4 menit membaca

*PENSIUN DENGAN BAHAGIA*
Ustadz Ammi Nur Baits ST. BA
19 Rabi’ul Akhir 1447 H/ 10 Oktober 2025
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi

Firman Allah tentang penyesalan penduduk neraka,

وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِن نَّصِيرٍ

Dan mereka berteriak di dalam neraka, “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh, tidak seperti yang telah kami kerjakan dahulu.”

(Allah berfirman), “Bukankah Kami telah memanjangkan umurmu yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan telah datang kepadamu seorang pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab itu), karena tidak ada bagi orang-orang dzalim/kafir seorang penolong pun.” QS Fathir ayat 37.

Penduduk neraka tidak hanya dapat hukuman fisik tapi juga hukuman batin, salah satu nya – saat diadzab Allah mengatakan “Rasakan” ❗.

Allah telah berikan penduduk neraka usia yang seharusnya bisa menjadi orang baik.

❓Umur sekian yang dimaksud, tafsir tahun Ibnu Katsir.
1. Riwayat Ibnu Abi Hatim..

Ibnu Abbas, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda: Apabila hari kiamat tiba, maka dikatakan, “Di manakah orang-orang yang berusia enam puluh tahun?” Yaitu usia yang disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam firman-Nya, “Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan?”

2. dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam yang telah bersabda: Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah beralasan terhadap seorang hamba yang telah diberi-Nya usia hingga mencapai enam puluh atau tujuh puluh tahun. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah beralasan terhadapnya, sesungguhnya Dia telah beralasan terhadapnya.

3. dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu yang mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda: Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengemukakan alasan-Nya terhadap seorang hamba yang Dia panjangkan usianya hingga mencapai enam puluh tahun.

Umur ini adalah batas udzur yang Allah berikan, setelah itu udzur itu habis dan harus fokus orientasi urusan akhirat.

Dalam sebuah hadits,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
أَعْمَارُ أُمَّتِي مَا بَيْنَ السِّتِّينَ إِلَى السَّبْعِينَ، وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ
(رواه الترمذي، وابن ماجه، وصححه الألباني)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Usia umatku berada antara enam puluh sampai tujuh puluh tahun, dan sangat sedikit di antara mereka yang melebihi itu.”
(HR. at-Tirmidzi , Ibnu Majah — hadits hasan shahih)

Rizki itu sudah tertakar dan tidak mungkin tertukar. Jadi tidak perlu kuatir, rezeki sudah terjamin.

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
إِنَّ رُوحَ الْقُدُسِ نَفَثَ فِي رُوعِي أَنَّهُ لَنْ تَمُوتَ نَفْسٌ حَتَّى تَسْتَكْمِلَ رِزْقَهَا وَأَجَلَهَا، فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ، وَلَا يَحْمِلَنَّكُمُ اسْتِبْطَاءُ الرِّزْقِ عَلَى أَنْ تَطْلُبُوهُ بِمَعْصِيَةِ اللَّهِ، فَإِنَّ مَا عِنْدَ اللَّهِ لَا يُدْرَكُ إِلَّا بِطَاعَتِهِ.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Ruhul Qudus (Jibril) telah membisikkan ke dalam hatiku:
Tidak ada satu jiwa pun yang akan mati sampai ia menyempurnakan rezekinya dan ajal nya. Maka bertakwalah kepada Allah, dan carilah rezeki dengan cara yang baik.
Janganlah keterlambatan rezeki membuat kalian mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah, karena apa yang ada di sisi Allah tidak akan diperoleh kecuali dengan ketaatan kepada-Nya.” Hadits Shahih.

Nasihat lain, dalam sebuah hadits..

عن أنس رضي الله عنه قال: خطَّ النبيُّ صلى الله عليه وسلم خُطُوطاً، فقال: “هذا الإنسان، وهذا أجَلُهُ، فبينَما هو كذلكَ إذ جاءَ الخَطُّ الأقْرَبُ”. عن ابن مسعود رضي الله عنه قال: خطَّ النبيُّ صلى الله عليه وسلم خطاً مربعاً، وخطَّ خطاً في الوسطِ خارجاً منه، وخطَّ خططاً صغاراً إلى هذا الذي في الوسطِ من جانبِه الذي في الوسطِ، فقال: «هذا الإنسانُ، وهذا أجلُهُ محيطاً بِه -أو قد أحاطَ بِه- وهذا الذي هو خارجٌ أملُهُ، وهذه الخُطَطُ الصِّغَارُ الأعْرَاضُ، فإن أخطَأهُ هذا، نَهَشَهُ هذا، وإن أخطَأهُ هذا، نَهَشَهُ هذا»

