This entry is part 19 of 19 in the series Ayat_pilihan
6 menit membaca

*TAFSIR AYAT-AYAT PILIHAN-19*
Karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
25 Rabi’ul Akhir 1448H / 4 Oktober 2026
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi

➡️ ❋ ❋ *QS Al Baqarah ayat 138*

﴿صِبْغَةَ ٱللَّهِ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ ٱللَّهِ صِبْغَةً وَنَحْنُ لَهُۥ عَٰبِدُونَ﴾

“Shibghah Allah, Siapa yang lebih baik shibghah-nya daripada Allah? Dan hanya kepada-Nya kami menyembah.” (QS. Al-Baqarah: 138)

Agama = shibghah = celupan. Sebagai bantahan kepada kaum Nasrani terkait pembabtisan (dengan celupan, siraman dst).

Ada yang mengatakan celupan – pakaian yang dicelupkan dengan warna pasti lebih indah – agama Islam memberi efek yang lebih indah kehidupan, akhlak, perilaku (Syaikh Sa’di dan Ulama-ulama muhaqodimin).

🔹 Terdapat beberapa pelajaran dalam ayat ini:

❋ **Pertama:** *Shibghah Allah* artinya agama Allah, maka hal ini menunjukkan bahwa agama itu adalah amal.

Agama Allah = Islam adalah praktek amal dan perbuatan.

Islam ada 3 hal : bertauhid, tunduk kepada Allah di atas ketaatan , dan berlepas diri dari kesyirikan.

❋ **Kedua:** Ayat ini menjadi dalil yang jelas bahwa tidak ada agama yang lebih baik daripada agama yang Allah sendiri yang menjelaskan dan memberikan perintah.

Di akhir zaman agama Islam tetap yang terbaik. Allah tidak pernah memberi penjelasan detail agama Yahudi dan Nasrani.

Allah utus Nabi Muhammad ﷺ yang disiapkan sebagai Rasul yang terakhir dan ajaran nya tidak expired sampai akhir zaman.

Allah sudah nyatakan Islam adalah agama yang sudah sempurna, detail, lengkap.

Islam ajarkan lisan yang santun, tidak ghibah, dst.

❋ **Ketiga:** Wahai orang-orang yang memusuhi agama Muhammad (Ahli Kitab), jika kalian berbangga dengan agama kalian (dengan ibadah) kepada para nabi dan orang-orang saleh, maka keislaman kami hanyalah kepada Allah semata. Maknanya adalah komitmen mengamalkan agama yang Allah sendiri menjelaskan ajarannya.

Lihatlah ketundukan mereka kepada Isa, kepada Uzair, kepada Rahib-rahib, kepada pendeta-pendeta Dengan halalkan yang Allah haramkan dan haramkan yang Allah halalkan. Ini adalah kesyirikan.

Islam memuliakan Isa alaihissalam tapi tidak menyembahnya, tidak menuhankannya.

Allah uji setiap rasul dengan dua hal.
1. Sebagai rasul (Allah pilih)
2. Sebagai hamba (hebat dalam ibadah – sebagai abdun).

Contoh nya..

وَإِن كُنتُمْ فِى رَيْبٍۢ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا۟ بِسُورَةٍۢ مِّن مِّثْلِهِۦ وَٱدْعُوا۟ شُهَدَآءَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
Surat Al-Baqarah (2) Ayat 23

Malam terbaik bagi hamba adalah malam lailatul qadr sedang sebagai rasul adalah malam Isra Mi’raj.

Para rasul mengakui kehebatan ibadah Nabi Muhammad ﷺ – lihat pada hadits panjang Syafaatul Utsma.

