Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc MATauhidAqidah

KASYFU SYUBHAAT #-12 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullahu)

This entry is part 12 of 17 in the series Kasyfu_syubhat

Diterbitkan pertama kali pada: 13-Nov-2022 @ 19:08

6 menit membaca

*KASYFU SYUBHAAT* #-11 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullahu)
🎙️Ustadz Dr. Firanda Andirja, LC, M.A
Ahad malam, 19 Rabi’ul Tsani 1444 H (13 NOV 2022)
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

✅ SYUBHAT SELANJUTNYA

*Berdoa Kepada Orang Shalih*

Lalu, kalau dia mengatakan sama sekali tidak ‎mempersekutukan sesuatupun dengan Allah. Dan ‎sekali-kali tidak, akan tetapi, berlindung (iltija’) kepada ‎orang- orang shalih bukanlah perbuatan syirik. ‎

🖍️(Orang yang berbuat syirik pasti tidak mengakui kalau dia berbuat syirik, karena mereka tidak mengetahui definisi syirik).

Maka katakan kepada dia, ”Jika kamu sudah ‎mengakui, bahwasanya Allah telah mengharamkan ‎syirik, itu melebihi dari pada mengharamkan zina, dan ‎kamu mengakui pula, bahwasanya Allah tidak akan ‎mengampuni dosa syirik, maka masalah apa yang ‎diharamkan Allah dan Dia sebut bahwasanya Dia tidak ‎akan mengampuninya itu?”
Pasti dia tidak akan tahu. ‎

🖍️ Saat ini orang menggunakan nama yang indah untuk melegakan perbuatan maksiat.

Maka, katakan lagi kepadanya: “Lantas bagaimana ‎kamu membebaskan dirimu dari melakukan syirik, ‎sementara kamu sendiri tidak mengetahui syirik itu. ‎Atau bagaimana Allah mengharamkan syirik itu atas ‎kamu dan Dia menyebut bahwasanya Dia tidak akan ‎mengampuni dosa syirik itu, sementara kamu tidak ‎menanyakan apa itu syirik dan tidak mengetahuinya. ‎Apakah kamu mengira, bahwa Allah mengharamkan ‎syirik, tapi tidak menerangkannya kepada kita?”

🖍️ *Salah Paham Definisi Syirik*

Apabila dia mengatakan, ”Syirik itu menyembah ‎berhala-berhala.”

Maka jawablah: “Apa makna menyembah berhala-‎berhala itu? apakah kamu mengira, bahwasanya ‎orang-orang musyrik itu beri’tikad/ berkeyakinan, ‎bahwa kayu- kayu yang mereka sembah dan pohon-‎pohon itu yang menciptakan, dan yang memberi rezeki ‎dan yang mengatur urusan orang yang berdo’a ‎kepadanya? pendapatmu itu tidak dibenarkan oleh Al ‎Qur’an, sebagaimana yang tertera dalam firman Allah ‎Ta’ala :‎

قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ أَمْ مَنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الأمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ

Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki ‎kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang ‎kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan ‎siapakah yang mengeluarkan yang mati dari yang ‎hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” ‎Maka mereka akan menjawab: “Allah”. (Yunus :31).‎”

Jika dia mengatakan: “Orang-orang yang ‎menujukan pemujaan kepada kayu atau suatu batu ‎atau bangunan di atas sebuah kuburan atau yang ‎lainnya seraya berdo’a kepada benda-benda itu dan ‎menyembelih kurban demi untuknya: Bahwasanya ‎benda-benda itu dapat mendekatkan kami kepada ‎Allah dengan sedekat-dekatnya dan dapat menolak ‎bala’ dari kami dengan barokahnya.”‎

Maka katakan, “Anda telah jujur menjawab, dan ‎hal itulah yang kamu kerjakan di sisi batu-batu, ‎bangunan-bangunan yang ada di atas kuburan dan ‎yang lainnya”. Si penentang itu mengakui bahwa ‎perbuatan orang-orang semacam itu, sama saja ‎dengan menyembah berhala. 

