This entry is part 4 of 48 in the series dosabesar_MBAW

Diterbitkan pertama kali pada: 19-Mei-2024 @ 19:13

4 menit membaca

Alkabair-4
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
12 Dzulqaidah 1445H/19 Mei 2024

2️⃣ BAB UJUB

secara bahasa – kagum / takjub /terpukau

Istilah – ada 3.

🔹1. Terpukau / kagum, tidak ada kaitannya dengan larangan dan dosa.

🔹2. Ujub terhadap amal ibadahnya, yaitu hebat.
Ahli ibadah -kagum dengan ibadahnya. Terjadi setelah ibadah sehingga ibadah nya sah. Beda dengan riya yang bersamaan dengan ibadah.
Orang alim kagum dengan ilmunya.

Sebab haram : karena tidak beradab kepada Allah.

🔹3. Merasa berhasil karena dirinya sendiri.

Syirik kecil – karena mengatakan keberhasilan adalah kerjasama antara Allah dan dirinya. (Ibnu Taimiyyah dalam Majmul Fatawa).

Riya – sekutu kan Allah dengan manusia lain.
Ujub – sekutu kan Allah dengan diri sendiri.

Padahal orang beriman – keberhasilan itu murni Karena Allah.

Ujub model ketiga ini terjadi bersamaan dengan ibadah – sehingga gugurlah ibadah nya.

❌ Ujub beda dengan sombong.

Ujub adalah tangga menuju kesombongan.

Ujub akan menuju keadaan yang merendahkan orang lain. Yaitu kesombongan.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR. Muslim no. 91)

Ada orang yang kagum dengan kemampuan dirinya tetapi dia sandarkan kepada Allah, maka ini tidak ujub.

Misal – Kok hafalan saya cepat banyak – Alhamdulilah Allah mudahkan.

Ingatlah akan hadits tiga orang yang karena riya maka masuk neraka paling dahulu.

Dalil yang Syaikh bawa –

وَٱلَّذِينَ هُم مِّنۡ عَذَابِ رَبِّهِم مُّشۡفِقُونَ

Dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya” (QS. Al Ma’arij [70]: 27)

Ayat serupa adalah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

 وَاِ ذْ يَرْفَعُ اِبْرٰهٖمُ الْقَوَا عِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَاِ سْمٰعِيْلُ ۗ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا  ۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 127)

Syaikh sebutkan bahwa orang-orang sholeh tidak kagum dengan ibadah yang dia lakukan.

Ayat-ayat yang lain,

{إِنَّ الَّذِينَ هُمْ مِنْ خَشْيَةِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ (57) وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ (58) وَالَّذِينَ هُمْ بِرَبِّهِمْ لَا يُشْرِكُونَ (59) وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ (60) أُولَئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ (61) }

Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut (azab) Tuhan mereka, dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka, dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apa pun), dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka. Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.
Al Mu’minun, ayat 57-61

Ayat lain, Surat Ali-Imran (3) Ayat 17

ٱلصَّـٰبِرِينَ وَٱلصَّـٰدِقِينَ وَٱلْقَـٰنِتِينَ وَٱلْمُنفِقِينَ وَٱلْمُسْتَغْفِرِينَ بِٱلْأَسْحَارِ
(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.

✅ Haram nya ujub.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لَـقَدْ نَصَرَكُمُ اللّٰهُ فِيْ مَوَا طِنَ كَثِيْرَةٍ ۙ وَّيَوْمَ حُنَيْنٍ ۙ اِذْ اَعْجَبَـتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنْكُمْ شَيْئًـا وَّضَا قَتْ عَلَيْكُمُ الْاَ رْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّـيْتُمْ مُّدْبِرِيْنَ 

“Sungguh, Allah telah menolong kamu (mukminin) di banyak medan perang, dan (ingatlah) Perang Hunain, ketika jumlahmu yang besar itu membanggakan kamu, tetapi (jumlah yang banyak itu) sama sekali tidak berguna bagimu, dan Bumi yang luas itu terasa sempit bagimu, kemudian kamu berbalik ke belakang dan lari tunggang-langgang.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 25)

Ini termasuk ujub model ketiga.

