TAFSIR AYAT-AYAT PILIHAN-18
*TAFSIR AYAT-AYAT PILIHAN-18*
Karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
17 Rabi’ul Akhir 1448H / 27 September 2026
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi
❋ ❋ ❋ ➡️ QS Al Baqarah ayat 136.
﴿قُولُوٓا۟ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيْنَا وَمَآ أُنزِلَ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِـۧمَ وَإِسْمَٰعِيلَ وَإِسْحَٰقَ وَيَعْقُوبَ وَٱلْأَسْبَاطِ وَمَآ أُوتِىَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَمَآ أُوتِىَ ٱلنَّبِيُّونَ مِن رَّبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُۥ مُسْلِمُونَ﴾
“Katakanlah, ‘Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan kepada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa, serta kepada apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami berserah diri kepada-Nya’.” (QS. Al-Baqarah: 136)
Makna وَٱلْأَسْبَاطِ
Adalah anak keturunan Nabi Yaqub Alaihissalam. 12 sibth.
Ada khilaf ulama apakah semua keturunan Nabi Yaqub jadi nabi.
10 saudara Yusuf – sebagian ulama mengatakan mereka taubat.
Namun ini dibantah oleh Ibnu Taimiyyah – karena yang berdakwah hanya Nabi Yusuf. Dan nabi-nabi bani Israil itu keturunan dari 12 anak-anak Nabi Yaqub tersebut. Tidak Ada bukti bahwa seorang nabi sebelumnya nakal/jahat.
✅ Terdapat beberapa pelajaran dalam ayat ini:
❋ **Pertama:** Perintah Allah ﷻ agar kita mengucapkan apa yang disebutkan dalam ayat, dan ini bukan termasuk perkara menampakkan amal saleh yang mana menyembunyikannya lebih utama.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَ الْمُؤْمِنُوْنَ ۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِا للّٰهِ وَمَلٰٓئِكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ ۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۗ وَقَا لُوْا سَمِعْنَا وَاَ طَعْنَا غُفْرَا نَكَ رَبَّنَا وَاِ لَيْكَ الْمَصِيْرُ
“Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Dan mereka berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali.””
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 285)
Ada amal yang ditampakkan lebih Afdhal seperti adzan, sholat Jamaah, ibadah Qurban Idul Adha, takbir – tahlil saat 10 awal Dzulhijjah,talbiyah dst.
Selain itu hukum asalnya disembunyikan.
Nabi ﷺ bersabda,
ورجل تصدق بصدقة فأخفاها حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه
“Seorang yang bersedekah, ia menyembunyikan sedekahnya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dikeluarkan tangan kanannya” HR Bukhari
Amalan yang ditampakkan diantaranya beriman.
Dalam Islam kufur pada salah satu rasul juga berarti kufur pada semua rasul.
Hasan al Bashri ketika ditanya apakah dia beriman? Beliau jawab.
1. Beriman pada rukun iman – saya beriman.
2. Dan seperti ayat bila dibacakan ayat tentang seseorang tambah takut kepada Allah – maka saya ragu.
❋ **Kedua:** Beriman kepada seluruh wahyu yang diturunkan kepada para nabi dan rasul.
Semua kisah para nabi yang disampaikan oleh Al Qur’an dan Nabi ﷺ bisa dijadikan hujjah.
Misalnya – puasa Nabi Daud. Sholat malam Nabi Daud.
❋ **Ketiga:** Tidak membeda-bedakan di antara nabi dan rasul.
Kita beriman kepada seluruh nabi.
كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوحٍ ٱلْمُرْسَلِينَ
Kaum Nuh telah mendustakan para rasul.
Surat Asy-Syu’ara (26) Ayat 105
❋ **Keempat:** Penegasan tentang Islam.
❋ **Kelima:** Penegasan tentang pemurnian ibadah berislam hanya untuk Allah. Hal ini bukan termasuk memuji diri sendiri. Akan tetapi termasuk bab penjelasan tentang agama yang engkau anut. Oleh karena itu sebagian salaf berkata, “Hendaknya setiap orang mengajarkan ayat ini kepada keluarganya dan para pembantunya.”
Agar iman anggota keluarga semakin kuat.
Dalam sebuah riwayat – Nabi ﷺ juga sholat Fajr membaca ayat ini.
Hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang berbunyi :
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ فِي رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ فِي الْأُولَى مِنْهُمَا قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا الْآيَةَ الَّتِي فِي الْبَقَرَةِ وَفِي الْآخِرَةِ مِنْهُمَا آمَنَّا بِاللَّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam dua rakaat shalat sunnah subuh membaca ayat قُولُواْ آمَنَّا بِاللّهِ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْنَا (Al Baqarah 136) pada rakaat pertama dan membaca آمَنَّا بِاللّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ (Ali Imran 52) pada rakaat kedua”
( HR. Muslim).
✅ ❋ ❋ ❋ QS Al Baqarah ayat 137.
﴿فَإِنْ ءَامَنُوا۟ بِمِثْلِ مَآ ءَامَنتُم بِهِۦ فَقَدِ ٱهْتَدَوا۟ وَّإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنَّمَا هُمْ فِى شِقَاقٍۖ فَسَيَكْفِيكَهُمُ ٱللَّهُۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ﴾
“Maka jika mereka telah beriman sebagaimana yang kamu imani, sungguh, mereka telah mendapat petunjuk. Tetapi jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (denganmu), maka Allah mencukupkan engkau (Muhammad) terhadap mereka (dengan pertolongan-Nya). Dan Dia Maha mendengar, Maha mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 137)
Ayat ini masih termasuk bahasan ahli kitab.
Terdapat beberapa pelajaran dalam ayat ini:
❋ **Pertama:** Firman Allah ﷻ,
﴿فَإِنْ ءَامَنُوا۟ بِمِثْلِ مَآ ءَامَنتُم بِهِۦ فَقَدِ ٱهْتَدَوا۟﴾
“Maka jika mereka telah beriman sebagaimana yang kamu imani, sungguh, mereka telah mendapat petunjuk.”
Padanya terdapat penegasan bahwa iman adalah amal.
Iman yang benar adalah iman yang Output nya amal, beda dengan Jahmiyah ekstrem yang cukup beriman akan Allah, bantahan nya : ini seperti iblis, Firaun.
Juga Murjiyah yang hanya membenarkan, ini dibantah dengan kisah Heraklius.
Abu Thalib secara aplikasi beramal dengan membela Nabi ﷺ, tapi tidak berikrar – sehingga termasuk tidak beriman.
Ini juga ayat yang menjadikan para sahabat radhiallahu anhum sebagai standar.
❋ **Kedua:** Perkataan ini merupakan puncak sikap adil kepada musuh.
Ini juga ayat yang menjadikan para sahabat radhiallahu anhum sebagai standar.
Rafidhah mengkafirkan sebagian besar sahabat.
❋ **Ketiga:** Orang yang tidak tunduk pada agama Allah, penyakitnya bukanlah kebodohan, akan tetapi permusuhan.
Gak mau beriman karena ingin beroposisi, padahal tahu kebenaran.
Contoh nya kisah Shafiyah binti Huyayy radhiyallahu ‘anha, beliau adalah putri Huyayy bin Akhtab, salah seorang tokoh Yahudi Bani Nadhir.
Ada kisah yang sangat menarik tentang ayah dan pamannya. Setelah Nabi ﷺ tiba di Madinah, mereka mendatangi beliau untuk melihat tanda-tanda kenabian yang mereka ketahui dari kitab mereka. Menurut riwayat yang dinukil dalam Sirah Ibn Hisyam, keduanya saling berbicara setelah melihat Nabi ﷺ:
“Apakah dia benar-benar orangnya?”
“Demi Allah, dia memang orangnya.”
“Apakah engkau mengenalinya dan yakin?”
“Ya.”
Namun, mereka kemudian tetap memusuhi Nabi ﷺ.
❋ **Keempat:** Apabila engkau telah berlaku adil terhadap orang yang memusuhi agama Allah, namun ia tetap meneruskan permusuhan, maka itu menjadi sebab turunnya pembalasan Allah ﷻ kepada mereka.
❋ **Kelima:** Istidlal dengan sifat-sifat Allah.
Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui – ini penguatan bahwa Allah akan menjaga Nabi ﷺ.
Sama seperti kisah Nabi Musa ﷺ yang dijaga Allah dengan ayat
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.
Semoga bermanfaat.
#tauhid #oposisi #albaqarah #amal #iman
##$$-aa-$$##