Inilah yang diharapkan, mereka akui hal ini.

Perlu juga dikatakan kepadanya lagi: ucapanmu, ‎‎“Syirik itu menyembah kepada berhala“ Apakah yang ‎kamu maksud, bahwa syirik itu khusus kepada ‎penyembahan berhala saja, sedangkan bergantung ‎kepada orang-orang shalih serta berdo’a kepada ‎mereka tidak termasuk syirik?

🖍️Padahal hal ini ‎dibantah oleh ayat yang disebutkan Allah dalam ‎kitabnya tentang kekufuran orang yang selalu ‎bergantung kepada para malaikat, Nabi ‘Isa dan orang-‎orang shalih.

Maka wajib kamu akui, bahwasanya ‎orang yang mempersekutukan seseorang dari orang-‎orang shalih dalam beribadah kepada Allah, bentuk ‎syirik yang semacam itu adalah bentuk syirik yang ‎tercantum dalam Al-Qur’an.”

Dan memang inilah ‎kesimpulan pembahasan yang dicari.‎ Rahasia masalah ini adalah jika dia mengatakan: ‎‎“Saya tidak syirik (mempersekutukan) Allah”.

Maka tanyakan kepadanya: “Apakah sebenarnya ‎arti syirik kepada Allah itu, coba jelaskan arti syirik itu ‎kepadaku?”‎

Jika dia mengatakan, “Syirik itu adalah menyembah ‎berhala-berhala.”

Maka katakan: “Lalu apa makna menyembah ‎berhala itu, coba jelaskan kepadaku? Jika dia mengatakan: “Saya hanya menyembah ‎Allah semata”. ‎

Maka katakan: “Apakah makna menyembah Allah ‎semata itu? Coba jelaskan kepadaku!‎

Jika dia menjelaskan kalimat itu dengan apa yang ‎sudah dijelaskan Al-Qur’an, maka jawaban itulah yang ‎diharapkan .

🖍️ Syaikh menjelaskan diskusi dengan pelaku kesyirikan. Dan syirik adalah penyembahan kepada selain Allah.

Akan tetapi dia tidak mengetahui hal itu. Dan jika ‎dia menafsirkan hal itu tidak sesuai dengan makna ‎sebenarnya, maka hendaknya anda jelaskan ‎kepadanya ayat-ayat yang menjelaskan tentang syirik ‎kepada Allah dan makna menyembah berhala- berhala. ‎Atau jelaskan kepadanya bahwa hal itulah yang ‎dilakukan oleh sebagian orang pada zaman ini. Dan ‎jelaskan pula, bahwa menyembah Allah semata, tiada ‎sekutu bagi-Nya, itulah yang membuat mereka ‎menentang kami dan berteriak sebagaimana kawan-‎kawan mereka (para jahiliyyah) telah berteriak, sambil ‎mengatakan: ‎

أَجَعَلَ الآلِهَةَ إِلَهًا وَاحِدًا إِنَّ هَذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ

“Mengapa ia (Muhammad) menjadikan tuhan-tuhan itu hanya ‎yang satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu ‎hal yang sangat mengherankan”. (Shaad: 5).

🖍️ Tauhid itu ibadah hanya kepada Allah semata.

Syirik adalah beribadah kepada selain Allah juga. Ibadah itu bisa berdoa, istighosah.

Apabila anda sudah tahu bahwa hal yang ‎dinamakan oleh orang-orang musyrik pada zaman ini ‎dengan “Al I’tiqaad,” adalah merupakan “syirik” yang ‎dimaksud dalam Al- Qur’an dan Rasulullah Shallallahu‘alaihi wasallam ‎memerangi manusia lantaran syirik itu, maka ‎ketahuilah, bahwasanya bentuk syirik orang-orang ‎dahulu itu lebih ringan dari bentuk syirik orang-orang ‎zaman ini, hal ini karena dua hal :

✅*SYUBHAT*

Syirik orang-orang musyrikin menyatakan bahwa malaikat adalah putri2 Allah. Inilah sebab mereka dikafirkan.
🖍️Menurut Mereka – berdoa kepada malaikat bukan syirik.

