BIJAK DALAM BERDAKWAH#14 Dakwah kepada Ahli Kitab : Menetapkan Kenabian Nabi Muhammad ﷺ
- BIJAK DALAM BERDAKWAH #1 – Muqaddimah
- BIJAK DALAM BERDAKWAH #2 – Kriteria Juru Dakwah
- BIJAK DALAM BERDAKWAH#3 – Kriteria Juru Dakwah Bagian ke-2
- BIJAK DALAM BERDAKWAH #4 – Kriteria Juru Dakwah Bagian ke-3
- BIJAK DALAM BERDAKWAH#5 Hak-Hak Orang Yang Kita Dakwahi
- BIJAK DALAM BERDAKWAH#14 Dakwah kepada Ahli Kitab : Menetapkan Kenabian Nabi Muhammad ﷺ
- BIJAK DALAM BERDAKWAH#6 Hak-Hak Yang Didakwahi
- BIJAK DALAM BERDAKWAH#7 Hak-Hak Yang Didakwahi
- BIJAK DALAM BERDAKWAH#8 – Kewajiban Orang Yang Hijrah (1)
- BIJAK DALAM BERDAKWAH#9 Kewajiban Orang yang Hijrah#2
Diterbitkan pertama kali pada: 02-Apr-2021 @ 21:02
6 menit membacaBIJAK DALAM BERDAKWAH#14
Dakwah kepada Ahli Kitab : Menetapkan Kenabian Nabi Muhammad ﷺ
📖 (Syarah Kitab dari Syaikh Prof. Dr. Hamud bin Ahmad Ar Ruhaily).
👤Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah, MA
🗓️ 21 Sya’ban 1442H
Kita harus bersyukur atas nikmat yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada kita. Tanpa pertolongan Allah kita tidak bisa berbuat apa-apa.
Alhamdulilah kita sudah di penghujung Ramadhan, dan banyak orang yang tidak dapat Ramadhan karena sudah meninggal.
Bagaimana mengajak orang-orang Nasrani mengajak untuk meyakini bahwa Muhammad adalah Rasulullah. Sebagaimana Nabi Isa juga utusan Allah.
Allah ingatkan mereka dengan apa yang ada pada kitab mereka. Seperti Yahudi mengetahui Nabi Muhammad ﷺ seperti mengetahui anaknya sendiri.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَا كْتُبْ لَـنَا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰ خِرَةِ اِنَّا هُدْنَاۤ اِلَيْكَ ۗ قَا لَ عَذَا بِيْۤ اُصِيْبُ بِهٖ مَنْ اَشَآءُ ۚ وَرَحْمَتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۗ فَسَاَ كْتُبُهَا لِلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَا لَّذِيْنَ هُمْ بِاٰ يٰتِنَا يُؤْمِنُوْنَ
“Dan tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sungguh, kami kembali (bertobat) kepada Engkau. (Allah) berfirman, “Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka, akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 156)
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَ لَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الرَّسُوْلَ النَّبِيَّ الْاُ مِّيَّ الَّذِيْ يَجِدُوْنَهٗ مَكْتُوْبًا عِنْدَهُمْ فِى التَّوْرٰٮةِ وَا لْاِ نْجِيْلِ يَأْمُرُهُمْ بِا لْمَعْرُوْفِ وَيَنْهٰٮهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبٰٓئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ اِصْرَهُمْ وَا لْاَ غْلٰلَ الَّتِيْ كَا نَتْ عَلَيْهِمْ ۗ فَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِهٖ وَعَزَّرُوْهُ وَنَصَرُوْهُ وَ اتَّبَـعُوا النُّوْرَ الَّذِيْۤ اُنْزِلَ مَعَهٗۤ ۙ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
“(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang beruntung.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 157)
Rahmat Allah meliputi segala sesuatu tetapi Allah tetapkan untuk orang-orang yang bertakwa.
▶️yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan
▶️mencegah dari yang mungkar, dan
▶️yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan
▶️mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan
▶️membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka.
