Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny, Lc.MASifat Sholat Nabi

SIFAT SHOLAT NABI Faidah2 Penting berkaitan dengan shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ dan Qunut Nazilah.

This entry is part 25 of 27 in the series Sifat Sholat Nabi

Diterbitkan pertama kali pada: 03-Okt-2020 @ 21:02

5 menit membaca

SIFAT SHOLAT NABI Faidah2 Penting berkaitan dengan shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ dan Qunut Nazilah.
Ustadz Dr Musyaffa Ad Dariny MA
17 Safar 1442H

Faidah pertama :

1. Jika diperhatikan, tidak disebutkan Nama Nabi Ibrahim secara mandiri terpisah dari kata Aali Ibrahim. Justru redaksi yang ada menyebutkan Kamaa shalaita ‘Alaa Alii Ibrahim… Karena ungkapan Aluu Fulan dalam bahasa Arab mencakup juga orang tersebut dan juga orang lain yang ada hubungannya dengannya.

 إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ

Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing),
إِلَّا آلَ لُوطٍ ۖ نَجَّيْنَاهُمْ بِسَحَرٍ

kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan sebelum fajar menyingsing,

رَحْمَتُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ ۚ إِنَّهُ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

… rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah”.

Ibnu Taimiyyah berkata, “oleh karena itu6, dalam kebanyakan redaksi disebutkan dengan Lafazh, Kamaa baarakta alaa aalii Ibrahim dan Kamaa shalaita alaa Alii Ibrahim. Dan hanya dengan Ibrahim karena beliau lah yang pokok dalam meraih shalawat dan penyucian dari Allah. Sedangkan keluarga beliau mendapatkan hal itu hanya mengikuti.

2. Semua redaksi shalawat mengandung shalawat kepada kepada keluarga besar Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.

Tidak cukup hanya Allahumma shali alaa Muhammad. Menurut para fuqoha, ini kadar minimal Sholawat… Syaikh Albani menyelisihi pendapat ini seperti pendapat Imam Syafi’i (termasuk Shalawat Ibrahimiyyah).

Faidah 3. Tidak ada redaksi kata Sayyidina. Menurut sebagian orang kata ini untuk penghormatan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, padahal Para sahabat Radhiallahu anhum tentu sangat menghormati Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, namun redaksi shalawat dalam shalat yang mereka riwayat kan tidak ada kata Sayyidina.

Kalau alasannya adalah karena penghormatan, maka semua redaksi yang ada kata Muhamad ditambah Sayyidina, termasuk adzan.. Dan ini tentu menjadi salah.

4. Syaikh Albani merajihkan Sholawat yang paling afdhal adalah redaksi pertama dan keempat. (khilaf ulama).

Redaksi pertama,

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ، وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ، وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Allaahumma sholli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa ahli baitihi, wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi, kamaa shollaita ‘alaa aali ibroohiim, innaka hamiidun majiid. Wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa ahli baitihi, wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohiim, innaka hamiidun majiid.

Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad, keluarganya, istri-istri dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Dan berkahilah Muhammad, keluarganya, istri-istri dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.

HR. Ahmad, Abdurazaq dalam Mushanaf, At-Thahawi dengan sanad yang shahih.

Redaksi ke empat

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، النَّبِيِّ الأُمِّيِّ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، النَّبِيِّ الأُمِّيِّ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Allaahumma sholli ‘alaa muhammad, an-nabiyyil ummiyyi, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa shollaita ‘alaa aali ibroohiim. Wa baarik ‘alaa muhammad, an-nabiyyil ummiyyi, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohiim. Fil ‘aalamiina innaka hamiidun majiid.

Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad Nabi yang ummi, dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad Nabi yang ummi, dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim. Atas sekalian alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.

5. Menggabungkan redaksi2 shalawat tersebut menjadi satu redaksi bukan merupakan perbuatan yang disyariatkan dan cukup salah satu saja dalam satu kesempatan dan baca redaksi lain dalam kesempatan yang lain.

6. Al Allamah Shiddiq Hasan Khan mengatakan, “tidak ada keraguan bahwa orang-orang yang paling banyak membaca shalawat adalah para ahli hadits Dan para perawi hadits yang suci (sifat hadits).”

Sehingga merekalah yang paling pantas mendapat syafaat, paling dekat dengan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.. Maka jadilah seperti mereka yang sering bershalawat.

Dan disunnahkan orang untuk berdoa (setelah Tasyahhud baik awal maupun akhir).

