HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu (bagian-11 )
- HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – perhiasan bagi penuntut ilmu (bagian-1)
- HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – perhiasan bagi penuntut ilmu. (bagian-2)
- HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu* (bagian-3)
- HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu (bagian-4)
- *HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu* (bagian-5)
- HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu (bagian-11 )
- *HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu* (bagian-6 )
- *HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu* (bagian-7 )
- HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu (bagian-8 )
- HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu (bagian-9 )
Diterbitkan pertama kali pada: 23-Jan-2022 @ 07:55
5 menit membaca*HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu* (bagian-11 )
Karya Syaikh Bakar Abu Zaid
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
20 Jumadil Akhir 1443H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Kita lanjutkan..
➡️ *22. Belajar kepada Ahlussunnah bukan kepada ahli bid’ah*
🖍️Jangan belajar kepada Ahli bid’ah, yaitu penyimpangan dalam aqidah seperti khawarij, Syiah rafidhah, qadariyyah, Jabariyyah..
🖍️Juga guru-guru yang mengajarkan kurafat, seperti ilmu kebal, tahan bacok, jalan di atas air, bisa baca masa depan.
🖍️Juga hindari belajar ahlul hawa, yang utamakan akal dan hawa nafsunya sehingga mereka menolak dalil. Nash Al Qur’an dan Sunnah ditolak.
Seperti kata Ali bin Abi Thalib yang berkata,
لَوْ كَانَ الدِّينُ بِالرَّأْىِ لَكَانَ أَسْفَلُ الْخُفِّ أَوْلَى بِالْمَسْحِ مِنْ أَعْلاَهُ وَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَمْسَحُ عَلَى ظَاهِرِ خُفَّيْهِ.
“Seandainya agama itu dengan logika semata, maka tentu bagian bawah khuf lebih pantas untuk diusap daripada bagian atasnya. Namun sungguh aku sendiri telah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap bagian atas khufnya.”
Syariat Islam itu sami’naa wa atha’naa..
Demikian juga saat buang angin yang dibasuh adalah wajah bukan duburnya..
Namun ada beberapa syariat yang hikmah nya bisa dijelaskan.. Dan banyak lagi yang tidak bisa dijelaskan oleh akal..
Seperti misalnya..
Turunnya Nabi Isa
Muncuknya Dajjal
Muncuknya Ya’juj dan Ma’juj yang sudah ada di bumi
🖍️Akal yang sehat tidak akan bertentangan dengan syariat, akal hanya sarana untuk memahami syariat, bukan untuk mengukur syariat.
Juga yang tidak boleh diambil ilmunya adalah mereka yang ajarkan hadits-hadits yang lemah, hadits palsu.
⛔ Ini contoh hadits palsu…. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan huruf per huruf nya Allah akan jadikan Seribu burung, dan setiap burung punya Seribu mulut. Dan setiap burung selalu bertasbih bagi orang yang membaca Al Ikhlas.
⛔Amalan harus ada landasan hukumnya..
BAHAYANYA dusta atas nama Rasulullah ﷺ, dalam sebuah hadits, Dari Al Mughirah, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ كَذِبًا عَلَىَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ ، مَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ
“Sesungguhnya berdusta atas namaku tidaklah sama dengan berdusta pada selainku. Barangsiapa yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya di neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Beragama jangan hanya atas landasan perasaan.
➡️ *23. Hati-hati dengan teman yang agama dan akhlaknya buruk*
Sebatas kenal tidak masalah, asal tidak menjadi teman dekat
Hindari nongkrong/ikut dalam acara yang di dalamnya ada orang-orang yang buruk.
🔸Perbuatan jelek dari seorang teman itu akan menular kepada kita.
Karakter/watak manusia itu bisa berubah-ubah.
🖍️Doa yang paling sering Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam panjatkan adalah:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii ‘alaa diinik.
Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu. HR. Tirmidzi, shahih.
Rasulullah ﷺ,
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة
“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari dan Muslim)
❗Mencegah dari berteman dengan orang buruk lebih mudah daripada mengobati akibat buruk dari berteman dengan mereka.
Maka dari itu, pilihlah sahabat kita adalah orang yang akan membantu kita mencapai tujuan, mendekatkan diri kepada Rabb, bersepakat dalam tujuan mulia.
Klasifikasikan Kriteria,
1. Karena manfaat
2. Karena kesenangan
3. Karena akhlak mulia..
Kriteria 1 dan 2 akan selesai bila pengikatnya selesai, yaitu unsur duniawi.