Di Taurat disebutkan bahwa kenabian akan terus berada pada Bani Israil sampai datang Nabi Muhammad ﷺ, yaitu Bani Ismail.
Shafiyah binti Huyai, menceritakan suatu saat ayah dan paman nya sedih saat mengetahui bahwa Nabi yang Allah utus adalah Muhammad Rasulullah ﷺ.
Mereka tidak beriman dan berusaha memusuhi Nabi ﷺ.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
سَاَ صْرِفُ عَنْ اٰيٰتِيَ الَّذِيْنَ يَتَكَبَّرُوْنَ فِى الْاَ رْضِ بِغَيْرِ الْحَـقِّ ۗ وَاِ نْ يَّرَوْا كُلَّ اٰيَةٍ لَّا يُؤْمِنُوْا بِهَا ۚ وَاِ نْ يَّرَوْا سَبِيْلَ الرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوْهُ سَبِيْلًا ۚ وَّاِنْ يَّرَوْا سَبِيْلَ الْغَيِّ يَتَّخِذُوْهُ سَبِيْلًا ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ كَذَّبُوْا بِاٰ يٰتِنَا وَكَا نُوْا عَنْهَا غٰفِلِيْنَ
“Akan Aku palingkan dari tanda-tanda (kekuasaan-Ku) orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar. Kalaupun mereka melihat setiap tanda (kekuasaan-Ku) mereka tetap tidak akan beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak (akan) menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya. Yang demikian adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lengah terhadapnya.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 146)
Artinya orang-orang itu sudah tahu dengan apa yang Allah turunkan. Mereka menolak untuk beriman, padahal tahu kebenaran,sesuai dengan yang ada di Taurat dan sifat-sifat Nabi Muhammad ﷺ.
Mereka menolak kebenaran karena adanya kesombongan dalam hatinya.
Begitu juga Heraklius, yang tahu kebenaran sifat-sifat Nabi ﷺ, namun tidak beriman, karena adanya kesombongan.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَلَّذِيْنَ اٰتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ يَعْرِفُوْنَهٗ كَمَا يَعْرِفُوْنَ اَبْنَآءَهُمْ ۗ وَاِ نَّ فَرِيْقًا مِّنْهُمْ لَيَكْتُمُوْنَ الْحَـقَّ وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
“Orang-orang yang telah Kami beri Kitab (Taurat dan Injil) mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Sesungguhnya sebagian mereka pasti menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui(nya).”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 146)
Pada kitab ulangan pasal 33, disebutkan ucapan mereka bahwa Nabi Musa sudah sampaikan tentang Mekah, adanya Ismail dan Hajar.
Begitu juga pada bagian lain kitab mereka menyatakan bahwa Nabi ﷺ akan hijrah ke kota Madinah.
✳️Allah ﷻ berfirman,
{وَإِنَّهُ لَتَنزيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ (192) نزلَ بِهِ الرُّوحُ الأمِينُ (193) عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ (194) بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ (195) }
Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruhul Amin (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. Asy-Syu’ara’, ayat 192-195.
وَإِنَّهُ لَفِي زُبُرِ الأوَّلِينَ (196)
Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar (tersebut) dalam kitab-kitab orang yang dahulu..
Asy-Syu’ara’, ayat 196
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَمَّا جَآءَهُمْ كِتٰبٌ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ ۙ وَكَا نُوْا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُوْنَ عَلَى الَّذِيْنَ كَفَرُوْا ۚ فَلَمَّا جَآءَهُمْ مَّا عَرَفُوْا کَفَرُوْا بِهٖ ۖ فَلَعْنَةُ اللّٰهِ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ
“Dan setelah sampai kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, sedangkan sebelumnya mereka memohon kemenangan atas orang-orang kafir, ternyata setelah sampai kepada mereka apa yang telah mereka ketahui itu, mereka mengingkarinya. Maka laknat Allah bagi orang-orang yang ingkar.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 89)
Kenapa orang Anshar (suku Auz dan Khazraj) lah masuk Islam, karena yahudi punya kitab dan yakin akan datang Nabi harapan mereka.. Namun mereka tidak beriman (karena sombong, karena bukan Nabi dari Bani Israil) dan orang-orang Anshar beriman m
Ujungnya mereka akan benci Arab.
