BIJAK DALAM BERDAKWAH#9 Kewajiban Orang yang Hijrah#2
- BIJAK DALAM BERDAKWAH #1 – Muqaddimah
- BIJAK DALAM BERDAKWAH #2 – Kriteria Juru Dakwah
- BIJAK DALAM BERDAKWAH#3 – Kriteria Juru Dakwah Bagian ke-2
- BIJAK DALAM BERDAKWAH #4 – Kriteria Juru Dakwah Bagian ke-3
- BIJAK DALAM BERDAKWAH#5 Hak-Hak Orang Yang Kita Dakwahi
- BIJAK DALAM BERDAKWAH#9 Kewajiban Orang yang Hijrah#2
- BIJAK DALAM BERDAKWAH#6 Hak-Hak Yang Didakwahi
- BIJAK DALAM BERDAKWAH#7 Hak-Hak Yang Didakwahi
- BIJAK DALAM BERDAKWAH#8 – Kewajiban Orang Yang Hijrah (1)
- BIJAK DALAM BERDAKWAH#10 *Mendakwahi Orang Islam#1*
Diterbitkan pertama kali pada: 02-Jan-2021 @ 07:55
7 menit membacaBIJAK DALAM BERDAKWAH#9
Kewajiban Orang yang Hijrah#2
📖 (Syarah Kitab dari Syaikh Prof. Dr. Hamud bin Ahmad Ar Ruhaily).
👤Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah, MA
🗓️ 18 Jumadil Awal 1442H
Kita bersyukur sebagai muslim dan mati sebagai muslim adalah perjuangan.
Kewajiban orang yang sudah ngaji :
1️⃣ Tunduk kepada kebenaran apabila telah nampak buatnya.
2️⃣ Menuntut ilmu agama
3️⃣ Bagaimana mengamalkan Islam sebagai pedoman hidup dalam segala aspek kehidupan. Bukan hanya pada pakaian dan sholatnya.
4️⃣ Berdakwah, ajak orang lain kepada Allah ﷻ (jadi lebih baik).
Abu Bakar ketika masuk Islam ajak beberapa orang antara lain Utsman, Abdurrahman bin Auf, Thalhah bin Ubaidillah dll.
Berdakwah itu mengajak kepada Allah ﷻ bukan ajak kepada ormas, golongan, partai, dirinya..
Namun kebanyakan perkumpulan saat ini adalah berdasarkan kepentingan bukan karena Allah.
Dakwah untuk membebaskan manusia dari budak dunia, budak harta menjadi hamba Allah, ajak kepada Sunnah.. Yang Allah perintahkan dan Rasulullah ﷺ sabdakan
Resiko itu ada dalam berdakwah, kita juga harus siap.
Islam tersebar karena dakwah bukan karena pedang. Kalau tersebar karena pedang/paksaan maka setelah pasti mereka kembali ke agama semula.
Allah ﷻ berfirman,
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung.” [Ali Imran/3 : 104]
Harus ada, berarti kewajiban..
Bila belum cukup ilmu, maka bila ada kekuasaan maka bisa undang Ustadz.
Harus ada kerjasama, sinergi.
Jadilah virus kebaikan untuk orang lain..
Dakwah wajib dilakukan kepada lingkungan terdekatnya.
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.Qs Al Asr 1-3.
Ada perintah dakwah dalam ayat ini.
❗Dalam dakwah harus sabar, karena akan ada orang yang tidak suka dengan ajakan kebaikan kita.
Sabar dalam dakwah karena jalan menuju surga itu penuh duri dan tantangan.
5️⃣ Bertanya untuk hal-hal yang dia tidak tahu.
Jangan asal berpedoman dengan “asal kata Ustadz”
Perlu bertanya dalam hal:
🔸aqidah, misalnya bolehkah percaya zodiak
🔸ibadah, bagaimana puasa, sholat, umrah, haji dst
🔸muamalah., bolehkah beli dengan kredit, bolehkah pakai asuransi?
Sebagian dari kita tidak punya ilmu tapi tidak mau bertanya.
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ ۚ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,
Qs An Nahl ayat 43.
Para sahabat yang menjadi saksi turunnya ayat pun sering bertanya.
يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا ۗ وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ
Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir. QS Al Baqarah 219.
Ayat ini turun saat khamr belum diharamkan.
Mereka juga bertanya infak, pada harta yang ada kelebihan pada kita.
Apalagi pertanyaan mereka pada Rasulullah ﷺ?
فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۗ وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْيَتَامَىٰ ۖ قُلْ إِصْلَاحٌ لَهُمْ خَيْرٌ ۖ وَإِنْ تُخَالِطُوهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ الْمُفْسِدَ مِنَ الْمُصْلِحِ ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَأَعْنَتَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: “Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Qs Al Baqarah 220.
Kita perlu sangat berhati-hati dalam mengelola harta anak yatim.
وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di tempat darah haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu sesuai dengan ketentuan yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. Qs Al Baqarah 222
Yahudi, dalam ajaran mereka bila wanita haid, maka wanita tersebut dikucilkan.
يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَهِلَّةِ ۖ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ ۗ وَلَيْسَ الْبِرُّ بِأَنْ تَأْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ ظُهُورِهَا وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنِ اتَّقَىٰ ۗ وَأْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ أَبْوَابِهَا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji; Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung. Qs Al Baqarah ayat 189.
Mereka bertanya tentang hilal, karena itu adalah petunjuk waktu ibadah…
✔️Muadz bertanya amalan yang memasukkan ke surga dan jauhi neraka.
Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah! Beritahukanlah kepadaku amal perbuatan yang dapat memasukkanku ke surga dan menjauhkanku dari neraka.’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sungguh, engkau bertanya tentang perkara yang besar, tetapi sesungguhnya hal itu adalah mudah bagi orang yang Allah mudahkan atasnya: ’” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan sahih). [HR. Tirmidzi].
✔️Jabir bin Abdillah bertanya ibadah wajib yang memasukkan ke surga.
Dari Abu ‘Abdillah Jarir bin ‘Abdillah Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Bagaimana pendapat Anda (kabarkan padaku), apabila aku mengerjakan shalat-shalat fardhu, puasa di bulan Ramadhan, menghalalkan yang halal, mengharamkan yang haram, dan aku tidak menambahnya sedikit pun dari itu, apakah aku akan masuk surga?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya.” (HR. Muslim).
Ibnu Mas’ud bertanya tentang amalan yang dicintai Allah.
Dari Abu Amr asy-Syaibani –namanya Sa’d bin Iyas- berkata, “Pemilik rumah ini telah menceritakan kepadaku –sambil menunjuk rumah Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu dengan tangannya, ia berkata, ‘Aku bertanya kepada Nabi ﷺ , ‘Amalan apakah yang paling dicintai Allâh?’ Beliau ﷺ menjawab, “Shalat pada waktunya.” Aku (Abdullah bin Mas’ud) mengatakan, ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau ﷺ menjawab, “Berbakti kepada dua orang tua.” Aku bertanya lagi, ‘Lalu apa lagi?’ Beliau ﷺ menjawab, “Jihad di jalan Allah.”
Sahabat Abu Musa bercerita tentang pertanyaan para sahabat.
قَالُوا يا رَسُولَ اللهِ أَيُّ الإِسْلامِ أَفْضَلُ قَالَ: مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسانِهِ وَيَدِهِ أخرجه البخاري.
Mereka bertanya kepada Rasulullah saw., “Wahai Rasulullah, Islam bagaimanakah yang paling utama?” Beliau menjawab, “Orang yang lisan dan tangannya selamat (tidak menyakiti) orang-orang Muslim lainnya.” (HR. Al-Bukhari).
Ada lagi pertanyaan, siapa yang paling dicintai Allah, kapan kiamat?
➡️Pertanyaan itu ada adab dan etikanya
1🔸 Ketika bertanya hendaklah memuliakan gurunya (Ustadz).
Misal dengan menambah doa, semoga Allah selalu menjaga Ustadz dll
Bila Ustadz jawab ternyata sama dengan pendapat kita jangan berkata oh sama dengan pendapat saya karena itu ada kesombongan, cukup katakan jazaakallahu khayran.
Kalau jawaban Ustadz berbeda, jangan juga bilang Ustadz lain berpendapat begini..
Sebaiknya diceritakan secara lengkap, misalnya Ustadz ana sudah bertanya kepada Ustadz Fulan tapi hati ini masih ragu, mohon penjelasan dari Ustadz supaya ana lebih yakin.
2🔸 Melihat kondisi Ustadz, jangan bertanya saat Ustadz sibuk atau capek..
3🔸 Jangan anggap Ustadz sebagai pegawai, misal Ustadz, gimana nih sudah WA berkali-kali tapi gak dijawab..
4🔸 Jangan memotong jawaban Ustadz
Bila ada yang kurang maka ditanyakan lagi bila Ustadz selesai memberi penjelasan.
5🔸 Jangan tergesa-gesa.
Misalnya, memotong jawaban Ustadz, bukan itu pertanyaan saya ustad..
Padahal mungkin Ustadz mau menjelaskan dengan lengkap.
6🔸 Bila ustadz menjawab tidak tahu, dengan Wallahu a’lam, maka jangan memaksa untuk menjawab.
Al Khatib Al Baghdadi mengisahkan bahwa Imam Malik ditanya 48 masalah, hanya dua yang dijawab, dan 30 masalah lainnya dijawab dengan, “la adri“ (saya tidak tahu) (Al Faqih wa Al Mutafaqqih, 2/170).
Kejadian ini tidak hanya sekali. Dirwayatkan juga oleh Ibnu Mahdi bahwa seorang lelaki bertanya kepada Imam Malik, akan tetapi tidak satupun dijawab oleh beliau hingga lelaki itu mengatakan:“Aku telah melakukan perjalanan selama 6 bulan, diutus oleh penduduk bertanya kepadamu, apa yang hendak aku katakan kepada mereka?“ Imam Malik menjawab, “katakan bahwa Malik tidak bisa menjawab!“ (Nukilan dari Al Maqalat Al Kautsari, 398).
Para sahabat dulu ketika ditanya kadang berusaha untuk tidak menjawab karena takut salah dan menyarankan bertanya kepada orang lain.
Kewajiban yang sudah hijrah berikutnya adalah tambahan yang tidak disebutkan Syaikh,
6️⃣ Berdoa, minta kepada Allah supaya ditetapkan di atas keimanan.
Karena ada 1 orang Bani Najar yang masuk Islam, sudah hafal Al Baqarah dan pernah menulis surat untuk Rasulullah ﷺ namun akhirnya murtad.
Contoh doa adalah,
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii ‘alaa diinik.
Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.
HR. Tirmidzi no. 3522. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.
Doa dari Al Qur’an.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ
“Ya Allah, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sungguh hanya Engkaulah Yang Maha Pemberi Karunia.” (QS. Ali ‘Imran: 8)
Doa lain nya,
اللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Ya Allah, tolonglah aku agar senantiasa mengingat–Mu, bersyukur kepada–Mu dan beribadah dengan baik kepada–Mu
HR. Abu Dawud 2/86
Dan Doa-doa yang lain yang banyak diajarkan Rasulullah ﷺ.
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-$$##


