This entry is part 22 of 27 in the series Sifat Sholat Nabi

Diterbitkan pertama kali pada: 04-Jul-2020 @ 21:00

3 menit membaca

Sifat sholat Nabi
Ustadz Dr Musyaffa Ad Dariny
22 Jumadil Akhir 1441 H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

*Bagaimana detail duduk Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam sujud.*

Apabila beliau ﷺ duduk dalam Tasyahud, beliau ﷺ meletakkan telapak tangan kanan beliau diatas paha (riwayat lain di atas lutut) kanan, dan meletakkan telapak tangan kiri beliau diatas paha (dalam riwayat lain du atas lutut) kiri, (beliau membentangkan telapak tangannya di atas nya).

كان ﷺ بضع حد مر فقه الأ يمن على فخذه اليمنى

Beliau ﷺ meletakkan ujung siku kanan beliau diatas paha kanan beliau.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang seseorang duduk bertumpu dengan tangan kirinya dalam shalat dengan bersabda,

إنها صلا ة اليهود

Itu adalah cara duduk orang-orang Yahudi.

Dalam lafaz lain,

لا تجلس هكذا، إنما هذه جلسة الذبن يعذبون

Jangan kamu duduk seperti ini, sebab adalah cara duduk orang-orang yang diadzab.

Ada yang mengatakan ini hukum nya makruh, tapi yang lebih kuat adalah yang haram karena itu duduk orang yang dimurkai.

هي قعدة المغضوب عليهم

Itu adalah duduk orang-orang yang dimurkai.

Dan kita dilarang untuk menyerupai kaum kafir.

Duduk dengan tumpuan tangan kanan dan kedua tangan tidak mengapa (Syaikh Utsaimin).

Dahulu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam membuka telapak tangan kiri diatas lutut beliau, dan menggenggam semua jari telapak tangan Beliau dan menunjuk dengan jari telunjuk (isyarat tauhid) ke arah Kiblat, kemudian arah kan pandangan nya kepada telunjuk nya.

Beliau ﷺ apabila menunjuk dengan tangan Beliau, beliau meletakkan ibu jari pada jari tengah beliau.

Dan terkadang,

Beliau ﷺ melingkarkan keduanya dalam bentuk satu lingkaran.

Dan juga

Beliau ﷺ mengangkat telunjuk beliau seraya menggerakkannya sambil membaca doa (Diriwayatkan oleh Zaidah Ibnu Qukamah, tsiqah)

Namun riwayat ini di selisihi oleh 18 perawi lain.

Dan sikap para ulama..

1. Kompromi seperti Syaikh Al-Albani.

18 perawi tidak sebutkan saja dan Zaidah menyebutkan.

Kaidah, orang yang tetapkan sesuatu didahulukan..

2. Ulama Syafi’iyah dan mayoritas

Riwayat Zaidah masuk ke dalam riwayat syadah (ganjil, menyendiri).
18 perawi lebih tsiqah.. Dan Zaidah tidak lebih tziqah dari 18 perawi.

Syaikh Al-Albani memasukkan ini ke dalam ziyadatu Tsiqah (tambah) sehingga makbul.

Dan jumhur ulama menganggap ini tambahan yang syadah (ganjil) sehingga tidak diterima..

Atau riwayat tambahan itu dimaknai saat gerakkan saat mulai angkat telunjuk.. Jadi tidak ada yang ditinggalkan.

Para ulama yang berpendapat jari digerakkan pun berbeda pendapat,
1. Gerakan naik turun
2. Gerakan sedikit.
3. Gerakan dari awal
4. Gerakan sebut nama Allah (Assalamu ‘alaika..)
5. Ulama Hanabilah mulai Syahadat dan diam terus..
6. Malikiyah angkat sejak awal

Banyak nya pendapat ini sangat banyak karena tidak ada dalil yang tegas.. Sehingga kita kembali ke redaksi hadits.

Yaitu angkat jari dari awal duduk Tasyahud dan tidak disebutkan turunnya.

Seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar (Sahih Muslim) yang menyatakan meletakkan telapak tangan di lutut dan membentuk angka 53 dan isyarat jari telunjuk.. Sehingga kita pahami angkat jari dari awal Tasyahud.

Riwayat Zubair.. Letak kan telapak tangan diatas paha dan memberikan isyarat dengan jari membentuk lingkaran jari, jadi juga dari awal.

Riwayat Waid Ibnu Hujr.. Yang menyatakan juga Isyarat jari dari awal duduk…

Adapun yang gerakan jari mulai saat ASY-HADU ALLA… Adalah karena pemahaman makna, dan mulai saat sebut tauhid.. Dan ini tidak ditemui riwayat.. Mereka berpendapat atas Ijtihad ulama sebelumnya.

Dan kita sebaiknya kembali ke awal (dhahir hadits).

Syaikh Al Albani selanjutnya menulis Rasulullah shallallahu alaihi wasallam Tasyahud dengan gerakan jari dan ini lebih keras pada syetan dari pada pukulan besi

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengingkari seorang sahabat yang isyarat dengan 2 jari.

Semoga Bermanfaat…. ditutup dengan doa kafaratul Majelis..

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنتَ أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إليكَ

*SUBHAANAKALLOHUMMA WA BIHAMDIKA, ASY-HADU ALLA ILAHA ILLA ANTA, AS-TAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIK*

(Mahasuci Engkau, wahai Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Aku meminta ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu)

Sifat Sholat Nabi

SIFAT SHOLAT NABI #SUJUD (LANJUTAN) SIFAT SHOLAT NABI # BACAAN TASYAHHUD
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?