TematikUstadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, Lc. MA

BIJAK DALAM BERDAKWAH#13 Bagaimana mengajak Ahli Kitab-2 (Nasrani)

This entry is part 13 of 14 in the series Bijak dalam berdakwah

Diterbitkan pertama kali pada: 05-Mar-2021 @ 21:18

6 menit membaca

BIJAK DALAM BERDAKWAH#13
Bagaimana mengajak Ahli Kitab-2 (Nasrani)
📖 (Syarah Kitab dari Syaikh Prof. Dr. Hamud bin Ahmad Ar Ruhaily).
👤Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah, MA
🗓️ 22 Rajab 1442H

Bismillah, Alhamdulilahi alladzi bini’matihi tatimu shalihaat..

Kita akan bahas tentang nashara..

Bisa jadi mereka merasa umat yang terbanyak saat ini.

Tiga misi mereka , 3G
1. Gospel
2. Glory
3. Gold

Nabi Isa alaihissalam sudah mengabarkan bahwa akan diutus Nabi Muhammad ﷺ.

Dalam kenyataannya, paling banyak disebut Kristen.. Di Kitab adanya Nashara..

Kalimat Nashara pertama disebut oleh Yahudi yang menyebut para pengikut Nabi Isa.

Ada juga yang menyebutkan asalnya, yaitu nama kota Nazaret..(Palestina). Tempat berlindung Nabi Isa alaihissalam.

Ada juga pendapat dari bahasa Arab, An Nashr (pertolongan).

Mereka lebih senang disebut Kristen, pengikut Kristus.

Allah utus Nabi Isa untuk sampaikan agama Allah, namun mereka merubah isi kitab yang diturunkan kepada Nabi Isa, ada beberapa Injil (Lucas, Matius dll). Belum lagi ada 27 kitab.

Awalnya, agama tauhid tapi jadi syirik (3 Tuhan).

Allah berfirman,

وَيُعَلِّمُهُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالإنْجِيلَ (48) وَرَسُولا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنْفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُبْرِئُ الأكْمَهَ وَالأبْرَصَ وَأُحْيِي الْمَوْتَى بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (49) وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَلأحِلَّ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي حُرِّمَ عَلَيْكُمْ وَجِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ (50)

Dan Allah mengajarkan kepadanya Al-Kitab, hikmah, Taurat, dan Injil. Dan (sebagai) rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka), “Sesungguhnya aku telah datang kepada kalian dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhan kalian, yaitu aku membuat untuk kalian dari tanah yang berbentuk seperti burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepada kalian apa yang kalian makan dan apa yang kalian simpan di rumah kalian.

Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagi kalian, jika kalian sungguh-sungguh beriman.'”

Dan (aku datang kepada kalian) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagi kalian sebagian yang telah diharamkan untuk kalian, dan aku datang kepada kalian dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhan kalian. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.” Qs Ali Imran:48-50.

Allah ﷻ sebutkan bahwa Nabi Isa diajari Taurat, Injil

Allah sebut Nabi Isa sebagai utusan, bukan tuhan. Rasullan..

إِنَّ اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ

Sesungguhnya Allah Tuhanku dan Tuhan kalian. Karena itu, sembahlah Dia.
(Ali Imran:51)

Allah berfirman,

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ ۖ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَٰذَا سِحْرٌ مُبِينٌ

Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)”. Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”. Qs Shaf:6.

Tatkala Nabi ﷺ diutus, Yahudi dan Nasrani menolak kerasulan Nabi Muhammad ﷺ.

Agama Nasrani saat ini adalah ciptaan Yahudi…

Dahulu yang namanya Salib, mereka sangat benci..

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَقَا لَتِ الْيَهُوْدُ لَـيْسَتِ النَّصٰرٰى عَلٰى شَيْءٍ  ۖ وَّقَا لَتِ النَّصٰرٰى لَـيْسَتِ الْيَهُوْدُ عَلٰى شَيْءٍ  ۙ وَّهُمْ يَتْلُوْنَ الْكِتٰبَ  ۗ كَذٰلِكَ قَا لَ الَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ مِثْلَ قَوْلِهِمْ  ۚ فَا للّٰهُ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ فِيْمَا كَا نُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ

“Dan orang Yahudi berkata, “Orang Nasrani itu tidak memiliki sesuatu (pegangan),” dan orang-orang Nasrani (juga) berkata, “Orang-orang Yahudi tidak memiliki sesuatu (pegangan),” padahal mereka membaca kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak berilmu, berkata seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili mereka pada hari Kiamat, tentang apa yang mereka perselisihkan.” (QS. Al-Baqarah : 113)

Yahudi dan Nasrani saling menyalahkan, mengkafirkan.

Namun mereka bersatu dalam hadapi Islam.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَدَّ کَثِيْرٌ مِّنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ لَوْ يَرُدُّوْنَكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ اِيْمَا نِكُمْ كُفَّا رًا  ۚ حَسَدًا مِّنْ عِنْدِ اَنْفُسِهِمْ مِّنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَـقُّ  ۚ فَا عْفُوْا وَا صْفَحُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَ مْرِهٖ  ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى کُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
“Banyak di antara Ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, karena rasa dengki dalam diri mereka setelah kebenaran jelas bagi mereka. Maka maafkanlah dan berlapang dadalah sampai Allah memberikan perintah-Nya. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah: 109)

Mereka ingin memertadkan orang-orang Islam.
Memertadkan

{وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ (30) اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ (31) }

