KELAS UFA#TEMATIK 5-6-7-8-9 : KEUTAMAAN ORANG SHALIH, HATI-HATI HOAX,UJIAN, SAATNYA CEK HATI
- KELAS UFA# Materi 34-35-36-37-38 : MODEL2 UJUB
- KELAS UFA#Materi 29-30-31-32-33 : BAHAYA UJUB
- KELAS UFA#Materi 25-26-27-28: RIYA TERSELUBUNG – UJUB
- KELAS UFA#Materi 1-2-3-4: MEMPELAJARI AMALAN HATI
- KELAS UFA#Materi 5-6-7-8-9 : Amalan Hati – IKLHAS
- KELAS UFA#TEMATIK 5-6-7-8-9 : KEUTAMAAN ORANG SHALIH, HATI-HATI HOAX,UJIAN, SAATNYA CEK HATI
- KELAS UFA#Materi 10-11-12-13-14 : FAIDAH IKHLAS
- KELAS UFA# Materi 39-40-41-42-43 : Tawakal
- KELAS UFA# Materi 44-45-46-47-48 : KEUTAMAAN TAWAKAL
- KELAS UFA# Materi 49-50-51-52-53 : HAKIKAT TAWAKAL
Diterbitkan pertama kali pada: 10-Jul-2021 @ 07:21
7 menit membacaKELAS UFA 05.07.2021
➡️ TEMATIK 5 : KEUTAMAAN ORANG SHALIH, BISA MEMBERI SYAFAAT di Akhirat
Keutamaan pertemanan, seorang teman bisa memberi syafaat kepada temannya.
Dalam suatu hadits, Rasulullah ﷺ mengatakan,
ما منكم من أحد بأشد مناشدة لله في استقصاء الحق من المؤمنين لله يوم القيامة لإخوانهم الذين في النار،
Ketika sebagian kaum mukminin berhasil melewati shirath dan selamat dari neraka Jahanam (dibawah shirath), kemudian mereka masuk surga, mereka pikirkan teman-teman mereka.
Tidak seorang pun dari kalian yang lebih gigih dalam memohon kepada Allah.
Nabi ﷺ menggambarkan kalau ada seorang di dunia dia berusaha mengambil haknya, di dalam sidang, dia datangkan pengacara, saksi-saksi karena berusaha ambil haknya..
Nanti pada hari kiamat ada orang yang lebih gigih daripada itu..
Sesunguhnya sebagian kaum mukminin pada hari kiamat kelak gigih dalam memperjuangkan saudara-saudaranya yang masih di neraka Jahanam.
يقولون
Mereka memohon kepada Allah agar saudara-saudara mereka bisa diselamatkan
ربنا كانوا يصومون معنا ويصلون ويحجون
Yaa Allah, mereka dahulu puasa sama kami, mereka dahulu sholat sama kami, mereka dulu haji bersama kami.
Ini menunjukkan ada orang sholat, puasa, haji namun masuk neraka (inilah dalilnya).
Maka Allah kabulkan permohonan orang-orang yang bertakwa ini..
فيقال لهم: أخرجوا من عرفتم
Kata Allah : keluarkanlah orang-orang yang kalian kenal dari neraka.
Orang-orang yang sholeh, diantara manfaat pertemanan, Allah izinkan mereka untuk keluarkan teman-teman mereka yang masih di neraka.
➡️ TEMATIK 6 AWAS HOAX DAN Hati-hati Mendengar Khabar Berita Bag 1
Allah berfirman,
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِن جَآءَكُمْ فَاسِقُُ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا
أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَافَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti,
Jangan langsung dibenarkan, disikapi.
Ayat ini asbabul nuzul nya tentang Bani Al Mustaliq, mereka masuk Islam maka mereka membuat perjanjian dengan Nabi, “Kirimkan petugas pajak kepada kami, maka kami akan bayar zakat.”
Maka Nabi ﷺ mengirim Al Walid bin Uqbah untuk ambil zakat ke Banil Mustaliq. Yang pimpinan nya adalah Haris ibn Abi Dirar Al Khuzai, bapaknya Juwairiyah, istri Nabi ﷺ.
Maka ketika Al Walid bin Uqbah datang ke Banil Mustaliq untuk ambil zakat, sebagian riwayat menyebutkan mereka gembira untuk menyambut utusan Nabi ﷺ, mereka dengan memakai baju kebesaran dan pedang-pedang dalam rangka untuk menyambut.
Ketika Al Walid bin Uqbah melihat kondisi seperti itu, dia balik dan melapor kepada Nabi ﷺ bahwasanya mereka (Banil Mustaliq) tidak mau bayar zakat dan ingin membunuh Al Walid.
Maka Rasulullah ﷺ menyuruh Khalid bin Walid untuk mengecek kebenaran berita itu.
