HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu (bagian-15)
- HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – perhiasan bagi penuntut ilmu (bagian-1)
- HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – perhiasan bagi penuntut ilmu. (bagian-2)
- HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu* (bagian-3)
- HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu (bagian-4)
- *HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu* (bagian-5)
- HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu (bagian-15)
- *HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu* (bagian-6 )
- *HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu* (bagian-7 )
- HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu (bagian-8 )
- HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu (bagian-9 )
Diterbitkan pertama kali pada: 06-Mar-2022 @ 06:13
2 menit membaca*HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu* (bagian-15)
Karya Syaikh Bakar Abu Zaid
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
2 Syaban 1443H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Kita lanjutkan..
➡️ *34 MEMILIKI TAMENG*
yaitu ucapan *Saya tidak tahu*
Imam Malik bahkan mengatakan orang yang menjawab dengan saya tidak tahu berarti telah memberi fatwa.
Syaikh mengatakan perisai penuntut ilmu adalah “saya tidak tahu”. Adapun yang merobek tabirnya adalah kesombongan, dengan mengatakan “kayaknya, konon ada yang mengatakan ..”
Ucapan saya tidak tahu adalah setengah dari ilmu. Dan ucapan saya kira, katanya… Adalah setengah kebodohan.
✔️Imam Malik (di Madinah), pernah didatangi tamu dari Maghribi (Maroko) yang membawa 48 pertanyaan, yang mana Imam Malik hanya menjawab 32 pertanyaan dengan jawaban “saya tidak tahu.”
Tamu tersebut mengatakan “ah ini kan masalah yang ringan (mudah)”.
Maka Imam Malik menjawab dengan “Katakanlah kepada para penanya bahwa Imam Malik menjawab dengan jawaban saya tidak tahu, karena semua pertanyaan terkait agama tidak ada yang ringan”.
Kisah berikut menunjukkan bila berani menjawab tanpa ilmu.
🖍️Dari Jabir Radhiyallahu anhu , beliau berkata, “Kami berangkat dalam satu perjalanan lalu seorang dari kami tertimpa batu dan melukai kepalanya. Kemudian orang itu mimpi “basah” lalu ia bertanya kepada para sahabatnya, ‘Apakah kalian mendapatkan keringanan bagiku untuk tayammum ?” Mereka menjawab, “Kami memandang kamu tidak mendapatkan keringanan karena kamu mampu menggunakan air.” Lalu ia mandi kemudian meninggal.
Ketika kami sampai dihadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, peristiwa tersebut diceritakan kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam .
Beliau ﷺ bersabda, “Mereka telah membunuhnya. Semoga Allâh membalas mereka. Tidakkah mereka bertanya jika tidak mengetahui ? Karena obat dari tidak tahu adalah bertanya. Sesungguhnya dia cukup bertayammum [HR Abu Dawud, shahih]
⛔Jangan terlalu pede, dan berani menjawab pertanyaan tapi tanpa ilmu karena konsekuensi nya berat.
🖍️Kalimat “Saya tidak tahu dan Allahu ‘alam”.
1. Dia tahu bahwa dia tidak tahu
2. Serahkan keilmuan kepada Allah
Kata Allahua’ lam yang semua orang tahu jawabannya adalah tidak tepat, tapi disambung dengan wabillahi taufiq.
🔸Misalnya hukum sholat 5 waktu. Maka jawabannya adalah wajib wabillahi taufiq.
Kata Allaha’lam hanya dipakai untuk hal-hal yang terjadi banyak khilaf ulama.
➡️ *35. MENJAGA MODAL (USIA)*
🔸Jagalah waktu/usia dengan sebenar-benarnya untuk hal-hal yang produktif (dalam ilmu).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ: عَنْ عُمُرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ، وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ، وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ
“Tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan dalam apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari yang ia ketahui (ilmu).” HR Tirmidzi.
Gunakan waktu itu apalagi saat masih muda. Masa terkonsentrasi hati dan pikiran. Belum banyak kesibukan disebabkan oleh tuntutan hidup.
Sibukkan diri dengan ilmu baik dengan membaca, membacakan, mengkaji, menghayati, menghafal, dan mencari.
Jangan terbiasa menunda-nunda,tapi harus bergegas. Bergegas merupakan bukti bahwa seseorang memiliki motivasi tinggi dalam bidang ilmu.
##$$-aa-$$##

