This entry is part 6 of 48 in the series dosabesar_MBAW

Diterbitkan pertama kali pada: 01-Jul-2024 @ 06:36

3 menit membaca

🗞️*ALKABAIR-6*
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
24 Dzulhijjah 1445H/30 Juni 2024

➡️ *BAB GEMBIRA*

Kondisi hati secara tabiat.
Sedih
Gelisah
Bahagia
Harap
Kuatir
Marah
Takut dll.

Senang atau gembira ada yang terpuji dan ada yang tercela.

1️⃣ Senang yang terpuji.
1. Senang karena beriman dengan Al Qur’an

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ قَدْ جَآءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِ ۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ
“Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.”
(QS. Yunus 10: Ayat 57)

Allah berfirman,

قُلْ بِفَضْلِ ٱللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا۟ هُوَ خَيْرٌۭ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. Surat Yunus (10) Ayat 58

🔹 Faidah ayat ini.
🔸Agar bersyukur

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ نَّهٗ لَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ
“Dan sungguh, (Al-Qur’an) itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
(QS. An-Naml 27: Ayat 77)

🔸Nikmat hakiki, kebahagiaan dunia dan akhirat
🔸 Isyarat agar Tidak sedih, karena sebagian besar orang kafir diberi dunia yang lebih banyak.

🔹Kebatilan dikalahkan dengan kebenaran. Lihat surat Rum.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

{الم (1) غُلِبَتِ الرُّومُ (2) فِي أَدْنَى الأرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ (3) فِي بِضْعِ سِنِينَ لِلَّهِ الأمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ (4) بِنَصْرِ اللَّهِ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ (5) وَعْدَ اللَّهِ لَا يُخْلِفُ اللَّهُ وَعْدَهُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ (6) يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ (7) }

Alif Lam Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang, (sebagai) janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedangkan mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.
Ar-Rum, ayat 1-7

Orang Nasrani (Romawi) lebih dekat kebenaran daripada Persia.

🔹Gembira dengan harta yang halal. Di jaman ini cari harta yang halal tidak mudah.

🔹Senang dengan ibadah.

Gembira bisa berbuka puasa.

🔹Senang dengan syariat Allah. Sebagian orang tidak suka diterapkan syariat Allah Karena ekonomi terganggu.

Orang-orang liberal sangat benci dengan syariat Allah.

🔹Senang saat diuji.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu berkata,

دخلت على النبي صلى الله عليه وسلم وهو يوعك، فوضعت يدي عليه فوجدت حره بين يدي فوق اللحاف، فقلت: يا رسول الله، ما أشدها عليك! قال: إنا كذلك يضاعف لنا البلاء ويضاعف لنا الأجر، قلت: يا رسول الله، أي الناس أشد بلاءً؟ قال: الأنبياء، قلت: يا رسول الله، ثم من؟ قال: ثم الصالحون، إن كان أحدهم ليبتلى بالفقر حتى ما يجد أحدهم إلا العباءة يحويها، وإن كان أحدهم ليفرح بالبلاء كما يفرح أحدكم بالرخاء

“Aku pernah mengunjungi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang saat itu sedang sakit. Kemudian Aku letakkan tanganku di atas selimut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, aku dapati panasnya (sangat panas karena yang disentuh adalah selimutnya, bukan badannya, pent).

Aku berkata, ‘wahai Rasulullah, betapa beratnya demam ini!’

Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‘Sesungguhnya kami para nabi, diberi ujian yang sangat berat, sehingga pahala kami dilipat gandakan.’

Abu Said pun bertanya, ‘wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berat ujiannya?’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab;

‘Para nabi, kemudian orang shaleh. Sungguh ada di antara mereka yang diuji dengan kemiskinan, sehingga harta yang dimiliki tinggal baju yang dia gunakan. Sungguh para nabi dan orang shaleh itu, lebih bangga dengan ujian yang dideritanya, melebihi kegembiraan kalian ketika mendapat rezeki.’ HR Al Baihaqi

Rasulullah ﷺ bersabda : sungguh ada orang-orang sholeh yang gembira saat diberi ujian sebagaimana dia gembira dapat nikmat.

Tingkat saat dapat musibah
1. Marah
2. Sabar
3. Ridho dengan musibah
4. Bersyukur.

❌ Gembira yang tercela

1️⃣ Gembira dengan dunia yang berlebihan.

Thariq Bin Asyur – Gembira dengan dunia yang dilarang yaitu yang berlebihan sehingga akhir nya jiwa terikat dengan dunia tersebut.
Sehingga membuat lalai dalam beribadah..

Gembira yang bikin sombong seperti Qarun.

2️⃣ Gembira karena tidak beramal sholeh.

3️⃣ Orang munafik yang gembira gak ikut perang

4️⃣ Munafik Gembira karena muslimin kena musibah.

Syaikh menjelaskan orang-orang yang terima kitab catatan amalnya dengan tangan kiri.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّهٗ كَا نَ فِيْۤ اَهْلِهٖ مَسْرُوْرًا

 ”Sesungguhnya , dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir).”
(QS. Al-Insyiqaq 84: Ayat 13)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman tentang orang yang beriman.

قَا لُـوْۤا اِنَّا كُـنَّا قَبْلُ فِيْۤ اَهْلِنَا مُشْفِقِيْنَ

“Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diadzab).”
(QS. At-Tur 52: Ayat 26)

Ayat ini adalah dalil bahwa takut dengan akhirat adalah salah satu sebab bisa masuk surga.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ اَبْوَا بَ كُلِّ شَيْءٍ ۗ حَتّٰۤى اِذَا فَرِحُوْا بِمَاۤ اُوْتُوْۤا اَخَذْنٰهُمْ بَغْتَةً فَاِ ذَا هُمْ مُّبْلِسُوْنَ

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 44)

Hati-hati dengan istidraj, nikmat yang makin menjauhkan diri dari ketaatan kepada Allah.

Semoga bermanfaat.

#gembira #sombong #lalai #dunia

##$$-aa -$$##

dosabesar_MBAW

Alkabair-5 (Riya’ dan Sum’ah) Alkabair-7 : PUTUS ASA DARI RAHMAT Allah Dan Merasa Aman dari Adzab Allah
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?