am Ayat 67
✳️Allah berfirman,
وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ ۚ وَإِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَىٰ مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).
Qs Al-An’am Ayat 68
Memperolok-olok : mengejek, datangkan kemungkaran.
Kalau ada ayat-ayat Allah dan Sunnah Nabi diejek, maka kita harus meninggalkan majelis tersebut.
Maka Imam Al Qurthubi bahwa kita harus meninggalkan majelis bid’ah. Bila tidak diingkari maka dianggap menyetujui bid’ah tersebut.
يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا
Mujahid (murid Ibnu Abbas) : orang-orang yang bicara Al Qur’an tanpa haq, umum yaitu termasuk memperolok-olok ayat-ayat Allah.
Seperti orang-orang liberal yang bicara sesuai hawa nafsu (hermeneutika).
Ibnul Arobi, ini adalah dalil larangan duduk bersama orang yang lakukan kemungkaran.
Ini peringatan kepada kita untuk tidak dengar syubhat. Jiwa itu lemah, syubhat itu menyambar-nyambar.
Dan bila kita lupa dan duduk dengan mereka, pas ingat maka kita harus segera pergi.
Saat ini banyak yang halalkan yang haram dengan ayat.
Misal nya halalkan musik, halalkan selamat natal.
✳️Selanjutnya Allah berfirman,
وَمَا عَلَى الَّذِينَ يَتَّقُونَ مِنْ حِسَابِهِمْ مِنْ شَيْءٍ وَلَٰكِنْ ذِكْرَىٰ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
Dan tidak ada pertanggungjawaban sedikitpun atas orang-orang yang bertakwa terhadap dosa mereka; akan tetapi (kewajiban mereka ialah) mengingatkan agar mereka bertakwa.
Qs Al-An’am Ayat 69.
Kata ulama kecuali dia duduk di situ untuk memberi peringatan.
Bentuk bertakwa dalam hal ini adalah meninggalkan majelis atau memberi peringatan.
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-$$##


