This entry is part 11 of 16 in the series Tafsir AlAnam

Diterbitkan pertama kali pada: 21-Feb-2021 @ 20:52

5 menit membaca

📖 TAFSIR QS AL AN’AM#11 : AYAT 111-121
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 10 Rajab 1442H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (zoom)

Bismillah, kita lanjutkan….

✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَوْ اَنَّـنَا نَزَّلْنَاۤ اِلَيْهِمُ الْمَلٰٓئِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ الْمَوْتٰى وَ حَشَرْنَا عَلَيْهِمْ كُلَّ شَيْءٍ قُبُلًا مَّا كَا نُوْا لِيُؤْمِنُوْۤا اِلَّاۤ اَنْ يَّشَآءَ اللّٰهُ وَلٰـكِنَّ اَكْثَرَهُمْ يَجْهَلُوْنَ

“Dan seandainya Kami menurunkan malaikat kepada mereka, dan orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) di hadapan mereka segala sesuatu (yang mereka inginkan), mereka tidak juga akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki. Tapi kebanyakan mereka adalah orang-orang yang jahil.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 111)

Ayat-ayat sebelumnya orang-orang musyrikin Quraisy meminta mukjizat yang mereka akan beriman.

Dalam ayat ini mereka minta diturunkan malaikat.
Dan bangkitkan nenek moyang mereka salah satunya adalah Kushai bin Kilab yang jujur, untuk bertanya kebenaran Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Dan Allah telah mengetahui bahwa bila permintaan mereka dipenuhi mereka akan tetap tidak beriman.

Mereka meminta mukjizat hanya untuk mengejek Rasulullah ﷺ.

Allah menghendaki mereka tidak beriman karena terlalu banyak kejahilan.

➡️Kejahilan mereka ada 2.

✅1. Keimanan ditangan mereka (tetapi di tangan Allah)
✅2. Mereka gantungkan keimanan mereka pada mukjizat yang mereka minta tersebut.

✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيٰطِيْنَ الْاِ نْسِ وَا لْجِنِّ يُوْحِيْ بَعْضُهُمْ اِلٰى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوْرًا ۗ وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوْهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُوْنَ

“Dan demikianlah untuk setiap Nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan (bagi manusia) . Dan kalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya, maka biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 112)

➡️Faidah ayat ini : adalah untuk menjadi pelipur para bagi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. ❕✅

Syetan manusia, karena saking buruk nya sehingga disifati sebagai syetan.

عَدُوًّا
Kata mufrodat
Dan sebutan dua jenis musuh.

Artinya sifat musuh tersebut satu sifatnya.

Syetan itu mahir dalam membuat casing kemaksiatan sebagai yang indah untuk menipu manusia.

Ini dalil, musuh para Nabi begitu juga musuh dai atau para ulama sebagai pewaris para nabi.

Syetan akan membisikkan syubhat-syubhat kepada musuh dakwah.

Contoh kerusakan adalah medsos yang berisi keburukan namun menarik bagi manusia.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلِتَصْغٰۤى اِلَيْهِ اَفْئِدَةُ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِا لْاٰ خِرَةِ وَلِيَرْضَوْهُ وَلِيَقْتَرِفُوْا مَا هُمْ مُّقْتَرِفُوْنَ

“Dan agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, tertarik (ridho) kepada bisikan itu, dan menyenanginya, dan agar mereka melakukan apa yang biasa mereka lakukan.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 113)

➡️♦️Langkah-langkah syetan :

1. Semua dihiasi agar kelihatan indah.
Riba, syirik, syahwat dll..
2. Yang tertarik banyak
3. Ridho
4. Mengerjakan ajakan syetan. ✅

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَفَغَيْرَ اللّٰهِ اَبْتَغِيْ حَكَمًا وَّهُوَ الَّذِيْۤ اَنْزَلَ اِلَيْكُمُ الْـكِتٰبَ مُفَصَّلًا ۗ وَا لَّذِيْنَ اٰتَيْنٰهُمُ الْـكِتٰبَ يَعْلَمُوْنَ اَنَّهٗ مُنَزَّلٌ مِّنْ رَّبِّكَ بِا لْحَـقِّ فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِيْنَ

“Pantaskah aku mencari hakim selain Allah, padahal Allah lah yang menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu secara rinci? Orang-orang yang telah Kami beri Kitab mengetahui benar bahwa (Al-Qur’an) itu diturunkan dari Tuhanmu dengan benar. Maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 114)

➡️Ayat ini menjelaskan tentang manhaj dalam sikapi pemikiran yang tersebar (dengan syubhat), seharusnya tetap diatas Al Qur’an dan Sunnah.

Al Qur’an sudah cukup dengan terperinci dan ditambah dengan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

♦️Inilah barometer kebenaran, yaitu Al Qur’an dan Sunnah.

Ada petugas khusus syetan yang bertugas membisikkan manusia (syetan manusia) untuk sebarkan syubhat.

Faidah dari Syaikh As-Sa’di.

1. Syetan beri wahyu/syubhat kepada syetan manusia. Seperti para wali.
Petunjuk yang masuk hati manusia bisa jadi dari Allah atau syetan. Maka barometer nya adalah Al Qur’an dan Sunnah. ☑️

فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِيْنَ
Jangan termasuk orang yang ragu.

Nabi ﷺ tidak pernah ragu, sehingga konteks nya ini peringatan untuk kita dari Allah.

tidak pernah ragu.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَّعَدْلًا ۗ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمٰتِهٖ ۚ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

“Dan telah sempurna firman Tuhanmu (Al-Qur’an) dengan benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah firman-Nya. Dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 115)

Yaitu Allah jelaskan barometer kebenaran dalam Al Qur’an.