Kemudian Nabi Isa (Nabi Bani Israil yang terakhir) memberi tahu bahwa akan datang Rasul berikutnya yang bernama Ahmad.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ ذْ قَا لَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ يٰبَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ اِنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرٰٮةِ وَمُبَشِّرًا بِۢرَسُوْلٍ يَّأْتِيْ مِنْۢ بَعْدِى اسْمُهٗۤ اَحْمَدُ ۗ فَلَمَّا جَآءَهُمْ بِا لْبَيِّنٰتِ قَا لُوْا هٰذَا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ
“Dan (ingatlah) ketika ‘Isa putra Maryam berkata, “Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Namun ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, “Ini adalah sihir yang nyata.””
(QS. As-Saff 61: Ayat 6)
✳️Dalam sebuah hadits disebutkan,
لي خمسة أسماء: أنا محمّد، وأحمد، وأنا الماحي الّذي يمحو الله بي الكفر، وأنا الحاشر الّذي يحشر النّاس على قدمي، وأنا العاقب” رواه البخاري
Dari Jabir bin Muth’im, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku memiliki lima nama; aku adalah Muhammad dan Ahmad; aku juga al-Mahi, Allah menghapus kekufuran dengan mengutusku; aku juga al-Hasyir, manusia dikumpulkan di atas kakiku, dan aku juga al-‘Aqib.” (HR. Bukhari)
Jadi untuk menjelaskan kenabian Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam adalah dengan menyebutkan ayat-ayat dalam Alqur’an.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاَ نْزَلْنَاۤ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِا لْحَـقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَا حْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَآءَهُمْ عَمَّا جَآءَكَ مِنَ الْحَـقِّ ۗ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَّمِنْهَا جًا ۗ وَلَوْ شَآءَ اللّٰهُ لَجَـعَلَـكُمْ اُمَّةً وَّا حِدَةً وَّلٰـكِنْ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَاۤ اٰتٰٮكُمْ فَا سْتَبِقُوا الْخَـيْـرٰتِ ۗ اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ
“Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan,”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 48)
➡️ Kemudian kita jelaskan bagaimana ulama ahli kitab yang masuk Islam, seperti kisah Abdullah bin Salam (Pemimpin pendeta Yahudi).
Jaman sekarang, ada mantan pendeta Yusuf Estes yang masuk Islam.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ نَّ مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ لَمَنْ يُّؤْمِنُ بِا للّٰهِ وَمَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ وَمَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْهِمْ خٰشِعِيْنَ لِلّٰهِ ۙ لَا يَشْتَرُوْنَ بِاٰ يٰتِ اللّٰهِ ثَمَنًا قَلِيْلًا ۗ اُولٰٓئِكَ لَهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَا بِ
“Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada yang beriman kepada Allah, dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu, dan yang diturunkan kepada mereka, karena mereka berendah hati kepada Allah, dan mereka tidak memperjualbelikan ayat-ayat Allah dengan harga murah. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sungguh, Allah sangat cepat perhitungannya.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 199)
❔✅ Tanya Jawab
➡️1. Bagaimana cara Mendakwahi mertua yang pendeta yang suka mengirim konten Nasrani kepada kami?
Jawab. Kita harus bersyukur
Kepada Allah atas hidayah yang diberikan kepada kita.
Kita sebutkan beberapa penjelasan dari ahli kristologi tentang kebenaran Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.
Juga minta petunjuk kepada Allah.
Jadi, kita tidak diam, tapi harus ambil kesempatan untuk mendakwahi mereka.
➡️2. Meminta nasihat dan doa bagi para wanita yang bercadar,supaya aman saat keluar rumah.
Jawab. Allah menetapkan ujian bagi manusia untuk menguji kejujuran imannya.
+ kalau keluar rumah baca doa
+ membatasi diri keluar rumah
+ sementara ganti cadar dengan masker
+ yakinlah bahwa ini akan segera berlaku
Semoga bermanfaat,
##$$-aa-$$##