Nabi ﷺ tidak tahu ilmu ghaib.
Setelah di cek, ternyata tidak demikian. Banil Mustaliq mengatakan mereka tidak melihat utusan Nabi dan tidak ingin perang.
Maka turunlah firman Allah.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِن جَآءَكُمْ فَاسِقُُ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا
أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَافَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti,
Cek dulu, karena khawatir kalau ambil sikap langsung tanpa cross chek maka akan timbul perkara yang akan menimpa suatu kaum dan menyesal di kemudian hari.
. [Al Hujurat : 6].
Jika Nabi tidak mengecek maka timbul pertumpahan darah diantara mereka..
Ini adalah Faidah yang sangat penting.
Kita bermuamalah dengan medsos, berita hoax yang tersebar.
Bukan hanya berita politik saja tapi pada kehidupan sehari-hari,ama anak ama istri..
Kata Allah
Fatabayyanu….
Dalam Qiroah yang lain..
Fatatsabbatuu… Disuruh Tatsabbut dan tabayun..
Ada yang mengatakan makna nya sama ada mengatakan.
Tatsabbut = crosscheck dulu, berita benar atau tidak
Kalau berita benar maka tabayun, apa maksud berita tersebut..
Bukan berarti berita benar tapi kita salah memahami atau menafsirkan maksud berita tersebut.
➡️ TEMATIK 7 – AWAS HOAX DAN Hati-hati Mendengar Khabar Berita Bag 2
Banyak berita yang kita terima melalui berbagai media dan susah bagi kita untuk check kebenaran, check apakah orang nya tsiqah.. Terutama yang bukan bidang kita.
Maka sebaiknya kita diam.
Dari pada ikut komentar namun akan timbul mudhorot dan penyesalan di kemudian hari.
Jadi jalan keselamatan adalah tidak ikut campur.
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.
Oleh karena nya di musim-musim fitnah, Nabi ﷺ mengatakan..
سَتَكُونُ فِتَنٌ القَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ القَائِمِ، وَالقَائِمُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ المَاشِي، وَالمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنَ السَّاعِي، وَمَنْ يُشْرِفْ لَهَا تَسْتَشْرِفْهُ، وَمَنْ وَجَدَ مَلْجَأً أَوْ مَعَاذًا فَلْيَعُذْ بِهِ
“Akan terjadi fitnah yang ketika itu orang yang duduk lebih baik dari pada orang yang berdiri, dan orang yang berdiri lebih baik dari pada orang yang berjalan, dan orang yang berjalan lebih baik dari pada orang yang berlari, dan siapa yang ingin tahu tentang fitnah itu, maka fitnah itu akan menariknya, siapa yang menemukan tempat pertahanan atau tempat perlindungan, hendaklah dia berlindung kepadanya.”
Artinya Rasulullah ﷺ menyuruh kita untuk menjauhi hal-hal yang kita tidak punya kejelasan.
Kalau ada yang lain yang kompeten … Silakan.
Ingatlah selalu sabda Nabi Muhammad ﷺ,
مِنْ حُسْنِ إِسْلامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ
“Di antara keindahan Islam seseorang adalah dia meninggalkan apa yang bukan urusannya (yang tidak bermanfaat baginya).”
Ayat tersebut dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.. Karena banyak berita hoax.
Demikian juga banyak hadits palsu yang disandarkan kepada Nabi ﷺ.
Bila dapat hadits pada HP kita, kita check dulu..
1. Apakah hadits nya shahih
2. Bila shahih tepat kah di share saat itu juga, supaya tidak ada salah faham..
Lihatlah manfaat dan mudhorot..
Kita harus perhitungan (lisan) karena kita akan diperhitungkan
Terkadang diam adalah kunci keselamatan..
Kalau punya bukti kuat untuk kebenaran silakan diperjuangkan..
➡️ *Tematik 8 – Aneh ! Ketika Ujian Dan Cobaan Datang Ada Golongan yang Menjauh Dari Allah *
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمَا نُرْسِلُ بِا لْاٰ يٰتِ اِلَّا تَخْوِيْفًا
“Dan Kami tidak mengirimkan tanda-tanda (ayat-ayat)kami itu melainkan untuk memberi rasa takut pada manusia”
(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 59)
Ayat ini diperselisihkan oleh para ulama tentang apa-apa yang menimbulkan rasa takut bagi manusia.
Ada yang mengatakan.
1. Mukjizat yang Allah berikan pada para nabi sehingga membuat takut umat yang menyelisihinya
2. Bencana alam seperti gempa bumi, tsunami
3. Gejala alam seperti gerhana dan semisalnya
4. Kematian yang tersebar dengan cepat atau wabah atau yang lain.
Intinya Allah mengirim kejadian-kejadian bagi manusia agar timbul rasa takut kepada Allah.
