HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu (bagian-9 )
- HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – perhiasan bagi penuntut ilmu (bagian-1)
- HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – perhiasan bagi penuntut ilmu. (bagian-2)
- HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu* (bagian-3)
- HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu (bagian-4)
- *HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu* (bagian-5)
- HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu (bagian-9 )
- *HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu* (bagian-6 )
- *HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu* (bagian-7 )
- HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu (bagian-8 )
- HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu (bagian-10 )
Diterbitkan pertama kali pada: 02-Jan-2022 @ 06:08
2 menit membaca*HILYAH THOLIBIL ‘ILMI – Perhiasan bagi Penuntut Ilmu* (bagian-9 )
Karya Syaikh Bakar Abu Zaid
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
28 Jumadil Awal 1443H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Kita Lanjutkan…
➡️ 18 *MENJAGA KEHORMATAN GURU/SYAIKH/ULAMA/Ustadz)
Walaupun usia guru / ustadz tersebut lebih muda usianya.
Ilmu itu tidak diambil dari buku-buku langsung, mestinya diambil dari seorang guru yang mumpuni yang memiliki kunci-kunci supaya kita tidak tergelincir.
Maka hormati guru adalah sikap indikasi kesuksesan, keberhasilan dan taufiq dari Allah.
Guru bukanlah Nabi, sehingga tidak maksum, namun kita bisa mengkoreksi kesalahan dengan cara yang ma’ruf.
Dalam forum yang resmi (misalnya dalam majelis ilmu), kita harus menghormati guru dengan adab-adab yang mulia.
Misalnya…
1. Sikap duduk yang baik,sopan.
2. Sikap saat berbicara (jangan angkat suara di hadapan guru, Jangan banyak bicara, jangan berdebat, jangan menyela/memotong pembicaraan dst).
3. Sikap baik saat bertanya (jangan terlalu banyak bertanya sehingga mengganggu kenyamanan beliau)
4. Cara membuka lembaran-lembaran buku
5. Mendengar dengan seksama.
6. Jaga cara kita berjalan saat bersama guru..
7. Jangan memanggil guru dengan nama saja, tetapi dengan kehormatan.. Misalkan Yaa Ustadz Fulan..
Hindari memanggil Ustadz dari jauh… Kecuali jika ada udzur.. Dekati dulu baru memanggilnya.
Allah berfirman,
لَا تَجْعَلُوا دُعَاءَ الرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَاءِ بَعْضِكُمْ بَعْضًا
Janganlah kalian jadikan panggilan Rasul di antara kalian seperti panggilan sebagian kalian kepada sebagian (yang lain). Qs An Nur ayat 63.
Kata دُعَاءَ memiliki dua tafsir,
1. Panggilan kepada Rasulullah ﷺ harus beda dengan panggilan kepada orang lain
2. Ajakan Rasulullah ﷺ itu beda dengan ajakan orang lain.
Sebagaimana tidak layaknya kita tidak memanggil orang tua kita dengan namanya saja. Guru/ustadz itu bagaikan orang tua kita.
8. Hendaknya selalu berusaha menghormati forum belajar, menunjukkan rasa gembira terhadap pelajaran, dan ambil manfaat darinya.
Walaupun pelajaran saat itu membosankan dan kita sudah paham, maka tetap tampakkan rasa gembira kita.
Ilmu ushul fiqih adalah kunci ilmu, ilmu yang sangat penting. Yang bisa membuka pemahaman pada ilmu fiqih, ilmu tafsir dst.
9. Jika kita tahu kesalahan atau kekhilafan guru, Jangan sampai hal itu menjatuhkan kedudukannya di matamu. Karena sikap seperti ini akan menyebabkan kita tidak mendapatkan ilmu. Dan seseorang tidak ada yang selamat dari kesalahan.
Dalam hal perkataan Rasulullah ﷺ tidak pernah salah, dalam hal perbuatan Rasulullah ﷺ mungkin pernah salah, misalnya lupa ketika shalat, wajah masam kepada orang buta, Rasulullah ﷺ pernah haramkan madu untuk diri beliau ﷺ.
Bentuk maksum nya, Allah langsung menegur Rasulullah ﷺ.
10. Hindari hal-hal yang membuat kesal guru, hindari menguji/ngetest guru dan uji kesabaran.
11. Jika kita pandang ingin pindah kepada guru lain, maka mintalah izin kepada guru kita. Hal ini lebih memelihara sikap hormat kepadanya dan lebih menjaga hatinya agar tetap mencintai dan menyayangim
Bisa jadi Faidah tambahan adalah kita akan mendapatkan nasihat tambahan.
Bila tidak izin, bisa jadi guru atau Ustadz tersebut suudzon dengan pindah nya kita kepada guru lain.
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-##$$