Orang-orang Yahudi berkata, “Uzair itu putra Allah, ” dan orang-orang Nasrani berkata, “Al-Masih itu putra Allah.” Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain-Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan selain Dia. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.Qs Taubah: 39-39

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤـاَهْلَ الْكِتٰبِ لَا تَغْلُوْا فِيْ دِيْـنِكُمْ وَلَا تَقُوْلُوْا عَلَى اللّٰهِ اِلَّا الْحَـقَّ  ۗ اِنَّمَا الْمَسِيْحُ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُوْلُ اللّٰهِ وَكَلِمَتُهٗ  ۚ اَ لْقٰٮهَاۤ اِلٰى مَرْيَمَ وَرُوْحٌ مِّنْهُ  ۖ فَاٰ مِنُوْا بِا للّٰهِ وَرُسُلِهٖ  ۗ وَلَا تَقُوْلُوْا ثَلٰثَةٌ  ۗ اِنْتَهُوْا خَيْرًا لَّـكُمْ  ۗ اِنَّمَا اللّٰهُ اِلٰـهٌ وَّا حِدٌ  ۗ سُبْحٰنَهٗۤ اَنْ يَّكُوْنَ لَهٗ وَلَدٌ  ۘ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَ رْضِ  ۗ وَكَفٰى بِا للّٰهِ وَكِيْلًا

“Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sungguh, Al-Masih ‘Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka, berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, “(Tuhan itu) tiga,” berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Dia dari (anggapan) mempunyai anak. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 171)

Ini ajakan ahlu kitab dalam beragama, jangan berlebihan dalam agama.

Tentang Yahudi dan Nasrani, Allah sebut mereka di dalam Al Qur’an.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَ الْمُشْرِكِيْنَ فِيْ نَا رِ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا  ۗ اُولٰٓئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ  ۗ 
“Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke Neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk.”
(QS. Al-Bayyinah 98: Ayat 6)

Kitab Taurat (perjanjian lama) dan Injil Nabi Isa alaihissalam.

Kitab injil ditulis tidak konsisten

♦️FASE agama Nasrani,

1. Nabi Isa, mengajak kepada tauhid
2. Selama setengah abad, murid Nabi Isa dikejar2 oleh Yahudi
3. Setelah setengah Adab (Fase penulisan injil) – akan nampak bahwa Injil itu hasil pemikiran (selama 3 abad)
4. Kerajaan beragama Nashara. (sebelumnya kerajaan membunuh para Nashara l✅

Apa kata Allah tentang mereka…

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لَـقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَا لُوْۤا اِنَّ اللّٰهَ ثَا لِثُ ثَلٰثَةٍ  ۘ وَمَا مِنْ اِلٰهٍ اِلَّاۤ اِلٰـهٌ وَّا حِدٌ  ۗ وَاِ نْ لَّمْ يَنْتَهُوْا عَمَّا يَقُوْلُوْنَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ عَذَا بٌ اَ لِيْمٌ
“Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 73)

➡️Kenapa orang Islam bicara tentang Isa, Injil? ♦️

Karena kita beriman.

Syaikh Hamud, menjelaskan bagaimana dakwah kepada mereka?

HARUS jelaskan bahwa agama Islam adalah untuk seluruh umat manusia.
Nabi ﷺ bukan diutus untuk sebagian kaum, namun untuk semua kaum dan sepanjang masa.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ هَدَى اللّٰهُ فَبِهُدٰٮهُمُ اقْتَدِهْ  ۗ قُلْ لَّاۤ اَسْـئَلُكُمْ عَلَيْهِ اَجْرًا  ۗ اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٰى لِلْعٰلَمِيْنَ

“Mereka itulah (para nabi) yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak meminta imbalan kepadamu dalam menyampaikan (Al-Qur’an).” Al-Qur’an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk (segala umat) seluruh alam.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 90)

Nabi ﷺ dakwah bukan untuk cari kekayaan, hanya sampaikan syariat kepada seluruh umat. ✳️

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَاِ نْ حَآ جُّوْكَ فَقُلْ اَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلّٰهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِ  ۗ وَقُلْ لِّلَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَا لْاُ مِّيّٖنَ ءَاَسْلَمْتُمْ  ۗ فَاِ نْ اَسْلَمُوْا فَقَدِ اهْتَدَوْا  ۚ وَاِ نْ تَوَلَّوْا فَاِ نَّمَا عَلَيْكَ الْبَلٰغُ  ۗ وَا للّٰهُ بَصِيْرٌ بِۢا لْعِبَا دِ
“Kemudian jika mereka membantah engkau (Muhammad) katakanlah, “Aku berserah diri kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi kitab dan kepada orang-orang buta huruf, “Sudahkah kamu masuk Islam?” Jika mereka masuk Islam, berarti mereka telah mendapat petunjuk, tetapi jika mereka berpaling, maka kewajibanmu hanyalah menyampaikan. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 20)

Tidak ada paksaan untuk masuk Islam.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ، وَلَا نَصْرَانِيٌّ، ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ، إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

“Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini, baik Yahudi dan Nashrani, mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya (yaitu agama Islam, pent.), kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka.” (HR. Muslim no. 153)

Untuk dakwah kepada ahli kitab, yang utama adalah menjelaskan kebenaran bahwa Nabi ﷺ adalah benar-benar utusan Allah.

##$$-aa-$$##

Bijak dalam berdakwah

BIJAK DALAM BERDAKWAH#12 Bagaimana mengajak Ahli Kitab -1 BIJAK DALAM BERDAKWAH#14 Dakwah kepada Ahli Kitab : Menetapkan Kenabian Nabi Muhammad ﷺ
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?