ALKABAIR – HATI DAN LISAN#50
- ALKABAIR-#01 – MUQADIMAH
- ALKABAIR-#02 – Dosa terbesar
- ALKABAIR-3
- Alkabair-4
- Alkabair-5 (Riya’ dan Sum’ah)
- ALKABAIR – HATI DAN LISAN#50
- Alkabair-6 – GEMBIRA YANG TERLAKNAT
- Alkabair-7 : PUTUS ASA DARI RAHMAT Allah Dan Merasa Aman dari Adzab Allah
- Alkabair-8 :BAB PENYEBUTAN Buruk Sangka terhadap Allah
- Alkabair-9 :BAB PENYEBUTAN keinginan bertindak sewenang-wenang dan berbuat kerusakan
🗞️ *ALKABAIR – HATI DAN LISAN#50*
✒️ Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
🎤 Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
🗓️ 3 Dzulqaidah 1447H/ 19 April 2026
Ba’da Maghrib
✅ KEDZALIMAN
Kedzaliman, meletakkan sesuatu yang tidak pada tempat nya. Lawan dari keadilan.
Hak orang lain, menyangkut 3 hal.
1. Harta
2. Darah / jiwa.
3. Kehormatan.
Kedzaliman adalah kegelapan di hari akhirat.
Nabi ﷺ bersabda,
اتَّقوا الظُّلمَ . فإنَّ الظُّلمَ ظلماتٌ يومَ القيامةِ
“jauhilah kezaliman karena kezaliman adalah kegelapan di hari kiamat” HR Bukhari dan Muslim.
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam yang beliau sampaikan di hari Arafah, hari Idul Adha, serta hari-hari Tasyriq.
عن جابر رضي الله عنه في سياق حجة النبي صلى الله عليه وسلم قال : « حَتَّى إِذَا زَاغَتِ الشَّمْسُ أَمَرَ بِالْقَصْوَاءِ فَرُحِلَتْ لَهُ، فَأَتَى بَطْنَ الْوَادِي فَخَطَبَ النَّاسَ وَقَالَ: إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ، كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا، فِي بَلَدِكُمْ هَذَا… » الحديث . رواه مسلم .
Dari Jabi radhiallahu’anhu di tengah haji bersama Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam: “… sehingga saat matahari tergelincir, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar unta Al-Qashwa’ dipersiapkan. Ia pun dipasangi pelana. Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi tengah lembah dan berkhutbah: ‘Sesungguhnya darah dan harta kalian, haram bagi sesama kalian. Sebagaimana haramnya hari ini, haramnya bulan ini di negeri kalian ini…‘“ (HR. Muslim).
Asalnya hak orang-orang yang terdzalimi akan diminta pada hari kiamat.
Maka hindari berbuat dzalim kepada yang lain.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لَا يَكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ
“Siapa yang pernah berbuat aniaya (zhalim) terhadap kehormatan saudaranya atau sesuatu apapun hendaklah dia meminta kehalalannya (maaf) pada hari ini (di dunia) sebelum datang hari yang ketika itu tidak bermanfaat dinar dan dirham. Jika dia tidak lakukan, maka (nanti pada hari kiamat) bila dia memiliki amal shalih akan diambil darinya sebanyak kezholimannya. Apabila dia tidak memiliki kebaikan lagi maka keburukan saudaranya yang dizhaliminya itu akan diambil lalu ditimpakan kepadanya”. HR Bukhari dan Muslim.
➡️ *MENDZALIMI ANAK YATIM*
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ الَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ اَمْوَا لَ الْيَتٰمٰى ظُلْمًا اِنَّمَا يَأْكُلُوْنَ فِيْ بُطُوْنِهِمْ نَا رًا ۗ وَسَيَـصْلَوْنَ سَعِيْرًا
“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 10)
Kata سَعِيْرًا artinya neraka yang dipanaskan.
Orang yang ngurus harta anak yatim dan orang tersebut tidak mampu boleh ambil harta anak yatim sebatas seperlunya saja.