Sebagian sahabat ketika merasa jumlah adalah faktor kemenangan maka itulah ujub dan Allah beri kekalahan pada awal perang.

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu bahwasannya beliau mengatakan

الهلاك في اثنتين، القنوط، والعجب

“Kebinasaan ada pada dua hal: Putus asa (dari rahmat Allah) dan membanggakan diri (ujub).” (Diriwayat Ibnu Hajar Al Haitami (1/121))

Ibnul Qayyim – Ada orang masuk neraka karena amal sholeh nya (ujub dan lalai). dan masuk surga karena dosa-dosa nya (takut dan taubat karena dosa).

Dari Abu Bakrah, ia menceritakan bahwa ada seorang pria yang disebutkan di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang hadirin memuji orang tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bersabda,

ويحك قطعت عنق صاحبك، (يقوله مراراً)، إن كان أحدكم مادحاً لا محالة، فليقل: أحسِبَ كذا وكذا- إن كان يرى أنه كذلك – وحسيبه الله، ولا يزكي على الله أحداً

“Celaka engkau, engkau telah memotong leher temanmu (berulang kali beliau mengucapkan perkataan itu). Jika salah seorang di antara kalian terpaksa/harus memuji, maka ucapkanlah, ”’Saya kira si fulan demikian kondisinya.” -Jika dia menganggapnya demikian-. Adapun yang mengetahui kondisi sebenarnya adalah Allah dan  janganlah mensucikan seorang di hadapan Allah.”  HR Bukhari.

🔹Ujub bisa jadi karena murid nya ingin tenar juga. Hadits ini adalah peringatan pada orang yang ujub akan berujung pada sombong dan celaka.

Dari Abu Ma’mar, ia berkata, “Ada seorang pria berdiri memuji salah seorang gubernur. Miqdad [ibnul Aswad] lalu menyiramkan pasir ke wajahnya dan berkata,

أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ نَحْثِىَ فِى وُجُوهِ الْمَدَّاحِينَ التُّرَابَ.

“Kami diperintahkan oleh Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- untuk menyiramkan pasir ke wajah orang-orang yang memuji.” (HR. Muslim). 

✅ Yang penting adalah pujian Allah, bukan pujian manusia.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda

لَوْ لَمْ تَكُوْنُوا تُذْنِبُوْنَ خَشِيْتُ عَلَيْكُمْ مَا هُوَ أَكْبَرُ مِنْ ذَلِكَ الْعُجْبَ الْعُجْبَ

“Jika kalian tidak berdosa maka aku takut kalian ditimpa dengan perkara yang lebih besar darinya (yaitu) ujub ! ujub !” (HR Al-Baihaqi).

Juga hadits terkait nasihat Umar untuk tidak angkat diri sendiri..

Hadits lain..

Nabi shallallahu alaihi wasallam:

ثَلاَثُ مُهْلِكَاتٍ : شُحٌّ مُطَاعٌ وَهَوًى مُتَّبَعٌ وَإعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ

“Tiga perkara yang membinasakan, rasa pelit yang ditaati, hawa nafsu yang diikui dan ujubnya seseorang terhadap dirinya sendiri”
HR Thabrani.

➡️ Bahaya ujub
1. Tangga menuju kebinasaan
2. Sebab kebinasaan (perkataan Ibnu Mas’ud dan Ibnul Qayyim).
3. Terpuruk syirik kecil
4. Kurang bersyukur
5. Tidak beradab kepada Allah

✅ Cara melawan ujub.

1. Sadari Semua takwa karena Allah.
2. Berdoa

Semoga bermanfaat.

#ujub #sombong #surga #neraka

##$$-aa-$$##

dosabesar_MBAW

ALKABAIR-3 Alkabair-5 (Riya’ dan Sum’ah)
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?