Ini menunjukkan bahwasanya alam semesta ini ada yang mengatur.
Yang menjadi masalah adalah ketika Allah mengirim ayat-ayat yang menunjukkan keagungan-Nya, sebagian orang malah semakin jauh dari Allah ﷻ, tidak ambil pelajaran dari kejadian tersebut.
Ketika Allah menenggelamkan Firaun, Allah ﷺ berfirman
حَتَّى إِذَا أَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ آمَنْتُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلا الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ آلآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ فَالْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ آيَةً وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ عَنْ آيَاتِنَا لَغَافِلُونَ
hingga bila Fir’aun itu telah hampir tenggelam, berkatalah dia, “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).”Apakah sekarang (baru kalian percaya), padahal sesungguhnya kalian telah durhaka sejak dahulu, dan kalian termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.
Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu supaya kalian dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu, dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lalai dari tanda-tanda kekuasaan Kami.
Ada gempa, tsunami, ekonomi jatuh, wabah adalah tanda-tanda kekuasaan Allah, tetapi sebagian orang biasa-biasa saja, hanya ketakutan secara duniawi dan tidak sadar dan terus terjerumus dalam kemaksiatan.
Tetap tidak sholat, tidak berjilbab, tetap riba..
Allah telah singgung model orang seperti ini.
Allah berfirman,
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَآ إِلَىٰٓ أُمَمٍۢ مِّن قَبْلِكَ فَأَخَذْنَـٰهُم بِٱلْبَأْسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan/penderitaan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.
وَلَـٰكِن قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan syaitanpun menghiasai maksiat yang mereka kerjakan.
فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ اَبْوَا بَ كُلِّ شَيْءٍ ۗ
“Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka.
Allah kasih nikmat, supaya mereka semakin lalai (istidraj)
حَتّٰۤى اِذَا فَرِحُوْا بِمَاۤ اُوْتُوْۤا اَخَذْنٰهُمْ بَغْتَةً فَاِ ذَا هُمْ مُّبْلِسُوْنَ
Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami hukum mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.”
Seperti firman Allah,
وَلَقَدْ أَخَذْنَـٰهُم بِٱلْعَذَابِ فَمَا ٱسْتَكَانُوا۟ لِرَبِّهِمْ وَمَا يَتَضَرَّعُونَ
Dan sesungguhnya Kami telah pernah menimpakan azab kepada mereka, maka mereka tidak tunduk kepada Rabb mereka, dan (juga) tidak memohon (kepada-Nya) dengan merendahkan diri.
Ini terjadi terutama bila hal ini terjadi berkepanjangan, orang-orang semakin jauh dari Allah, semakin suudzon kepada Allah.
Pada agama lain, mereka juga menghina agama mereka sendiri..
Bila Allah memberi teguran.. Harus ada rasa takut dan
Kita harus segera kembali kepada Allah.
➡️ TEMATIK 9 : SAATNYA DETEKSI HATI
Kata Allah,
{وَمَنْ تَزَكَّى فَإِنَّمَا يَتَزَكَّى لِنَفْسِهِ}
Dan barang siapa yang menyucikan dirinya, sesungguhnya ia menyucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. (Fathir: 18)
Ayat seperti ini banyak, misalnya.
قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّىٰ
Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan dirinya
Surat Al-A’la (87) Ayat 14
Dalam surat yang lain,
{قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا}
sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotori jiwanya. (Asy-Syams: 9-10)
Ini ayat berkaitan keutamaan seseorang yang mensucikan dirinya.
Apa maksud تَزَكَّى dalam..
وَمَنْ تَزَكَّى فَإِنَّمَا يَتَزَكَّى لِنَفْسِهِ
Dan barang siapa yang berusaha menyucikan dirinya, sesungguhnya ia menyucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri.
تَزَكَّى
Dari tazkiah, dalam bahasa Arab bisa 2 makna :
1. Mensucikan dari kotoran yang ada
2. Pertambahan
Oleh karena nya disebut zakat karena zakat bisa menambah harta seseorang.
Dikeluarkan untuk mensucikan dosa-dosa orang tersebut dan hartanya ditambah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Maka demikian seorang yang mensucikan jiwanya, ada dua hal yang dilakukannya.
1. Membersihkan penyakit hati (ujub, riya, dengki, suudzon, hasad dll)
karena orang yang seperti ini sungguh beruntung, dan hal ini perlu perjuangan karena hati kita ada penyakit.
Butuh mengenal penyakit hati – scan – dan membersihkannya.
Kenapa beruntung? Karena kalau jiwanya sudah suci, maka output nya akan baik (baik perkataan, bahagia kehidupannya, muamalah kepada istri, suami, ortu, semangat ibadah, semua kembali kepada jiwanya)
Kembali kepada dirinya..
اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri.