Kalau yang ngurus anak yatim tidak mampu, kalau di gaji dari harta anak yatim sesuai UMR yang paling kecil.
Kalau yang ngurus harta anak yatim itu mampu maka dia tidak boleh ambil harta anak yatim.
Makan harta anak yatim itu dosa yang sangat besar.
Larangan makan harta anak yatim itu juga untuk penggunaan yang berlebihan dan bukan haknya.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
اجْتَنِبُوا السَّبْعَ المُوبِقاتِ
“Jauhilah tujuh dosa yang membinasakan.”
Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan,
الشِّرْكُ باللَّهِ، والسِّحْرُ، وقَتْلُ النَّفْسِ الَّتي حَرَّمَ اللَّهُ إلَّا بالحَقِّ، وأَكْلُ الرِّبا، وأَكْلُ مالِ اليَتِيمِ، والتَّوَلِّي يَومَ الزَّحْفِ، وقَذْفُ المُحْصَناتِ المُؤْمِناتِ الغافِلاتِ.
“[1] Syirik kepada Allah,
[2] sihir,
[3] membunuh jiwa yang haram dibunuh, kecuali apabila ada alasan yang membenarkannya,
[4] memakan harta anak yatim,
[5] memakan harta riba,
[6] melarikan diri dari pertempuran saat dua pasukan bertemu,
[7] menuduh berzina terhadap perempuan yang baik-baik dan tidak bersalah.” (Muttafaq ‘alaih)
Dosa syirik (akbar), pelaku nya kekal di neraka.
Sihir, contohnya santet, dan sihir yang berusaha memisahkan suami istri. Banyak sihir yang berakhir dengan kematian.
Contoh riba adalah pinjol.
Dzalim itu lezat tapi balasannya mengerikan di hari akhirat kelak.
Riba itu siksanya mulai alam barzakh.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Bahwa beliau bermipi didatangi dua malaikat lalu mereka berkata,’Mari ikut bersama kami.’ Hingga akhirnya dua malaikat itu membawa beliau ke sebuah sungai darah, di dalam sungai tersebut ada seorang yang sedang berenang. Sementara itu di pinggir sungai ada satu orang lagi. Ketika orang yang di tengah sungai itu ingin menepi, maka laki-laki yang di pinggir kali melempari mulutnya dengan batu, hingga ia kembali lagi ke tempatnya semula (tengah sungai darah). Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: ‘Aku bertanya kepada dua malaikat tentang orang yang berada di sungai itu.’ Mereka menjawab, ‘Orang yang engkau datangi tadi, yang berenang di sungai lalu mulutnya disumpal batu, dia adalah pemakan riba.’”
Lari saat tempur sebagai taktik boleh, maksudnya akan balik bertempur lagi.
Di Saudi, hukum bagi pelaku sihir itu dibunuh.
Sihir itu mudharatnya banyak antara lain berbuat syirik dan dzalim kepada orang lain.
➡️ *MENCURI TANAH*
Sa’id bin Zaid Radhiyallahu anhu mengatakan, “Aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ أَخَذَ شِبْرًا مِنَ اْلأَرْضِظُلْمًا فَإِنَّهُ طُوِّقَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ سَبْعِ أَرَضِيْنَ
“Barang siapa menyerobot sejengkal tanah secara dzalim, maka tanah itu akan dikalungkan pada Hari Kiamat dari tujuh bumi”. HR Bukhari dan Muslim
Said bin Zaid adalah salah satu sahabat yang dijamin surga.
Dosa sangat besar pagi pelaku pencurian tanah,walaupun sedikit.
➡️ *KEDZALIMAN DALAM BADAN*
Dari Ibnu ‘amr radhiyallahu anhu secara marfu.
