TAFSIR QS AL AN’AM#12 : AYAT 122-132
- TAFSIR QS AL AN’AM#1: AYAT 1-12
- TAFSIR QS AL AN’AM#2: AYAT 13-26
- TAFSIR QS AL AN’AM#3: AYAT 27-35
- TAFSIR QS AL AN’AM#4: AYAT 36-47
- TAFSIR QS AL AN’AM#5: AYAT 48-55
- TAFSIR QS AL AN’AM#12 : AYAT 122-132
- TAFSIR QS AL AN’AM #6: AYAT 56-69
- TAFSIR QS AL AN’AM#7 : AYAT 70-83
- TAFSIR QS AL AN’AM#8 : AYAT 84-93
- TAFSIR QS AL AN’AM#9 : AYAT 94-101
Diterbitkan pertama kali pada: 03-Mar-2021 @ 21:00
5 menit membaca📖 TAFSIR QS AL AN’AM#12 : AYAT 122-132
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 20 Rajab 1442H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (zoom)
Bismillah, kita lanjutkan….
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَوَمَنْ كَا نَ مَيْتًا فَاَ حْيَيْنٰهُ وَجَعَلْنَا لَهٗ نُوْرًا يَّمْشِيْ بِهٖ فِى النَّا سِ كَمَنْ مَّثَلُهٗ فِى الظُّلُمٰتِ لَـيْسَ بِخَا رِجٍ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ زُيِّنَ لِلْكٰفِرِيْنَ مَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ
“Dan apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang terang yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat keluar dari sana? Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 122)
Diantara sebab orang-orang musyrikin tidak beriman adalah tidak ada cahaya keimanan.
Mereka nyaman dalam kesyirikan mereka. Seperti orang yang terjebak dalam kegelapan yang bertubi-tubi (mungkin taklid buta, masalah ekonomi dll).
▶️Al Qurthubi menjelaskan, Selain itu syetan hiasi perbuatan mereka supaya kelihatan bagus. Mereka membuat berhala yang mereka sembah sendiri.
Seperti saat burung Hud2 mengabarkan kepada Nabi Sulaiman, bahwa para penyembah matahari menyembah matahari karena syetan menghiasi perbuatan mereka.
▶️Lanjut Al Qurthubi, Syetan mengesankan mereka seakan-akan mereka lebih baik dari orang-orang yang beriman..
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا فِيْ كُلِّ قَرْيَةٍ اَكٰبِرَ مُجْرِمِيْهَا لِيَمْكُرُوْا فِيْهَا ۗ وَمَا يَمْكُرُوْنَ اِلَّا بِاَ نْفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُوْنَ
“Dan demikianlah pada setiap negeri Kami jadikan pembesar-pembesar yang jahat agar melakukan tipu daya di negeri itu. Tapi mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadarinya.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 123
اَكٰبِرَ مُجْرِمِيْهَا
Sebab tidak beriman berikutnya adalah sombong, merasa besar.
Juga mereka membuat makar terhadap Rasulullah ﷺ, namun ternyata mereka tidak menyadari kesalahan tersebut.
Para pembesar itu menjelek-jelekan Nabi ﷺ namun malah banyak orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ ذَا جَآءَتْهُمْ اٰيَةٌ قَا لُوْا لَنْ نُّـؤْمِنَ حَتّٰى نُؤْتٰى مِثْلَ مَاۤ اُوْتِيَ رُسُلُ اللّٰهِ ۘ اَللّٰهُ اَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسٰلَـتَهٗ ۗ سَيُصِيْبُ الَّذِيْنَ اَجْرَمُوْا صَغَا رٌ عِنْدَ اللّٰهِ وَعَذَا بٌ شَدِيْدٌ بِۢمَا كَا نُوْا يَمْكُرُوْنَ
“Dan apabila datang suatu ayat kepada mereka, mereka berkata, Kami tidak akan percaya (beriman) sebelum diberikan kepada kami seperti apa yang diberikan kepada rasul-rasul Allah. Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya. Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan azab yang keras karena tipu daya yang mereka lakukan.”
(QS. Al-An’am : 124)
Maksud kata,
اٰيَةٌ
Ayat (maksudnya mukjizat)
✳️❗Alasan mereka tidak beriman,
➡️1. Mereka akan beriman bila mereka dianggap sama dengan Rasulullah ﷺ. (karena hasad)
➡️2. Didatangkan Jibril kepada mereka. Agar mereka beriman.