Allah lebih tahu kebutuhan manusia dari pada manusia itu sendiri, sehingga syariat Allah itu pasti bagus untuk manusia.

Syariat Islam itu sempurna.
Syariat dari Allah pasti adil (poligami, hak waris dll).

Hukum Allah itu haq dalam pengabaran dan adil.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ نْ تُطِعْ اَكْثَرَ مَنْ فِى الْاَ رْضِ يُضِلُّوْكَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ اِنْ يَّتَّبِعُوْنَ اِلَّا الظَّنَّ وَاِ نْ هُمْ اِلَّا يَخْرُصُوْنَ

“Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 116)

Ini dalil bahwa kebanyakan manusia tidak beriman. Dan kuatkan dalil bahwa Al Qur’an dan Sunnah adalah barometer kebenaran.

Mayoritas bukan ukuran kebenaran.

Al-Imam Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah,  seorang imam zaman tabi’in pernah mengatakan:

اِتَّبِع طُرُقَ الهُدَى وَلَا يَضُرُّكَ قِلَّةُ السَّالِكِيْنَ وَإِيَّاكَ وَطُرُقَ الضَّلَالَةِ وَلَا تَغْتَرُّ بِكَثْرَةِ الهَالِكِيْنَ

“Ikutilah jalan petunjuk (kebenaran) karena tidak akan merugikanmu sedikitnya orang yang berjalan di atasnya dan hati-hatilah engkau dari jalan kesesatan dan jangan engkau terpedaya dengan banyaknya orang yang binasa.” 

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ مَنْ يَّضِلُّ عَنْ سَبِيْلِهٖ ۚ وَهُوَ اَعْلَمُ بِا لْمُهْتَدِيْنَ

“Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 117)

➡️Allah lebih tahu siapa orang-orang yang berhak diberi petunjuk dan orang-orang yang dibiarkan sesat.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَـكُلُوْا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللّٰهِ عَلَيْهِ اِنْ كُنْتُمْ بِاٰ يٰتِهٖ مُؤْمِنِيْنَ

“Maka makanlah dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) disebut nama Allah, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 118)

✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَا لَـكُمْ اَ لَّا تَأْكُلُوْا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللّٰهِ عَلَيْهِ وَقَدْ فَصَّلَ لَـكُمْ مَّا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ اِلَّا مَا اضْطُرِرْتُمْ اِلَيْهِ ۗ وَاِ نَّ كَثِيْرًا لَّيُضِلُّوْنَ بِاَ هْوَآئِهِمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِا لْمُعْتَدِيْنَ

“Dan mengapa kamu tidak mau memakan dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) disebut nama Allah, padahal Allah telah menjelaskan kepadamu apa yang diharamkan-Nya kepadamu, kecuali jika kamu dalam keadaan terpaksa (darurat). Dan sungguh, banyak yang menyesatkan orang dengan hawa nafsu mereka tanpa dasar pengetahuan. Tuhanmu lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.”(QS. Al-An’am 6: Ayat 119)

Allah mencela orang yang ragu.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَذَرُوْا ظَاهِرَ الْاِ ثْمِ وَبَا طِنَهٗ ۗ اِنَّ الَّذِيْنَ یَکْسِبُوْنَ الْاِ ثْمَ سَيُجْزَوْنَ بِمَا كَا نُوْا يَقْتَرِفُوْنَ

“Dan tinggalkanlah dosa yang terlihat ataupun yang tersembunyi. Sungguh, orang-orang yang mengerjakan (perbuatan) dosa kelak akan diberi balasan sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 120)

Syaikh As-Sa’di : Banyak orang yang tidak sadar maksiat yang dilakukan khususnya maksiat hati/batin seperti sombong, ujub, riya, Hati harus sering di scan..❕❕

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تَأْكُلُوْا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللّٰهِ عَلَيْهِ وَاِ نَّهٗ لَفِسْقٌ ۗ وَاِ نَّ الشَّيٰطِيْنَ لَيُوْحُوْنَ اِلٰۤى اَوْلِيٰۤـئِـهِمْ لِيُجَا دِلُوْكُمْ ۚ وَاِ نْ اَطَعْتُمُوْهُمْ اِنَّكُمْ لَمُشْرِكُوْنَ

“Dan janganlah kamu memakan dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) tidak disebut nama Allah, perbuatan itu benar-benar suatu kefasikan. Sesungguhnya setan-setan akan membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. Dan jika kamu menuruti mereka, tentu kamu telah menjadi orang musyrik.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 121)

♦️Hewan yang haram dimakan.

1. Mati sendiri (jadi syubhat dari setan, yang sembelih Allah, Sehingga Allah bantah dengan membuat tolok ukur yang halal adalah yang disebut nama Allah).
2. Tidak sebut nama Allah
3. Sebut nama Allah tetapi untuk sesembahan selain Allah. ✔️✔️

❓❔Tanya jawab :

1️⃣. Apakah surga yang sempat ditempati Nabi Adam dulu sama dengan surga yang diperuntukkan untuk orang-orang sholeh?

Jawab. Ada khilaf, namun pendapat terkuat sama, namun surga telah berkembang atau berubah.

2️⃣. Apa pengertian orang yang ragu?

Jawab. Kita harus yakin, bisa bertanya kepada ahli ilmu.

Syubhat yang jadi senjata syetan adalah poligami dan hukum waris, dengan sasaran wanita.

Semoga bermanfaat.

##$$-aa-##$$

Tafsir AlAnam

TAFSIR QS AL AN’AM#10 : AYAT 102-110 TAFSIR QS AL AN’AM#12 : AYAT 122-132
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?