BIJAK DALAM BERDAKWAH #1 – Muqaddimah
- BIJAK DALAM BERDAKWAH #2 – Kriteria Juru Dakwah
- BIJAK DALAM BERDAKWAH#3 – Kriteria Juru Dakwah Bagian ke-2
- BIJAK DALAM BERDAKWAH #4 – Kriteria Juru Dakwah Bagian ke-3
- BIJAK DALAM BERDAKWAH#5 Hak-Hak Orang Yang Kita Dakwahi
- BIJAK DALAM BERDAKWAH#6 Hak-Hak Yang Didakwahi
- BIJAK DALAM BERDAKWAH #1 – Muqaddimah
- BIJAK DALAM BERDAKWAH#7 Hak-Hak Yang Didakwahi
- BIJAK DALAM BERDAKWAH#8 – Kewajiban Orang Yang Hijrah (1)
- BIJAK DALAM BERDAKWAH#9 Kewajiban Orang yang Hijrah#2
- BIJAK DALAM BERDAKWAH#10 *Mendakwahi Orang Islam#1*
Diterbitkan pertama kali pada: 14-Agu-2020 @ 21:02
7 menit membacaBIJAK DALAM BERDAKWAH (Syarah Kitab dari Syaikh Prof. Dr. Hamud bin Ahmad Ar Ruhaily).
Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah, MA
24 Dzulhijjah 1441H
Ustadz memulai dengan mengajak kita bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita, dan juga bee shalawat atas Nabi Shalallahu alaihi wasallam..
Kitab ini membahas hukum dakwah dan cara berdakwah, termasuk kriteria dai yang pantas berdakwah, serta siapa yang didakwahi dan juga macam-macam obyek dakwah (orang muslim yang taat dan fajir) … Nanti juga dibahas dakwah kepada Ahlul kitab dan orang atheis.. Termasuk dakwah kepada orang munafik…
Juga akan dibahas dakwah kepada pejabat dan dakwah di tempat-tempat minoritas (di Indonesia ada).
Muqadimah….
Dakwah adalah perkara yang tidak perlu diperdebatkan baik masa lalu, sekarang atau akan datang , karena Allah telah menurunkan kitab dan para utusan Nya (Nabi dan Rasul).
Para Rasulullah misinya adalah mengajak manusia kembali kepada tauhid. M
Allah berfirman dalam Qs An Nahl ayat 36
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ ۚ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ
Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang tetap kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).
Rasul yang diutus adalah untuk berdakwah untuk mentauhidkan Allah dan menjauhi segala yang diagungkan selain Allah..
Ada ada mendapat hidayah dan ada yang tersesat..
Kita harus mengambil ibrah dari kisah bagaimana Allah menghancurkan orang-orang yang mendustakan para Rasul.
Dalam An Nisa 165, Allah berfirman
رُسُلًا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا
(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Ibnu Katsir menjelaskan tugas Rasul adalah memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang patuh kepada Allah.
Dan menjelaskan ancaman kepada orang-orang yang tidak taat, agar tidak ada alasan bagi para pembangkang..
Allah berfirman,
تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ (8) قَالُوا بَلَى قَدْ جَاءَنَا نَذِيرٌ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا فِي ضَلَالٍ كَبِيرٍ (9) وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ (10) فَاعْتَرَفُوا بِذَنْبِهِمْ فَسُحْقًا لِأَصْحَابِ السَّعِيرِ (11)
hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, “Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?” Mereka menjawab, “Benar ada, ” sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, tetapi kami mendustakan(nya) dan kami katakan, “Allah tidak menurunkan sesuatu pun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar.” Dan mereka berkata, “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu), niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.” Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala. Qs Al Mulk ayat 8-11.
Hanya itu yang bisa mereka katakan, dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah penutup para Nabi dan Rasul.. Dan ternyata di dunia ini lebih banyak yang menolak.
Allah menjelaskan tugas Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,
{يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا (45) وَدَاعِيًا إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا (46) }
Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi.
Qs Al Ahzab 45-46.
Bila kita lihat kelakuan orang-orang Jahiliyah.(tawaf dengan telanjang, anak perempuan dibunuh dll) . Dan bagaimana keadaan setelah dakwah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam..
Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam bukan hanya NABINYA orang Arab..
Allah berfirman,
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. Qs Saba ayat 28.
Kebanyakan manusia tidak mau tahu..
Saat para pedagang Islam datang ke Indonesia, belum ada negara Indonesia. Para saudagar itu yang ngajarin ngaji.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam diutus untuk seluruh umat manusia.
Tahun 92 H, Islam sudah masuk Spanyol dan terus ke Portugal.
Firman Allah Subhanahu wata’ala,
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. Qs An Nabiya ayat 107.
Ada pertanyaan, kok ada perang?
Perang tersebut adalah salah satu bentuk rahmat, yaitu untuk memerangi orang yang menghalangi rahmat Allah. (mirip hukuman kepada pengedar narkoba)
{كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ قَالُوا بَلَى قَدْ جَاءَنَا نَذِيرٌ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نزلَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلا فِي ضَلالٍ كَبِيرٍ}
Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, “Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang , pemberi peringatan?”