⛔ Menurut mereka syirik = berdoa kepada malaikat dan menyatakan malaikat putri Allah.

🖍️ *BANTAHAN*

🔸Berdoa kepada malaikat adalah syirik
🔸Menyatakan malaikat putri Allah juga syirik tersendiri.

➡️Terjerumus kedalam kekufuran tidak harus terkumpul terjerumus dalam beberapa kekufuran.

Orang yang kufur 1 ayat pada Al Ikhlas sudah jatuh dalam kekufuran.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مَا اتَّخَذَ اللّٰهُ مِنْ وَّلَدٍ وَّمَا كَا نَ مَعَهٗ مِنْ اِلٰهٍ اِذًا لَّذَهَبَ كُلُّ اِلٰهٍ بِۢمَا خَلَقَ وَلَعَلَا بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ ۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يَصِفُوْنَ 

“Allah tidak mempunyai anak, dan tidak ada tuhan (yang lain) bersama-Nya, (sekiranya tuhan banyak,) maka masing-masing tuhan itu akan membawa apa (makhluk) yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu,”
(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 91)

Dari ayat ini sebab kufur tidak harus ingkari semua dalam ayat tersebut.
Misal akui Allah punya anak – kafir
Tidak ada yang diibadahi selain Allah – sebab kufur.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَجَعَلُوْا لِلّٰهِ شُرَكَآءَ الْجِنَّ وَخَلَقَهُمْ وَخَرَقُوْا لَهٗ بَنِيْنَ وَبَنٰتٍ بِۢغَيْرِ عِلْمٍ ۗ سُبْحٰنَهٗ وَتَعٰلٰى عَمَّا يَصِفُوْنَ
“Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin sekutu-sekutu Allah, padahal Dia yang menciptakannya (jin-jin itu), dan mereka berbohong (dengan mengatakan), “Allah mempunyai anak laki-laki dan anak perempuan,” tanpa (dasar) pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka gambarkan.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 100)

➡️ Sebab kufur.
1. Menjadikan bagi Allah putra putri
2. Menjadikan sekutu bagi Allah

Bahwasanya orang-orang dahulu tidak melakukan ‎kesyirikan, tidak menyembah dan berdo’a kepada ‎malaikat, para wali dan berhala-berhala disamping ‎menyembah dan berdoa kepada Allah kecuali dalam ‎keadaan senang.

➡️ Karomah para wali diakui oleh Ahlussunnah Wal jamaah – seperti Umar bin Khaththab saat pasukan sedang perang yang sangat jauh dan arahkan pasukan dan didengar pasukan tersebut.

Sahabat ada yang mampu seberang laut dengan kuda yang jalan di atas air.

Orang yang ada berlebihan buat cerita lucu Karomah – misalnya khutbah sambil telanjang.

Ada syubhat – Karomah para wali yang bisa jawab doa orang di kuburan nya.

Syaikh hanya ingkari supaya tidak berbuat syirik.

Mutazilah ingkari semua Karomah. Kata mereka tidak bisa bedakan mukjizat Nabi dan Karomah wali.

✅Mukjizat Nabi biasanya disertai tantangan sepanjang masa.
Mukjizat kualitas nya lebih tinggi daripada Karomah.

Ahlussunnah Wal jamaah berada di tengah antara Mutazilah dan sufi extreme yang sering buat cerita Karomah yang lucu-lucu.

Semoga bermanfaat.

##$$-aa-$$##

Kasyfu_syubhat

KASYFU SYUBHAAT #-11 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullahu) KASYFU SYUBHAAT #-13 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullahu)
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?