ALKABAIR-3
- ALKABAIR-#01 – MUQADIMAH
- ALKABAIR-#02 – Dosa terbesar
- Alkabair-4
- Alkabair-5 (Riya’ dan Sum’ah)
- Alkabair-6 – GEMBIRA YANG TERLAKNAT
- ALKABAIR-3
- Alkabair-7 : PUTUS ASA DARI RAHMAT Allah Dan Merasa Aman dari Adzab Allah
- Alkabair-8 :BAB PENYEBUTAN Buruk Sangka terhadap Allah
- Alkabair-9 :BAB PENYEBUTAN keinginan bertindak sewenang-wenang dan berbuat kerusakan
- Alkabair-10 :BAB PERMUSUHAN DAN KEBENCIAN dan BAB SUKA KEKEJIAN
Diterbitkan pertama kali pada: 12-Mei-2024 @ 20:58
4 menit membacaAlkabair-3
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
5 Dzulqaidah 1445H/12 Mei 2024
ℹ️ Dosa besar terbagi dua.
1. Hati (sombong, ujub, putus asa, hasad, dll)
2. Anggota badan (mencuri, zina, membunuh dll)
1️⃣ Dalam sebuah hadits,
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim).
Dan orang-orang kafir serta munafik lebih mementingkan penampilan.
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتُنَا بَيِّنَـٰتٍۢ قَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَىُّ ٱلْفَرِيقَيْنِ خَيْرٌۭ مَّقَامًۭا وَأَحْسَنُ نَدِيًّۭا
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang (maksudnya), niscaya orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: “Manakah di antara kedua golongan (kafir dan mukmin) yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah tempat pertemuan(nya)?”
Surat Maryam (19) Ayat 73
Untuk orang munafik..
وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ ۖ
Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum.
Surat Al-Munafiqun (63) Ayat 4
Lihatlah kota Mekkah yang fisik nya tidak menarik, tetapi Allah mencintai kita Mekkah karena disana banyak ibadah.
2️⃣ Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi ﷺ bersabda,
أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ
“Ketahuilah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ini dalil bahwa yang mempengaruhi amal tubuh adalah hati.
Abu Hurairah radhiyallahu mengatakan – Hati adalah raja, dan anggota tubuh lainnya adalah pasukannya, kalau raja bagus maka semua anak buah juga bagus, demikian juga sebaliknya.
Namun sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam di atas adalah lebih baik.
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam menjelaskan,
إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ، فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ، وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ، وَهُوَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ: {كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ}
“Jika seorang hamba melakukan satu dosa, niscaya akan ditorehkan di hatinya satu noda hitam. Seandainya dia meninggalkan dosa itu, beristighfar dan bertaubat; niscaya noda itu akan dihapus. Tapi jika dia kembali berbuat dosa; niscaya noda-noda itu akan semakin bertambah hingga menghitamkan semua hatinya. Itulah penutup yang difirmankan Allah, “Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka lakukan itu telah menutup hati mereka” (QS. Al-Muthaffifin: 14). (HR. Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu. Hadits ini dinilai hasan sahih oleh Tirmidzi).
Kalau kita bermaksiat – maka ikuti dengan istighfar.
Kalau hati bersih, pasti tidak suka hal-hal yang dilarang oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
➡️ *BAB penyebutan tentang SOMBONG*
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَا نَ مُخْتَا لًا فَخُوْرًا
” Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri,”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 36)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّا سِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَ رْضِ مَرَحًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَا لٍ فَخُوْرٍ
“Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. Luqman 31: Ayat 18)
Allah memiliki sifat mencintai dan sifat tidak mencintai.
❓Apa beda nya
مُخْتَا لًا فَخُوْرًا
🔹Mukhtal – sombong terkait apa yang ada pada dirinya (pintar, gagah, tampan, ilmu)
🔹Fakhuur – sombong karena perkara diluar tubuhnya, seperti karena harta, mobil, jabatan, kedudukan, anak-anak)
Sombong macam nya banyak (nasab, ilmu dst).
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَا دْخُلُوْۤا اَبْوَا بَ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۗ فَلَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِيْنَ
“Maka masukilah pintu-pintu Neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. (Dan Neraka) itu seburuk-buruk tempat orang yang menyombongkan diri.”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 29)
➡️ Sebab-sebab kesombongan sangat banyak. (kecerdasan, kuat hafalan, harta dst).
