HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu (bagian-10 )
- HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – perhiasan bagi penuntut ilmu (bagian-1)
- HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – perhiasan bagi penuntut ilmu. (bagian-2)
- HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu* (bagian-3)
- HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu (bagian-4)
- *HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu* (bagian-5)
- HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu (bagian-10 )
- *HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu* (bagian-6 )
- *HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu* (bagian-7 )
- HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu (bagian-8 )
- HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu (bagian-9 )
Diterbitkan pertama kali pada: 16-Jan-2022 @ 07:12
3 menit membaca*HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu* (bagian-10 )
Karya Syaikh Bakar Abu Zaid
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
13 Jumadil Akhir 1443H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Kita lanjutkan..
➡️ *19. Modal penuntut ilmu ada pada gurunya*
Sehingga guru tidak boleh menampakkan adab yang tidak baik. Karena murid adalah peniru ulung.
*Harus meneladani akhlak dan sifat mulia gurunya.*❗
Zaman Imam Ahmad, menurut riwayat yang shahih muridnya bisa sampai 4 – 5 ribu. Teknologi saat itu akan sulit untuk jamaah sebesar itu.
Kenapa begitu banyak jamaah padahal mereka belum tentu bisa mendengar suara sang Imam. Tidak lain hanya ingin belajar akhlak dan sifat yang mulia.✔️
Jangan terlalu taklid kepada guru dengan meniru persis guru dalam hal gaya bicara, gaya pakaian, gaya jalan, penampilan.. Kecuali bila contoh tersebut sudah dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ sehingga niatnya mencontoh Rasulullah ﷺ.
Yang kita ikuti adalah akhlak dan sifat-sifat yang mulia nya..
➡️ *20. Berusaha menjaga semangat mengajar guru*
Semangat guru tergantung sejauh mana semangat murid mendengarkan pelajaran dari guru.
Juga tergantung reaksi indera kita terhadap guru dalam pelajaran.
Oleh karena itu jangan sampai kita menjadi wasilah dalam menghambat ilmu dengan sikap kita yang kurang baik.
Contohnya adalah sikap malas, tampak bosan, bersandar, serta kurang atau tidak konsentrasi.
Majelis ilmu adalah tempat mulia, seharusnya tempat dimana kita tampakkan kebahagian kita.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَه
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), mereka akan dinaungi rahmat, mereka akan dilingkupi para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi para makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya” (HR. Muslim).
Majelis ilmu adalah majelis yang menjadi penentu di akhirat.
🔸Khatib Al Baghdadi rahimahullah berkata, “Hak ilmu adalah hendaknya ia tidak diberikan kepada orang yang tidak menginginkannya, jangan disodorkan kepada orang yang tidak berniat kepadanya. Jika seorang pembicara melihat kelesuan pada pendengar, hendaklah ia diam. Karena sebagian ahli adab mengatakan : semangat pembicara itu tergantung kepada kadar pemahaman pendengar.”.
Ilmu itu punya hak dan penuntut ilmu wajib menunaikan kewajiban nya.
Abdillah rahimahullah berkata, “Berbicaralah kepada orang-orang selama mereka mengarahkan pandangan mata kepadamu, jika kau lihat kelesuan pada mereka, berhentilah”.
➡️ *21. Menulis Yang disampaikan Guru*
Saat mudzakarah, saat guru menyampaikan. Ini tergantung dengan cara guru, kapan sebaiknya murid dibolehkan untuk mencatat.
Diantara adabnya adalah meminta izin kepada guru untuk mencatat.
Juga tampakkan penuntut ilmu mencatat sambil menatap kepada guru.
Jangan fokus hanya mencatat semua kata dari guru tapi harus konsentrasi dalam memahami perkataan gurunya, dengan memperhatikan atau menatap kepada gurunya supaya bisa ambil banyak faidah.
➡️ *22 Hindari ambil ilmu dari ahli bid’ah*
Ahli bid’ah adalah yang memiliki aqidah yang menyimpang.
Misalnya dalam memahami sifat-sifat Allah, tidak sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah ﷺ dan pemahaman para sahabat radhiallahu’anhum.
Karena banyak orang-orang yang menolak sifat-sifat Allah dengan logikanya yang terbatas.
Juga jangan sampai juga ambil ilmu dari guru yang disampaikan adalah kurafat, misalnya bisa terbang, bisa jalan di atas air dst.
Karomah tidak bisa diulangi.. Hanya diberikan oleh Allah tanpa disangka-sangka.
🖍️Wali Allah itu orang yang beriman dan bertakwa.
⛔ Jangan ambil ilmu dari seseorang yang mengaku bisa mengetahui masa depan.
Semoga bermanfaat,
##$$-aa-$$##