Al Qurthubi memilih pendapat pertama yang lebih kuat, Allah lebih tahu mana yang lebih pantas menjadi Rasul.
Ini adalah bantahan kepada Ibnu Sina, Dan Al Faraby (keduanya filsafat) yang punya keyakinan bahwa Rasul bisa dilatih.
Mereka akan mendapat adzab yang pedih atas makar yang mereka lakukan.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَمَنْ يُّرِدِ اللّٰهُ اَنْ يَّهْدِيَهٗ يَشْرَحْ صَدْرَهٗ لِلْاِ سْلَا مِ ۚ وَمَنْ يُّرِدْ اَنْ يُّضِلَّهٗ يَجْعَلْ صَدْرَهٗ ضَيِّقًا حَرَجًا كَاَ نَّمَا يَصَّعَّدُ فِى السَّمَآءِ ۗ كَذٰلِكَ يَجْعَلُ اللّٰهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ
“Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Al-An’am: 125)
❗✳️Sikap terhadap kerasulan Nabi ﷺ.
➡️1. Allah beri hidayah (ini juga bantahan kepada Qodariyah)
➡️2. Allah akan jadikan dada sempit
Hidayah itu dari Allah, maka seseorang yang dapat hidayah jangan UJUB.
Hati sempit tidak bisa menerima Islam karena dadanya penuh syahwat dan syubhat.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَهٰذَا صِرَا طُ رَبِّكَ مُسْتَقِيْمًا ۗ قَدْ فَصَّلْنَا الْاٰ يٰتِ لِقَوْمٍ يَّذَّكَّرُوْنَ
“Dan inilah jalan Tuhanmu yang lurus. Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 126)
صِرَا طُ رَبِّكَ
Bentuk mufrod (tunggal), artinya hanya satu jalan menuju Allah.
Sedang jalan kesesatan itu banyak.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
لَهُمْ دَا رُ السَّلٰمِ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَهُوَ وَلِيُّهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ
“Bagi mereka (disediakan) tempat yang damai (surga) di sisi Tuhannya. Dan Dialah pelindung mereka karena amal kebajikan yang mereka kerjakan.” (QS. Al-An’am : 127)
Seorang Yahudi pakar Madzhab Maliki mengatakan Islam sudah cukup dengan agamanya, tidak perlu dari agama lain. (tapi tidak mau masuk Islam)
Ini dalil bahwa masuk surga adalah dengan rahmat Allah, untuk mendapat rahmat Allah adalah dengan amal sholih.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيْعًا ۚ يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُمْ مِّنَ الْاِ نْسِ ۚ وَقَا لَ اَوْلِيٰۤـئُهُمْ مِّنَ الْاِ نْسِ رَبَّنَا اسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَّبَلَغْنَاۤ اَجَلَـنَا الَّذِيْۤ اَجَّلْتَ لَـنَا ۗ قَا لَ النَّا رُ مَثْوٰٮكُمْ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اِلَّا مَا شَآءَ اللّٰهُ ۗ اِنَّ رَبَّكَ حَكِيْمٌ عَلِيْمٌ
“Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia mengumpulkan mereka semua (dan Allah berfirman), Wahai golongan jin! Kamu telah banyak (menyesatkan) manusia. Dan kawan-kawan mereka dari golongan manusia berkata, Ya Tuhan, kami telah saling menyenangkan diantara kami dan sekarang waktu yang telah Engkau tentukan buat kami telah datang. Allah berfirman, Nerakalah tempat kembali kalian selama-lamanya, kecuali jika Allah menghendaki lain. Sungguh, Tuhanmu Maha Bijaksana, Maha Mengetahui.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 128)
Allah kumpulkan semua dia akhirat kelak.
اسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا
✳️❗Ada 2 tafsir. Tentang saling menyenangkan.
➡️1. Kami saling menyenangkan, Jin hiasi maksiat menjadi kelezatan.
Syetan senang bila manusia menurut dengan bisikan syetan.
➡️2. Orang-orang yang taat kepada syetan bila ada manusia yang ibadah kepada mereka. (kesyirikan).