Diantara bentuk syukur kepada Allah karena kecerdasan, maka jangan berfikir untuk hal yang tidak bermanfaat.
❗Iblis masuk neraka karena sombong.
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُوا۟ لِـَٔادَمَ فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَٱسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلْكَـٰفِرِينَ
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. Surat Al-Baqarah (2) Ayat 34
Dalam hadits qudsi,
قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ الْكِبْرِيَاءُ رِدَائِي وَالْعَظَمَةُ إِزَارِي فَمَنْ نَازَعَنِي وَاحِدًا مِنْهُمَا قَذَفْتُهُ فِي النَّارِ
“Rasulullah ﷺ bersabda: “Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Kesombongan adalah selendang-Ku, kebesaran adalah sarung-Ku, barangsiapa mengambil salah satu dari keduanya dari-Ku, maka ia akan Aku lemparkan ke dalam neraka.” HR Abu Dawud.
➡️ Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR. Muslim)
Dzarrah itu sesuatu yang sangat kecil, bisa dimaknai semut kecil atau kepala semut.
Ada sombong kecil saja tidak masuk surga, apalagi lebih dari itu.
ℹ️ Hakikat sombong (salah satu atau keduanya).
1. Menolak kebenaran
2. Merendahkan orang lain
Orang yang sombong dihinakan di padang Mahsyar.
Haritsah bin Wahb Al Khuzai’i berkata bahwa ia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,
أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ قَالُوا بَلَى قَالَ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ
“Maukah kamu aku beritahu tentang penduduk neraka? Mereka semua adalah orang-orang keras lagi kasar, tamak lagi rakus, dan takabbur(sombong).“
(HR. Bukhari dan Muslim).
Makna عُتُلٍّ adalah orang yang keras lagi kasar
Makna جَوَّاظٍ adalah (ada yang mengatakan) orang yang sombong dan gemuk, ada yang mengatakan orang pendek lagi gendut
Makna بَطَرُ الْحَقِّ adalah menolak kebenaran ketika datang padamu
Makna وَغَمْطُ النَّاسِ
Adalah merendahkan manusia.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,
يُحْشَرُ الْمُتَكَبِّرُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَمْثَالَ الذَّرِّ فِي صُوَرِ الرِّجَالِ يَغْشَاهُمْ الذُّلُّ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَيُسَاقُونَ إِلَى سِجْنٍ فِي جَهَنَّمَ يُسَمَّى بُولَسَ تَعْلُوهُمْ نَارُ الْأَنْيَارِ يُسْقَوْنَ مِنْ عُصَارَةِ أَهْلِ النَّارِ طِينَةَ الْخَبَالِ
Pada hari kiamat orang-orang yang sombong akan digiring dan dikumpulkan seperti semut kecil, di dalam bentuk manusia, kehinaan akan meliputi mereka dari berbagai sisi. Mereka akan digiring menuju sebuah penjara di dalam Jahannam yang namanya Bulas. Api neraka yang sangat panas akan membakar mereka. Mereka akan diminumi nanah penduduk neraka, yaitu thinatul khabal (lumpur kebinasaan). [HR Bukhari]
➡️ Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
مَنْ تَوَاضَعَ لِلَّهِ دَرَجَةً رَفَعَهُ اللَّهُ دَرَجَةً حَتَّى يَجْعَلَهُ فِي عِلِّيِّينَ وَمَنْ تَكَبَّرَ عَلَى اللَّهِ دَرَجَةً وَضَعَهُ اللَّهُ دَرَجَةً حَتَّى يَجْعَلَهُ فِي أَسْفَلِ السَّافِلِينَ
“Barang siapa tawadu karena Allah, maka Allah akan mengangkatnya satu derajat hingga Ia menempatkannya di ‘Iliyyin. Dan barang siapa sombong maka Allah akan merendahkannya satu derajat hingga Ia menempatkannya di tempat yang paling bawah (asfalas safilin).” HR Ahmad.
➡️ Dari Ibnu Umar – hadits marfu – : hati-hati kalian dari sifat sombong, saat dia memakai sebuah pakaian. Namun hadits ini dianggap tidak shahih oleh para ulama.
Tawadhu ada dua.
1. Karena Allah
2. Bukan karena Allah.
Semoga bermanfaat,
#sombong #neraka #menolak #kebenaran
##$$-aa-$$##