Dari Anas -raḍiyallāhu ‘anhu-, ia berkata, “Nabi -ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam- membuat beberapa garis (di tanah), lalu bersabda, “Garis ini adalah manusia dan garis ini adalah ajalnya. Ketika orang itu sedang dalam keadaan tersebut, tiba-tiba datanglah garis yang lebih pendek (ajal).” Dari Ibnu Mas’ud -raḍiyallāhu ‘anhu-, ia berkata, “Nabi -ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam- membuat garis berbentuk persegi empat dan membuat gari lain di tengah-tengahnya yang keluar dari garis persegi empat tadi. Beliau juga membuat lagi beberapa garis kecil-kecil di tengah-tengah sampai ke pinggiran garis yang tengah, lalu beliau bersabda, “Ini adalah manusia dan ini adalah ajalnya meliputi diri manusia tadi, atau memang telah meliputinya. Garis yang keluar dari kotak ini adalah angan-angannya, sedangkan garis-garis kecil ini adalah halangan-halangannya. Jika ia terluput dari yang ini (bencana ini), ia terkena yang satunya lagi. Dan jika ia luput dari yang ini, maka ia tentu akan terkena oleh yang itu.”  HR Bukhari dan Muslim.

Angan-angan = orientasi.

Bagi orang yang beriman, orientasi nya harus kembali kepada kebahagian akhirat…

Kenikmatan dunia itu sifatnya terbatas. Apa yang membatasi? ❗

1. Nikmat dunia itu sendiri tidak tahan lama.
2. Kemampuan manusia dalam menikmati dibatasi oleh Allah. Misal rasa bosan.
3. Yang bersangkutan diberi pantangan.

Lalu bagaimana cara mencari kenikmatan hakiki? Alihkan kepada kenikmatan batin. ❗Tidak bisa dibatasi materi dan fisik.

Sahabat Radhiallahu’anhum sebagian merasa lebih bahagia sakit daripada sehat.

Andaikan para raja dan Par putra mahkota tahu kenikmatan iman yang ada pada kami tentu mereka akan berusaha merebut dengan senjata nya (Ibrahim bin Adham).

Jadi gak ada orang yang iri.

Ada sahabat perempuan yang memilih tetap sakit karena dijanjikan surga oleh Rasulullah ﷺ.

عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ قَالَ: قَالَ لِي ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَلَا أُرِيكَ امْرَأَةً مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ قُلْتُ: بَلَى، قَالَ: هَذِهِ الْمَرْأَةُ السَّوْدَاءُ أَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ: إِنِّي أُصْرَعُ وَإِنِّي أَتَكَشَّفُ فَادْعُ اللَّهَ لِي قَالَ: إِنْ شِئْتِ صَبَرْتِ وَلَكِ الْجَنَّةُ وَإِنْ شِئْتِ دَعَوْتُ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَكِ قَالَتْ: أَصْبِرُ قَالَتْ: فَإِنِّي أَتَكَشَّفُ فَادْعُ اللَّهَ أَنْ لَا أَتَكَشَّفَ فَدَعَا لَهَا

Diriwayatkan dari ‘Atha’ ibn Abi Rabah -rahimahullah- berkata:
“Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ’anhuma bertanya kepadaku: ‘Maukah aku perlihatkan kepadamu salah satu wanita penghuni Surga?’ Aku menjawab: ‘Tentu.’ Beliau berkata: ‘Inilah seorang wanita kulit hitam yang suatu hari datang kepada Nabi shallallahu’alaihi wasallam lalu berkata: ‘Sesungguhnya aku terkena penyakit ayan dan auratku terbuka, maka sudilah kiranya engkau berdoa untukku kepada Allah (agar Allah memberikan kesembuhan)’

Beliau bersabda: ‘Jika kamu mau kamu sabar maka kamu akan mendapatkan Surga. Dan jika kamu mau aku akan berdoa kepada Allah agar Allah memberikan kesembuhan kepadamu.’ Wanita itu menjawab: ‘Aku akan bersabar.’ Lalu dia berkata lagi: ‘Akan tetapi auratku tersingkap (ketika kambuh), maka sudilah kiranya engkau berdoa untukku kepada Allah agar auratku tidak tersingkap (saat kambuh).’ Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa untuk wanita tadi agar tidak tersingkap.”  HR. Al-Bukhari dan Muslim

Orang yang sakit biasanya orientasi hanya ingin sembuh, padahal Allah sudah jamin rezekinya. Dan ibadah rutin yang ditinggalkan karena keterbatasan, pahala yang diperoleh sama. Inti nya adalah merubah masalah batin.

Dalam hadits di atas, Nabi ﷺ tidak mendoakan kesembuhan tapi doa membersihkan dosa.

Iman adalah pahala yang tidak pernah putus.

Kenikmatan batin itu perlu dilatih.
Baca Al Qur’an
Dengar kajian
Duduk di Majelis Ilmu.
Dst

Semoga bermanfaat.

#anb #bahagia #pensiun #pensiunan #akhirat #surga #neraka

##$$-aa-$$##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?