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengatakan, “Jika kalian duduk pada setiap 2 rakaat maka hendaklah baca At Tahuyyatu lillah….. (sampai akhir)

Dan Beliau shallallahu alaihi wasallam menambah,” Kemudian hendaklah memilih doa yang dia sukai” artinya boleh banyak doa dan digabung.

NAMUN jumhur ulama berpendapat lain, yaitu doa pilihan di Tasyahud akhir, seperti dalam hadits yang menyatakan doa yang mustajab adalah sebelum salam.

Berdiri ke Rakaat ketiga

Selanjutnya bangkit untuk rakaat ketiga dengan bertakbir.
Disunnahkan selesai Tasyahud untuk angkat 2 tangan.

Dan dahulu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kadang-kadang angkat tangan untuk rakaat ketiga (setelah duduk istirahat) menuju keempat. Jadi sunnah nya tidak angkat tangan.

Duduk istirahat ini pada asalnya tidak disunnahkan, hanya bila diperlukan.
Dalam hadits2 inti, tidak disebutkan duduk istirahat ini.

Kapan disunnahkan duduk istirahat? Hanya bila diperlukan.. Misalnya sakit.

Sahabat (Malik Ibnu Khuwailid) yang meriwayatkan duduk istirahat (antara rakaat 3 ke 4) ini datang saat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sudah sepuh.

Ibnul Qayyim menguatkan pendapat duduk istirahat bila diperlukan saja.

Bila ada duduk istirahat, kapan takbir nya?
Karena tidak ada penjelasan.. Dan ini menunjukkan bahwa duduk istirahat ini bukan sesuatu yang normal..

Dahulu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjadikan kedua tangannya sebagai tumpuan, artinya lutut dahulu yang diangkat.

Dan dahulu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam 2 rakaat (yang terakhir) baca Al Fatihah saja.

Terkadang Beliau shallallahu alaihi wasallam memberi tambahan beberapa ayat di sholat Dhuhur (kadang-kadang).
Riwayat yang masyhur hanya baca Al Fatihah saja.

Qunut dalam shalat 5 waktu adanya Nazilah

Yaitu saat musibah besar. Ulama ada yang membedakan hanya perbuat dhalim manusia.
Misalnya peperangan dengan kafir.

Namun Ustadz memilih pendapat yang lebih umum yaitu semua musibah termasuk wabah.

Dahulu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bila ingin mendoakan keburukan atau kebaikan seseorang, beliau melakukan Qunut pada rakaat terakhir setelah rukuk

Doa keburukan itu boleh asalkan pantas dilakukan.

Beliau shallallahu alaihi wasallam baca doa Qunut dengan keras dan angkat kedua tangannya, dan orang yang dibelakang beliau mengaminkan doa tersebut.

Doa Qunut ini boleh di semua shalat 5 waktu akan tetapi beliau shallallahu alaihi wasallam tidak Qunut kecuali mendoakan keburukan atau kebaikan bagi suatu kaum.

أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فِي الرَّكْعَةِ الآخِرَةِ مِنْ صَلاَةِ الْعِشَاءِ قَنَتَ اللَّهُمَّ أَنْجِ عَيَّاشَ بْنَ أَبِي رَبِيعَةَ اللَّهُمَّ أَنْجِ الْوَلِيدَ بْنَ الْوَلِيدِ اللَّهُمَّ أَنْجِ سَلَمَةَ بْنَ هِشَامٍ اللَّهُمَّ أَنْجِ الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اللَّهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَى مُضَرَ اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا عَلَيْهِمْ سِنِينَ كَسِنِي يُوسُفَ

Artinya : “Bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah ketika mengucapkan, ‘Sami’a-llaahu liman hamidah’ pada rakaat terakhir shalat Isya’, Lalu beliau melakukan qunut (berdoa, yang artinya) : “Ya Allah, selamatkanlah ‘Ayyasy bin Abi Rabi’ah. Ya Allah selamatkanlah al-Walid bin al-Walid. Ya Allah, selamatkanlah Salamah bin Hisyam. Ya Allah, selamatkanlah orang-orang Mukmin yang tertindas. Ya Allah, ambillah kekuatan kabilah Mudhar dengan sekuat-kuatnya. Ya Allah, binasakanlah mereka selama bertahun-tahun, sebagaimana tahun-tahun (kelaparan yang menimpa zaman) Nabi Yusuf.” (HR Bukhari).

Semoga bermanfaat

##$$-aa-$$##

Sifat Sholat Nabi

Sifat sholat Nabi : TASYAHHUD SIFAT SHOLAT NABI : Qunut Witir dan doa 4 perkara
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?