ثَلَاثَةٌ لَا يَقْبَلُ اللهُ مِنْهُمْ صَلَاةٌ:
مَنْ أَمَّ قَوْمًا وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ،
وَرَجُلٌ أَتَى الصَّلَاةَ دِبَارًا، وَالدِّبَارُ أَنْ يَأْتِيَهَا بَعْدَ أَنْ يَفُوتَ وَقْتُهَا،
وَرَجُلٌ اعْتَبَدَ مُحَرَّرًا.
(HR. Abu Dawud)
Tiga golongan yang Allah tidak menerima satu sholat dari mereka : seorang yang mengimami suatu kaum padahal mereka benci kepadanya seorang yang memiliki mendatangi sholat secara dibar (pada akhir waktu), dan dibar adalah dia melaksanakannya setelah sholat itu lewat, dan seorang yang menjadikan orang yang dibebaskan dari perbudakan sebagai budak. HR Abu Dawud.
Dibar, orang yang malas sholat.
Imam sholat yang tidak disukai ini terkait dengan agamanya,atau tukang maksiat dst.
Dan dari Abu Umamah radhiyallahu anhu secara marfu :
من جرّد ظهر مسلمٍ بغير حقّ، لقي الله وهو عليه غضبان
Barangsiapa yang menelanjangi punggung seorang muslim tanpa cara yang benar, maka dia akan menemui Allah dalam keadaan Allah murka kepadanya. HR Thabrani.
Maksud nya bukan baju untuk dipukul atau dipermalukan, ini kedzaliman.
➡️ *KEDZALIMAN DALAM HARTA BENDA*
Dalam Ash-Shahih,
ولا ينتهب نهبة ير فع الناس إليه فيها أبصارهم حين ينتهبهاوهو مؤ من
Dan tidaklah seseorang merampas dimana orang-orang mengangkat penglihatan-penglihatan mereka padanya ketika dia merampasnya, dan dia dalam keadaan beriman. HR Bukhari.
Hal ini menunjukan dosa besar.
➡️ *MEMBIARKAN ORANG YANG DIDZALIMI*
Dari Sahl bin Hunaif radhiyallahu anhu secara marfu,
مَنْ أُذِلَّ عِنْدَهُ مُؤْمِنٌ فَلَمْ يَنْصُرْهُ وَهُوَ يَقْدِرُ عَلَى أَنْ يَنْصُرَهُ، أَذَلَّهُ اللَّهُ عَلَى رُءُوسِ الْخَلَائِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Barangsiapa yang disisinya ada seorang muslim dihinakan, kemudian dia tidak menolongnya padahal dia mampu (untuk menolongnya), maka Allah akan menghinakanya di depan para makhluk pada hari kiamat. HR Ahmad.
Ini dalil unik membantu saudara kita yang didzalim.
Dan dalam riwayat Abu Dawud, dari Jabir dan Abu Thalhah radhiyallahu anhuma secara marfu,
مَا مِنِ امْرِئٍ يَخْذُلُ امْرَأً مُسْلِمًا فِي مَوْضِعٍ تُنْتَهَكُ فِيهِ حُرْمَتُهُ وَيُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ، إِلَّا خَذَلَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ، وَمَا مِنِ امْرِئٍ يَنْصُرُ امْرَأً مُسْلِمًا فِي مَوْضِعٍ يُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ وَيُنْتَهَكُ فِيهِ مِنْ حُرْمَتِهِ، إِلَّا نَصَرَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ
“Tidaklah seorang muslim yang membiarkan seorang muslim di suatu tempat dimana kehormatannya dilanggar dan harga dirinya direndahkan, kecuali Allah akan membiarkannya pada suatu keadaan dimana dia sangat ingin mendapatkan pertolongan-Nya.
Dan tidaklah seorang muslim menolong seorang muslim di tempat dimana kehormatannya direndahkan dan harga dirinya dilanggar, kecuali Allah akan menolongnya pada suatu keadaan dimana dia sangat membutuhkan pertolongan-Nya.” HR Abu Dawud.
Semoga bermanfaat.
#dzalim #kegelapan #akhirat #yatim #harta #kehormatan
##$$-aa-$$##

