Diterbitkan pertama kali pada: 10-Okt-2021 @ 06:18

4 menit membaca

Tafsir Qs Al Baqarah ayat 211-212
Ustadz Muhammad Shoim, Lc
4 Rabi’ul Awal 1443H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

سَلْ بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ كَمْ اٰتَيْنٰهُمْ مِّنْ اٰيَةٍۢ بَيِّنَةٍ ۗ وَمَنْ يُّبَدِّلْ نِعْمَةَ اللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُ فَاِ نَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَا بِ

“Tanyakanlah kepada Bani Israil, berapa banyak bukti nyata yang telah Kami berikan kepada mereka. Barang siapa menukar nikmat Allah setelah (nikmat itu) datang kepadanya, maka sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 211)

Allah memerintahkan kepada Rasulullah ﷺ (dan siapapun) untuk bertanya kepada Bani Israil, anak keturunan Nabi Yakub,yang punya 12 anak termasuk Nabi Yusuf alaihissalam.

Makna Israil = Isra + il (Hamba Allah) atau pilihan Allah atau orang yang hijrah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Nabi Musa juga keturunan Nabi Yakub alaihi wasallam.

Pertanyaan ini tidak untuk menunggu jawaban mereka tapi pertanyaan untuk menghinakan mereka.

كَمْ اٰتَيْنٰهُمْ مِّنْ اٰيَةٍۢ بَيِّنَةٍ
Berapa ayat sebagai bukti nyata.

Nabi Musa sendiri ada 9 bukit nyata.

Diantara nikmat kepada Nabi Israel.

1. Al Mana wa salwa
Al mana = minuman yang lebih manis dari madu. (makanan dan minuman yang enak)
Al Salwa = sejenis burung

2. Dengan tongkat, Nabi Musa bisa belah lautan

3. Adzab kepada Firaun, dan nikmat-nikmat yang lain.

Al Bayyinah ini juga dimaknai kebenaran Risalah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dalam Injil disebutkan kedatangan Nabi Muhammad ﷺ namun mereka mendustakan.

وَمَنْ يُّبَدِّلْ نِعْمَةَ اللّٰهِ

Barangsiapa menukar kenikmatan dari Allah.
(dengan ingkari)

Diutus nya Rasul (dari kaumnya, dari golongan manusia) adalah kenikmatan yang paling besar.

{وَمَنْ يُبَدِّلْ نِعْمَةَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُ فَإِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ}

Dan barang siapa yang menukar nikmat Allah setelah datang nikmat itu kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya. (Al-Baqarah: 211)

Pertanyaan akhirnya berubah jadi ancaman..
Siksa Allah yang keras, ini berarti orang tersebut pantas mendapat adzab tersebut.

Perihalnya sama dengan makna yang terkandung di dalam firman-Nya yang menceritakan perihal orang-orang kafir Quraisy, yaitu:

{أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ بَدَّلُوا نِعْمَةَ اللَّهِ كُفْرًا وَأَحَلُّوا قَوْمَهُمْ دَارَ الْبَوَارِ * جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا وَبِئْسَ الْقَرَارُ}

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan? Yaitu neraka Jahannam; mereka masuk ke dalamnya, dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman. (Ibrahim: 28-29)

Allah lebih banyak memaafkan kesalahan hamba-hamba-Nya, bila semua kesalahan manusia Allah hukum maka tidak akan tersisa makhluk di bumi ini. Allah menunda hukuman tersebut.

Walaupun ayat ini khusus kepada Bani Israil, namun setelahnya adalah Lafazh umum, ditujukan kepada siapapun, termasuk kepada diri kita sendiri.

Orang yang menisbatkan nikmat kepada dirinya (bukan kepada Allah), orang-orang yang menggunakan nikmat untuk hal-hal yang maksiat adalah orang-orang yang menukar kenikmatan dari Allah pada ayat ini.

➡️Bersyukur yang sesunguhnya adalah beribadah kepada Allah.

Orang yang berkata, “Ini semua karena jerih payah saya”, ini termasuk kufur…

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

زُيِّنَ لِلَّذِيْنَ كَفَرُوا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُوْنَ مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ۘ وَا لَّذِيْنَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ وَا للّٰهُ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَآءُ بِغَيْرِ حِسَا بٍ

“Kehidupan dunia dijadikan terasa indah dalam pandangan orang-orang yang kafir, dan mereka menghina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari Kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 212)

Imam Qurthubi, mengatakan Allah yang membuat pandangan indah pada dunia bagi orang-orang kafir.

▶️

إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى ٱلْأَرْضِ زِينَةًۭ لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًۭا

Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.
Surat Al-Kahfi (18) Ayat 7

Dalam ayat Allah menjelaskan hal ini sebagai fitrah manusia, namun dalam ayat Al Baqarah 212, disebutkan orang kafir karena kebanyakan dari mereka yang tertipu kehidupan dunia.

▶️

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٰتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلْبَنِينَ وَٱلْقَنَـٰطِيرِ ٱلْمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلْفِضَّةِ وَٱلْخَيْلِ ٱلْمُسَوَّمَةِ وَٱلْأَنْعَـٰمِ وَٱلْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَـٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسْنُ ٱلْمَـَٔابِ
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).
Surat Ali-Imran (3) Ayat 14.

📌Walaupun Allah sebutkan orang-orang kafir, namun kita yang muslim juga kadang seperti itu… Semua untuk dunia.

Dalam kondisi mereka sibuk dengan dunia, mereka masih menghina orang-orang mukmin.

إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُوا مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا يَضْحَكُونَ (29) وَإِذَا مَرُّوا بِهِمْ يَتَغَامَزُونَ (30) وَإِذَا انْقَلَبُوا إِلَى أَهْلِهِمُ انْقَلَبُوا فَكِهِينَ (31) وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوا إِنَّ هَؤُلَاءِ لَضَالُّونَ (32) وَمَا أُرْسِلُوا عَلَيْهِمْ حَافِظِينَ (33) فَالْيَوْمَ الَّذِينَ آمَنُوا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ (34) عَلَى الْأَرَائِكِ يَنْظُرُونَ (35) هَلْ ثُوِّبَ الْكُفَّارُ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ (36)

Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulunya (di dunia) menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang yang beriman lewat di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. Dan apabila orang-orang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira. Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan, “Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat, ” padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin. Maka pada hari ini orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir, mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan
Al-Muthaffifin, ayat 29-36

Nanti orang-orang yang bertakwa akan gantian mentertawakan mereka.

Mereka (kafir) menghina orang yang beriman karena mereka lihat orang lain hina, mereka sombong dan sombong adalah menolak kebenaran.
Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR. Muslim no. 91)

Takwa adalah tingkatan tertinggi dari orang-orang yang beriman.

Takwa dan akhlak yang baik lah yang paling banyak memasukkan orang ke dalam surga.

Semoga bermanfaat…

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?