❋ ❋ ❋ ➡️ *QS Al Baqarah ayat 139*

﴿قُلْ أَتُحَآجُّونَنَا فِى ٱللَّهِ وَهُوَ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ وَلَنَآ أَعْمَٰلُنَا وَلَكُمْ أَعْمَٰلُكُمْ وَنَحْنُ لَهُۥ مُخْلِصُونَ﴾

“Katakanlah (Muhammad), ‘Apakah kamu hendak berdebat dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kalian. Bagi kami amalan kami, bagi kalian amalan kalian, dan hanya kepada-Nya kami dengan tulus mengabdikan diri’.” (QS. Al-Baqarah: 139)

Beda nya Islam adalah agama tauhid tentu agama tauhid lebih Allah sayangi.

🔹 Terdapat beberapa pelajaran dalam ayat ini:

❋ **Pertama:** Allah perintahkan kita agar mendebat mereka dengan hujah yang tegas ini, “Jika Allah adalah Rabb seluruh alam, dan kalian mengakui bahwa Allah ﷻ Maha adil, tidak berbuat zalim, bahkan setiap orang yang beramal maka balasan amalnya akan kembali kepadanya. Sedangkan kita berbeda dalam hal bahwa kami meniatkan ibadah kami kepada-Nya dengan ikhlas, sedangkan kalian meniatkan ibadah kepada selain-Nya. Maka bagaimana mungkin Dia Yang Maha adil menyamakan antara kami dan kalian, atau memberikan kemuliaan-Nya kepada orang yang berpaling dari-Nya dan tidak memberikan kepada orang yang ikhlas kepada-Nya?” Hal ini tidak dapat diterima oleh siapa pun yang memiliki akal sehat.

Beda agama kita dengan agama ahli kitab adalah ibadah kita Niatkan hanya untuk Allah semata (Ikhlas).

Allah Maha Adil (menempatkan sesuatu pada tempatnya) pasti memilih Islam yang lebih baik. Karena ibadah harus Ikhlas semata kepada Allah.

Kalau dialog dengan ahli kitab, harus diutamakan bahas Tauhid, Isa itu tuhan atau bukan baru bahas yang lain.

❋ **Kedua:** Orang-orang yang menentang Nabi Muhammad ﷺ yang diceritakan dalam ayat ini, mereka mendebat tentang Allah, bukan tentang selain-Nya, meskipun mereka melakukan hal tersebut dalam perdebatan ini.

Allah lebih sayang pada kaum yang bertauhid.

➡️ ❋ ❋ ❋ QS Al Baqarah ayat 140

﴿أَمْ تَقُولُونَ إِنَّ إِبْرَٰهِـۧمَ وَإِسْمَٰعِيلَ وَإِسْحَٰقَ وَيَعْقُوبَ وَٱلْأَسْبَاطَ كَانُوا۟ هُودًا أَوْ نَصَٰرَىٰۗ قُلْ ءَأَنتُمْ أَعْلَمُ أَمِ ٱللَّهُۗ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن كَتَمَ شَهَٰدَةً عِندَهُۥ مِنَ ٱللَّهِۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ﴾

“Ataukah kamu (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata bahwa Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya adalah penganut Yahudi atau Nasrani? Katakanlah, ‘Kamukah yang lebih tahu atau Allah, dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan kesaksian dari Allah yang ada padanya?’ Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 140)

Yahudi sudah tahu kebenaran tapi malah menyembunyikan dan menentangnya.

Ahli kitab klaim bahwa para nabi sebelum Muhammad lebih dekat mereka.

Bantahan mudah – karena Allah lebih tahu daripada mereka.

Qs 3 – 167.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلِيَعْلَمَ الَّذِيْنَ نَا فَقُوْا ۖ وَقِيْلَ لَهُمْ تَعَا لَوْا قَا تِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَوِ ادْفَعُوْا ۚ قَا لُوْا لَوْ نَعْلَمُ قِتَا لًا لَّا تَّبَعْنٰكُمْ ۗ هُمْ لِلْكُفْرِ يَوْمَئِذٍ اَقْرَبُ مِنْهُمْ لِلْاِ يْمَا نِ ۚ يَقُوْلُوْنَ بِاَ فْوَاهِهِمْ مَّا لَيْسَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ ۗ وَا للّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا يَكْتُمُوْنَ

“dan untuk menguji orang-orang yang munafik, kepada mereka dikatakan, “Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu).” Mereka berkata, “Sekiranya kami mengetahui (bagaimana cara) berperang, tentulah kami mengikuti kamu.” Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran daripada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak sesuai dengan isi hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 167)

Dari sisi sejarah. Turun nya Taurat setelan Ibrahim wafat. Apalagi Injil.
Istilah yahudi muncul setelah Taurat diselewengkan.
Istilah Nasrani muncul setelah ada penyelewengan juga.