Mereka menjawab, “Benar ada,” sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, tetapi kami mendustakan(nya) dan kami katakan, “Allah tidak menurunkan sesuatu pun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar.” (Al-Mulk: 8-9)
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah wafat dan dakwah nya diteruskan oleh para sahabat dan para ulama..
Allah berfirman,
قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. Qs Yusuf ayat 108.
Dakwah nya mengajak kepada Allah bukan kepada golongan, partai dll..
Firman Allah Subhanahu wata’ala,
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. Qs Ali Imran ayat 104.
Ibnu Katsir mengatakan harus ada segolongan yang melakukan hal itu yaitu berdakwah mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran.
Ayat ini menjadi dalil tentang wajib nya dakwah, hanya khilaf apakah fardhu ain atau fardhu Kifayah.
Orang muslim adalah umat terbaik karna amar ma’ruf nahi munkar… Mengajak orang berbuat baik itulah yang membedakan umat Islam dengan umat lainnya..Yahudi misalnya nafsi-nafsi..
Juga dalam ayat lain,
ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
Qs An Nahl ayat 125.
Hukum dakwah
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengatakan, sampaikan dari aku walau satu ayat.. Jadi gak harus Ustadz..
Jadi mengajak kepada Allah adalah wajib.. Ada khilaf wajib ain atau wajib Kifayah..
Syaikh menjelaskan mungkin digabungkan..
Dengan mengatakan, yang berpendapat fardhu ain adalah kondisi berbeda-beda..
Contoh seorang ayah lihat anak atau istri nya tidak sholat maka walaupun bukan dai dia tetap wajib dakwah…
Contoh lain, boss perusahaan lihat anak buah nya gak sholat maka dia juga wajib dakwah..
Kalau ada tempat-tempat yang belum ada dakwah maka para pendawah wajib mendakwahi..
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dahulu berdakwah ke negri lain dengan surat (Romawi, Persia, Mesir).
Bagaimana kalau umat Islam diam?
Orang-orang kafir dibiarkan
Orang-orang syirik dibiarkan
Orang-orang atheis didiamkan.
Maka Allah akan menurunkan adzab.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. Qs Muhammad ayat 7.
Bagaimana menolong agama Allah? Ya berdakwah..
Dakwah bisa dengan bangun masjid, ada yang siapkan kamera, ada yang siapakan Zoom dll.
Syaikh mengatakan agar para dai memperhatikan para iblis dan menggandakan usaha mereka dan sesuai pemahaman salafus shaleh dan lebih sabar dalam menghadapi para musuh Allah.
Kita mengajak umat manusia ini ke jalan Allah yang lurus,yaitu ke Islam.. Untuk berpegang teguh kepada Kitabulah dan Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sesuai pemahaman para salafus shaleh..
Islam yang benar telah dipraktekkan dan dipahami oleh para shahabat dan disaksikan oleh para Tabiin dan para Tabiut Tabiin dan seterusnya..
QA.
1. Jadi RT dan warga tidak suka dengan dakwah salaf..
Jawab. Pertama berdoa supaya jabatan tersebut tidak mengantarkan ke neraka.
Bila ada acara yang tidak seusai syariat, maka kita harus memulai acara yang seusai syariat dengan tunjukkan adab dan akhlaq yang baik..
Misal ada orang yang meninggal maka kita serahkan makanan kepada keluarga yang ditinggal dll.
2. Cara dakwahi suami yang lalai sholat dan tidak bertauhid secara benar.
Jawab. Hendaknya bersyukur kepada Allah atas nikmat hidayah sunnah.
Beristighfar atas keadaan, yang mungkin dulu saat nikah belum paham cara memilih suami.
Ajak suami untuk mengubah orientasi kepada akhirat, ajak ke kuburan supaya ingat mati..
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
زوروا القبور فإنها تذكركم الموت
“Berziarahlah kalian ke kuburan, karena ziarah kubur mengingatkan kalian akan kematian” (HR. An Nasai dan lainnya)
Kemudian muliakan suami dengan meminta ajari Al Qur’an, sholat.. (dengan ajak beli buku).
3. Bagaimana kita ajak berbuat baik padahal kita belum melakukan semua kebaikan (belum istiqomah).
Jawab..
Amalan wajib, Misal dia tidak sholat dan anak tidak sholat maka ini wajib kita lakukan kalau tidak lakukan kita dapat 2 dosa (tidak sholat dan biarkan anak tidak sholat)
Amalan sunnah, mungkin ada yang belum tahu maka sampaikan..
Tapi jangan sampai pura-pura baik..
Kita tidak harus sempurna..
4. Menikah dulu tapi belum mampu atau menuntut ilmu?
Jawab : Nabi memerintahkan kita untuk menikah bagi yang mampu, dan puasa bagi yang belum mampu.
Maka sebaik nya, bila belum mampu, jangan merepotkan orang tua… Jangan memaksakan diri.
##$$-aa-$$##