Pertemanan karena unsur dunia saja di akhirat kelak akan menjadi musuh.
Allah berfirman,
الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ
“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67)
Sedangkan Kriteria ketiga, akhlak mulia,
Salah satu ucapan Hisyam bin Abdulmalik yang sangat berharga,
ما بقي من لذات الدنيا شيء الا اخ ارفع مؤونة التحفظ بيني و بينه
“Tidak ada sedikit pun kelezatan dunia yang masih tersisa kecuali seorang saudara yang aku tidak memperhitungkan biaya untuk saling memperhatikan antara aku dengan dia.”
Disebutkan dalam sebuah hadits, tentang persaksian baik dari orang-orang yang baik, orang sholeh..
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَشْهَدُ لَهُ أَرْبَعَةٌ مِنْ جِيرَانِهِ الْأَدْنَيْنَ أَنَّهُمْ لَا يَعْلَمُونَ مِنْهُ إِلَّا خَيْرًا إِلَّا قَالَ اللَّهُ تَعَالَى قَدْ قَبِلْتُ قَوْلَكُمْ وَغَفَرْتُ لَهُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Artinya: “Tidaklah seorang muslim meninggal kemudian empat orang tetangganya yang paling dekat memberikan kesaksian kepadanya bahwa mereka tidak mengetahui dari orang tersebut kecuali kebaikan, kecuali Allah berkata, “Aku terima ucapan kalian dan aku ampuni apa-apa yang tidak kalian ketahui.”
Persaksian dari orang dekat yang baik, bukan persaksian yang ikut-ikutan.
Berteman dengan orang sholeh akan membawa manfaat dunia dan akhirat.
Misalnya orang yang sehari-hari sholat jamaah bareng….
Nasihat indah yang pernah ditulis..
العزلة من غير عين العلم زلة ومن غير زاي علة
“Uzlah (العزلة) itu jika tanpa huruf ‘ain maksudnya ilmu, akan menjadi zallah (زلة), kesalahan. Dan jika tanpa huruf za, yakni zuhud akan menjadi ‘illah (علة), penyakit”.
➡️ *24. MOTIVASI YANG KUAT dalam menuntut menuntut ilmu*
Jangan merasa terjebak dalam majelis ilmu.
Syaikh berkata, “termasuk karakter Islam, adalah punya motivasi tinggi dalam menuntut ilmu*, yaitu untuk memberi kebaikan kepada keluarga kita.
➡️ *25. RAKUS DALAM MENUNTUT ILMU*
Seseorang akan jadi rakus/giat menuntut ilmu, jika paham apa yang dikatakan oleh Ali bin Abi Thalib,
*NILAI SESEORANG ADALAH KEAHLIANNYA*
Keahlian itu tidak mudah diperoleh..
Orang yang menuntut ilmu itu akan Allah angkat derajatnya. Allah akan mudahkan kita memahami agama ini dengan menuntut ilmu.
Suatu ketika Abu Hurairah melewati pasar di kota Madinah, lalu beliau berhenti di sana.
Beliau berkata, “Wahai orang-orang yang di pasar, alangkah ruginya kalian!”. Mereka menjawab: “Ada apa wahai Abu Hurairah?!”.
Dia berkata: “Di sana ada warisan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang dibagikan, kenapa kalian masih di sini? Kenapa kalian tidak pergi ke sana mengambil bagian kalian?”.
Mereka menjawab: “Di mana itu?!” Dia berkata: “Di Masjid.”
Lalu orang-orang tadi bergegas menuju ke masjid, sedangkan Abu Hurairah masih tetap menunggu di pasar hingga orang-orang tadi kembali.
Ketika mereka kembali ke pasar Abu Hurairah bertanya kepada mereka: “Kenapa kalian kembali?”
Mereka manjawab: “Wahai Abu Hurairah! Sungguh kami telah pergi ke masjid dan kami tidak melihat apapun dibagikan di sana!” kemudian Abu Hurairah bertanya kepada mereka: “Bukankah kalian melihat ada orang di sana?”
Mereka menjawab: “Tentu saja, kami melihat ada sekelompok orang yang sedang sholat, sekelompok yang lain sedang membaca Al Qur’an, dan sekelompok yang lain lagi sedang menyebutkan tentang perkara halal dan haram!”
Maka Abu Hurairah berkata kepada mereka: “Sesungguhnya itulah warisan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
HR Thabrani.
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-$$##