✳️ Jadi manusia banyak disesatkan manusia dari jalan kemaksiatan dan kesyirikan. ♦️
Allah Maha Bijaksana, maksudnya Allah beri hukuman tidak asal-asalan.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَكَذٰلِكَ نُوَلِّيْ بَعْضَ الظّٰلِمِيْنَ بَعْضًا بِۢمَا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ
“Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang zalim berteman dengan sesamanya, sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 129)
Artinya, orang-orang dzalim itu dikuasai jin dan kawan-kawan mereka juga sama, yaitu yang dikuasai jin.. Itulah sunnatullah.
♦️♦️Ada sunnatullah yang berjalan:
➡️1. Orang dzalim kuasai tempat akan diganti oleh orang dzalim lainnya.
➡️2. Orang-orang dzalim akan dikuasai oleh orang dzalim.
➡️3. Orang-orang dzalim dikuasai oleh jin.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ وَا لْاِ نْسِ اَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنْكُمْ يَقُصُّوْنَ عَلَيْكُمْ اٰيٰتِيْ وَيُنْذِرُوْنَكُمْ لِقَآءَ يَوْمِكُمْ هٰذَا ۗ قَا لُوْا شَهِدْنَا عَلٰۤى اَنْفُسِنَا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا وَشَهِدُوْا عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ اَنَّهُمْ كَا نُوْا كٰفِرِيْنَ
“Wahai golongan jin dan manusia! Bukankah sudah datang kepadamu Rasul-rasul dari kalanganmu sendiri, mereka menyampaikan ayat-ayat-Ku kepadamu dan memperingatkanmu tentang pertemuan pada hari ini? Mereka menjawab, (Ya), kami menjadi saksi atas diri kami sendiri. Tetapi mereka terpedaya oleh kehidupan dunia dan mereka telah menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang kafir.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 130)
Allah tidak akan beri adzab sebelum ditegakkan hujjah.
رُسُلٌ
Ini maksudnya (untuk jin) para dai dari kalangan jin.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
ذٰلِكَ اَنْ لَّمْ يَكُنْ رَّبُّكَ مُهْلِكَ الْقُرٰى بِظُلْمٍ وَّاَهْلُهَا غٰفِلُوْنَ
“Demikianlah (para rasul diutus) karena Tuhanmu tidak akan membinasakan suatu negeri secara zalim, sedang penduduknya dalam keadaan lengah (belum tahu).”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 131)
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلِكُلٍّ دَرَجٰتٌ مِّمَّا عَمِلُوْا ۗ وَمَا رَبُّكَ بِغَا فِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ
“Dan masing-masing orang ada tingkatannya, (sesuai) dengan apa yang mereka kerjakan. Dan Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 132)
Derajat di surga dan neraka sangat jauh bedanya. Ulama mengatakan surga ada 6000 an derajat, seperti jumlah ayat.
Begitu juga neraka bertingkat-tingkat sesuai dosa mereka.
Maka jangan remehkan perbuatan baik walaupun sangat kecil.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:
(( مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ سَيُكَلِّمُهُ رَبُّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ تُرْجُمَانُ. فَيَنْظُرُ أَيْمَنَ مِنْهُ فَلَا يَرَى إِلَّا مَا قَدَّمَ، وَيَنْظُرُ أَشْأَمَ مِنْهُ فَلَا يَرَى إِلَّا مَا قَدَّمَ، وَيَنْظُرُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَلَا يَرَى إِلاَّ النَّارَ تِلْقَاءَ وَجْهِهِ، فَاتَّقُوْا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ، فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ ))
“Setiap kalian pasti akan diajak bicara oleh Robb-nya, dimana tidak ada penerjemah antara dia dengan Allah. Lalu dia menoleh ke sebelah kanannya, dia tidak melihat kecuali hasil dari apa yang telah dikerjakannya (di dunia). Dia pun menoleh ke sebelah kiri, dan yang terlihat hanyalah apa yang telah dikerjakannya (di dunia). Lalu dia melihat ke depan, dan yang ia lihat hanya neraka yang ada tepat di hadapannya. Karena itu, berlindunglah kalian dari api neraka walaupun dengan separuh kurma. Barangsiapa tidak memilikinya maka hendaklah dengan kata-kata yang baik.”
HR Bukhari dan Muslim.
Faidah tanya jawab.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَبِاَ يِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahman 55: Ayat 13)
رَبِّكُمَا
Maksudnya dua golongan, yaitu jin dan manusia.
Jin juga akan masuk surga, ada bidadari untuk jin juga.
Semoga bermanfaat.
##&&-aa-&&##