Allah jelaskan bahwa Ibrahim bukan yahudi dan bukan Nasrani tapi agama Tauhid – Islam. Dan Nabi Muhammad lah yang bertauhid bukan Yahudi dan Nasrani.
Ahli kitab – sembunyikan ilmu.

🔹 Terdapat beberapa pelajaran dalam ayat ini:

❋ **Pertama:** Jika perdebatannya berkaitan dengan orang-orang saleh (para nabi), sedangkan mereka mengklaim berada di atas jalan orang-orang saleh tersebut, maka sungguh mereka tidak mampu mengklaim bahwa Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya berada di atas jalan mereka. Bahkan mereka dengan tegas menyatakan bahwa mereka diri mereka sendiri tidak di atas jalannya Rasulullah ﷺ.

Mereka beralasan bahwa mereka tidak mampu melakukannya. Maka bagaimana mungkin bisa terjadi kontradiksi ini? Mereka mengaku mengikuti orang-orang saleh, namun mereka mengharamkan diri mereka mengikuti jalan orang-orang saleh tersebut, dan mengklaim bahwa tidak seorang pun mampu melakukannya!

Yahudi dan Nasrani klaim ikuti jalan para nabi dan klaim Muhammad gak ikuti mereka.

Ini kontradiksi – karena faktanya Muhammad ikuti ajaran Ibrahim.

Yahudi ngaku ikut jalan Ibrahim tapi melarang ikuti Muhammad. ❗

❋ **Kedua:** Firman-Nya,

﴿قُلْ ءَأَنتُمْ أَعْلَمُ أَمِ ٱللَّهُ﴾

“Katakanlah, ‘Kamukah yang lebih tahu atau Allah?'”

Bantahan ini, tidak ada seorang pun yang mampu menentangnya yaitu Allah lebih tahu. Jika mereka yang menentangmu—wahai Muhammad—mengakuinya (Allah ﷻ lebih berilmu dari mereka) dan mengakui bahwa ilmu yang Allah turunkan (yang tidak mereka kerjakan) bukanlah karena ketidakmampuan, maka ini menjadi hujah lain yang tegak pada mereka. Dan argumen ini adalah hujah yang tidak dapat dihindari.

Yahudi punya keyakinan masuk surga dan walaupun masuk neraka hanya beberapa hari. Buat mereka ajaran Islam berat karena tidak sesuai Dengan hawa nafsu mereka.

Bantahan – Allah turunkan syariat ini untuk diamalkan dan yahudi tidak mau Amalkan.

❋ **Ketiga:** Di antara Ahlul Kitab ada yang mengetahui kebenaran namun menyembunyikannya karena takut kepada manusia, meskipun ia tidak mengingkari kebenaran tersebut. Maka tidak ada yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan kesaksian dari Allah yang ada padanya. Lalu bagaimana lagi dengan orang yang selain menyembunyikan kebenaran, ia juga menolaknya, mencelanya, dan mengkafirkan orang yang beriman kepada kebenaran itu?!

❋ **Keempat:** Ancaman Allah ﷻ dalam firman-Nya,

﴿وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ﴾

“Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab menyindir orang-orang yang menganggap dakwah beliau tidak bisa dikerjakan ternyata terbukti bisa dikerjakan.

Seperti yahudi yang gak mau ikuti islam karena rasis.

Semoga bermanfaat.

#tauhid #oposisi #albaqarah #amal #iman

##$$-aa-$$##

Ayat_pilihan

TAFSIR AYAT-AYAT PILIHAN-18
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?